"Oh ya temen-temen, aku ada berita baik lho!" Ucap John.
"Soal apa?" Tanya Robert.
"Soal adikmu kah?" Tanya William.
"Bukan." Jawab John.
"Terus soal apa?" Tanya William.
"Ini soal.."
William pun langsung memasang wajah serius
"Soal orang tuaku!" Ucap John senang.
"Hah?! Kenapa orang tuamu?" Tanya William bingung.
"Aduh masa gak ngerti sih! Orang tuaku itu bakal pulang lho! Akhirnya!!!" Jawab John yang menjadi semakin senang.
"Wah akhirnya setelah sekian lama, orang tuamu pulang juga ya!" Ucap William.
"Iya nih, selamat ya John. Akhirnya kamu bakal ketemu orang tuamu lagi!" Ucap Robert.
"Hahaha makasih makasih. Aku gak sabar bakal ketemu mereka nanti!" Ucap John senang.
"Ya, itu semua udah terlihat jelas di wajahmu John!" Ucap William yang juga ikut senang.
'Wah gak nyangka orang tua John bakal pulang juga. Kalau begini, pasti semuanya akan segera terungkap!' - dalam hati Robert.
"Mm.. John, apa gak sebaiknya kamu diam di rumah aja? Kan bentar lagi orang tuamu dateng." Ucap Robert.
"Nah iya tuh. Apa gpp kalau kamu pergi main di saat orang tuamu mau pulang?" Tanya William.
"Gpp kok. Lagian orang tuaku juga datengnya nanti malem! Jadi siang ini, kita bisa main sepuasnya!!" Ucap John sembari tersenyum.
"Wah asik deh kalau gitu!" Ucap William senang.
'Hm.. apa gak masalah kalau aku pergi main?' - dalam hati Robert.
"Robert, kamu gak senang kah?" Tanya John.
"Eh?! Se.. senang kok! Maaf ya, tadi aku lagi mikirin hal lain." Jawab Robert.
"Mikirin soal apa?" Tanya John.
"Iya nih, mikirin soal apa? Jadi kepo!" Ucap William.
"Ah bukan apa-apa kok. Ini gak penting!" Ucap Robert sembari tersenyum.
"Ah Robert bikin penasaran aja!" Ucap William yang langsung cemberut.
"Iya nih. Robert bikin penasaran!" Ucap John.
'Aduh mereka ini!!' - dalam hati Robert.
"Aku sebenarnya lagi mikirin pelajaran apa yang bakal aku pelajari nanti malam! Kalian mau aku jelasin soal pelajarannya?!" Ucap Robert.
"Eh?! E.. enggak!" Ucap John.
"Ya, kami gak mau! Orang pintar pikirannya emang beda ya!" Ucap William.
"Bukan pintar lagi. Tapi dia itu jenius! Makanya otaknya isinya cuma belajar dan belajar!" Ucap John.
"Ah iya bener. Otak Robert emang isinya begitu. Gak heran dia rangking 1 terus!" Ucap William.
"Nah makanya!" Ucap John.
Robert hanya tersenyum
"Tapi untuk hari ini, cukup bersenang-senang bareng kami aja Bert! Jangan terlalu membebani otakmu dengan pelajaran! Nanti otakmu hangus!" Ucap John.
"Iya bener tuh. Kalau otakmu sampai hangus, bakal berabe nanti!" Ucap John.
"Hm?! Hahaha aneh-aneh aja deh kalian!" Ucap Robert yang langsung tertawa.
"Hahaha habisnya mikirin pelajaran mulu!" Ucap John.
"Iya nih. Tapi sekarang pikirin kami aja! Kita bakal main sepuasnya, sampai-sampai kamu lupa belajar! Hahaha." Ucap William.
"Ah itu gak akan mungkin sih! Hahaha." Ucap Robert.
"Ah iya juga ya. Percuma juga kami ngelakuin itu! Hahaha." Ucap William.
"Ya, tapi setidaknya kita masih bisa main bareng lah ya. Ini aja udah bikin aku senang!" Ucap John sembari tersenyum.
"Ah John, jangan gitu deh. Seakan-akan mau pisah aja!" Ucap William.
"Ya soalnya kita kan gak mungkin kayak gini terus." Ucap John.
"Eh?!" Ucap Robert kaget.
"Ah William, jangan ngomong gitu deh! Selamanya kita akan begini kok!" Ucap William yang langsung sedih.
"Ah iya maaf maaf. Aku cuma takut aja kita bakal pisah. Soalnya.. kalian sahabat terbaikku!" Ucap John sembari tersenyum sedih.
"Hm.. sama sih. Tapi untuk sekarang, jangan pikirin soal itu. Kita ini akan jadi sahabat selamanya! Oke?!" Ucap William.
"Hm.. oke!" Ucap John sembari tersenyum.
'Hm.. selama kalian gak bikin ulah, kurasa kita bisa kayak gini selamanya.' - dalam hati Robert.
"Yaudah, jangan bahas itu. Itu cuma akan bikin kita sedih! Lebih baik sekarang kita selesaiin makannya, supaya kita bisa pergi main!" Ucap Robert.
"Nah iya, bener tuh. Lebih baik pikirin yang sekarang aja, daripada mikirin masa depan! Kita harus lihat apa yang ada di depan mata kita! Urusan masa depan mah nanti aja! Bikin aja diri kita bahagia dulu!" Ucap William.
"Hm iya. Maaf ya, udah bikin kalian sedih." Ucap John.
"Iya, gpp kok. Kami tau kekhawatiranmu John." Ucap Robert.
"Iya, karena kami juga begitu. Tapi untuk sekarang, buang jauh-jauh aja pikiran itu!" Ucap William.
"Iya. Makasih ya teman-teman." Ucap John sembari tersenyum.
"Sama-sama." Ucap William yang langsung tersenyum.
Robert juga ikut tersenyum
'Hm.. kuharap kita akan selalu seperti ini.' - dalam hati John.
John pun tersenyum, namun masih merasa sedih
"Yaudah, ayo lanjut makan. Supaya kita bisa cepet main!" Ucap Robert.
"Oke." Ucap John dan William bersamaan.
Robert tersenyum, lalu mereka pun kembali makan!
(Skip) Selesai makan ~
"Nah sekarang, ayo kita main ke taman! Udah lama nih, kita gak main kesana!" Ucap John.
"Ayo!" Ucap William.
"Kamu mau kan Bert?" Tanya John.
"Mau dong. Ayo kita main kesana!" Jawab Robert.
'Ya walaupun aku mager sih. Tapi ini juga atas permintaan kakek. Jadi ya harus aku turutin.' - dalam hati Robert.
"Bagus! Kalau gitu, ayo kita kesana!" Ucap John.
"Ayo!" Ucap William.
"Hm ayo." Ucap Robert.
Lalu mereka bertiga pun langsung pergi ke taman ~
(Skip) Sesampainya di sana ~
"Wah ternyata tempatnya masih sama ya!" Ucap William.
"Ya, karena ini kan juga belum bertahun-tahun Will. Jadi ya, gak akan ada yang berubah!" Ucap Robert.
"Hm tau nih! Kamu aneh banget deh Will!" Ucap John yang menatap William dengan tatapan aneh.
"Eh?! Maaf dong! Ya mau gimana lagi, habisnya udah lama banget sih gak ke sini. Jadi ya reaksiku begitu! Kali aja gitu kan, ada yang berubah! Hehehe." Ucap William nyengir.
"Hadeh aneh-aneh aja." Ucap Robert sambil geleng-geleng kepala.
"Nah kan. Saking anehnya, si Robert sampai geleng-geleng kepala!" Ucap John.
"Eh?! Aneh banget ya aku ini? Sorry deh kalau gitu. Hehehe." Ucap William.
"Hm. Yaudah, ayo kita main!" Ucap Robert.
"Ayo!" Ucap William dan John bersamaan. Mereka tampak sangat bersemangat.
'Hm.. semangat banget sih. Apa karena kemarin aku nolak ajakan mereka ya?' - dalam hati Robert.
"Ayo buruan Robert. Kamu jangan mikirin pelajaran lagi!" Ucap John yang langsung menarik tangan Robert.
"Iya nih. Kalau di sini mah lupain aja semua pelajaran yang ada di otakmu!" Ucap William.
"Wah sesat banget." Ucap Robert.
"Iya dong, kami!" Ucap William sembari tersenyum cerah.
"Kalau sama kami mah, jangan mikirin soal pelajaran!" Ucap John.
"Hm iya deh." Ucap Robert.
"Nah gitu dong! Cukup fokus main aja. Jangan mikirin apapun tentang pelajaran! Kalau mau mikirin tentang pelajaran itu pas di sekolah dan di rumah aja! Kalau lagi di sini mah berarti jangan mikirin soal pelajaran, karena kita kan lagi istirahat! Paham anak jenius?" Ucap John.
"Oke paham!" Ucap Robert mengangguk. Ia tampak seperti anak kecil yang penurut.
"Hahaha Robert kayak anak kecil aja deh. Nurut banget sih." Ucap William.
"Ya soalnya perkataanku kan benar!" Ucap John.
"Haha iya iya." Ucap William.
"Yaudah kalau gitu, ayo kita main! Kita main jadi bajak laut! Nah penjahatnya Robert!" Ucap John yang langsung menunjuk Robert.
"Eh?! Aku?!" Ucap Robert kaget.
"Iya! Kamu, adik kecil! Kamu gak mungkin keberatan kan?!" Tanya John sembari tersenyum.
"Mm.. gimana ya." Ucap Robert ragu.
"Ya kamu kan orangnya baik. Jadi untuk permainan kali ini, kamu yang jadi penjahat! Sekali-kali, kami pengen lihat kamu berbuat jahat Bert! Soalnya kamu kan gak pernah begitu. Jadi kami penasaran!" Ucap John.
"Wah iya bener tuh! Selama ini, Robert terlalu baik. Jadi sekali-kali, jadi penjahat dong! Aku juga pengen lihat Robert versi jahat! Jadi jangan nolak ya Bert!" Ucap William.
"Hm.. tapi jangan menyesalinya ya nanti!" Ucap Robert menyeringai.
"Wah Robert udah mode penjahat!" Ucap John.
"Keren deh Robert!" Ucap William.
"Iya nih. Hahaha. Gak nyangka si Robert bisa bikin ekspresi begitu!" Ucap John tertawa.
"Karena aku penjahat!" Ucap Robert menyeringai.
"Haha bagus-bagus! Akting yang bagus!" Ucap John.
"Ini bukan akting! Aku memang penjahat!" Ucap Robert.
"Haha iya iya." Ucap John.
"Hahaha Robert lucu deh." Ucap William.
"Hm.. gak percaya. Aku sudah memperingatkan!" Ucap Robert.
"Haha iya iya. Maaf ya penjahat." Ucap William.
"Hm." Ucap Robert.
"Yaudah yaudah, sekarang ayo kita main! Jadi ceritanya gini.. aku dan William baru aja sampai ke sebuah pulau. Terus setelah itu, kamu nyerang kami!" Ucap John.
"Hm.. tapi aku nyerang kalian karena apa?" Tanya Robert.
"Karena.."
To Be Continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments