" Lepaskan aku Medina " Selasih berontak, hingga terpaksa Medina menghentikan larinya.
Selasih menepis tangan Medina dari tubuhnya, lalu ia pergi ke arah sekolah Udin.
" Tuan Putri, tunggu! " Medina berdiri tepat di depan Selasih .
" Kamu berani sama aku? " Selasih melantangkan suaranya agar Medina sadar bahwa dia tidak berhak membantah seorang Tuan Putri.
" Tuan Putri, Mohon ampuni kelancangan hamba. Hamba cuma ingin memperingatkan, jika Tuan Putri menyalahgunakan kekuatan Tuan Putri di depan manusia, Hal ini justru akan membuat Jamaludin tidak suka "
" Bukankah Tuan Putri seharusnya tampil anggun, dan baik hati. Agar Udin jatuh cinta kepada Tuan Putri "
Selasih diam, apa yang dikatakan oleh Medina ada benarnya juga.
" Tuan Putri tahu sendiri kan bagaimana hati gadis yang bernama Prilly? Dia baik, tegas, dan berani"
Medina mencoba mengingatkan kepada gadis yang mampu meluluhkan hati Udin. Gadis yang sudah dicelakai oleh Selasih hingga buta.
Selasih mengangguk mengerti, ia menarik nafas dalam-dalam. Hampir saja ia melakukan kesalahan yang fatal. Jika ia tidak bisa menikah dengan Jamaluddin, maka tahta kerajaan siluman Serigala tidak akan pernah menjadi milik nya.
" Terimakasih Medina " Selasih menepuk pundak Medina beberapa kali, Medina mengangguk disertai sebuah senyuman.
Yah benar, kecelakaan yang menimpa Prilly bukan tanpa sebab. Itu semua adalah perbuatan Selasih , ia tidak rela Udin dan Prilly kembali bertemu.
*
" Aku melihat dia menyebabkan kecelakaan maut untuk menyingkirkan seorang gadis. Tindakan nya sudah melampaui batas, tapi untung gadis itu tidak meninggal. Aku melihat nya masih bergerak, Dan??? Kedua matanya tertusuk oleh serpihan pecahan kaca"
Layla meringis takut, penerawangan yang ia dapatkan sangat mengerikan. Sehingga membuat nya shock.
Udin sama sekali tidak tahu jika penerawangan yang didapat oleh Layla adalah Prilly. Perempuan yang sangat ia rindukan selama ini.
" Terus? Gimana ini Mas ? " Naya menautkan tangannya ke lengan Udin. Ia berharap dengan sangat, Udin akan melindungi nya dari siluman itu.
" Kalian harus menghindari nya jika dia muncul. Dia pasti akan selalu berada disekitar ku" Jawaban Udin Membuat rasa cemburu di hati Naya membuak.
" Tidak!! Kau harus bisa mengusir nya Mas " Bantah Naya manja.
" Itu tidak akan mudah Nay " Layla justru yang menjawab " Karena ini sejenis siluman, dia tidak akan pergi semudah itu"
" Terus gimana dong? Aku nggak rela kalau Mas Udin terus dipepet sama perempuan sinting itu " Umpat Naya kesal.
Udin menghela nafas panjang, lalu ia keluar dari ruang UKS untuk kembali ke kelasnya.
Prilly sudah mulai akur dengan takdir, ia menjalani kehidupan sebagai orang buta. Sekolah, ikut ilmu beladiri, dan semua nya dengan pelajaran baru.
Yoga sangat setia menemani Prilly, ia bersedia untuk mengantar gadis itu kemana pun dan kapanpun yang dibutuhkan.
Dengan harapan Prilly kelak akan bersedia membuka pintu hatinya untuk Yoga.
Tapi bagaimana Yoga bisa mendapatkan celah itu?, jika setiap saat senggang, Prilly akan mendengarkan semua rekaman suara Udin hingga berulang-ulang.
Cemburu? Sudah pasti! Tapi jika Yoga komplain, maka Prilly tidak akan bersedia untuk ditemani oleh Yoga.
***
Layla sudah membaik, ia pulang untuk pertama kalinya setelah sekian bulan semobil dengan Naya .
Itu disebabkan Udin meminta mulai detik ini, Naya harus jaga jarak. Semuanya demi keselamatan Naya sendiri.
Sepanjang perjalanan Naya tidak banyak bicara. Ia sedih dan sangat tidak rela jika harus berjauhan dengan Udin.
CIIIIIIIIIITTTTTTT
Tiba-tiba mobil yang ditumpangi Naya dan Layla ngerem mendadak. Ternyata, pak supir sudah menabrak seseorang. Layla dan Naya gegas keluar mobil untuk mengecek keadaan korban.
Rupanya seorang anak kecil, si Ibu histeris. Ia memeriksa keadaan anaknya yang terluka.
" Oh sayang, maafkan Mama nak " Ibu itu merangkul putrinya, ia menangis meratap. Memancing orang yang lalu lalang mengerumuni.
Naya dan Layla merasa sangat bersalah sekali.
" Tante, ayo kita bawa anak Tante ke rumah sakit " Ajak Naya .
Ibu itu mengangkat matanya nyalang.
" Kau harus bertanggung jawab! " Pekik nya kuat. Naya sedikit gerun mendengar teriakannya.
" Iya Tante, kami akan tanggung jawab" Layla menjawab cepat, karena ia melihat Naya begitu shock.
Dengan dibantu oleh beberapa warga sekitar, anak itu akhirnya dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Terjadi pendarahan di bagian kepalanya. Membuat Naya gemetaran, ia takut anak itu sampai kenapa-napa.
" Maafkan saya Non" Supir pribadi Naya mengucapkan kata maaf, pria paruh baya itu juga cemas. Padahal bukan salah dia juga, karena anak itu tiba-tiba melompat ke jalan sehingga ia tidak bisa mengerem tepat waktu.
Di tengah perjalanan menuju rumah sakit, Naya mencoba menghubungi Udin. Tapi tidak diangkat, akhirnya ia hanya mengirim pesan melalui WhatsApp.
" Lo kasih tahu Udin? " tanya Layla , Naya hanya menjawab dengan anggukan lemah. Telapak tangannya basah karena terlalu cemas dan panik.
Layla menggenggam tangan Naya untuk sedikit menenangkannya.
" Terimakasih"
Setibanya di rumah sakit, kedatangan korban disambut oleh beberapa suster. Si Ibu tak henti-hentinya menangis memanggil nama si anak.
Naya dan Layla mengikuti sampai di depan pintu UGD. Disini sedikit terjadi perdebatan, karena si Ibu memaksa untuk ikut masuk ke dalam meskipun sudah dilarang oleh suster.
"Aku ibunya!" Teriak si Ibu histeris.
" Bu mohon kerjasamanya ya " Meskipun sangat menjengkelkan, tapi suster tetap bersikap ramah.
" Tidak!! Aku harus memastikan sendiri anakku akan selamat" Bantah si Ibu.
Tidak ada cara lain, para perawat pria terpaksa mencekal Ibu itu. Layla pun turut membantu, di saat itulah ia mendapatkan gambaran hidup si Ibu.
Layla bagai tersengat aliran listrik, ia langsung melepaskan si Ibu dan menarik mundur kakinya.
Naya sigap mendekati Layla , ia membantu Layla untuk duduk di kursi tunggu.
" Ada apa ? " Bisik Naya .
Layla menarik nafas beberapa kali untuk memaksimalkan keadaan nya.
Si Ibu juga terlihat sudah dilepaskan oleh dua perawat pria. Ia dibimbing untuk duduk dan diberi arahan untuk tetap tenang.
Layla menelan air liurnya, tekak nya terasa kering kerontang.
Naya berniat untuk menghampiri si Ibu, namun Layla cepat mencegahnya.
" Duduk saja disini" Ucap Layla , meskipun terkesan aneh tapi Naya nurut aja.
Si Ibu mendengus kesal, ia ngedumel sendiri sambil melayangkan tatapan benci kepada Naya dan Layla .
Entah apa saja yang diumpatkan oleh Ibu itu, yang terdengar hanya gerutuan tak jelas.
Tiba-tiba telfonnya berbunyi, Si Ibu merogoh tasnya.
" Hallo sayang, hiks hiks hiks hiks" Si Ibu kembali menangis, tapi isak tangis nya terkesan dibuat-buat.
" Iya sayang, sekarang aku di rumah sakit... Iya sayang... baiklah"
Si Ibu menyudahi percakapannya di telfon, ia menuding Naya dan Layla .
" Awas ya! Kalian harus bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa putri ku" Nada bicara si Ibu begitu sengit sekali.
" Kalau tidak? Aku akan membawa nya ke meja hijau" Tegasnya menambahkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
neng ade
apa yg Layla lihat. dari si ibu itu
2024-11-10
0
neng ade
ternyata Selasih yg membuat Prilly kecelakaan hingga mengalami buta..
tapi kenapa Udin ga tau kondisi nya Prilly
2024-11-10
0
V3
spt nya si Ibu sengaja dech nabrakin anak nya biar dpt uang gnti rugi ❓❓🤔🤔
2024-06-11
0