HAPPY ENDING

" Kau masih mencintai nya " Udin melawan tatapan Fatma.

Gadis itu menggelengkan kepalanya, rasanya muak jika ada orang yang menyinggung hatinya pernah mencintai Gading.

" Jangan asal bicara , masalah hati ini tidak akan pernah diketahui oleh siapapun. Karena tidak akan ada yang bisa memahaminya" Balas Fatma dipenuhi oleh amarah.

Udin tersenyum simpul.

" Kalau begitu baiklah"

Udin berbalik ia mengangkat tangan kanannya, mencekik leher Gading dari jarak jauh.

Sekali lagi Gading mendelik, tubuhnya mengejang kembali.

Naya panik, ia ingin protes namun Fajar memberi kode agar Naya diam dan jangan ikut campur.

Tania yang terkena luka dalam tak berdaya, ia sememangnya ingin menolong Gading. Tapi apa dikata, kondisi nya tidak memungkinkan. Perasaan yang bergejolak membuat sesak di dadanya semakin parah.

Fatma mengikuti pergerakan tubuh Gading yang semakin melayang ke udara. Kedua kakinya lunglai ke bawah. Ia bisa menyaksikan bagaimana pria itu tersengal-sengal tidak berdaya.

" Hentikan!!!" Fatma mendorong tubuh Udin dari belakang hingga tersungkur. Dan serta merta tubuh Gading pun terhempas ke lantai.

Fatma sangat refleks menyambar tubuh Gading, nafasnya memburu begitu ia menyentuh tubuh pria yang sudah tak berdaya itu.

Ia tertunduk, memangku kepala Gading sembari menunggu nafas pria tersebut membaik.

Fajar tersenyum, akhirnya perasaan Fatma sendiri mampu mengalahkan gejolak dendam nya.

Pak Zainal dan Bibik hanya bisa diam mendapatkan putri mereka telah kalah oleh cinta.

" Saya akan membiarkan Gading disini, untuk menebus kesalahannya. Dan jika anda berkenan untuk menikahkan mereka berdua, maka saya akan melamar Fatma secara resmi" Tukas Fajar kepada Pak Zainal.

Pria paruh baya itu tak menjawab, ia tidak bisa memutuskan apapun untuk saat ini.

" Ayo Ma, kita tinggal kan Gading disini" Fajar membantu istrinya untuk berjalan. Naya juga mengapit si Ibu di sisi yang lain.

Sementara Udin pergi setelah berpamitan kepada Bibik dan Pak Zainal.

Bibik mendekati mantan suami nya, ia ingin tahu apa yang akan dilakukan setelah kejadian ini ?

" Jangan katakan apapun Sum, aku serahkan semua keputusan kepada Fatma" Pak Zainal menjelaskan sebelum Bibik bersuara, ia melangkah keluar meninggalkan Bik Sum dan Fatma disana untuk menemani Gading.

Bibik duduk bersimpuh di atas lantai, ia mengusap pundak putrinya. Meskipun tanpa mengatakan sepatah kata pun, dengan belaian lembut tersebut. Fatma mengerti jika Ibunya mendukung apapun keputusannya.

Sememangnya Fatma masih mencintai Gading, pria itu adalah cinta pertama nya. Jadi sulit bagi Fatma untuk membenci Gading.

Sebab itulah ia tidak mengatakan apapun kepada Ayahnya saat dirinya ditanya siapa pelakunya.

Tapi si Bapak begitu cerdik untuk tahu siapa kekasih nya?

Hingga saat Pak Zainal menuntaskan ritual penyempurnaan ilmu hitam nya. Fatma maju untuk menjadi medan senjata, dan menuntaskan rasa sakit hatinya.

Sejak itu Fatma merawat Gading yang perlahan berangsur sembuh. Karena Pak Zainal telah mencabut teluh itu. Meskipun harus berakibat fatal terhadap dirinya sendiri.

Faisal dan Tio juga, mereka akhirnya mendatangi Fatma untuk meminta maaf.

Naya yang menyaksikan sendiri peristiwa itu, karena dirinya yang mengantar Tio dan Faisal mendatangi rumah Fatma bersama Udin, Tersenyum puas. Akhirnya masalah ini berakhir happy ending.

" Mas "

Udin melirik dengan ekor matanya.

" Sampai sekarang aku nggak habis pikir, kok bisa sih kamu tahu kalau Kak Fatma nggak akan tega jika Kak Gading disakiti? "

Udin berbalik menghampiri sepeda motor nya. Naya mengekor karena ia datang dengan membonceng ke Udin.

" Apa gunanya kamu membayar peramal itu? Kalau kamu masih tidak tahu apa-apa"

Naya merengut kesal, lagi-lagi Udin menjawab demikian.

" Mas nih ah " Naya memukul punggung Udin seraya naik ke atas sepeda motor. Ia semakin ketagihan boncengan sama Udin, kayak sepasang kekasih gitu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Rizal amat sangat bersemangat sekali begitu melihat kelibat Naya. Ia berlari cepat menghampiri gadis pujaan hatinya itu.

" Hay Nay " Sapa Rizal, bibirnya tersenyum lebar.

Tapi sambutan Naya cuek sekali, ia melengos pergi begitu saja.

" Nay tunggu! " Rizal mencegat langkah Naya.

" Apa an sih? " Cetus Naya kesal, Layla yang ngikut aja kemana Naya pergi jadi kasian melihat Rizal diperlakukan seperti itu.

" Gue mau ngabarin Lo, kalau gue berhasil menyabet juara satu dalam perlombaan internasional dengan penemuan gue ini " Rizal menunjuk kan hasil karyanya yang sudah mengharumkan nama baik sekolah dan negaranya.

" Terus? gue harus bilang wow gitu? "

Layla menyenggol lengan Naya , tapi Naya tidak perduli. Ia sangat risih karena Rizal sejak masih SMP nggak bosen-bosen ngejar-ngejar dia terus.

" Ya nggak juga sih, tapi gue sangat berharap Lo bisa ngucapin selamat buat gue " Balas Rizal, ia berusaha menutupi kekecewaannya.

" Ya udah, selamat ya! Puas!! " Naya melengos pergi meninggalkan Rizal yang sedikit tersenyum mendengar ucapan selamat dari Naya . Walaupun akhirnya ia menelan kecewa.

" Lo kenapa sih Nay? Kok gitu banget sama tuh cowok" Layla menegur Naya saat keduanya sudah pergi menjauh.

" Kalau Lo suka, ambil aja. Gratis kok " Ucapan Naya terdengar sangat sengit.

" Bukan gitu Nay, tapi ini masalah adab. Kita harus bisa menjaga perasaan orang, lagian juga dia cuma pengen denger Lo ngucapin selamat. Nggak lebih "

Naya menghentikan langkahnya, ia melipat kedua tangannya di dada.

" Lo nggak usah ceramahin gue, gue tahu siapa dia sebelum Lo sekolah disini. Tuh cowok nyebelin banget, yah kalau hanya ngucapin selamat gue nggak masalah. Tapi ujung-ujungnya dia pasti ngelunjak "

Layla tercekat, ia tidak bisa berdalih lagi. Karena dia memang tidak begitu mengenal cowok itu. Mungkin saja apa yang dikatakan oleh Naya itu benar, atau mungkin juga itu hanya sekedar alasan untuk membela diri.

Layla merasa sebaiknya ia diam dan tidak berdebat dengan Naya .

Setibanya di kelas, keadaan riuh oleh cerita mengenai keberhasilan Rizal yang memenangkan juara satu karena penemuan nya.

Ia telah berhasil menciptakan gelombang ultrasonik yang bisa mendeteksi keberadaan hewan. Benda yang sejenis alarm itu digunakan untuk semua jenis kendaraan.

Karena Rizal kerap kali menemukan kucing atau anjing yang mati karena ditabrak mobil ataupun sepeda motor.

Hewan-hewan itu hanya ingin menyebrang jalan, dan cenderung kecelakaan itu terjadi disaat malam hari.

Jadi kegunaan alarm itu, jika ada hewan yang mendekat maka akan berbunyi. Namun bunyi nya hanya bisa didengar oleh si pengendara saja. Sehingga tidak menggangu pengguna jalan yang lain.

Naya semakin muak mendengar cerita teman-temannya yang begitu memuji Rizal. Apalagi Rizal tergolong laki-laki yang tampan dan kaya raya. Bakatnya selalu mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya, hingga ia bisa berhasil seperti saat ini.

Layla yang sememangnya menyukai siswa berprestasi, ia ikut nimbrung mendengarkan kisah Rizal.

Semakin jengkel lah si Naya ini , Akhirnya ia terpaksa mendatangi Udin yang tengah santai duduk di belakang sambil mendengarkan musik.

Terpopuler

Comments

V3

V3

Ada apa yaaa Naya dg Rizal ❓❓❓🤔🤔🤔

2024-06-11

0

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

Ada apa nih antara Naya dan Rizal 🤔

2023-08-29

2

ir

ir

alhamdulillah akhirnya akur juga

2023-08-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!