Mata pelajaran pertama sudah usai, anak-anak meluruh keluar dari dalam kelas secara berdesakan. Mungkin mereka sudah tidak sabar untuk makan.
Tapi lain halnya dengan Udin, ia tidak beranjak sedikit pun. Naya ragu untuk mendekati saudara sepupunya itu, tapi Layla meyakinkan jika meminta bantuan Udin adalah jalan yang terbaik.
Akhirnya Naya memantapkan diri, ia menarik kursi yang berada di depan Udin lalu duduk di sana.
" Mas... " Naya memanggil, Udin hanya menanggapi dengan gerakan bola matanya. Naya mengedarkan pandangannya, ini waktu yang tepat karena hanya ada mereka bertiga di dalam kelas.
" Boleh minta tolong nggak? "
Udin menggerakkan kepalanya tanda setuju.
" Ini tentang Kak Gading"
Udin mengernyitkan keningnya. Naya lebih mencondongkan kepalanya, lalu berbisik di telinga si Udin.
Ia menceritakan semuanya perihal apa yang dikatakan Layla tanpa sedikitpun berselindung.
" Aku nggak tahu Mas harus gimana? Kamu kan tahu sendiri, Kak Gading sangat keras orang nya " Naya mengakhiri semua ceritanya.
Udin memberikan respon dengan menganggukkan kepalanya, Naya tersenyum tipis. Akhirnya ia bisa mengurai jarak diantara dirinya dan Udin setelah sekian tahun.
" Hey!" Udin berseru memanggil Layla yang sejak tadi hanya duduk memperhatikannya dan Naya .
Layla terkejut, ia tidak percaya jika Udin memanggil. Sehingga ia menunjuk dirinya sendiri untuk meyakinkan.
" Iya Lo kesini Lay " Naya turut memanggil. Layla pun beranjak mendekat dan menarik kursi untuk duduk.
" Apa kamu tahu gadis yang hilang itu kemana? " Tanya Udin, Layla menggeleng pelan.
" Gue cuma bisa tahu jika menyentuh gadis itu " Layla menambahkan.
" Tapi kamu bisa ingat wajahnya? " Lanjut Udin, Layla mengiyakan.
" Apa rencanamu Mas ?" Tanya Naya .
" Kita bisa minta bantuan Pak Karyo untuk memeriksa data siswa yang sekelas sama Gading " Jawab Udin.
" Iya kalau dia satu kelas, kalau misalnya dia justru murid kelas lain, gimana?" Imbuh Layla .
Benar juga, Udin tidak pernah berpikir demikian. Setelah saling diam beberapa saat, Akhirnya Udin menemukan cara.
Ia bangkit dari duduknya, Naya dan Layla terheran-heran, Mau pergi kemana Udin? Mereka pun gegas mengekori pria itu.
Rupanya Udin mencari keberadaan Gading dan kawan-kawannya. Saat ditemukan, Gading tengah cek-cok dengan seorang gadis. Gadis itu menangis sambil terus berdebat, ia juga kerap menam-par Gading.
Teman-teman Gading menyaksikan kejadian tersebut dengan riangnya. Setiap tamparan yang melayang, mereka bersorak kegirangan sambil bertepuk tangan.
" Pokoknya gue nggak mau tahu, Lo harus tanggung jawab dengan perbuatan Lo " Tegas Riska , ia menunjuk wajah Gading penuh penekanan.
Gading tersenyum kecut.
" Ris , Lo nggak usah munafik. Waktu pertama kali kita melakukannya, Lo sudah bukan perawan lagi " Bantah Gading.
" Ya! Emang gue udah nggak perawan lagi. Tapi setelah sama Lo, gue nggak pernah melakukan dengan siapapun. Dan gue yakin ini anak Lo seratus persen " Riska tidak mau kalah.
" Masa?? Bukankah dua hari yang lalu Lo diam-diam ketemuan sama Yadi? "
Wajah Riska memias hangat, ia tidak pernah menyadari jika Gading tahu tentang pertemuan nya dengan Yadi di sebuah restoran.
Gading menarik sudut bibirnya, ia senang melihat ekspresi wajah Riska yang memucat.
" Kenapa? Kaget gue tahu ? Hemmm ngebet banget sih Lo RIS pengen jadi menantu seorang Sultan, sampai Lo halalin semua cara dan ngotot kalau itu anak gue. Seandainya itu anak gue pun, gue nggak perduli. Mending Lo pergi Sekarang juga dari hadapan gue " Gading mengangkat jari telunjuknya jauh.
Kepala Riska menggeleng pelan, hatinya tidak terima dipermalukan seperti ini.
" Lo akan menyesal Gading dengan perbuatan Lo ini, Gue akan pasti kan nama baik keluarga Lo akan tercemar. Gue akan menggunakan ketidak sukaan Bokap Lo untuk menghancurkan Lo " Suara Riska bergetar ketika mengeluarkan kata-kata ancaman untuk Gading.
Gading bukannya takut, tapi justru mengeluarkan ponselnya. Ia mencari sesuatu lalu ditunjukkan kehadapan wajah Riska.
Mata Riska melebar saat melihat layar ponsel milik Gading. Disana ada sebuah video dirinya tengah bertemu dengan Yadi. Saat mereka berpapasan, Yadi meraih tangan nya dan mencium punggung tangan Riska.
Meskipun Riska cepat menarik nya tapi jika hal ini dimuat di media, pasti akan membuat spekulasi bahwa Riska mesrah dengan Yadi.
" Silahkan kalau Lo mau mempermalukan gue, tapi sebaliknya. Lo akan semakin malu jika video ini tersebar. Lo liat tanggal di video ini kan? Ini akan semakin meyakinkan jika Lo adalah cewek mur*Han"
Gading memukul telak ancaman Riska, membuat gadis itu malu dan semakin sakit hati.
" Jahat Lo Gading"
Gading tersenyum penuh kemenangan, ia memasukkan kembali ponsel nya ke dalam saku celana.
" Mau gue tambahin dengan video syur lainnya RIS " Seru Miko, Gading dan teman-temannya tertawa kompak.
" Gue punya Lo video Lo saat Lo lagi on dan kami keroyok bareng-bareng" Tambah Miko.
" Iya, dia malah ngira itu hanya perbuatan Gading hahahahahaha" Seloroh Tio.
" Mana ada Gading bisa buat Lo sampai terseok-seok "
Ke empat pemuda itu semakin keras tertawa mengolok-olok Riska. Riska tidak tahan, ia pun segera pergi membawa rasa malunya sendiri.
Tawa Gading langsung terhenti saat mengikuti langkah Riska dengan ekor matanya. Dan menangkap tubuh sang Adik yang berdiri mematung.
Gading meminta agar Tio, Miko dan Faisal untuk berhenti tertawa. Ia berjalan cepat mendekati adiknya.
" Naya , ngapain Lo disini? "
Naya cukup shock setelah melihat dan mendengar sendiri perbuatan Kakak nya. Rasa sakit hati nya lebih sakit dibanding ketika ia mendengar dari Layla tadi.
" Nay " Gading menyentuh tangan Naya , tapi gadis itu menepis nya keras. Air matanya meluruh deras tanpa bisa ditahan lagi .
" Kenapa Kakak sejahat itu?" Suara Naya parau dan bergetar serak.
" Nay " Gading semakin merasa bersalah, ia berusaha menenangkan adiknya. Tapi Naya menolak untuk disentuh.
" Jangan sentuh aku Kak, jijik tahu " Teriak Naya histeris.
Miko dan yang lainnya menghampiri, Naya menarik mundur kakinya. Ia ingat kata-kata Layla , mungkin Kakaknya tidak akan jahat kepadanya. Tapi teman-teman Kakaknya, tidak mungkin begitu.
" Ding " Miko menepuk pundak Gading lalu membisikkan sesuatu.
" Jangan gila Lo, dia adik gue " Gading marah sembari mendorong tubuh Miko.
" Kalau dia buka mulut, Kita bisa mam-pus Ding " Bantah Miko merasa itu jalan yang terbaik.
Gading menggeleng, ia mengalihkan perhatiannya kepada Naya .
" Nay, tolong jangan bilang sama Papa " Pinta Gading memohon.
KHEM
Gading terkejut ada orang lain muncul dari balik dinding. Itu adalah Udin, anak yang sangat disayangi oleh Fajar.
Udin memberi kode agar Naya berdiri di belakang punggung nya, Naya mengangguk patuh. Sementara Layla diminta tetap untuk bersembunyi karena takut dijadikan target oleh Gading dan teman-temannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
neng ade
ga nyangka aja kelakuan Gading sebrengsek itu .
2024-11-08
0
V3
mangsa baru nich Udin ,, menghajar Gading n the Gank 🤣🤣
2024-06-11
0
◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Hati" Gading, kamu dan teman"mu bisa kena karma yg berat 😣
2023-08-21
1