"Orang itu adalah orang suruhan kakek! Yang juga bekerja pada kakek!" Jawab Harry.
(DEG) "Apa?!" Tanya Robert kaget.
... - Layla
(Langsung menyeringai) "Biar kakek ceritakan.." Ucap Harry.
Harry pun langsung menceritakan segalanya pada Robert dan Layla ~
Flashback On
"Aduhhh bagaimana ini?!! Aku baru saja membunuh orang!!!" Ucap Mark yang sangat panik.
(DEG DEG) 'Ba.. bagaimana jika polisi tau? Bisa-bisa aku langsung dijebloskan ke penjara!' - dalam hati Mark.
Mark pun menjadi sangat panik dan ketakutan
"Ada apa?"
Tiba-tiba seseorang mendatangi Mark dari arah belakang
(DEG) 'Suara itu..' - dalam hati Mark.
Mark pun langsung berbalik
(DEG) "Tuan Harry?! Anda disini?!!" Ucap Mark yang sangat terkejut saat melihat kedatangan Harry.
"Ya, aku disini. Kulihat.. kau sedang ada masalah ya?" Ucap Harry sembari menyeringai.
(DEG) 'Bagaimana ini? Apa aku harus jujur? Tapi tuan Harry sudah melihat mayatnya. Mayatnya berada tepat di bawah kakiku..' - dalam hati Mark.
Mark semakin ketakutan
"Ada apa Mark? Kau tidak mau menjawab pertanyaanku?" Tanya Harry.
"Bu.. bukan begitu. Maaf tuan." Jawab Mark.
"Kalau begitu, cepat jawab pertanyaanku! Apa yang kau lakukan barusan?" Tanya Harry.
(DEG) 'Ba.. bagaimana ini? Apa aku harus menceritakan semuanya?!!' - dalam hati Mark.
"Tu.. tuan.. i.. ini tidak seperti yang anda lihat. A.. aku tidak sengaja melakukannya!" Ucap Mark.
"Oh jadi benar ya, kau yang melakukannya?" Ucap Harry.
(DEG DEG) "I.. iya. Ta.. tapi aku tidak sengaja! I.. ini semua hanya kecelakaan! Ja.. jadi jangan salah paham!" Ucap Mark.
"Baiklah aku percaya. Tapi bagaimana dengan orang lain? Apakah mereka akan percaya juga?" Ucap Harry.
(DEG) "Ti.. tidak. Mereka pasti akan melapor ke polisi. Se.. sekarang aku harus bagaimana?" Ucap Mark.
Mark pun langsung bersujud di bawah kaki Harry
"Tu.. tuan, tolong bantu aku. Aku tidak mau masuk penjara! Aku mohon tuan, tolong bantu aku. Aku akan melakukan apa saja untukmu! Jadi aku mohon, bantu aku!!!" Ucap Mark memohon.
"Hm.. bisa-bisa saja aku membantumu. Dengan senang hati." Ucap Harry sembari tersenyum.
"Be.. benarkah tuan?!" Ucap Mark.
"Hm ya." Ucap Harry.
"Wah terima kasih tuan. Terima kasih. Aku sangat berterimakasih padamu!" Ucap Mark.
Harry menyeringai
'Bagus. Ada mangsa baru lagi yang bisa kumanfaatkan!' - dalam hati Harry.
Flashback Off
"Hah jadi dia bekerja pada kakek setelah kakek membantunya menyingkirkan mayat itu?!" Tanya Layla.
"Iya cucuku." Jawab Harry sembari tersenyum.
"Lalu kakek apakan mayat itu?!" Tanya Robert.
"Itu.. “rahasia”! Hahaha." Jawab Harry sembari tertawa.
"Ah kakek, masa gitu aja rahasia sih?! Kalau cerita, jangan setengah-setengah dong!" Ucap Layla.
"Hm.. padahal sudah jelas lho apa yang kakek lakukan pada mayat itu!" Ucap Harry sembari tersenyum.
"Hah sudah jelas?! Layla masih gak ngerti!" Ucap Layla bingung.
"Yasudah, nanti saja dipikirnya. Sekarang makan saja dulu hamburger nya. Kan Layla sudah menunggunya sedari tadi. Masa gak mau langsung dimakan sih?!" Ucap Harry sembari tersenyum.
"Huh baiklah!" Ucap Layla merengut.
Harry hanya tersenyum
'Sudah jelas ya? Itu artinya yang ada di depan mata kita! Jangan-jangan..' - dalam hati Robert.
Robert pun langsung mengambil hamburger nya
'Burger ini?!' - dalam hati Robert.
Robert pun langsung memakan hamburger nya
(DEG) ... - ROBERT TERKEJUT
Harry tersenyum ke arah Robert
"Kau sudah tau jawabannya kan Robert?" Tanya Harry.
"I.. iya kek. Bu.. burger ini.. rasanya berbeda dengan burger yang biasanya Robert makan! Apa selama ini.. burger yang selalu dipesankan kakek setiap hari Senin adalah.. burger daging manusia?!!!" Ucap Robert.
"Benar! Kau pintar sekali seperti ayahmu! Hahaha." Ucap Harry sembari tertawa.
"Wahhh pantas saja rasanya sangat nikmat! Biasanya Layla gak pernah ngerasain burger seenak ini! Tapi.. kok Layla selama ini gak sadar ya kalau ini burger daging manusia?" Ucap Layla.
"Ya itu karena Layla gak pernah nyobain burger lain selain burger dari tempatnya Mark! Jadi Layla mana tau kalau rasanya beda! Benar kan kata kakek?" Ucap Harry.
"Eh iya ya hehehe. Pantes aja burger saingannya Mark selalu kalah telak! Gak pernah laku! Ternyata bukan daging manusia ya. Memang burger nya om Mark itu yang terbaik!" Ucap Layla senang.
"Ya benar sekali sayang." Ucap Harry sembari tersenyum.
"Ah.. karena Robert pernah makan burger di tempat lain, Robert jadi tau kalau burger ini rasanya beda. Dari awal sih Robert udah curiga, cuma Robert pikir gak mungkin ada psikopat gila selain kita. Ternyata kakek ya dalang dari semua ini! Kakek yang bawa om Mark ke jalan ini! Jadi Robert rasa waktu itu kayaknya om Mark gak sengaja bunuh orang deh. Makanya dia mohon-mohon ke kakek dan akhirnya kakek suruh om Mark buat giling daging korban itu dan alhasil, jadilah burger ini! Dan sampai sekarang, burger nya masih beroperasi dan orang-orang di kota ini sangat menyukainya. Jadi burger nya om Mark laris manis. Dan hasilnya dibagikan ke kakek juga. Karena kakek sekarang jadi bosnya om Mark. Benar kan kek?" Tanya Robert.
"Benar sekali! Analisis yang bagus cucuku! Kau memang sangat jenius! Hahaha." Jawab Harry sembari tertawa.
"Wow itu keren banget kek! Bisnis kakek semakin luas aja nih! Kalau gini, bisa-bisa semuanya jadi kanibal! Hahaha." Ucap Layla tertawa.
"Haha biarkan saja. Memangnya siapa yang peduli?!" Ucap Harry.
"Gak ada! Hahaha." Ucap Layla.
Layla dan Harry pun tertawa bersama
"Tapi kek.. mm.. gimana kalau tiba-tiba ketahuan polisi? Apa Mark bisa dipercaya? Kalau Mark ketahuan kan berarti kakek juga bakal ketahuan!" Ucap Robert.
"Hm.. kalau itu mah kamu tenang saja. Kakek sudah mewanti-wantinya kalau suatu saat nanti tiba-tiba ketahuan! Tapi keinginan kakek sih ketahuan!" Ucap Harry.
"Hah kok gitu sih?!" Ucap Layla kaget.
"Apa yang sebenarnya kakek rencanakan?" Tanya Robert.
"Kalian berdua itu masih kecil. Kalian tidak perlu memikirkan semua itu. Sedikit saja yang kalian ketahui, maka akan jadi semakin baik! Jadi cukup perbincangan ini dan habiskan makanannya! Setelah itu kita pulang, karena besok kalian harus masuk sekolah! Jadi jangan sampai kalian begadang!" Ucap James.
"Ah papa. Kenapa gitu sih?!!" Ucap Layla kesal.
"Ini demi kebaikanmu Layla. Ayo dengarkan kata papa dan cepat habiskan makanannya! Jangan membantah ya." Ucap Lilia.
"Hmm baiklah." Ucap Layla sembari merengut.
"Jadi papa juga terlibat ya?" Ucap Robert.
James hanya tersenyum
'Haah.. sudah kuduga. Ayah dan anak ini sama saja! Aku sekarang jadi penasaran deh, apa yang akan terjadi kedepannya?! Apakah semua perbuatan busuk kami akan terbongkar?! Tapi kalau begitu, bukankah pada akhirnya kami semua akan dipenjara? Kenapa kakek dan papa menginginkan itu? Sebenarnya apa yang sedang mereka rencanakan?! Aku tidak mengerti!!' - dalam hati Robert.
"Robert, cepat habiskan makananmu." Ucap Lilia.
"Baik ma." Ucap Robert.
Robert pun langsung lanjut makan
(Langsung memegang pundak Robert) "Jangan terlalu dipikirkan." Ucap James pelan.
"Hm." Ucap Robert sembari mengangguk.
"Yasudah, aku keluar sebentar ya. Aku ingin cari angin!" Ucap James.
"Baik papa." Ucap Layla.
Harry mengangguk
James pun keluar dari gudang penyimpanan tersebut --
(Skip) Di luar ~
'Haah.. cepat atau lambat, semuanya akan terbongkar!' - dalam hati James
To Be Continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments