"Halo tuan muda dan nona." Sapa supir.
"Halo juga pak." Ucap Robert dan Layla.
"Bagaimana hari ini tuan dan nona? Apakah menyenangkan?" Tanya supir sembari tersenyum.
"Selalu menyenangkan!" Jawab Robert dan Layla sembari tersenyum.
"Wah baguslah kalau begitu. Sekarang mari kita pulang, tuan dan nona!" Ucap supir sembari tersenyum.
"Iya. Hari ini kau pulang cepat ya." Ucap Robert.
"Lho kenapa tuan?" Tanya supir kaget.
"Pak supir lupa ya? Hari ini kan hari Senin dan setiap hari Senin, kami ada acara keluarga!" Jawab Layla.
"Oh iya ya. Maafkan saya nona. Saya lupa! Mungkin karena saya sudah tua. Tolong maafkan saya." Ucap supir sembari sedikit membungkukkan badannya.
"Iya, tidak masalah pak. Kita pulang saja sekarang." Ucap Robert sembari tersenyum.
"Baik tuan muda." Ucap supir.
Robert dan Layla pun langsung menaiki mobil dan mereka pun pergi ~
(Skip) Suasana di dalam mobil
Layla kelihatan sangat kesal dan Robert pun melihatnya
'Hm.. Layla..' - dalam hati Robert.
Robert pun langsung memberikan kode pada Layla berupa tepukan pundak 3 kali
"Hm." Ucap Layla sembari memutar kedua bola matanya dan membuang muka.
Robert pun langsung menepuk-nepuk pundak Layla berulang-kali!
Lama-kelamaan, Layla pun menjadi tenang
"Ada apa tuan dan nona? Apa kalian perlu sesuatu?" Tanya supir.
Layla pun kembali kesal
"Haha tidak pak." Jawab Robert sembari tersenyum.
Robert menatap Layla
Layla menghela nafas dan kembali tenang
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah ~
"Sudah sampai tuan dan nona." Ucap supir.
"Terima kasih." Ucap Robert sembari tersenyum.
Layla hanya diam
Robert memegang pundak Layla
"Terima kasih pak." Ucap Layla sembari tersenyum palsu.
"Iya." Ucap supir sembari tersenyum.
Lalu Robert, Layla dan supir tersebut pun masuk ke dalam rumah!
(Skip) Tak lama kemudian, James dan Lilia pun datang ~
"Hei, kalian sudah pulang!" Ucap Lilia senang.
"Iya. Putra dan putriku sudah pulang!" Ucap James senang.
"Iya. Hai ayah, hai ibu!" Sapa Robert dan Layla sembari tersenyum.
"Mm.. saya permisi tuan." Ucap supir sembari membungkuk.
Supir tersebut pun hendak pergi
"Hei pak, tidak perlu seperti itu." Ucap James sembari tersenyum.
"Eh?! I.. iya tuan! Apa sekarang saya sudah boleh pulang?" Tanya supir.
"Oh tentu saja. Hari ini kan hari Senin. Pulanglah." Ucap James sembari tersenyum.
"Iya, pulanglah pak. Kau pasti lelah." Ucap Lilia sembari tersenyum.
"Eh tidak nyonya. Baiklah saya permisi tuan dan nyonya. Selamat bersenang-senang." Ucap supir tersebut sembari tersenyum.
"Itu sudah pasti!" Ucap James sembari tersenyum.
"Baiklah. Permisi tuan dan nyonya." Ucap supir tersebut sembari sedikit membungkukkan badannya.
"Eh tunggu dulu sebentar!" Ucap Lilia.
"Ya nyonya?" Tanya supir.
"Ini uang untukmu." Jawab Lilia sembari memberikan uang.
"Eh?! Ti.. tidak perlu nyonya!" Ucap supir.
"Sudah ambil saja." Ucap Lilia sembari tersenyum.
"B.. baiklah nyonya. Terima kasih." Ucap supir tersebut sembari membungkukkan badannya.
"Iya, pulanglah." Ucap Lilia.
Supir tersebut pun mengangguk dan pergi
"Ibu! Ayah!" Panggil Layla.
"Kenapa Layla?" Tanya James.
"Ya, kenapa? Apa putriku baik-baik saja?" Tanya Lilia.
"Iya, aku baik-baik saja. Tapi aku kesal dengan supir itu!" Jawab Layla kesal.
"Hah kesal kenapa? Apa dia menyakitimu?" Tanya Lilia kaget.
"Ayo katakan yang sejujurnya!" Ucap James dengan nada serius.
"Hm.. tidak sih. Tapi aku kesal karena dia lupa bahwa hari ini hari penting kita!" Ucap Layla.
"Ah.. begitu rupanya." Ucap Lilia dan James.
"Ya, tapi kurasa itu bukan masalah besar karena supir itu kan memang sudah tua!" Ucap Robert.
"Ya sih. Tapi kan, jika ada yang membuat kita kesal, maka orang itu harus mati! Apalagi ini berkaitan dengan hari penting kita! Tidak ada satu orangpun yang boleh melupakannya, termasuk supir tua bangka itu!" Ucap Layla dengan tatapan tajam.
(Menyeringai) "Lalu sekarang apa yang kau inginkan putriku?" Tanya James sembari memegang wajah Layla.
"Tentu saja hilangkan dia dari bumi ini!" Jawab Layla dengan tatapan yang masih tajam, setajam pisau!
"Hm oke. Bagaimana menurutmu Robert?" Tanya James.
"Eh aku?" Ucap Robert kaget.
"Ya, karena kami juga butuh pendapatmu." Jawab James.
"Pendapatmu juga penting nak." Ucap Lilia.
"Hahaha tentu saja jawabanku akan sama seperti kalian! Bunuh saja dia! Toh aku juga sangat kesal padanya! Aku sangat membencinya sebelum kejadian ini!! Selama ini, aku sudah sangat ingin sekali membunuhnya sejak lama. Tapi masih kutahan. Sekarang cepatlah habisi dia Layla! Sebelum kita berburu!" Ucap Robert dengan senyuman menakutkan.
"Hahaha oke. Aku akan mengejarnya sekarang!" Ucap Layla.
"Bagus! Jangan sampai dia lolos!" Ucap Robert.
"Oke kak!" Ucap Layla.
Layla pun hendak pergi, namun langsung ditahan oleh Lilia
"Ini ambilah." Ucap Lilia sembari memberikan sebilah pisau.
"Pisau tumpul yang bagus ma!" Ucap Layla menyeringai.
"Hm pergilah!" Ucap Lilia menyeringai.
"Hm." Layla mengangguk.
Lalu Layla pun langsung mengejar supir tersebut
(Skip) Sesampainya di depan pintu rumah, Layla pun langsung menyembunyikan pisaunya dibelakang badannya!
"Hei pak! Pak! Tunggu!" Ucap Layla.
(Langsung berhenti) "Eh iya non. Ada apa? Apa ada sesuatu yang non butuhkan?" Tanya supir.
"Ah iya. Bisa kembali ke rumah sebentar?" Ucap Layla.
"Bisa nona." Jawab supir.
Layla tersenyum
Lalu pak supir itu pun langsung mendatangi Layla yang berada didalam rumah --
"Aku ada hadiah untukmu pak." Ucap Layla.
"Eh hadiah? Hadiah apa nona?" Tanya supir tersebut. Ia terkejut.
"Hadiah tiket ke neraka!" Jawab Layla dengan mata melotot.
JLEB
Layla pun langsung menusukkan pisaunya ke perut supir tersebut --
(DEG) "A.. apa ini nona?" Ucap supir tersebut yang sangat terkejut setengah mati.
"Tentu saja tiket menuju ke neraka pak. Pertama-tama kan harus mati dulu, baru bisa ambil tiketnya! Hahahaha." Ucap Layla sembari tertawa.
Tawa Layla terdengar di seluruh rumah
JLEB
Layla terus menusukkannya ke dalam perut supir tersebut --
"AKHHHH LE.. LEPASKAN NONA!" TERIAK SUPIR TERSEBUT.
Supir tersebut langsung memegang tangan Layla dan berusaha untuk melepaskan pisaunya --
"Hahaha aku sengaja memakai pisau tumpul ini, agar aku bisa melihat kematianmu secara perlahan! Aku ingin kau menderita terlebih dahulu, sebelum menuju ke neraka! Hahahaha." Ucap Layla yang terus saja tertawa.
"NONA!" TERIAK SUPIR.
Supir tersebut pun langsung mendorong Layla sampai Layla terjatuh ke lantai!
BRUK
"AKH BERANI-BERANINYA KAMU!" UCAP LAYLA MARAH.
"Eh eh ada apa ini?!" Ucap James yang tiba-tiba saja datang.
"Tu.. tuan besar, to.. tolong saya. No.. nona berusaha membunuh saya!!!" Ucap supir.
(DEG) "A.. apa?! Dengan pisau itu?!!" Ucap James kaget.
"Iya tuan, to.. tolong. Saya ingin menarik pisau ini keluar. Tolong bantu saya." Ucap supir kesakitan.
"Hah?!" Ucap James kaget.
"Akh sa.. sakit tuan!" Ucap supir.
"Hahaha rasakan itu!" Ucap Layla dengan penuh kepuasan.
"LAYLA!" BENTAK JAMES.
... - Layla pun menjadi terdiam
James pun langsung mendekati supir tersebut
"Kamu salah Layla! Harusnya kamu langsung begini!" Ucap James.
SRATSSS
James pun langsung menyayat leher supir tersebut dengan cutter
"AKHHHHH!!!" TERIAK SUPIR.
Supir itu pun langsung jatuh tersungkur ke lantai
"Harusnya kamu lakukan itu dulu agar dia tidak bisa bicara! Suaranya benar-benar membuatku kesal!" Ucap James kesal.
"Maaf papa." Ucap Layla sembari menundukkan kepalanya.
"Hahaha tidak tidak! Layla tidak salah kok! Sudahlah lupakan saja! Mau dengan cara apapun, tetap sama saja kok! Sekarang bangunlah!" Ucap James sembari mengulurkan tangannya.
"Baik papa." Ucap Layla menerima uluran tangan James.
"Wah wah wah akhirnya dia tersiksa juga!" Ucap Lilia yang tiba-tiba datang bersama Robert.
"Ini masih kurang sayang." Ucap James sembari merangkul pundak istrinya.
"Iya, itu masih kurang! Cepat siksa dia lagi Layla!" Ucap Robert.
"Ya, tapi aku tidak mau melakukannya di sini. Nanti darahnya berceceran kemana-mana!" Ucap Layla.
"Hm tenang saja sayang. Kan ada.."
To be continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments