"Hai Robert, hai William." Sapa John saat ia melihat kedatangan Robert dan William.
"Hai juga John." Ucap Robert dan William.
"Ayo duduk dan dengarkan sebuah berita yang menghebohkan!!" Ucap John.
"Haha seperti anak perempuan saja yang suka bergosip." Ucap William sembari tertawa.
"Eh hei, aku tidak berbicara soal gosip! Hanya sebuah berita!" Ucap John.
"Ya ya begitulah hahaha." Ucap William.
"Hm ya sudah, kau tidak usah mendengarkan! Cukup Robert saja yang mendengar berita menghebohkan ini!" Ucap John kesal.
"Hei hei, aku hanya bercanda kawan. Aku ingin ikut juga!" Ucap William sembari tersenyum.
"Ya ya baiklah. Cepat kemari." Ucap John.
William dan Robert pun langsung mendatangi John
"Berita tentang apa?" Tanya Robert.
"Wah wah wah apa kau sudah penasaran Robert?" Tanya John sambil sedikit tersenyum.
"Lumayan sih hahaha." Jawab Robert sembari tertawa.
"Ya baguslah kalau begitu. Bagaimana denganmu William?" Tanya John.
"Aku sama seperti Robert. Lumayan penasaran. John, kuharap ini benar-benar menghebohkan!" Jawab William.
"Kau tenang saja. Ini sangat heboh! Jika tidak, aku tidak akan mungkin bersemangat seperti sekarang ini." Ucap John.
"Baiklah, ayo cepat katakan John." Ucap Robert.
"Apa kalian tau gedung tua yang ada di sekitar sini?" Tanya John.
"Apa maksudmu gedung tua yang ada di.. daerah 'itu'?" Tanya William.
"YA!" Jawab John.
"Memangnya ada apa dengan gedung tua itu?" Tanya William penasaran.
"Kudengar disana itu sangatlah.."
John tiba-tiba berhenti berbicara
"Sangatlah apa? Ayo lanjutkan! Jangan membuat orang lain penasaran!!!" Ucap William kesal.
"Hei hei kenapa kau jadi kesal begitu? Katanya kau tidak terlalu penasaran." Ucap John menyeringai.
"Hahaha sepertinya William mulai penasaran nih." Ucap Robert sembari tertawa.
John pun ikut tertawa
"Aduh tentu saja, karena yang John bicarakan adalah gedung tua dekat sini. Ayo lanjutkan. Dan ngomong-ngomong.. kau ini serius atau hanya mengajak bercanda saja sih?" Tanya William yang menjadi semakin kesal.
"Aku serius! Baiklah maaf maaf. Akan aku lanjutkan." Jawab John.
"Hm." William bergumam sembari memutar kedua bola matanya. William tampak kesal!
"Jadi begini, gedung tua yang ada disana itu sangatlah menakutkan dan juga angker!" Ucap John.
"Benarkah?" Tanya Robert.
"Apa yang dikatakan oleh John itu sungguhan! Sudah banyak rumor yang beredar. Katanya gedung tua itu sangat menakutkan dan juga angker!" Jawab William.
"Iya. Aku banyak mendengar tentang rumor gedung tua itu. Katanya di sana angker karena pernah terjadi.."
John terdiam sejenak
GLEK - William pun mulai berkeringat dingin
Sedangkan Robert terlihat serius, namun sangat tenang --
"Pernah terjadi pembunuhan!" Ucap John melanjutkan.
(DEG) William terkejut dan mulai ketakutan
"Hah a.. apa?" Tanya William terbata-bata dan ketakutan.
"Iya, disana memang pernah terjadi hal seperti itu. Korbannya adalah seorang pria turis. Sampai sekarang, jasadnya masih belum ditemukan. Tapi semua orang menduga bahwa mungkin jasadnya telah dibakar karena beberapa warga pernah mencium bau asap. Tapi saat polisi mendatangi tempat asal asap itu, disana tidak ada apa-apa. Seakan-akan semua jejak telah lenyap dari bumi. Sampai sekarang, belum ada kelanjutan dari kasus ini." Ucap John bercerita.
William merinding dan ketakutan
"Robert, kenapa kau terlihat sangat tenang? Tidak seperti William dan aku yang ketakutan dan merinding." Ucap John.
"Eh?! Aku.." Ucap Robert yang agak terkejut.
William dan John pun mulai menatap Robert dengan tatapan serius
"Aku tidak terkejut karena itu hanya rumor! Apa sudah benar-benar terbukti kalau rumor itu beneran terjadi? Bagaimana jika itu hanya sebuah kebohongan? John, kenapa pria itu bisa menghilang?" Tanya Robert.
"Eh?! Ka.. katanya sih.. pria turis itu menumpang di mobil seseorang. Pria turis itu mau pergi ke hotel. Tapi saat itu sudah tengah malam. Jadi tidak ada taksi yang lewat. Jadi akhirnya dia menumpang di mobil seseorang dan akhirnya terjadi hal seperti itu!" Jawab John.
"Apakah polisi sudah dapat menemukan plat mobil orang yang telah menculik pria turis itu?" Tanya Robert.
"Polisi masih belum bisa menemukannya. Karena daerah tersebut terpencil dan tidak ada saksi maupun CCTV." Jawab John.
"Apakah kasus ini masih dibuka?" Tanya Robert.
"Aku juga kurang tau karena belum ada kelanjutan dari kasus ini." Jawab John.
"Kenapa orang-orang tampak biasa saja saat lewat daerah gedung tua itu?" Tanya Robert.
"Mungkin karena.. mm.. ini hanya rumor?" Jawab John dengan ragu-ragu.
"Nah itu dia John! Karena ini hanya rumor yang belum tentu kebenarannya! Bagaimana jika orang-orang yang membicarakannya hanya ingin menakut-nakuti kita agar kita jangan ikut ke mobil orang yang tidak kita kenal? Itu adalah hal yang baik. Rumor ini belum tentu ada dan apa yang mereka sampaikan sebenarnya adalah peringatan dan nasehat. Mereka berusaha memberi nasehat kepada kita berupa ‘jangan pernah pergi malam-malam, jangan ikut ke mobil orang yang tidak kita kenal, jangan mudah percaya pada orang lain dan selalu lah berhati-hati!’Itulah yang coba mereka sampaikan kepada kita! Mereka memang menakut-nakuti kita dengan alasan yang baik." Ucap Robert menjelaskan.
"Hmm kau benar juga Robert. Kau sangat pintar! Aku setuju denganmu! Semoga saja itu hanya rumor dan tidak nyata." Ucap William yang mulai merasa tenang.
"Hmm iya Robert, aku juga setuju denganmu. Mungkin ini hanya rumor dan peringatan saja." Ucap John.
"Ya. Kalian juga jangan mudah percaya pada orang lain ya, termasuk aku!" Ucap Robert sembari tersenyum.
"Hah? Hahaha kau ini Robert! Jangan mencoba-coba menakut-nakuti kami! Lagipula kita kan sudah lama berteman. Mana mungkin diantara kita ini ada seorang penjahat atau penipu!" Ucap William sembari tertawa.
"Hahaha iya. Jangan bercanda seperti itu Robert. Kita kan sudah lama berteman!" Ucap John sembari tertawa.
Robert hanya tersenyum
"Fyuhh ~ tadinya aku ingin mengajak kalian untuk mengunjungi gedung tua itu." Ucap John.
"Hah?! Apa kau sudah gila?! Untuk apa kita kesana? Jangan sok berani! Aku tidak mau datang kesana! Lagipula walaupun kau memaksa atau memberiku hadiah mahal, aku tetap tidak mau pergi kesana!" Ucap William dengan tegas.
"Hahaha baiklah baiklah William. Kalau kau Robert?" Tanya John sambil sedikit tertawa.
"Aku? Mm.. aku juga tidak mau datang kesana." Jawab Robert.
"Tuh, Robert saja tidak mau! Lebih baik, kau saja sana yang datang sendiri!" Ucap William kesal.
"Hei hei, aku juga tidak mau pergi kesana kalau kalian tidak mau. Sudahlah lupakan saja!" Ucap John.
Robert hanya tersenyum tipis
'Dasar teman-temanku yang polos..' - dalam hati Robert.
(Skip) Beberapa jam kemudian, bel pulang pun berbunyi dan semua murid pun pulang ~
"Hei Robert, apa aku boleh datang ke rumahmu?" Tanya John.
"Aku juga mau!! Apa boleh?" Tanya William.
"Wah maaf teman-teman, hari ini aku tidak di rumah. Setiap hari Senin, aku dan keluargaku ada acara yang tidak bisa ditunda!" Jawab Robert.
"Yah.. apa kau benar-benar harus ikut? Apa tidak bisa kau di rumah saja dan keluargamu yang pergi?" Tanya John dengan wajah cemberut.
"Iya Robert, apa kau tidak bisa melewatkan sehari saja tanpa mengikuti acara itu? Aku saja bisa tidak mengikuti acara keluargaku. Hanya sekali saja.." Ucap William dengan nada memohon.
"Iya Robert, ayo kita bermain bersama!!" Ucap John.
"Maaf teman-teman, ini bukan acara biasa. Aku harus ikut setiap hari Senin dan tidak boleh melewatkannya walaupun hanya sekali. Ini acara penting. Jadi aku mohon pengertian kalian. Kita kan bisa bermain kapan saja di hari yang lain!" Ucap Robert sembari tersenyum.
"Memangnya acara apa sih Robert, sampai sepenting itu? Bahkan sekali saja, kau tidak bisa melewatkannya!" Ucap John.
"Iya, acara apa sih Robert? Kau tidak pernah memberitahukannya pada kami!" Ucap William.
Wajah John dan William tampak agak kesal
"Hei, kenapa wajah kalian seperti itu? Aku kan sudah bilang bahwa ini acara keluarga. Aku ingin menghabiskan waktuku bersama keluargaku. Ini hanya terjadi setiap hari Senin. Sedangkan aku saja bisa bermain dan bertemu kalian kapan saja dan dimanapun. Hari lain kan masih banyak. Apa kalian tidak bisa mengerti?" Tanya Robert dengan wajah yang cemberut.
"Eh?! Ma.. maaf.. aku egois. Maaf ya.. aku terbawa suasana karena ingin bermain." Jawab John sembari menundukkan kepalanya.
"A.. aku juga minta maaf. Ya ampun entah apa yang terjadi padaku. Maaf Robert." Ucap William yang juga menundukkan kepalanya.
"Hm.. tidak masalah. Kita akan habiskan waktu lain kali ya. Bagaimana kalau besok? Aku akan berikan kejutan pada kalian!" Ucap Robert sembari tersenyum.
"Wah baiklah! Tentu saja!!" Ucap John dan William senang.
"Hm baiklah, aku pulang dulu ya teman-teman. Sampai jumpa besok!" Ucap Robert.
"Ya! Dah Robert!!" Ucap John dan William bersamaan.
Robert pun pergi
"Aku akan berikan hadiah yang sangat luar biasa pada kalian sampai-sampai membuat kalian terdiam! Kalian berani sekali menyuruhku untuk tidak ikut acara keluarga. Lihat saja nanti!" Ucap Robert pelan dengan tatapan dan senyum sinisnya.
To be continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments
Ririn Navila
Ditunggu kelanjutannya Thor ❤️❤️❤️
2023-08-18
1
XimeMellado
Si Thor pasti sangat kreatif untuk bisa membuat jalan cerita seru sedemikian rupa!
2023-08-18
1
Octavio Gonzalez
Saya bangga bisa membaca karya thor yang luar biasa ini, semoga sukses selalu! ❤️
2023-08-18
1