"PEMBANTU!" Ucap Lilia menyeringai.
"Wahhh iya ya! Kok bisa-bisanya sih Layla lupa?! Hahaha." Ucap Layla sembari tertawa.
"Hm kalau begitu, cepat kirim dia ke neraka!" Ucap Lilia.
"Siap mama! Tapi sebelum itu, biarkan aku mengambil kapak dulu!" Ucap Layla.
"Nah ide bagus tuh! Ayo buruan pergi!" Ucap Robert senang.
(Menggelengkan kepalanya pelan) 'Jangan.. aku mohon..' - dalam hati supir.
"Siap kakak! Hahaha." Ucap Layla.
Layla pun langsung pergi mengambil kapak
'Tolong.. siapapun.. tolong aku!!!' - dalam hati si supir.
"Hm.. maaf ya pak. Kau sudah membuat putriku kesal. Jadi dia melampiaskan amarahnya dengan cara membunuhmu. Ya, tidak ada pilihan lain sih. Salah sendiri kau lupa!" Ucap Lilia menyeringai.
"Ya, inilah akibatnya jika kau berani-berani melupakan acara penting keluarga Jamieson!" Ucap James dengan tatapan tajam.
"Hahaha bersiaplah menuju ke neraka tua bangka!" Ucap Robert senang.
(DEG DEG) 'Hanya karena lupa.. aku sampai dibunuh? Keluarga macam apa ini? Image yang selama ini terlihat di depan publik itu hanya sebuah kepalsuan?! Keluarga ini benar-benar jahat! Mereka iblis yang tidak punya hati!' - dalam hati si supir.
"Hm.. pak! Sebaiknya kau jangan memaki keluarga kami. Aku tau saat ini kau sedang memaki-maki kami di dalam hatimu kan? Kalau benar, maka hukumanmu akan jauh lebih berat daripada ini!" Ucap James dengan tatapan tajam.
(DEG) ... - Supir
"Memang supir tidak tau diuntung! Sebelum mati, lebih baik siksa saja dia dulu!" Ucap Robert.
"Ya, itu sudah pasti sayang. Kau bisa siksa dia sebanyak yang kau mau! Tidak akan ada yang melarangmu!" Ucap Lilia.
"Huh akhirnya! Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan ambil sesuatu dulu!" Ucap Robert menyeringai.
"Ya, silahkan putraku." Ucap Lilia.
Robert sangat senang, lalu Robert pun pergi
(Skip) Tak lama kemudian, Layla pun kembali sembari membawa sebuah kapak!
"Boleh aku eksekusi sekarang ma, pa?" Tanya Layla.
"Ya sayang, silahkan. Tapi jangan langsung membunuhnya!" Jawab Lilia.
"Ya tentu saja ma! Aku tau kebiasaan keluarga kita! Kita akan menyiksa mangsa kita, sebelum mereka mati!" Ucap Layla menyeringai.
"Bagus putriku! Kalau begitu, silahkan lakukan sesukamu sampai kau puas!" Ucap James sembari tersenyum.
"Baik papa!" Ucap Layla senang.
Layla pun langsung mendekati supir tersebut
(Ketakutan) 'Tidak tidak! Aku mohon, jangan mendekat! Siapapun, tolong aku!!!' - dalam hati si supir.
"Oh apa ini? Kau menangis pak? Aku bahkan belum melakukan apapun, tapi air matamu sudah mengalir deras! Apa kau ketakutan pak?" Tanya Layla.
(DEG DEG) 'Siapapun tolong aku.. aku tidak mau mati! Aku.. aku masih punya keluarga yang harus aku jaga. Siapapun, tolong aku!! Aku mohon!!!' - dalam hati si supir.
(Langsung mendekati wajah si supir) "Hahaha percuma kau memohon sekuat tenaga! Tidak akan ada satupun orang yang akan menolongmu, tua bangka! Jadi bersiaplah menuju ke neraka!" Ucap Layla.
TAK
Layla pun langsung memotong tangan supir tersebut
'AKHHHHHH!!!!' - DALAM HATI SI SUPIR.
Dia tidak bisa berteriak
Darah pun langsung mengalir dengan sangat deras
"HAHAHAHA INI MASIH KURANG!" UCAP LAYLA SENANG.
Layla pun langsung berdiri dan langsung memotong kedua kaki si supir
TAK TAK
'AKHHHHHHHHHH' - DALAM HATI SI SUPIR.
"HAHAHAHA INI BENAR-BENAR MENYENANGKAN!!!" UCAP LAYLA SENANG.
"Hm bagus. Dia memang putriku!" Ucap James senang.
"Ya. Dan putriku juga!" Ucap Lilia.
"Ya sayang. Tentu saja itu putri kita berdua!" Ucap James sembari mengecup kening Lilia.
"Hm iya." Ucap Lilia.
Tiba-tiba Robert pun datang sambil membawa gergaji mesin!
"Hei hei, jangan potong-potong dia dulu! Biarkan aku menyiksanya juga!" Ucap Robert.
"Ah kakak, tentu saja! Ayo kita siksa bersama-sama!" Ucap Layla sembari tersenyum dengan senyuman yang amat menakutkan.
"Hahaha tentu saja adikku!" Ucap Robert sembari tersenyum dengan senyuman yang amat menakutkan juga seperti Layla.
Robert pun langsung menyalakan gergaji mesinnya dan langsung memotong-motong tubuh si supir. Begitu juga dengan Layla yang juga ikut memotong tubuh si supir.
BRRRR..
TAK TAK..
Si supir pun tewas di tempat dan seluruh rumah pun menjadi lautan darah!
"HAHAHAHAHA INI MENYENANGKAN!" TERIAK LAYLA.
"HAHAHAHAHA." ROBERT TERTAWA DENGAN PENUH KEPUASAN.
Kini seluruh rumah dipenuhi dengan tawa mereka
"Hahaha lihat itu! Melihat kedua anak kita puas, membuatku ikut puas juga!" Ucap Lilia.
"Sama sayang! Hahaha. Mereka benar-benar mewarisi gen keluargaku!" Ucap James.
"Hahaha benar sayang. Benar!" Ucap Lilia.
"HAHAHAHA."
Seluruh keluarga itu pun tertawa dengan penuh kepuasan!
"La la la." Ucap seorang gadis kecil bernama Amy yang berusia 6 tahun.
"HAHAHAHA." - Tawa keluarga Jamieson dari dalam rumah.
"Eh suara tawa siapa itu?" Ucap Amy kaget.
"HAHAHAHAHA." - Suara tawa itu masih saja terdengar.
"Hm? Cek ah! Siapa tau, ada orang yang sedang berpesta!" Ucap Amy sembari tersenyum.
Amy pun langsung mendekati kediaman keluarga Jamieson
"Eh?! Ini kan.. rumahnya kak Robert, temannya kak John! Apa dia sedang berpesta dengan keluarganya? Hm kalau betul, mungkin Amy bisa ikut berpesta juga!" Ucap Amy.
Amy pun langsung masuk ke dalam rumah
"HAHAHAHA." - Tawa keluarga Jamieson.
(DEG) "AKHHHH!!! ADA ORANG MATI!!!" TERIAK AMY.
(DEG) Keluarga Jamieson terkejut dan langsung menoleh ke arah Amy
"Eh Amy? Kau ada di sini ya? Sejak kapan?" Tanya Robert dengan senyum mengerikan.
(Gemetar) (DEG) "K.. kak Robert, pe.. penuh de.. dengan darah! K.. kak Robert membunuh orang?!" Ucap Amy ketakutan.
"Tidak sayang. Kakak hanya memberi hukuman pada orang yang salah! Dan Amy akan menjadi mangsa kakak selanjutnya!" Ucap Robert.
(DEG) AMY SHOCK
"Kau benar-benar akan membunuhnya?" Tanya Lilia dengan wajah serius.
"Dia hanya anak kecil. Kurasa kita tidak perlu sampai membunuhnya." Ucap Layla.
"Buat apa merasa kasihan? Hari ini kakaknya John, berusaha menyuruhku untuk tidak ikut acara keluarga! Orang itu sudah berani-berani menyuruhku untuk melewatkan acara sepenting ini! Orang itu mesti diberi pelajaran! Dan mangsanya datang sendiri ke hadapanku!" Ucap Robert menyeringai.
"Kalau begitu, cepat habisi dia!" Ucap James dengan tatapan tajam.
"Baik papa. Tenang saja." Ucap Robert menyeringai.
(DEG) AMY PUN MENJADI SEMAKIN SHOCK DENGAN APA YANG DIA DENGAR BARUSAN
Robert pun langsung kembali menyalakan gergaji mesinnya dan langsung mendekati Amy --
"K.. kak Robert.." Ucap Amy yang semakin ketakutan.
"Tenang saja ya Amy. Amy tidak perlu takut. Ini kan kak Robert, temannya kak John!" Ucap Robert dengan senyuman mengerikannya.
"K.. kakak.." Amy semakin ketakutan.
"Tenang saja. Aku hanya ingin memberikan John hadiah kok. Karena aku sudah berjanji padanya! Dan janji harus ditepati, bukan?" Ucap Robert.
NGENG - Suara gergaji mesin
"AAAAAKHH TOLONG!!!" TERIAK AMY.
Amy pun langsung berlari keluar rumah
(Menyeringai) "Kau tidak akan bisa kabur, adik kecil! Kau sudah masuk ke rumah yang salah!" Ucap Robert.
"HAHAHAHA." TAWA ROBERT.
"AKHHH TOLONG!!!" TERIAK AMY.
Amy pun langsung berusaha membuka pagar
(DEG) "Pa.. pagarnya kekunci?! B.. bagaimana bisa?! Ta.. tadi kan pagarnya kebuka! Kenapa tiba-tiba sudah kekunci?!!!" Ucap Amy panik.
NGENG - SUARA GERGAJI MESIN
(DEG DEG) "Ti.. tidak! Bagaimana ini?! Kak Robert semakin mendekat! A.. aku harus kabur!!" Ucap Amy yang semakin panik.
Amy pun langsung berlari ke belakang rumah Jamieson
"Percuma kau kabur Amy. Kau tetap akan tertangkap! Kau tidak akan bisa bersembunyi di sini, karena aku lah yang lebih tau rumahku!" Ucap Robert menyeringai.
Robert pun langsung menyusul Amy
"Amy.. di mana kau?" Ucap Robert.
TAP TAP
(DEG DEG) 'Kakak, mama, papa, tolong selamatkan Amy! Amy sangat takut!' - dalam hati Amy.
Amy bersembunyi di dalam gentong kosong
"Oo Amy.. hei.. adik kecil.. ayo keluar.. gergaji mesinku sudah siap menyantap seseorang nih. Dia sudah sangat kelaparan.." Ucap Robert dengan nada menakutkan.
To be continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments