"E.. enggak kok ma! Tadi itu pas Robert baru masuk ke kamar, Robert nemu tikus mati di kamar Robert! Jadi ya Robert buang lah ke tempat sampah. Besok Robert pindahin sampahnya ke tempat sampah depan supaya dibuang sama pak Jim!" Ucap Robert.
"Hm beneran? Jangan bohong lho!" Ucap Lilia dengan tatapan serius.
"Enggak kok ma. Serius! Robert mana berani bohong kalau sama mama!" Ucap Robert sembari tersenyum palsu.
"Kalau gitu, di mana bangkai tikusnya? Mama mau lihat!" Ucap Lilia.
"Ah tentu saja ma. Ada kok!" Ucap Robert.
Robert pun langsung mengambil bangkai tikusnya dari dalam tong sampahnya!
"Nih ma. Ada kan?" Ucap Robert.
Lilia pun langsung mengambil plastik tersebut dari tangan Robert dan langsung melihat isinya
"Hm iya. Ini beneran tikus. Tapi apa baunya semenyengat itu sampai-sampai kamu harus pakai pewangi ruangan di seluruh kamarmu?" Tanya Lilia.
"Iya ma. Baunya nyengat banget! Mama gak akan sanggup nyium baunya!" Jawab Robert.
"Oh yaudah. Nih balikin ke tempat sampah. Besok jangan lupa dibuang ke tong sampah depan ya. Supaya pak Jim bisa buang bangkainya!" Ucap Lilia.
"Iya ma." Ucap Robert.
Robert pun langsung mengembalikan bangkai tikus tersebut ke dalam tong sampahnya
'Fyuh~ untung aja sebelum buka pintu, aku sempat kepikiran buat naruh 1 tikus mati ini ke tong sampah. Jadi ini bisa dijadiin alibi deh! Pintar banget sih aku! Hahaha' - dalam hati Robert.
"Yaudah kamu tidur gih sekarang. Ini udah larut malam. Besok kamu juga kan harus bangun pagi buat pergi ke sekolah." Ucap Lilia.
"Iya ma. Oh ya, ngomong-ngomong mayat Amy nya diapain papa ma?" Tanya Robert.
"Hm.. mama juga kurang tau." Jawab Lilia.
"Eh? Mama kurang tau?" Ucap Robert kaget.
"Iya. Mama kurang tau mayatnya diapain. Tapi di belakang udah bersih kok. Udah gak ada mayatnya. Bahkan bercak darah yang berceceran kemana-mana aja udah gak ada. Udah dibersihin semua!" Ucap Lilia.
"Ah ya ampun, kira-kira mayatnya diapain ya? Robert gak sempet tanya ke papa lagi!" Ucap Robert.
"Besok kan masih bisa. Sekarang kamu tidur aja gih. Gak usah dipikirin." Ucap Lilia.
"Hm iya sih. Tapi masalahnya Robert mau ngasih dagingnya Amy ke John! Bahkan daging guguknya William juga mau Robert kasih ke William!" Ucap Robert.
"Hah?! Kok kamu malah berfikiran buat ngasih dagingnya ke mereka sih? Yang ada mereka bakal tau dong kalau kamu pembunuhnya!" Ucap Lilia.
"Gak akan kok ma. Mereka kan juga gak mungkin sadar kalau itu bukan daging ayam atau sapi!" Ucap Robert.
"Haah.. ya ampun, sudahlah Robert. Sekarang kamu tidur aja! Gak usah mikirin itu! Yang penting rencanamu udah berhasil dan kamu selamat. Udah itu aja yang mesti kamu pikirin! Oke?" Ucap Lilia.
"Hm iya deh ma." Ucap Robert.
"Yaudah tidur sana. Gak usah mikirin hal sejauh itu. Biarkan papa sama kakek aja yang ngurus soal ini. Kamu itu masih kecil, jadi gak usah banyak pikiran! Cukup fokus aja sama sekolahmu!" Ucap Lilia.
"Hm iya ma." Ucap Robert sedih.
"Yaudah selamat malam ya. Mama pergi ke kamar dulu." Ucap Lilia.
"Iya ma. Selamat malam." Ucap Robert.
Lilia pun langsung keluar dari kamar Robert dan Robert pun langsung menutup pintu kamarnya. Serta langsung rebahan di kasur!
"Haah.. ini benar-benar gak sesuai rencana! Kok aku bisa lupa ya? Padahal aku kan mau ngasih kejutan ke mereka sampai-sampai mereka terdiam! Hmm.. apa aku belum sejago kakek dan papa ya? Padahal kan aku pengen sejago mereka di usia yang semuda ini. Tapi baru gini aja aku udah lupa! Hadeh Robert Robert! Bisa-bisanya kamu lupa!" Ucap Robert kesal.
'Ah tapi lain kali, aku pasti akan jadi lebih baik lagi! Ini kasus pembunuhan pertama yang aku rancang sendiri dan ini berhasil. Ini udah termasuk prestasi yang memuaskan! Lain kali, aku akan jadi lebih sadis lagi! Dan kalau bisa sih, aku bakal lakuin sendiri tanpa bantuan papa dan kakek! Semoga aja aku bisa! Karena aku pengen banget banggain keluarga Jamieson! Dan aku juga pengen jadi the next papa!' - dalam hati Robert.
"Aahhh semoga aku bisa!!!" Ucap Robert.
"Haah.. yaudahlah, sekarang mending tidur aja! Kalau besok aku sampai bangun kesiangan, pasti aku bakal langsung dimarahin sama mama dan bisa-bisa aku gak dibolehin keluar rumah lagi!" Ucap Robert.
Robert pun langsung memutuskan untuk tidur
(Skip) Keesokan harinya ~
"Hoam~ ('aku masih ngantuk banget nih. Ternyata kemarin itu, aku tidurnya singkat banget! Aku gak sadar!')." Robert menguap.
"Selamat pagi Robert. Ayo buruan sini. Kita sarapan bareng!" Ucap Lilia.
"Iya ma, selamat pagi." Ucap Robert sembari tersenyum.
Robert pun langsung bergegas menuju ke meja makan
"Eh kakek?! Kakek kok bisa ada di sini sih?!" Ucap Robert kaget.
"Kakek udah dateng kesini daritadi lho kak! Tapi kakak lama banget sih keluarnya. Jadinya kakak ketinggalan info deh! Hahaha." Ucap Layla.
"Ah udah daritadi ya? Maaf ya, Robert gak tau. Robert bangunnya agak.. kesiangan." Ucap Robert.
"Haha gpp kok Robert. Ayo sekarang kita makan bersama. Soalnya kakek datang kesini karena mau makan bareng cucu kakek!" Ucap Harry.
"Uh senangnya! Akhirnya setelah sekian lama, kita bisa makan bareng lagi tanpa harus nunggu hari Senin! Layla seneng banget kek! Sering-sering begini dong kek!" Ucap Layla senang.
"Iya, semoga ya." Ucap Harry.
"Hm iya!" Ucap Layla.
"Kalau misalnya kakek gak bisa, Layla gak boleh marah ya sama kakek! Soalnya kakek kan juga sibuk nih. Jadi Layla juga harus bisa ngertiin kakek! Oke?" Ucap Lilia.
"Oke ma! Pasti kok!" Ucap Layla.
"Nah bagus. Sekarang ayo kita makan." Ucap Lilia.
"Iya ma." Ucap Layla.
"Oh ya, ngomong-ngomong.. papa mana? Kok gak ikut makan sih sama kita? Apa papa ada di kamar?" Tanya Robert yang sedari tadi tidak melihat keberadaan James di meja makan.
"Ah itu, papamu.. dia lagi sibuk." Jawab Lilia.
"Hah sibuk? Sibuk apa ma?" Tanya Robert.
Lilia pun hendak menjawab, namun langsung disela oleh Harry!
"Sibuk ngurusin sesuatu. Yang pasti soal kerjaan kok." Jawab Harry.
"Eh? Kerjaan?! Tapi kan biasanya papa selalu sarapan sama kita walaupun lagi sibuk kerja. Apa ini bukan soal kerjaan kantor ya?" Tanya Robert.
"Ya begitulah." Jawab Harry.
"Ah.. Robert paham." Ucap Robert.
"Papa pasti lagi ngurusin soal mayat itu kan kak?" Tanya Layla.
"Iya sepertinya begitu. Mau gimanapun juga kan mayat itu harus lenyap! Kalau gak ya, kakak bakal ketahuan!" Ucap Robert.
"Iya sih bener. Papa juga pasti ngurus soal mayat pak supir itu juga. Karena kalau gak diurus, Layla juga bakal ketahuan!" Ucap Layla.
"Nah iya tuh bener! Kakak hampir aja lupa soal mayat si supir tua bangka itu!" Ucap Robert sembari menepuk jidatnya sendiri.
"Ih kak Robert, jadi pelupa sekarang! Hahaha udah tua ya?!" Ucap Layla.
"Ah kayaknya sih gitu. Hahaha." Ucap Robert sembari tertawa.
"Hahaha." Layla pun juga ikut tertawa.
Lilia tersenyum
"Udah yuk, buruan kalian sarapan. Nanti telat lho pergi ke sekolah!" Ucap Lilia.
"Ah iya ma. Maaf ya ma." Ucap Robert.
"Iya gpp. Yaudah yuk makan." Ucap Lilia.
"Siap ma!" Ucap Robert dan Layla bersamaan.
Mereka pun mulai makan bersama
Harry tersenyum
'Senangnya aku bisa melihat mereka berdua tampak harmonis. Andai dia masih hidup. Kurasa aku juga akan jadi kakak yang baik!' - dalam hati Harry.
"Ayo pa, papa juga makan. Makan yang banyak ya!" Ucap Lilia.
"Ah iya, terima kasih menantuku." Ucap Harry sembari tersenyum.
"Sama-sama papa." Ucap Lilia sembari tersenyum.
"Ayo kek, makan yang banyak ya supaya kakek cepat besar! Hahaha." Ucap Layla.
"Hahaha Layla Layla, kamu ada-ada saja!" Ucap Harry sembari tertawa.
"Hahaha iya dong kek. Layla!" Ucap Layla.
"Hahaha." Harry tertawa.
"Hei hei, kalau makan itu jangan sambil ketawa! Nanti keselek lho! Ayo fokus makan!" Ucap Lilia.
"Ah maaf ma." Ucap Layla.
"Maaf menantu." Ucap Harry.
"Haha iya gpp. Sekarang fokus makan ya." Ucap Lilia sembari tersenyum.
"Siap!" Ucap Layla dan Harry bersamaan.
'Hm.. ya ampun mereka ini benar-benar mirip. Kakek dan cucu yang memiliki sikap yang sama. Sungguh ikatan keluarga yang baik!' - dalam hati Lilia.
Lilia tersenyum
(Skip) Selesai makan ~
Robert pun hendak masuk ke dalam mobil, namun langsung ditahan oleh Harry!
"Tunggu dulu Robert." Ucap Harry.
"Eh iya kek. Ada apa?" Tanya Robert.
"Ini bawalah (memberikan sebuah kotak bekal makanan)." Ucap Harry.
"Eh bekal makanan? Buat apa kek?" Tanya Robert bingung.
"Buat.."
To Be Continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments