TERUNGKAP TENTANG TANIA

" Ngapain kamu disini? " Sergah Gading tak suka kalau Udin ikut campur urusan nya. Tio ,Miko dan Faisal menghampiri mereka. Ketiga teman Gading bersikap bak seorang Hero.

" Dia sepupu kesayangan Papa Lo itu kan Ding ?" Tanya Faisal , Gading mengiyakan.

Miko tersenyum kecut.

" Kebetulan Lo datang, dari dulu kami sudah geregetan sama Lo. Sok kecapekan, Sok cuek, padahal hati Lo jahat. Sudah memanipulasi otak bokap Gading supaya benci sama anak nya sendiri" Miko berucap penuh penekanan dengan menunjuk dada Udin.

" Kami ingin sekali buat perhitungan sama Lo, tapi Gading selalu melarang. Karena jika Lo terluka sedikit aja, pasti Gading akan mendapatkan masalah" Faisal menambahkan.

" Sekarang, dia datang mengantarkan nyawa. Jadi enak nya diapain ya? " Tio turut mengintimidasi Udin.

Teman-teman Gading tertawa mengejek, tapi Udin tetap tenang.

" Kita beri dia pelajaran sedikit ya Ding" Tukas Faisal , Ia lebih mendekati Udin.

Sebuah tinju diam-diam ia arahkan ke perut Udin. Tapi aneh sesuatu yang tidak terlihat menahan tinju itu mendarat.

Faisal kaget, kepalan tangannya tidak bisa ditarik ataupun di dorong. Ia mulai panik dan berteriak minta tolong kepada teman-temannya.

Miko dan Tio datang, keduanya yang awalnya meremehkan kini berubah heran dengan kejadian aneh tersebut.

" Tolong tarik tangan gue " Pinta Faisal , Miko dan Tio bekerja sama membantu. Tapi semua sia-sia, justru tangan mereka tidak bisa lepas dari tangan Faisal .

Udin mengangkat tangan kanannya ke udara, tubuh tiga teman Gading pun ikut terangkat ke udara.

" Woi woi apa-apaan ini? " Miko yang memang takut ketinggian langsung memucat.

Tio dan Faisal kebingungan, kenapa mereka bisa melayang ke udara?

" Ding, jangan diam aja! Cepat bantuin kita!" Seru Miko .

Gading celingukan, ia tidak tahu harus berbuat apa? Karena itu semua diluar kendali nya.

Naya tersenyum senang, dengan tangan terlipat di dada ia mengoceh tiga teman kakaknya.

" Katanya mau ngasih pelajaran? Ayo kesini? Kok malah terbang sih? UPS!! Apa kamu mau berubah jadi Superman dulu? Hahahahahah" Naya puas sekali mengejek tiga orang itu.

" Ampun, tolong lepaskan kami " Tio tidak tahan lagi, ia benar-benar ketakutan. Karena tubuhnya semakin tinggi melayang.

" Ampuni kami, kami janji tidak akan menggangu mu lagi " Faisal menambahkan.

Layla berbisik dari balik dinding agar Udin mau melepaskan teman-teman Gading.

" Nanti ada yang lihat" Tambah Layla , Naya berpikir hal yang sama. Ia mengedarkan pandangannya.

" Sudah Mas " Ucap Naya sembari menyentuh lengan Udin.

Akhirnya Udin mau melepaskan tiga teman Gading, tapi ia hempaskan mereka begitu saja.

BUGH BUGH BUGH

Ketiganya berjatuhan saling tindih, Tubuh mereka seperti hancur dan remuk.

Gading berusaha membantu lalu mengajak semua nya pergi. Ia khawatir Udin akan bertindak lebih jauh jika tidak segera kabur.

" Kak " Naya memanggil sang Kakak, tapi Gading tak perduli. Ia bersama komplotannya melarikan diri.

" Aku akan buat perhitungan dengan nya nanti, agar ia mau bertanggung jawab atas perbuatannya selama ini" Gumam Udin.

Naya terkesiap kaget, siapa yang dimaksud Udin? Apakah Gading?

" Mas, jangan lakukan itu kepada Kak Gading! Aku mohon" Pinta Naya .

" Kau pikir sikapnya menghamili banyak gadis lalu mempermalukan nya seperti tadi, itu bisa ditoleransi? Bagaimana kalau kamu diposisi perempuan itu? " Bantah Udin.

Naya tak menyahut, sikap Udin kali ini sangat berbeda. Ia menakutkan jika sudah menunjukkan ketegasannya.

Tapi Naya juga tidak ingin jika Udin sampai melakukan sesuatu yang membahayakan Gading.

" Atau kau mau Paman yang bertindak?"

Naya membeliakkan matanya, kepalanya secara naluriah menolak jika Udin sampai lapor kepada Papanya.

" Jangan Mas, Papa bisa Bu Nuh Kak Gading saat itu juga " Naya menakupkan kedua tangannya di depan wajahnya.

" Aku bisa diam jika sikapnya tidak berlebihan, seperti contoh Ibumu. Aku tahu apa yang dia lakukan selama ini, tapi aku diam saja karena hal itu tidak terlalu membahayakan"

Sekali lagi Naya dibuat terkejut mendengar perkataan Udin. Apa maksud nya dengan bawa-bawa nama Ibunya?

" Kalau kamu ingin tahu lebih jelas tanya peramal itu " Tukas Udin mengakhiri ungkapan nya dengan pergi meninggalkan Naya dan Layla disana.

Semua ucapan Udin masih bermain-main di otak Naya , ia tidak mengerti apa yang sebenarnya Tania lakukan? Selama ini setahu Naya Ibunya tidak melakukan yang aneh-aneh. Dia Ibu yang baik untuk Naya dan Gading.

Selalu melindungi anak-anaknya jika Sang suami murka. Malah bersedia menjadi kan tubuhnya sebagai perisai.

" Apa perlu gue terawang Nyokap Lo? "

Naya tersadar dari pikiran nya, ia tidak tahu apakah harus ini ia lakukan? Tapi ia juga sangat penasaran.

" Baiklah, nanti kau coba ya " Akhirnya Naya setuju, Layla mengiyakan.

Sepulang sekolah, Naya meminta Layla untuk berpura-pura berpapasan dengan Tania lalu melakukan perkenalan kembali.

Layla menyetujui rencana Naya , ia pun datang menghampiri Tania yang tengah sibuk merawat tanaman hias kesayangan nya.

" Hay Tante" Sapa Layla ramah, Tania menoleh. Raut wajahnya langsung berubah, ia mengedarkan pandangannya. Tak ditemukan keberadaan Naya di sana. Padahal Naya tengah bersembunyi di balik dinding.

" Mau apa kamu ?" Cetus Tania sengit.

" Aaaa saya mau menyapa Tante aja Kok " Layla jadi canggung dengan sikap yang ditunjukkan oleh Tania.

" Nggak usah sok manis di depan ku ya, entah apa yang kamu lakukan sama Naya sehingga dia mengajak mu tinggal bersama di rumah kami. Kamu main dukun ya ?" Tania tanpa segan menunjuk jari di depan wajah Layla .

Naya menakup mulutnya melihat sisi lain dari Ibunya itu. Ia tidak menyangka jika Tania sebengis itu kepada orang lain.

" Nggak kok Tante, tapi Naya emang punya inisiatif sendiri untuk membantu saya " Jawab Layla tak nyaman.

" Jangan bohong kamu! Aku tahu Naya seperti apa? Dia bukan orang yang sembarangan mengajak temannya datang ke rumah, apalagi tinggal bareng. Aku tegaskan sama kamu ya, lebih baik kamu cepat angkat kaki dari rumah ini sebelum aku usir kamu dengan cara yang sangat memalukan" Tania mengancam Layla.

" Tidak ada yang berhak mengusir tamu dari rumah ini "

Tania dan Layla hampir bersamaan menoleh ke arah datangnya suara, rupanya Cahaya muncul. Ia menghampiri kedua nya.

" Ku harap Kakak tidak usah ikut campur masalah rumah ini, Aku adalah Nyonya di rumah ini Kak. Jadi semua yang ada dalam rumah ini di bawah pengawasan ku " Tania tanpa rasa takut mengecam Cahaya.

Perempuan yang diagungkan oleh suaminya itu tersenyum tipis.

" Kau lupa Tania, Fajar adalah adikku. Seharusnya kamu tahu bukan, Ayah dan Ibu kami membagi dua warisan untuk putra-putri nya. Jadi yang lebih berhak itu adalah Aku sebagai Kakak tertua"

Tania tercekat, ia tidak menyangka jika Cahaya yang sejak tinggal di rumah ini lebih banyak diam dan tidak pernah perduli dengan isi rumah ini, Akan melawan balik ucapan nya.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

ga nyangka ya Tania bisa bersikap seperti itu .. Naya aja sangat stok.. untung ada Cahaya.. entah gimana kelanjutan nya

2024-11-08

0

V3

V3

waaaaah .... si Tania mulai menunjukkan taring nya pd Cahaya

2024-06-11

0

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

wah si tanda mulai menunjukkan topengnya.

2024-04-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!