RENCANA BALAS DENDAM

Fatma sadar, ia melihat Ayahnya masih setia menunggu. Tapi keadaan sekarang sudah lain, Ayahnya tertunduk sambil menimang janin itu di telapak tangannya.

" Ba paaaak " Suara Fatma lirih terdengar, namun Pak Zainal diam tak bergeming. Punggung pria itu berguncang hebat, ia menangis namun tak bersuara.

Tangan nya terangkat pelan, menyodorkan bang KAI janin ke hadapan anaknya.

" Demi Tuhan, Demi langit dan bumi, selama Ayah bayi ini masih hidup. Aku tidak akan membiarkan nya hidup dengan tenang. Kau tahu siapa Bapak kan ? " Suara parau menyayat hati, tanpa mendongak si tua berucap dengan segala sakit yang dirasa .

Fatma menggeleng pelan, tangan berusaha meraih janin itu. Namun sebelum ia menyentuh nya, Tangan Pak Zainal tergenggam.

Kepalanya terangkat, tangan yang sebelah mengesat air matanya hingga kering. Ia bangkit dari duduknya lalu keluar tanpa mengatakan apapun.

Teriakan Fatma tak diindahkan, Pria itu sudah yakin untuk mencari tahu sendiri siapa Ayah bayi itu.

Ia pergi ke sekolah Fatma, mencari Anin teman baik Fatma. Pak Zainal berpura-pura tidak terjadi apa-apa, Agar Anin tidak curiga.

" Fatma kemana Paman? Kenapa beberapa hari ini dia tidak masuk sekolah ?" Tanya Anin.

" Fatma sakit Nin " Jawab Pak Zainal.

" Ohhh pantas, emmm Paman mau ketemu wali kelas kami ya ?" Terka Anin.

" Sudah, barusan Paman sudah ketemu dan minta ijin " Jawab Pak Zainal berbohong.

" Emmm Paman mau tanya sesuatu sama Anin "

" Tanya apa Paman ?"

" Emm Anin tahu Fatma punya pacar?"

DEGH!!

Wajah Anin langsung berubah, ia menoleh ke sekeliling. Pak Zainal sudah bisa menebak jika sudah pasti Anin tahu.

" Maaf Paman, Anin mau masuk kelas" Anin ingin menghindar, tapi Pak Zainal cepat mencekal lengan anak itu.

Anin panik, ia berusaha melepaskan diri.

" Nin, Paman cuma ingin tahu, karena Fatma sekarat. Dia ingin bertemu dengan pacarnya sebelum wafat"

Alasan Pak Zainal berhasil, Anin yang meronta diam seketika.

" Tolong yah " Pinta Pak Zainal menghiba.

Anin bimbang, antara memberi tahu atau tidak siapa pacar Fatma.

" Tapi, Paman ... Jangan singgung nama Anin ya " Anin memohon dengan wajah memelas, Pak Zainal mengangguk setuju.

" Fatma, pacaran sama Gading Paman. Dia anak orang kaya "

Pak Zainal manggut-manggut, tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada Anin. Lalu beliau langsung pergi.

Anin sedikit heran, kalau memang Bapak Fatma mencari Gading? Kenapa langsung pulang??

 Sebenarnya tidak, Pak Zainal tidak pulang. Dia hanya diam di warung depan sekolah sambil minum kopi. Dia akan menunggu orang yang dicari menampakkan batang hidungnya sendiri.

Iseng-iseng Pak Zainal berbincang-bincang dengan pemilik warung. Ia bertanya tentang siswa yang bernama Gading.

Pemilik warung tanpa diminta langsung bercerita sepak terjang Gading dan teman-temannya yang terkenal nakal dan suka mempermainkan perempuan.

Dari sini Pak Zainal yakin, jika teman-teman Gading pasti ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpa Fatma.

Tapi Pak Zainal tidak ingin berasumsi tanpa bukti.

" Itu itu Gading" Pemilik warung menunjuk ke arah luar. Pak Zainal langsung bangun seraya meletakkan uang di atas meja.

Ia melihat Gading bergurau dengan tiga temannya. Mereka seperti menunggu sesuatu. Tak lama kemudian seorang gadis manis menghampiri.

" Ayo Kak " Seru gadis itu yang tak lain adalah Naya .

Gading dan Naya masuk ke dalam mobil yang menjemput mereka.

Pak Zainal mengekori dari belakang menggunakan sepeda motor nya. Ia terhenyak kaget, karena ternyata Gading masuk ke Rumah tempat dimana mantan istri nya bekerja, yaitu Ibu Fatma.

Ini semakin mempermudah jalan Pak Zainal untuk membalas dendam. Setelah tahu tempat tinggal Gading, Pak Zainal kembali ke rumah sakit.

" Bapak dari mana? " Tanya Fatma saat ia disuapi oleh sang Ayah. Begitu datang Pak Zainal langsung berinisiatif untuk menyuapi anaknya makan. Karena kebetulan makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit baru saja sampai.

" Mencari Gading " Jawab Pak Zainal pendek.

Mulut yang tengah mengunyah serta merta terhenti. Fatma tidak mengira jika Bapaknya akan tahu siapa sebenarnya Ayah dari bayi yang dikandungnya itu.

Pak Zainal terdiam, tangan yang awalnya sibuk mengaduk bubur langsung tak bergerak.

" Bapak melihat nya tertawa tanpa dosa, sedangkan kamu disini? Diam tak berbuat apa-apa"

Fatma tertunduk, bubur nya sudah mencair di mulut. Tapi tak dapat ia telan karena tercekat.

" Diamlah dan terus diam... Kamu hamil, Bapak masih bisa berpikir waras. Tidak apa-apa, Bapak akan membesarkan anak itu. Tapi ternyata, bayi yang masih belum memiliki mata itu mati karena..." Pak Zainal tak mampu melanjutkan kata-katanya.

Dadanya bergemuruh hebat, kebencian sudah menjalar ke setiap urat nadinya.

" Jangan katakan, kalau mereka lah yang membuat mu begini" Pandangan mata yang nyalang terangkat perlahan.

Fatma menelan sisa bubur di mulut nya, ia tidak mampu melawan tatapan mata sang Ayah.

Pak Zainal mengangguk seolah-olah mengerti arti kediaman putrinya. Pantas Anin pun ketakutan saat mengatakan siapa pacar Fatma, dan sekarang Fatma pun ketakutan.

Pak Zainal meletakkan mangkok yang masih tersisa, ia menggenggam kedua tangan putrinya.

" Jangan takut sayang, ada Bapak. Bapak akan melakukan apapun untuk mu. Kau tunggu saja, dengan tangan ini Bapak akan membalas semua perlakuan mereka, termasuk anak majikan Ibumu "

Fatma tersentak,

" Apa maksud Bapak? "

" Yah, Gading adalah anak dari majikan Ibumu. Bapak sudah mengikuti nya dan tahu alamat rumah nya "

Fatma tidak tahu jika Ibunya bekerja untuk keluarga sultan. Keluarga pria yang telah merenggut kesuciannya.

" Kalau kamu takut, kamu diam saja dan serahkan semuanya kepada Bapak " Pak Zainal berusaha meyakinkan hati putrinya.

" Maaf kan Fatma Pak "

Pak Zainal terenyuh, ia bangkit lalu memeluk putrinya dengan erat.

Fatma tidak salah, jadi tidak perlu minta maaf. Yang harus minta maaf adalah laki-laki bi@d@b itu.

Kedua bola mata Pak Zainal menyala dipenuhi amarah. Ia bertekad untuk membalas semuanya dengan ilmu hitam yang pernah ia pelajari sebelumnya.

Karena dia ingin berubah, ilmu itu sudah tidak ia gunakan lagi. Tapi kali ini, apapun resikonya akan ia hadapi asal dendam nya bisa terbalas kan.

Rasa sakit yang putrinya rasakan, harus dirasakan juga oleh mereka seribu kali lipat. Tapi semuanya butuh rencana yang matang, karena santet memiliki persyaratan yang harus di bayar.

Tekad Pak Zainal sudah bulat, ia akan melakukan kembali ritual yang dulu pernah ia jalani.

Di hari pertama malam Jumat Kliwon, Pak Zainal mencuri ari-ari bayi kembar yang baru lahir lalu memakannya mentah-mentah.

Ritual kedua, dia harus bersemedi di air muara estuari selama dua puluh empat jam nonstop.

Dan ritual ketiga sekaligus yang terakhir, Pak Zainal harus bertelan-jang bulat di bawah sinar bulan purnama ke tujuh.

Setelah semua ritual nya ia lakukan dengan sempurna Pak Zainal menghubungi Istrinya.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

pantas aja Udin pun heran karena ada orang yg bisa keluar masuk ke rumah nya dngn bebas ternyata ada campur tangan ibu nya Fatma yang bekerja di rumah Udin

2024-11-09

0

V3

V3

berarti bapak nya Fatma / pak Zainal belum Taubat Nasuha

2024-06-11

0

Suharnani

Suharnani

Ya Allah.. bapaknya fatma sudah insaf, sekarang kembali ke jalan salah lagi. di sebabkan hatinya tersakiti liat nasib anaknya.

2024-05-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!