"Like father, like son!" Ucap Layla.
"Hahaha benar! Mereka memang sangat mirip!" Ucap Lilia sembari tertawa.
"Hahaha sama seperti kalian, kami juga mirip karena.."
"Kami ayah dan anak!" Ucap Robert dengan nada tegas.
"Benar sekali!" Ucap James.
"Hahahaha."
Mereka semua pun tertawa
"Baiklah baiklah, sekarang ayo kita makan. Karena pasti cucu-cucuku ini sudah sangat lapar setelah perburuan tadi!" Ucap Harry.
"Benar kek. Perut Layla sudah keroncongan sedari tadi. Ukh Layla lapar sekali!!" Ucap Layla.
"Hahaha baiklah cucu kakek, mari kita makan. Selamat makan semuanya!" Ucap Harry.
"Selamat makan!!" Ucap semua orang.
Harry tersenyum, lalu mereka pun makan bersama ~
"Wahhh seperti biasa, makanan ini selalu enak! Layla jadi pengen nambah lagi!" Ucap Layla.
"Ya, silahkan sayang. Habiskan saja semuanya! Ini semua spesial untuk kalian!" Ucap Harry.
"Yeaayyy!!!" Ucap Layla senang.
"Hahaha." Harry tertawa melihat Layla yang kegirangan.
'Hm.. aku senang bisa bergabung dengan keluarga psikopat ini. Ternyata mereka tidak terlalu buruk!' - dalam hati Lilia.
"Oh ya kek, kalau Robert boleh tau, bagaimana caranya kakek bisa menghilangkan jejak pembunuhan ini dalam waktu yang singkat kek?" Tanya Robert.
"Wah kalau soal itu rahasia ya Robert!" Jawab Harry sembari tersenyum.
"Yah kakek." Ucap Layla yang langsung cemberut.
"Sayang sekali ya.." Ucap Robert.
"Hm.. nanti juga kalian akan segera mengetahuinya kok! Ya kan James?" Ucap Harry yang langsung tersenyum ke arah James.
"Ya tentu saja pa! Cepat atau lambat, kalian berdua akan segera tau! Tunggu saja hari itu tiba!" Ucap James.
"Wah asik!!! Oke deh kalau begitu!!" Ucap Layla senang.
Semuanya pun tersenyum
'Memang tidak semudah itu ya untuk mengetahui rahasia keluarga ini. Aku juga harus bersabar..' - dalam hati Robert.
Robert pun tersenyum
Lalu tak lama kemudian, makan malam mereka pun selesai ~
"Nah bagaimana anak-anak, apa kalian semua sudah kenyang?" Tanya Harry.
"SUDAH!" JAWAB LAYLA SENANG.
"Sudah kek, terima kasih ya." Jawab Robert.
"Iya, terima kasih pa." Ucap Lilia.
"Terima kasih." Ucap James.
"Ya sama-sama. Sekarang kalian semua mau lanjut ke acara selanjutnya atau.."
"Tunggu junkfoodnya dulu dong kek! Layla daritadi kepengen Junkfood!" Ucap Layla.
"Hahaha baiklah baiklah. Tunggu sebentar lagi ya. Sebentar lagi akan segera sampai!" Ucap Harry.
"Hm yah, tapi lama sekali kek. Masa daritadi belum sampai-sampai sih? Lama sekali lho kek, sampai kita menyelesaikan makan malam kita!" Ucap Layla yang mulai merasa kesal.
"Hm.. kau benar juga. Yasudah, tunggu sebentar lagi saja ya!" Ucap Harry sembari tersenyum.
"Hm.. kuharap kakek menghukum orang itu!" Ucap Layla dengan tatapan tajam.
Harry hanya tersenyum
Lalu tak lama kemudian, 2 orang pun tiba!
"Halo, selamat malam. Saya Mark, saya ingin mengantarkan hamburger yang anda pesan tuan!" Ucap pria berusia 50 tahun yang bernama Mark!
"Halo." Ucap remaja berusia 17 tahun yang bernama Lisa. Ia membungkukkan badannya.
"Ya halo. Silahkan masuk." Ucap Harry sambil tersenyum ramah.
"Baik tuan." Ucap Mark tersenyum.
Mark dan Lisa pun masuk sembari membawa banyak hamburger mereka ~
"Ini pesanan anda tuan. Maaf saya datang terlambat. Masalahnya hamburgernya sangat banyak, sehingga saya kewalahan dan kami pun hanya berdua!" Ucap Mark.
"Ya tidak masalah kok. Sekarang letakkan saja semuanya di atas meja!" Ucap Harry.
"Baik tuan." Ucap Mark.
Mark pun langsung meletakkan semuanya di atas meja
"Terima kasih ya. Kalian sudah bekerja keras!" Ucap Harry yang masih saja tersenyum.
"Ah iya, itu bukan apa-apa. Lagipula kami lah yang seharusnya berterimakasih pada anda tuan. Berkat anda, bisnis saya jadi berjalan lancar!" Ucap Mark.
"Ya, itu juga bukan apa-apa! Sekarang ayo letakkan tanganmu di atas meja. Aku ingin memberikan sesuatu!" Ucap Harry.
"Eh? Apa lagi tuan? Tadi kan tuan sudah membayarnya!" Ucap Mark bingung.
"Sudah letakkan saja. Ada hal lain yang ingin kuberikan padamu. Dan kuharap, kau tidak menolaknya!" Ucap Harry.
"Ah iya, tentu saja tuan! Mana berani saya menolak pemberian tuan Harry!" Ucap Mark.
Mark pun tanpa ba-bi-bu langsung meletakkan telapak tangannya di atas meja
"Wah kau punya jari yang indah ya. Tapi sayangnya, salah satu jarimu itu harus hilang!" Ucap Harry.
CRATSSSSS
Harry pun langsung memotong jari telunjuk Mark
"AKHHHHHHHHHH."
Mark pun langsung berteriak penuh kesakitan dan suaranya menggema di dalam gedung penyimpanan itu --
"KYAAAA PAPA!!!" TERIAK LISA.
(DEG) Seluruh keluarga Jamieson pun kaget
Lisa pun langsung berusaha menghentikan Harry. Namun sayang, jari telunjuk Mark sudah terlepas dari tangannya!
"P.. papa.." Ucap Lisa ketakutan.
"Suruh anakmu itu menjauh atau kau tau akibatnya!" Ucap Harry dengan nada serius.
(DEG) "MENJAUH ANAK BAJINGAN! SIAPA YANG MENYURUHMU MENDEKAT HAH?!! APA KAU MAU AKU MATI?!!" TERIAK MARK YANG LANGSUNG MENDORONG LISA DENGAN SANGAT KUAT.
BUK - LISA TERJATUH
"AKH PAPA!" UCAP LISA.
'Wah pertunjukan macam apa ini? Ini benar-benar tidak terduga! Benar-benar keren!!!' - dalam hati Layla.
'Hm.. sebenarnya apa yang ada di pikiran kakek?' - dalam hati Robert.
"Ma.. maafkan saya tuan. Saya sungguh minta maaf!" Ucap Mark yang langsung berlutut di kaki Harry.
"Kau tau kesalahanmu kan?" Tanya Harry.
"I.. iya! Saya tau kesalahan saya! Saya sudah membuat kalian menunggu lama dan juga putri saya malah mengganggu hukuman yang sedang diberikan oleh tuan Harry kepada saya! Saya sungguh minta maaf!!!" Jawab Mark.
"P.. papa.." Ucap Lisa.
"DIAM KAU!" TERIAK MARK.
(DEG) ... - Lisa pun langsung menjadi terdiam.
"Baguslah jika kau sadar. Tapi kau seharusnya minta maaf pada cucuku, Layla! Karena kau sudah membuatnya kesal! Dia jadi kelaparan karenamu!" Ucap Harry.
"Ah baiklah." Ucap Mark.
Mark pun langsung berlutut di hadapan Layla
"To.. tolong maafkan saya nona. Saya salah. Saya janji, saya tidak akan mengulangi hal yang sama! Maaf karena saya sudah membuat anda kelaparan. Maaf karena sudah membuat anda menunggu lama. Saya minta maaf." Ucap Mark sembari mencium kaki Layla.
"Huh baiklah. Tapi lain kali jika kau melakukan kesalahan itu lagi, maka akan kupastikan hukumannya akan jauh lebih berat!" Ucap Layla sembari menginjak luka di tangan Mark.
"AKHHH BAIKLAH BAIKLAH. MAAFKAN SAYA NONA! SAYA MINTA MAAF!! AKHHH!!" TERIAK MARK KESAKITAN.
(Menyeringai) "Huh baiklah. Sekarang cepat pergi dari sini! Aku tidak ingin melihat wajah kalian lagi!" Ucap Layla.
"B.. baik! Ayo cepat kita pergi!" Ucap Mark pada Lisa.
"B.. baik." Ucap Lisa ketakutan.
Mark dan Lisa pun langsung pergi
"HAHAHAHA BAGUS LAYLA! BAGUS! KAU MEMANG CUCUKU!" UCAP HARRY SEMBARI TERTAWA.
"HAHAHA terima kasih kembali kakek!" Ucap Layla menyeringai.
"Wah benar-benar sadis! Sebenarnya apa yang kakek pikirkan? Kenapa kakek melakukan itu? Padahal kan.. dia sudah memberikan alasan yang jelas!" Ucap Robert.
"Karena siapapun yang membuat keluarga Jamieson kesal, maka dia harus dihukum! Dan kakek ini tidak kenal kata “maaf”! Jadi apa yang salah dari perbuatan kakek?" Ucap Harry.
"Ya benar tuh kak! Apa yang kakek perbuat itu sudah benar! Kenapa kakak malah menanyakan hal itu pada kakek?! Apa kakak keberatan pada keputusan kakek?!" Tanya Layla dengan tatapan kesal.
"Bukan begitu. Maaf karena aku terdengar seperti keberatan pada keputusan kakek. Hanya saja.. alasannya itu memang benar kan? Dia kewalahan karena hanya ada 2 orang dan pesanan kakek ini banyak! Jadi kalau memang kakek ingin menghukumnya, kenapa mereka berdua tidak langsung dibunuh saja? Jika kakek membiarkan mereka berdua pergi, bukankan mereka akan melapor ke polisi? Apalagi kan ada buktinya, yaitu jarinya yang hilang dan sidik jari kakek yang ada di tangan pria itu! Bahkan anaknya pun juga bisa dijadikan saksi!" Ucap Robert.
"Ya kau benar! Memang alasannya itu masuk akal! Tapi tetap saja, dia sudah membuat cucu-cucuku kelaparan! Dia juga sampai membuat Layla kesal! Oleh karena itu, aku tidak bisa langsung memaafkannya begitu saja, walaupun alasannya itu sangat masuk akal! Dan untuk pertanyaanmu itu.. kau tidak perlu khawatir Robert!" Ucap Harry menyeringai.
"Hm? Kenapa aku tidak perlu khawatir?" Tanya Robert.
"Karena.."
To Be Continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments