Bab 19: Jalan Keluar yang Kecil

Lift masih diam. Tidak ada tanda-tanda akan menyala kembali, dan suasana di dalamnya semakin mencekam.

Nana duduk di lantai dengan wajah pucat. Tangannya menggenggam erat lututnya, napasnya sedikit memburu. Ia berusaha keras untuk tetap tenang, tetapi dari bahasa tubuhnya, Lacky bisa melihat bahwa wanita itu mulai panik.

Lacky berdiri tegak, menatap panel lift yang tidak merespons. Ia sudah mencoba menekan tombol darurat beberapa kali, tetapi tidak ada perubahan. Bahkan, sinyal ponselnya juga tidak berfungsi di dalam ruang sempit ini.

“Kenapa lift ini masih belum menyala?” suara Nana bergetar.

“Sepertinya sistemnya mengalami gangguan serius,” jawab Lacky dengan suara tetap tenang.

“Tapi… ini aneh. Lift di perusahaan ini selalu dalam kondisi prima. Bahkan jika mati listrik, seharusnya masih ada cadangan daya,” Nana mulai berpikir keras, tetapi lebih banyak berbicara untuk menenangkan dirinya sendiri.

Lacky tidak menanggapinya. Ia tahu satu hal: mereka tidak bisa terus terjebak di sini terlalu lama.

Satu masalah besar yang menghantui pikirannya adalah waktu.

Ia melirik jam tangannya. Sudah hampir tengah malam.

Jika ia tidak segera keluar dari sini, maka perubahannya menjadi kucing akan terjadi secara otomatis.

Dan jika itu terjadi di depan Nana, identitasnya bisa terbongkar.

Sementara Nana masih sibuk mengutuk keadaan, Lacky mulai mencari cara lain untuk keluar. Matanya mengamati setiap sudut lift. Sebagai presiden perusahaan, ia tentu tidak bisa membiarkan dirinya terjebak di sini dalam waktu lama.

Lalu, ia melihatnya.

Di sudut atas lift, tersembunyi di balik desain modernnya, terdapat saluran udara kecil.

Itu jalannya.

Namun, ada satu masalah besar. Saluran itu terlalu kecil untuk manusia.

Bahkan jika ia mencoba membuka penutupnya dan masuk, tidak mungkin tubuhnya bisa melewatinya dalam bentuk manusia.

Tapi jika ia berubah menjadi kucing…

Itu bisa dilakukan.

Lacky menarik napas dalam-dalam. Ia harus berpikir cepat. Tidak mungkin ia berubah di depan Nana begitu saja. Satu-satunya cara adalah membuatnya tidak sadarkan diri.

Matanya beralih ke Nana yang kini tengah memijat pelipisnya, tampaknya mulai pusing karena terlalu lama terjebak di tempat sempit.

Panik.

Kecemasan.

Lacky mulai menyusun rencana. Jika ia bisa membuat Nana tidak sadarkan diri tanpa menggunakan kekerasan, ia bisa punya waktu untuk keluar dari lift tanpa ketahuan.

Mata tajamnya mengarah pada panel kontrol lift.

Ia tahu sedikit tentang sistem ini. Setiap lift memiliki sistem ventilasi internal untuk menjaga sirkulasi udara. Jika sistem itu dimanipulasi, udara di dalam bisa berkurang perlahan.

Lacky meraba kantongnya dan menemukan jam tangannya.

Dengan hati-hati, ia menggunakannya untuk menekan celah kecil di panel kontrol lift. Sedikit saja…

KLIK.

Hampir tak terdengar, tetapi Lacky tahu apa yang baru saja ia lakukan.

Ia berhasil mengurangi sirkulasi udara dalam lift.

Awalnya, tidak ada perubahan yang terasa. Tetapi, dalam beberapa menit, Nana mulai terlihat semakin lelah.

"Kenapa… rasanya sesak?" keluhnya.

Lacky tetap berdiri tenang, memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.

"Tenang saja. Tarik napas perlahan," katanya.

Nana mengangguk, mencoba mengikuti saran itu, tetapi matanya mulai sayu.

“Lacky… aku merasa pusing…”

Bagus. Itu artinya sistem ventilasi mulai bekerja.

Beberapa menit kemudian, Nana benar-benar kehilangan kesadaran.

Lacky menunggu beberapa detik untuk memastikan ia benar-benar tertidur. Kemudian, tanpa membuang waktu, ia langsung bergerak ke arah saluran udara.

Ia tahu bahwa dalam bentuk manusia, tidak ada cara untuk melewatinya.

Maka, ia berdiri tegak, menutup matanya, dan membiarkan transformasi terjadi.

Tubuhnya mengecil.

Tulang-tulangnya berubah.

Bulu hitam pekat mulai tumbuh di sekujur tubuhnya.

Dalam hitungan detik, Lacky bukan lagi manusia. Ia kini adalah seekor kucing hitam dengan mata tajam.

Ia menatap ke atas, mengukur jarak ke saluran udara. Cukup tinggi, tapi bisa dijangkau dengan satu lompatan.

Ia melompat.

Dengan kelincahan alami seekor kucing, ia berhasil masuk ke dalam saluran udara yang sempit. Tempat itu terasa pengap dan berdebu, tetapi ini satu-satunya cara keluar.

Ia mulai berjalan maju, merayap melewati jalur sempit. Setiap langkahnya penuh perhitungan. Jika ia tersangkut atau ditemukan dalam keadaan ini, maka akan sulit menjelaskan keberadaannya.

Tetapi Lacky tidak punya pilihan lain.

Ia harus menemukan jalan keluar.

Ia harus kembali sebelum ada yang curiga.

Dan, yang paling penting…

Ia tidak boleh ketahuan.

Lacky terus merayap di dalam saluran udara, matanya tajam mengamati jalan di depannya. Setiap gerakannya harus diperhitungkan dengan cermat. Jika ia salah langkah, saluran ini bisa runtuh, dan masalahnya akan semakin rumit.

Namun, saat ia hampir mencapai ujung saluran, sebuah pikiran menghantamnya dengan keras.

Nana masih di dalam lift.

Sendirian.

Dan sirkulasi udara yang sudah ia manipulasi tadi masih aktif.

Jika ia keluar sekarang dan membiarkan Nana begitu saja, maka bisa saja ia tidak selamat.

Lacky berhenti sejenak, kakinya yang kecil mencengkeram kuat permukaan logam sempit itu. Ia menghela napas panjang.

"Ini berbahaya..." gumamnya dalam hati.

Tapi ia tidak punya pilihan lain.

Ia harus melaporkan kejadian ini secepat mungkin.

Dengan kecepatan seekor kucing, ia terus merayap hingga akhirnya menemukan celah kecil di ujung saluran udara yang langsung mengarah ke salah satu lorong di lantai bawah.

Matanya menyapu sekeliling.

"Cukup tinggi."

Namun, dengan satu lompatan yang terukur, ia berhasil keluar dan mendarat dengan mulus di lantai.

Tanpa membuang waktu, ia segera berlari menuju telepon darurat yang terpasang di dinding lorong perusahaan.

Dari sudut matanya, ia memastikan bahwa tidak ada seorang pun di sekitar.

Dengan cepat, ia berubah kembali menjadi manusia.

Tulang-tulangnya bergerak, tubuhnya bertumbuh, dan dalam beberapa detik, Lacky kembali berdiri tegak sebagai presiden perusahaan.

Tanpa ragu, ia langsung mengangkat telepon darurat dan menghubungi petugas keamanan.

"Ini Lacky Blackm. Lift utama mengalami gangguan, dan ada seseorang yang masih terjebak di dalamnya. Kirim teknisi secepat mungkin."

Tidak butuh waktu lama bagi pihak keamanan untuk merespons.

"Dimengerti, Tuan. Kami akan segera menangani situasinya!"

Lacky menutup telepon dan menghela napas panjang. Namun, tugasnya belum selesai.

Jika ia tetap di luar, semua orang pasti akan bertanya-tanya bagaimana ia bisa keluar sementara Nana masih terjebak di dalam?

Ia harus kembali.

Tanpa membuang waktu, ia berlari kembali ke dalam saluran udara.

Meski ini berisiko, tapi ini satu-satunya cara agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Merayap melalui jalur yang sama, ia akhirnya kembali ke dalam lift.

Nana masih terbaring di lantai, napasnya pelan dan tubuhnya lemas.

Lacky segera berjongkok di sebelahnya, memastikan ia masih bernapas.

Ia lalu merebahkan dirinya di lantai, berpura-pura tertidur di samping Nana.

Dan beberapa menit kemudian…

Pintu lift akhirnya terbuka.

Beberapa teknisi dan petugas keamanan langsung masuk.

"Tuan Lacky!"

Salah satu petugas mencoba membangunkannya. Lacky membuka matanya perlahan, berpura-pura seperti baru saja sadar.

"Apa yang terjadi?" tanyanya dengan suara serak.

"Lift mengalami gangguan, tapi sekarang sudah diperbaiki. Tapi… Nona Nana masih tidak sadarkan diri!"

Lacky menoleh ke arah Nana.

Wanita itu masih pingsan.

Wajahnya pucat, napasnya sangat lemah.

"Kita harus segera membawanya ke ruang kesehatan!" seru salah satu teknisi.

Tanpa menunggu lama, mereka langsung mengangkat Nana keluar dari lift.

Lacky bangkit dan mengikuti mereka dari belakang, tetap menjaga ekspresi tenang dan profesional.

Dalam hatinya, ia bersyukur karena rencananya berhasil.

Ia berhasil keluar, melaporkan keadaan, kembali ke dalam lift, dan tidak meninggalkan jejak apapun yang mencurigakan.

Namun, satu hal masih mengganggunya.

Kenapa lift bisa mengalami gangguan seperti ini?

Dan lebih dari itu…

Apakah benar ini hanya kecelakaan?

---

Lacky berjalan dengan tenang di belakang para teknisi yang membawa Nana keluar dari lift. Wajahnya tetap tenang dan berwibawa, meskipun dalam hatinya ia masih berpikir keras tentang apa yang baru saja terjadi.

Apakah ini hanya kebetulan?

Seharusnya, lift perusahaan tidak akan mengalami gangguan seperti ini. Sistem keamanan mereka selalu diperiksa secara berkala, dan cadangan daya selalu aktif. Namun, kali ini semua sistem tampaknya gagal dalam waktu bersamaan.

Satu-satunya yang masuk akal adalah ada seseorang yang sengaja melakukannya.

Namun, siapa?

Dan yang lebih penting… kenapa?

Lacky tidak ingin menunjukkan kecurigaannya di depan para teknisi dan petugas keamanan. Ia hanya diam, berjalan lurus dengan langkah yang stabil.

Saat mereka mencapai lobi, ambulans perusahaan sudah menunggu. Beberapa petugas medis segera membawa Nana ke dalam untuk mendapatkan perawatan.

Lacky melirik ke arah Nana yang masih pingsan. Wajahnya pucat, dan nafasnya terdengar lemah.

"Bagaimana kondisinya?" tanyanya pada salah satu petugas medis.

"Sepertinya dia mengalami hipoksia ringan akibat kurangnya oksigen di dalam lift, tapi dia akan baik-baik saja setelah mendapatkan oksigen tambahan. Kami akan membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," jawab salah satu petugas dengan sopan.

Lacky mengangguk. "Lakukan yang terbaik."

Setelah Nana dibawa pergi, para teknisi lift mendekatinya.

"Kami sudah mengecek sistem, Tuan. Sepertinya ada kegagalan pada kontrol utama yang menyebabkan sistem darurat juga tidak berfungsi."

"Apakah itu bisa terjadi secara alami?" Lacky bertanya dengan nada datar.

Para teknisi saling berpandangan sejenak sebelum salah satu dari mereka menjawab, "Secara teori, sangat jarang. Tapi kami masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah ini kesalahan teknis atau ada faktor lain yang terlibat."

Lacky mengangguk, tetapi dalam hatinya, ia sudah yakin.

Ini bukan kecelakaan biasa.

"Tidak perlu membesar-besarkan masalah ini ke media. Lakukan investigasi menyeluruh dan laporkan langsung kepada saya," katanya dengan nada tegas.

"Dimengerti, Tuan!"

Lacky melirik jam tangannya. 11.15 malam.

Aku harus segera pulang.

Tanpa membuang waktu, ia berjalan keluar menuju tempat parkir. Pengemudi pribadinya sudah menunggu di sana, membukakan pintu mobil untuknya.

Begitu ia masuk, mobil segera melaju keluar dari kompleks perusahaan.

Sepanjang perjalanan, Lacky hanya diam, menatap ke luar jendela dengan pikiran yang berkecamuk.

Siapa yang berani melakukan ini?

Apakah ada seseorang yang sedang mengincar dirinya?

Mungkin ini hanya gangguan teknis biasa…

Atau mungkin… seseorang sudah mulai mencurigai identitasnya?

Lacky menutup matanya sejenak dan menghela napas panjang.

Malam ini terlalu panjang dan penuh kejadian.

Namun, satu hal yang pasti…

Ia tidak bisa menganggap ini hanya kebetulan.

Bersambung...

Episodes
1 Bab 1: Peluang Baru dan Ketidaksengajaan
2 Bab 2: Tes Tak Terduga dan Dunia Baru
3 Bab 3: Ujian Terakhir dan Keputusan Rahasia
4 Bab 4: Debat yang Panjang
5 Bab 5: Tidak jadi Marah dan Menjadi Tes Dadakan
6 Bab 6: Drama Presiden Perusahaan
7 Bab 7: Perubahan yang Tiba-tiba
8 Bab 8: Menanti Kabar dengan Penuh Harapan
9 Bab 9: Sesuatu yang Luar Biasa
10 Bab 10: Audisi Dadakan di Dapur
11 Bab 11: Apakah Mereka Monster?
12 Bab 12: Rahasia Keluarga Besar
13 Bab 13: Asal-Usul Negeri Kucing
14 Bab 14: Masa Lalu yang Kelam
15 Bab 15: Rumah yang Hampa
16 Bab 16: Cahaya di Tengah Kesendirian
17 Bab 17: Langkah yang Kembali
18 Bab 18: Kesuksesan yang Manis
19 Bab 19: Jalan Keluar yang Kecil
20 Bab 20: Bayangan di Balik Kegelapan
21 Bab 21: Bayangan di Balik Konspirasi
22 Bab 22: Permainan di Balik Dapur (Season 2)
23 Bab 23: Bonus Adalah Teman Baikku
24 Bab 24: Koki Dadakan di Rumah Utama
25 Bab 25: Bayangan yang Tak Terhindarkan
26 Bab 26: Rasa yang Tak Terungkap
27 Bab 27: Bos Gila dan Koki Pemarah
28 Bab 28: Rencana Balas Dendam
29 Bab 29: Bos Setan yang Luar Biasa
30 Bab 30: Luxia dan kutukan bonus
31 Bab 31: Terbakarnya Rasa Persaingan
32 Bab 32: Penentuan Juara Koki Terhebat
33 Bab 33: Hal Baru Sedang Terjadi
34 Bab 34: Ada Apa Dengan perasaan ini!
35 Bab 35: Apa yang Terjadi dengan Hati ini!
36 Bab 36: Kejahilan Pak Bos
37 Bab 37: Sore Hari, Ruang Pribadi Lacky
Episodes

Updated 37 Episodes

1
Bab 1: Peluang Baru dan Ketidaksengajaan
2
Bab 2: Tes Tak Terduga dan Dunia Baru
3
Bab 3: Ujian Terakhir dan Keputusan Rahasia
4
Bab 4: Debat yang Panjang
5
Bab 5: Tidak jadi Marah dan Menjadi Tes Dadakan
6
Bab 6: Drama Presiden Perusahaan
7
Bab 7: Perubahan yang Tiba-tiba
8
Bab 8: Menanti Kabar dengan Penuh Harapan
9
Bab 9: Sesuatu yang Luar Biasa
10
Bab 10: Audisi Dadakan di Dapur
11
Bab 11: Apakah Mereka Monster?
12
Bab 12: Rahasia Keluarga Besar
13
Bab 13: Asal-Usul Negeri Kucing
14
Bab 14: Masa Lalu yang Kelam
15
Bab 15: Rumah yang Hampa
16
Bab 16: Cahaya di Tengah Kesendirian
17
Bab 17: Langkah yang Kembali
18
Bab 18: Kesuksesan yang Manis
19
Bab 19: Jalan Keluar yang Kecil
20
Bab 20: Bayangan di Balik Kegelapan
21
Bab 21: Bayangan di Balik Konspirasi
22
Bab 22: Permainan di Balik Dapur (Season 2)
23
Bab 23: Bonus Adalah Teman Baikku
24
Bab 24: Koki Dadakan di Rumah Utama
25
Bab 25: Bayangan yang Tak Terhindarkan
26
Bab 26: Rasa yang Tak Terungkap
27
Bab 27: Bos Gila dan Koki Pemarah
28
Bab 28: Rencana Balas Dendam
29
Bab 29: Bos Setan yang Luar Biasa
30
Bab 30: Luxia dan kutukan bonus
31
Bab 31: Terbakarnya Rasa Persaingan
32
Bab 32: Penentuan Juara Koki Terhebat
33
Bab 33: Hal Baru Sedang Terjadi
34
Bab 34: Ada Apa Dengan perasaan ini!
35
Bab 35: Apa yang Terjadi dengan Hati ini!
36
Bab 36: Kejahilan Pak Bos
37
Bab 37: Sore Hari, Ruang Pribadi Lacky

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!