Naya dan Layla sama-sama merasa jika mereka tengah diperhatikan oleh Udin. Hingga keduanya duduk dan mengintip Udin, pria itu tetap menatap mereka.
" Lo ngerasa kan kalau tatapan dia aneh ? " Layla berbisik kepada Naya, teman barunya itu mengiyakan.
" Gue belum pernah dipelototi seperti itu, kenapa ya? " Balas Naya, Layla mengedikkan kedua bahunya.
" Mungkin dia terpesona sama gue " Celutuk Layla yang langsung mendapatkan hadiah pukulan di bahunya. Naya menjeling kesal.
" Becanda" Imbuh Layla, Naya membuang muka.
Setelah beberapa menit, Naya merasa penasaran. Ia menoleh ke belakang, rupanya Udin masih tetap memperhatikan dirinya.
Ia lemparkan senyuman canggung, tapi Udin tak membalas. Naya kembali menghadap ke depan menelan kekecewaan.
Setibanya di rumah, Naya meletakkan tas sekolahnya lalu duduk di bibir kasur. Ia masih kepikiran dengan Udin, karena tak pernah sama sekali dia bersikap seperti itu.
Apakah ini ada hubungannya dengan Layla?? Masa Udin bisa kepincut sama cewek yang tak seberapa cantik dibandingkan dengan nya.
Naya menatap tas sekolah nya, ia jadi teringat sesuatu. Mungkin dengan cara ini akan membuka tabir jarak diantara dia dan Udin.
Naya tersenyum penuh semangat, ia membuka tasnya lalu mengambil buku tugas nya.
TOK TOK TOK TOK
Naya mengetuk pintu kamar Udin yang berada tidak jauh dengan kamar nya.
" Masuk " Seru dari dalam, Udin mengira itu adalah Ibunya. Tapi saat pintu terbuka, ia mengernyit heran karena itu adalah Naya.
" Boleh masuk Mas ?" Naya berdiri di ambang pintu, Udin mengangguk setuju.
Naya tersenyum manis, ia mendekati Udin yang rupanya tengah bermain catur dengan Kujang sambil rebahan di lantai.
" Hemmm aku pikir Mas selalu sendiri di kamar, rupanya ada Kujang" Sapa Naya, dia memang kenal dengan Kujang tapi tidak begitu dekat. Sebab Kujang jarang sekali mengunjungi keluarganya. Meskipun kata Kakek nya hewan astral itu mengabdi kepada keluarga besar mereka.
Tapi lebih sering berada di Jepang, dan selalu mengikuti Udin. Mungkin benar kata Layla, Udin adalah yang terpilih.
" Ada apa? " Tanya Udin.
" Emmm Naya kurang ngerti sama penjelasan guru tadi, jadi bingung ngerjain PR nya. Apa Mas bisa membantu? " Tanya Naya seraya duduk melantai.
Udin diam menatap buku yang dibawa oleh Naya, tiba-tiba dadanya berdenyut sakit. Biasanya Prilly yang selalu mengajari nya penuh telaten. Tapi sekarang???
" Mas " Naya menyadarkan Udin dari lamunannya.
" Ah iya... "
" Kok bengong? "
Udin meraup wajahnya, ia menegakkan punggungnya.
" Mungkin lebih baik kamu bertanya sama Gading saja, aku juga tidak begitu paham" Udin menjawab dengan jujur.
" Oh, begitu rupanya " Naya mati akal, Ia melirik Kujang. Hewan itu terlihat berpikir keras untuk melangkah memajukan points anak catur nya.
Naya meraih satu points prajurit lalu Menarik maju. Kujang kaget, ia mengangkat matanya.
" Gitu aja masa nggak tahu " Oceh ku.
Kujang memicingkan matanya, lalu menggaruk kepalanya.
" Heee " Ia tersebut lebar.
" Jangan curang" Seloroh Udin.
" Aku nggak curang, dia yang mengulurkan bantuan, iya kan Nay? " Kujang membela diri, Naya mengangguk setuju.
Udin melirik Naya, gadis itu tersenyum tanpa dosa.
" Dari awal lagi " Udin nampak kesal, tapi sangat lucu bagi Naya.
" Nggak boleh" Kujang menolak.
" Kamu curang" Balas Udin .
" Nggak kok, udah ayo jalan " Kujang tetap bersikeras untuk bertahan. Karena ia tahu jika Udin mengambil langkah mundur ataupun maju, dia akan kalah telak.
" Nggak nggak nggak... Aku nggak mau" Udin ngambek, ia menolak untuk lanjut.
" Jangan gitu dong, dari tadi aku udah kalah terus. Sekarang giliran kamu kalah, kok malah nggak mau " Kujang membujuk.
" Iya tapi nggak gitu caranya, harus dari otak sendiri" Udin tetap menolak.
Naya yang menjadi penonton hanya senyam-senyum sendiri. Baru kali ini ia melihat Udin banyak bicara. Rupanya pria itu sangat supel juga orangnya kalau lebih dekat lagi.
Karena tetap tidak ada yang mau mengalah, akhirnya Naya menjadi penengah. Ia setuju untuk mulai dari awal lagi. Tapi kali ini dia mengajukan diri untuk melawan Udin.
" Ini pertandingan ku dengan Kujang" Udin rupanya menolak bermain dengan Naya.
" Ah bilang aja takut " Eh Kujang justru mengintimidasi Udin.
" Ngapain takut, udah aku mau istirahat" Udin bangkit dan langsung naik ke tempat tidur.
" Aduh.. Tumben mau istirahat. Katanya insomnia gara-gara diputusin Prilly"
Naya terhenyak kaget mendengar celutukan Kujang. Jadi Udin punya pacar, Prilly?? Siapa dia?? Seperti apa wajahnya??
Berbagai pertanyaan yang bermain dalam otak Naya. Tapi tidak berani ia bertanya langsung kepada Udin.
Jika Udin merahasiakan Perempuan itu, berarti dia tipe yang tidak suka pamer ataupun mengungkapkan isi hatinya.
Naya harus tetap mencari tahu, bukankah dia punya Layla si peramal. Hemmm Akan ia tanyakan perihal gadis bernama Prilly yang sudah berhasil membuat si kutub Utara mencair menjadi Sahara.
Susi heran melihat seorang gadis seumuran putrinya datang bertamu. Padahal dia tidak ada temu janji dengan seorang gadis, untuk jadwal Layla hari ini adalah bertemu beberapa pengusaha.
" Cari siapa Nak? " Tanya Susi.
" Layla nya ada Tante?" Tanya Naya.
Susi tidak langsung menjawab, ia memperhatikan Naya lebih detail lagi. Mungkin kah ini teman sekolah Layla?? Tumben sekali Layla mempunyai teman sampai datang ke rumah. Biasanya tidak begitu.
" Ada, tapi kamu harus buat janji dulu sama Layla. Waktu Layla itu adalah uang" Susi menegaskan peraturan yang ia buat dadakan.
Naya memicingkan matanya, jadi maksud Ibu Layla, untuk bertemu Layla harus bayar, gitu!
Terpaksa Naya memanggil Layla dengan cara menelpon nya.
" Hah? Lo ada di depan?" Layla kaget setengah tidak percaya.
" Iya " Jawab Naya pendek.
" Ok tunggu sebentar"
Layla gegas berlari keluar menemui teman barunya.
" Bu, dia teman aku di sekolah" Layla menjelaskan siapa Naya.
" Oh, tapi kamu harus ingat Layla. Semua waktu mu adalah uang " Sindir Susi.
" Apa an sih Bu, Yuk Nay " Layla mengajak Naya ke halaman samping rumahnya, di sana tempatnya sangat nyaman karena ada kolam dan sebuah taman kecil.
" Sorry ya Nay, atas sikap nyokap gue " Layla sebenarnya risih mendengar peringatan dari sang Ibu tadi.
" Santai aja.. " Jawab Naya pendek, ia duduk di bibir kasur sedangkan Layla di kursi belajar yang ditarik mendekati Naya.
" Ada perlu apa Lo datang ke rumah gue? " Tanya Layla.
" Emm Gue mau ngasih tahu rahasia besar tentang Si Udin " jawab Naya yang langsung memancing rasa penasaran Layla.
" Apa an ?"
" Ternyata Udin punya cewek yang bernama Prilly, tapi mereka udah putus" Naya menjelaskan.
Layla manggut-manggut tanda mengerti.
" Lo bisa terawang siapa Prilly nggak? "Sambung Naya, Layla menggeleng lemah.
" Kok gitu? Katanya Lo peramal " Naya sedikit kecewa dengan Layla.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
neng ade
Layla bisa meramal jika udah bersentuhan dngn orang nya
2024-11-08
0
V3
kn Layla bisa ngeramal klu sdh bersentuhan dengan kulit nya ,,, sdgkn klu hanya dg sebut nama nya mna bisa. ❓❓🤦
2024-06-11
0
isnaini naini
jd teringat sebuah film thor di mana ceritanya hmpir sama cewek nya memutuskn cinta secara sepihak karena kcelaka.an tp akhirnya bs bersatu kembali...bisa dibuat begitu ya thor ceritanya buat prilly&udin brsatu
2023-08-17
1