"Masa iya sih pergi ke acara keluarga di malam-malam begini? Mana mereka melakukannya setiap hari Senin lagi. Apa gak aneh?" Ucap ibu-ibu kedua.
"Ah iya juga ya. Kalau dipikir-pikir, itu aneh banget sih." Ucap ibu-ibu pertama.
"Ekhem." Ucap Jim.
(Kaget) "Eh pak?!" Ucap kedua ibu-ibu tersebut.
"Ini sudah malam bu. Sebaiknya ibu-ibu pulang sekarang. Karena akan sangat berbahaya jika masih di luar sendirian." Ucap Jim sembari tersenyum.
"Ah iya pak. Kami permisi." Ucap ibu-ibu pertama.
Lalu kedua ibu-ibu tersebut pun pergi
"Haah.. benar-benar ya." Ucap ibu-ibu kedua.
(Skip) ke Jim
'Haah.. syukurlah tidak ada keluarga Jamieson di sini. Kalau mereka sampai mendengar itu, maka mereka akan jadi korban selanjutnya! Dan aku tidak akan bisa menolong mereka.' - dalam hati Jim.
(Skip) ke keluarga Jamieson ~
Mereka pun akhirnya sampai di sebuah ladang tandus!
"Nah akhirnya kita sampai juga. Ayo semuanya turun. Kakek sudah menunggu kita." Ucap James.
"Baik papa!" Ucap Robert dan Layla serempak.
Mereka berempat pun turun dari mobil
"Wah kakek!!!" Ucap Robert dan Layla serempak.
Mereka pun langsung berlari kegirangan menuju ke kakek mereka (ayah James) --
James dan Lilia sama-sama tersenyum, lalu mereka berdua pun mendatangi Harry (ayah James) --
"Wah cucu-cucuku, akhirnya kalian datang juga! Kakek sangat merindukan kalian!!" Ucap Harry sembari memeluk kedua cucunya itu.
"Kami juga kek!!!" Ucap Robert dan Layla bersamaan.
"Kami senang sekali, akhirnya hari ini datang juga! Andai bisa setiap hari kek." Ucap Layla.
"Iya nih. Andai acara keluarga kita bisa diadakan setiap hari!!" Ucap Robert sambil cemberut.
"Yah sayangnya tidak bisa sayang. Karena kakek kan juga sibuk bekerja. Maaf ya." Ucap Harry.
"Hm yah, tidak masalah kek. Yang penting, kami bisa bertemu kakek setiap hari Senin! Ini benar-benar hari yang kami tunggu-tunggu!" Ucap Robert senang.
"Ya benar tuh kek!" Ucap Layla senang.
"Yah, kakek juga senang sekali bisa bertemu dengan kalian berdua!" Ucap Harry senang.
"Iya kek." Ucap Robert dan Layla bersamaan.
Mereka pun kembali memeluk kakek mereka
"Dan kalian.. sudah besar ya!" Ucap Harry.
"Iya dong kek. Hihihi." Ucap Robert dan Layla sembari tersenyum.
Harry tersenyum
"Hai pa, apa kabar?" Sapa Lilia.
"Wah menantuku. Kabarku sangat baik kok. Bagaimana dengan kabarmu?" Ucap Harry.
"Aku juga baik pa." Ucap Lilia sembari tersenyum.
"Papa makin muda saja ya." Ucap James.
"Haha jangan salah! Aku ini memang awet muda!" Ucap Harry bangga.
"Ya itu benar sekali pa." Ucap Lilia.
"Nah lihat! Menantu kesayanganku ini bahkan mengakuinya! Hahaha." Ucap Harry.
"Hahaha iya pa. Papa ini narsis sekali sih!" Ucap James.
"Ya tentu saja dong, Jamieson! Kita semua memang selalu narsis!" Ucap Harry.
"Ya benar!" Ucap James menyeringai.
Semuanya pun tersenyum
"Oh ya kek, Layla mau nyeritain hal keren yang tadi Layla lakuin sama kak Robert di rumah!" Ucap Layla.
"Wah apa tuh? Coba ceritain." Ucap Harry.
"Tadi Layla sama kak Robert habis bunuh orang lho kek!" Ucap Layla.
"Eh serius? Habis bunuh siapa?" Tanya Harry.
"Habis bunuh pak supir! Supir pribadi yang sering nganter jemput Layla sama kak Robert ke sekolah! Supir tua itu lho kek!" Jawab Layla.
"Wahhh benar-benar cucuku yang keren! Kakek bangga padamu Layla! Kau bunuh dengan apa?" Tanya Harry senang.
"Tentu saja pertama kutusuk dengan pisau. Tapi dia sempat mendorongku. Dan akhirnya papa menyayat lehernya dengan pisau. Lalu aku kembali dengan kapakku dan langsung menyiksanya terlebih dahulu, sebelum membunuhnya! Aku benar-benar senang kek melakukan itu! Aku juga senang saat melihat dia ketakutan! Hahaha." Jawab Layla sembari tertawa.
"Wahhh benar-benar keren! Itu baru yang namanya ‘pembunuh berdarah dingin’! Kau benar-benar mewarisi gen keluarga Jamieson! Kau benar-benar keren Layla, di usia yang semuda ini!" Ucap Harry bangga pada cucunya itu.
"Ya tentu saja kek! Karena aku ‘Layla Jamieson’!" Ucap Layla bangga.
"Haha ya benar sekali nak!" Ucap Harry sembari mengacak-acak rambut Layla.
"Hahaha kakek!!" Ucap Layla.
"Hei kek, jangan lupakan aku! Aku juga habis membunuh seorang anak kecil, tanpa kenal ampun dan belas kasihan!" Ucap Robert dengan tatapan dingin.
"Oh ya? Coba ceritakan!" Ucap Harry.
Robert menyeringai, lalu langsung menceritakan segalanya
(DEG) HARRY SHOCK
"Apa?! Hanya karena itu.. kau langsung membunuhnya?" Tanya Harry.
"Ya kek. Apa itu salah? Kenapa tatapan kakek seperti itu?" Tanya Robert bingung.
Harry pun langsung mendekati Robert
"Dia itu.. masih kecil. Dan kau membunuhnya hanya karena kesalahan kakaknya?" Tanya Harry.
"Iya." Jawab Robert.
"Kenapa kau tidak membunuh kakaknya saja?" Tanya Harry.
"Karena dia akan jauh lebih menderita, jika salah satu keluarganya meninggal! Dan aku juga tidak berniat untuk membunuh temanku. Aku hanya ingin memberinya peringatan untuk tidak mengatur hidupku!" Jawab Robert tanpa ragu.
... - Harry
"Aku tidak melakukan kesalahan apapun! Siapapun yang mengganggu keluarga Jamieson, harus lenyap! Termasuk bocah kecil itu yang tidak tau apa-apa! Aku benar-benar tidak peduli!" Ucap Robert dengan tatapan dingin.
"HAHAHAHA." HARRY LANGSUNG TERTAWA TERBAHAK-BAHAK.
... - Robert yang masih dengan tatapan dinginnya.
"INI BARU CUCUKU!" TERIAK HARRY.
Robert pun langsung menyeringai
"KELUARGA JAMIESON MEMANG TIDAK KENAL AMPUN DAN TIDAK KENAL YANG NAMANYA ‘BELAS KASIHAN’! KERJA BAGUS NAK! KAKEK BANGGA PADAMU! KALIAN BERDUA MEMANG BENAR-BENAR CERMINAN KELUARGA JAMIESON YANG TAK KENAL AMPUN! KALIAN BENAR-BENAR MEWARISI GEN KELUARGA JAMIESON! TERUSLAH SEPERTI ITU!!! HAHAHA." UCAP HARRY SENANG.
"Aku rasanya mau mati sekarang, saking senangnya! Aku tidak tau kapan lagi aku akan mendapati momen bahagia ini! Lebih baik mati sekarang, daripada menyesal dikemudian hari!" Ucap Harry.
"HAHAHAHA." HARRY MASIH SAJA TERTAWA!
"Tolong jangan katakan itu kek! Kami bisa membunuh orang setiap hari kok!" Ucap Layla enteng.
"Ya benar! Kami bisa memberikan momen bahagia ini pada kakek setiap saat! Jadi jangan katakan itu lagi! Kakek tidak boleh mati! Kakek harus tetap hidup bersama kami, untuk melihat semua perkembangan kami!" Ucap Robert.
"Ooo cucuku yang malang. Kalian tidak boleh terlalu menginginkan sesuatu dalam hidup ini! Karena jika tidak sesuai dengan harapan kalian, maka kalian akan semakin gila nantinya! Tapi kali ini kakek akan berjanji kok pada kalian. Kakek janji, kakek akan hidup untuk melihat perkembangan kalian!" Ucap Harry.
"Yeayyy terima kasih kek." Ucap Layla dan Robert yang langsung memeluk Harry.
"Ya sama-sama cucu-cucuku. Sekarang kalian latihan lah menembak. Kakek sudah siapkan mangsa untuk kalian berdua!" Ucap Harry.
"Wah kakek memang yang terbaik!" Ucap Robert dan Layla.
"Ya tentu saja! Aku kan kakek kalian! Sekarang cepat ambil senapan dan bunuh mereka! Kalian akan berlatih di malam yang gelap gulita ini!" Ucap Harry.
"Siap kakek!" Ucap Robert dan Layla serempak.
"Baiklah ayo. Ibu akan melihat kalian." Ucap Lilia.
"Baik ma!" Ucap Robert dan Layla serempak.
Lilia tersenyum dan mereka pun pergi
"Mereka memang benar-benar cucuku! Aku sangat bangga pada mereka! Mereka pasti bisa mewarisi kekayaan keluarga Jamieson! Mereka memiliki potensi yang sangat besar di usia yang sangat muda! Sama sepertimu, anakku!" Ucap Harry bangga.
"Ya benar papa. Aku juga sudah melihat potensi mereka sejak dini. Mereka memang sudah mewarisi gen keluarga kita semenjak mereka lahir! Mereka memang sudah sangat berbeda sejak dulu! Bahkan mereka tidak bisa disamakan dengan anak-anak seumuran mereka!" Ucap James.
"Ya kau benar! Oleh karena itu, aku sangat bangga pada mereka! Layla yang masih berusia 12 tahun, dan Robert yang masih berusia 14 tahun saja sudah sebrutal ini! Apalagi di masa depan! Mereka pasti akan jauh lebih brutal!" Ucap Harry senang.
"Ya benar pa! Bahkan saat mereka masih kecil saja, mereka sangat suka menyiksa hewan!" Ucap James.
"Ya kau benar! Aku masih ingat dengan jelas, aku dan mendiang ibumu itu pernah melihat apa yang mereka lakukan saat mereka masih kecil! Robert setiap ada kesempatan selalu membunuh hewan-hewan itu dan menjadikan mereka sebagai mainan! Sedangkan adiknya Layla, suka sekali menjahit dan menyatukan bagian-bagian tubuh dari hewan yang berbeda-beda! Mereka suka sekali menyiksa dan menjadikan hewan itu sebagai objek eksperimen!" Ucap Harry.
"Ya benar pa. Dan aku sangat bangga pada mereka!" Ucap James.
"Ya aku pun juga begitu!" Ucap Harry.
Mereka berdua pun sama-sama tersenyum
"Oh ya, ada berita penting yang ingin aku beritahukan padamu!" Ucap Harry dengan tatapan serius.
"Apa itu?" Tanya James.
To Be Continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments