CALON PENGANTIN

" Mas.. " Naya mengambil kursi kosong lalu duduk di sebelah Udin.

Pria pujaan hatinya itu melirik,

" Boleh pinjam satu handsetnya nggak?"

" Buat apa? " tanya Udin.

" Mau nutup kuping, males banget dengerin cerita tentang Rizal " Cetus Naya jengkel.

" Emang kenapa? Justru itu bagus, bisa menjadi motivasi untuk kita agar sukses seperti dia " Balas Udin bijak.

" Idih, Amit-amit jabang bayi, Naya mah nggak mau seperti dia "

Udin geleng-geleng kepala, ia melanjutkan rutinitas mendengarkan musik.

Rizal lembur sampai malam diruangan laboratorium. Ia ingin menyempurnakan penemuan nya sebelum diproduksi secara massal oleh pihak Jepang.

Setelah ditest dan hasilnya sangat memuaskan, Rizal pun beranjak untuk pulang. Ponselnya sudah dari tadi berbunyi tapi ia abaikan.

Karena ia tahu itu pasti dari Mamanya yang mengkhawatirkan dirinya.

Rizal pulang dengan menaiki kendaraan pribadi, ia nyetir sendiri. Tempat tinggal nya tidaklah seberapa jauh.

Tiba-tiba di perjalanan pulang, Rizal mendapati alarm nya berbunyi. Ia gegas menginjak rem, tapi terlambat.

Rizal merasakan telah menabrak sesuatu sejenis makhluk hidup.

Rupanya itu adalah seorang perempuan yang cantik jelita, ia berdiri dengan memegangi mobil Rizal.

Rizal gegas keluar dari mobil, ia khawatir gadis itu kenapa-napa.

" Maaf Nona, apa anda terluka? " tanya Rizal.

Gadis itu celingukan seperti bingung, tapi saat melihat baju seragam yang digunakan Rizal, ia tersenyum senang.

" Boleh aku ikut kamu? " Tanya Gadis itu tiba-tiba.

" Ikut? " Rizal tidak percaya jika gadis itu justru ingin mengikuti nya.

" Kemana Nona? "

Gadis itu menunjuk baju yang dikenakan oleh Rizal, semakin membingungkan untuk si Rizal sendiri.

Tetiba si gadis aneh itu naik ke atas mobil Rizal, Ia duduk di sana.

" Eh Nona , Ngapain disitu? "

" Aku mau ikut kamu, namaku bukan Nona tapi Selasih"

Rizal mengerutkan keningnya, alarm yang ada di dalam mobil berbunyi semakin lantang. Sehingga ia terpaksa me non aktifkan nya.

" Aneh " Gumam Rizal kepada dirinya sendiri.

" Selasih, jika kamu mau ikut? Jangan duduk disitu, ayo turun dan duduk di dalam mobil "

Selasih mengangguk setuju, ia pun turun lalu menuruti keinginan Rizal.

" Kamu mau kemana? " Sekali lagi Rizal bertanya saat ia sudah kembali mengemudikan mobilnya.

Dan jawaban yang ia dapat juga sama, Selasih tetap menunjuk pakaian Rizal .

" Aku tidak mengerti, apa maksud kamu menunjuk seragam yang aku pakai? "

" Aku ingin bertemu Udin, bukankah baju kalian sama. Aku sering melihat dia memakai baju ini " Selasih menjelaskan, tapi semakin membangongkan.

" Iya, kami memang satu sekolah dan mempunyai seragam yang sama. Kamu kok kenal dia? Tahu darimana? " Rizal semakin penasaran.

Sebenarnya itu bukan lah hal yang baru, karena memang banyak kaum hawa mengidolakan si Udin. Dan Rizal tahu, Naya juga sangat menyukai saudara sepupunya sendiri.

" Dia calon pengantin ku " Jawab Selasih yang spontan membuat Rizal menginjak rem tiba-tiba. Untung jalanan tidak begitu ramai, sehingga terhindar dari kecelakaan.

Ini kebetulan atau gimana? Bukankah Rizal memang sangat ingin membuat Naya menjauhi Udin.

" Kamu serius? " Tanya Rizal ingin memastikan, Selasih mengangguk yakin.

" Buktinya apa? " lanjut Rizal .

" Hanya Kami yang tahu, cepat antar kan aku padanya" Selasih memaksa agar Rizal segera melanjutkan perjalanan.

" Kamu hanya bisa bertemu dengan nya besok, bukan sekarang" Rizal menjawab dengan yakin, sebenarnya Rizal bisa saja mengantar Selasih saat itu juga ke rumah Naya . Tapi ia ingin mempunyai rencana yang matang agar Naya bisa menjauhi Udin.

" Baiklah" Selasih setuju, ia tersenyum tipis. Wajahnya semakin terlihat lebih cantik.

Rizal kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah. Dan saat ia sampai, ternyata kedua orang tuanya tengah pergi dinner dan belum pulang.

Itu kesempatan bagus untuk menyembunyikan keberadaan Selasih dari mereka.

***

Esok harinya, Rizal sudah tidak sabar memberikan kejutan ini untuk Naya . Bagaimana nanti ekspresi gadis itu begitu tahu bahwa Udin memiliki seorang calon pengantin?

Pasti dia akan sangat patah hati sekali.

" Itu Udin " Rizal menunjuk ke arah Udin yang baru saja turun dari sepeda motor nya. Naya juga, ia kini sudah tidak mau menaiki mobil. Ia selalu boncengan dengan Udin.

Selasih tersenyum lebar, gadis itu bangkit dan berlari menyambut kedatangan pujaan hatinya.

Udin terhenyak kaget, tetiba ada seseorang yang datang langsung memeluknya.

" Eh, siapa kamu ?!" Gertak Naya , ia berusaha melerai pelukan Selasih tapi ia kalah tenaga.

Akhirnya Udin sendiri lah yang melepaskan diri.

Selasih merajuk, ia ingin memeluk Udin lagi tapi tangan Udin terangkat agar Selasih diam dan tidak mengulangi tindakannya.

Naya maju, ia kini menjadikan dirinya sebagai jarak diantara mereka.

" Minggir" Selasih menyibak tubuh Naya hingga hampir terjatuh. Tapi Udin sigap menangkap tubuh nya.

" Udin, jangan menyentuh perempuan lain! Aku tidak suka!" Hardik Selasih kesal.

" Kamu siapa hah? enak aja ngatur-ngatur orang " Balas Naya tidak mau kalah. Ia sengaja semakin merapatkan tubuhnya ke Udin. Jarang-jarang ia mendapatkan perlakuan seistimewa itu.

Raut wajah Selasih langsung berubah, pupil matanya berubah putih menyala. Ia marah dan merasa tersinggung mendengar ucapan Naya .

Melihat hal aneh tersebut, Udin refleks menarik tangan Selasih lalu dibawa nya pergi menjauh dari tempat itu.

Naya tercengang, baru saja ia senang karena Udin melindungi dirinya. Tiba-tiba sekarang malah meninggalkan nya begitu saja demi perempuan aneh itu.

" Nay " Layla memanggil Naya yang bengong melihat ke satu titik. Ia mengikuti arah mata Naya memandang.

Tidak ada apapun yang mencurigakan, itulah pikiran Layla .

Rizal tersenyum lebar, apa yang ia harapkan sangat melebihi ekspektasi? Udin meninggalkan Naya terpaku seperti perempuan yang dicampakkan.

" Kau siapa? " Tanya Udin begitu ia berada di satu tempat yang sepi.

Selasih tersenyum, bukan menjawab ia justru memeluk Udin dengan hangat. Udin mengelak, ia menarik diri untuk tidak bersentuhan dengan gadis itu.

" Kenapa? Aku ini pengantin mu " Selasih menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya.

" Kau bukan manusia" Udin menggelengkan kepalanya.

" Iya, aku memang bukan manusia. Tapi aku adalah pengantin mu " Selasih tetap meyakinkan jika dirinya adalah milik Udin.

" Kau siluman"

" Kenapa? Toh di dalam tubuh mu ada kekuatan siluman bukan ? Jadi apa masalah nya? "

Udin menunduk menatap dadanya, Apakah yang dimaksud perempuan itu adalah bola inti kehidupan?

" Aku adalah siluman Serigala, yang akan menjadi Ratu. Tapi karena bola inti kehidupan ada dalam dirimu, maka kita harus menikah"

Udin menghela nafas panjang, ia berbalik hendak pergi. Tapi Selasih menahan tangan nya.

" Mau kemana? " tanya Selasih .

" Aku harus sekolah, dan kamu? pulang lah !" Jawab Udin dingin tanpa sedikitpun menoleh.

" Tidak, aku tidak akan pulang tanpa mu " Bantah Selasih tegas.

" Aku tidak akan pernah menikahi mu " Udin tidak mau kalah tegas. Ia menepis tangan Selasih , seraya melanjutkan langkahnya untuk ke ruang kelas.

Terpopuler

Comments

V3

V3

oaalaah ... ternyata Selasih itu Siluman Serigala jg toch 🤣
yg aku tahu , Selasih itu buat minuman ( telor kodok kt orang mah ) 🤣🤣🤣

2024-06-11

0

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

wah malah datang lagi yg baru, gimana dengan keadaan prilly ya......

2024-04-09

0

Widodo Wilujeng

Widodo Wilujeng

DAWET SELASIH KHAS BANJARNEGARA

2024-01-10

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!