SELASIH MENYERANG

Selasih jadi geram, ia mengerahkan kekuatan mistik nya untuk menahan tubuh Udin. Dan berhasil! Tubuh Udin serta merta langsung membatu.

Selasih tersenyum girang, ia berjingkrak-jingkrak menghampiri Udin.

" Kalau aku tidak mengijinkan mu pergi, maka kamu tidak akan bisa kemana-mana" Ujar Selasih begitu percaya diri.

Udin menutup mata nya, karena hanya kelopak matanya yang bisa bergerak.

BLASHHH

Selasih terpana karena Udin mampu terlepas dari sihirnya. Pria itu melangkah gontai meninggalkan Selasih tanpa sepatah kata.

" Hey! " Selasih langsung mengejar, Udin tidak tinggal diam. Ia menjentikkan jemarinya, dan alhasil kini tubuh Selasih yang tidak bisa bergerak. Gadis itu menjadi patung dalam hitungan detik saja.

EM EM EM

Hanya suara itu yang terdengar, Selasih membulat kan matanya. Ekspresi nya menunjuk kan kejengkelan atas tindakan Udin.

" Awas kau " Selasih mengumpat dalam hati. Ia melakukan panggilan batin kepada pelayan nya agar mau datang dan membantu membebaskan sihir ini.

Dan benar saja, tak lama kemudian datanglah seorang gadis belia. Ia bernama Medina, berasal dari bangsa siluman.

" Putri" Medina heran melihat kondisi Selasih " Siapa yang melakukan hal ini kepada Putri? " Medina tahu jika junjungan nya bukan siluman biasa, tapi kok bisa ia terkena sihir setingkat anak-anak seperti itu.

Selasih mendelik, sebagai isyarat agar Medina berhenti bicara dan segera membebaskan nya.

Medina yang sedikit minus di otak, mengerutkan keningnya.

" Putri, bicaralah" Pinta Medina .

Selasih mendengus kesal, bagaimana dia bisa bicara? Sedangkan dirinya sudah membatu.

" Oh maaf Putri, saya lupa jika Putri terkena sihir" Medina mengatupkan kedua tangannya di dada. Seraya membungkukkan badannya.

Lalu ia pun mengeluarkan ilmu sihirnya untuk membebaskan Selasih . Rupanya Medina membutuhkan sedikit lebih banyak tenaga dalam. Pantas Junjungan nya tidak bisa melepaskan diri, karena tenaga si pemilik sihir ini sangat begitu kuat.

AKH

Medina akhirnya bisa melepaskan Selasih , tapi dampaknya ia kehilangan banyak tenaga.

" Terimakasih Medina " Ucap Selasih lega, ia senang bisa bebas kembali.

" Sama-sama Tuan Putri" Jawab Medina dengan nafas tersengal-sengal.

" Aku menyesal telah meremehkan Jamaluddin "

Medina mengerutkan keningnya, ia seperti tidak asing dengan nama yang baru saja disebut oleh Selasih .

Oh iya, Jamaluddin adalah calon pengantin Junjungan nya. Putri Selasih harus menikah dengan Udin jika ingin menduduki tahta Ratu kerajaan siluman Serigala.

Sebenarnya tidak harus begitu, jika bola inti kehidupan diwariskan kepada Selasih bukan kepada nenek moyang Jamaluddin. Karena bola inti kehidupan tersebut lah lambang kekuasaan negeri siluman Serigala.

Selama ratu Serigala, Ibunda Selasih meninggal. Kerajaan Serigala hidup tanpa seorang pemimpin.

Dan sekarang, Selasih sudah cukup umur untuk menikah. Sehingga oleh tetua siluman Serigala, Selasih dianjurkan untuk menikah dengan Udin.

Mendengar dirinya memiliki calon pengantin, Setiap hari Selasih selalu memantau kehidupan Udin melalui cermin pancasona. Sebelum ia memang benar-benar siap untuk menikah, Selasih ingin mengenal lebih dekat siapa Jamaluddin.

Dan ternyata, Selasih jatuh cinta kepada anak manusia itu.

Perhatian Udin terganggu saat mengikuti pelajaran di kelas, karena kelibat Selasih di luar kelas.

Gadis itu mondar mandir sembari tersenyum padanya. Untung tidak ada yang menyadari kelakuan konyol Selasih . Sampai akhirnya jam istirahat pun berbunyi.

Selasih pandai menyamar, ia sudah mengubah pakaian nya sehingga sama dengan seragam di sekolah itu. Jadi tidak ada yang curiga jika sebenarnya dia adalah seorang siluman.

Mungkin itu bisa untuk anak yang lain, tapi tidak dengan Naya . Dia langsung bisa mengenal Selasih dengan sekali tatap saja.

" Kau perempuan yang tadi itu kan ?" Naya menunjuk wajah Selasih yang acuh tak acuh.

" Nyolong baju siapa kamu? "

" Siapa dia Nay ? " Tanya Layla .

" Perempuan gila yang ngaku-ngaku pengantin nya Mas Udin " Naya menjawab dengan nada penuh penekanan.

Serta merta Selasih langsung menoleh ke arah Naya . Ia tidak terima jika dirinya disebut dengan istilah perempuan gila.

" Jaga bicaramu, jangan menguji kesabaran ku" Balas Selasih disertai sorot mata mengancam.

" Emang kamu pikir aku takut? Hah? " Naya maju tak gentar sama sekali.

Hampir saja Selasih menyerang Naya , kalau tidak ada Udin yang datang langsung merangkul bahu adik sepupunya itu.

" Yuk ke kantin" Ajak Udin seraya pergi membawa Naya , gadis itu tersenyum manis. Ia melirik Selasih penuh kemenangan.

Tentu saja hal itu memancing kemarahan Selasih , ia melirik Layla yang termangu menatap Udin dan Naya . Tiba-tiba Selasih mencengkram leher Layla sebagai pelampiasan amarah nya.

Sontak Layla membeliakkan matanya, tapi hal itu bukan dikarenakan ia dicekik. Namun Layla langsung mendapatkan gambaran atas kehidupan Selasih .

Keringat dingin menetes dari pelipisnya, mendadak tubuh Layla jadi panas dingin. Ia gemetar hingga susah untuk bernafas.

Pada saat itu Medina muncul, ia gegas meluncur menyergap tubuh Selasih lalu dibawa nya pergi dengan gerakan secepat kilat.

Tubuh Layla jatuh ke lantai, nafasnya memburu cepat. Wajahnya tegang, ia terlihat sangat shock sekali.

" Lay " Naya datang menyadarkan Layla , tapi Layla tak bergeming.

" Lay.. Layla ... Lo kenapa? " Naya mulai panik, segera ia memanggil teman-temannya yang lain untuk menolong Layla .

Gadis itu seperti orang hilang akal, wajahnya mengeras, tatapan matanya seperti orang kaget tapi kosong.

Dokter di sekolah segera memeriksa keadaan Layla , untung Naya diminta oleh Udin untuk menjemput Layla . Kalau tidak?? Mungkin tidak akan ada orang yang menolong Layla.

Setelah dikemoterapi, akhirnya Layla mulai tenang. Tapi disaat ia melihat kedatangan Naya , Layla justru menangis dan memeluk Naya .

" Lo kenapa Lay?" Tanya Naya sembari mengusap punggung sahabat nya itu. Layla menggeleng lemah dalam pelukannya.

Naya memberikan waktu untuk Layla menumpahkan perasaan nya, ia sesekali mengusap punggung Layla dengan lembut.

Tetiba Udin muncul, Layla refleks merenggangkan pelukannya dan menghapus air matanya.

Naya tersenyum menyambut kedatangan Udin, padahal dia tidak sempat mengabarkan apapun pada Udin, tapi pria itu mampu menemukan dirinya.

Rasa percaya diri semakin membuat Naya melayang tinggi.

" Apa yang kamu lihat? " Tanya Udin kepada Layla .

Layla tidak langsung menjawab, ia mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk bercerita.

" Sebenarnya ada apa ? "Naya masih bingung, ia merasa Udin dan Layla memiliki pengetahuan yang sama.

" Dia, dia siluman kan ?" Menyebut inisial saja sudah membuat Layla merinding ngeri. Udin membenarkan.

" Siapa? Siapa yang siluman? " Naya menatap Layla dan Udin secara bergantian.

" Gadis yang kamu sebut gila" Jawab Layla .

Naya terhenyak kaget, ia tidak percaya jika itu memang benar.

" Karena itu aku segera membawa mu pergi tadi, Aku khawatirkan dia akan menyerang mu. Aku lupa dengan Layla , rupanya dia yang diserang" Udin menambahkan penjelasannya.

Naya menakup mulutnya, kalau benar perempuan itu siluman. Sudah pasti dia akan mudah membu nuh Naya .

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

aku masih penasaran siapa nenek nya Layla

2024-11-10

0

isnaini naini

isnaini naini

mantap lanjut thor...

2023-08-29

2

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

Waduh bahaya mengintai nih 🤭

2023-08-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!