Ke esokan hari nya, Naya menunggu kedatangan Udin di pintu gerbang sekolah. Ia ingin cepat-cepat membahas perkara tentang kondisi Gading.
Begitu Udin sampai, Naya mengikuti Udin yang terus mengendarai sepeda motor nya ke tempat parkir.
" Mas.. " Naya buru-buru menghadap Udin, pria itu baru saja melepas helm nya.
" Ada apa? " Tanya Udin setelah melepaskan jaket nya lalu menyandang tas di bahu.
" Aku dan Layla perlu bicara dengan mu "
Udin menatap kedua gadis itu secara bergantian.
" Apa kau sudah tahu bahwa itu bukan perbuatan ku? "
Naya membenarkan, Udin beralih menatap Layla .
" Apa yang kau lihat? " Tanya Udin.
" Emmm seorang pria, awalnya aku pikir itu kamu. Tapi kenapa ada sesuatu yang aneh yang membuat ku ragu bahwa itu bukan kamu?"
Udin tersenyum simpul, ia melangkah melalui koridor sekolah. Naya dan Layla mengikutinya.
" Itu memang bukan aku, Kamu jeli juga penerawangannya" Udin memuji kehebatan Layla , gadis itu jadi tersipu.
" Kita bicarakan ini nanti, di atap sekolah" Sambung Udin seraya mempercepat langkahnya.
Layla mematung, atap sekolah?? Kepalanya mendongak ke atas. Rasa takut akan penerawangannya saat bersentuhan dengan Gading membuat nya ragu untuk mengikuti perintah Udin.
Tapi apa mau dikata, Naya pun menyetujui hal itu. Karena memang atap sekolah adalah tempat yang aman untuk membicarakan sesuatu yang rahasia.
Seperti yang sudah dijanjikan, Usai jam mata pelajaran pertama. Naya dan Layla pergi ke atap sekolah. Tapi di sana mereka tidak menemukan keberadaan Udin.
" Katanya mau ketemuan disini? Tapi kok dia nggak ada ? " Naya mengangkat kedua bahunya disertai helaan nafas panjang.
" Ya udah kita turun aja yuk " Layla tidak mau lebih lama tinggal di tempat itu.
Tapi tiba-tiba Miko ,Tio dan Faisal muncul. Naya dan Layla terhenyak, rupanya mereka digiring oleh Udin untuk datang juga.
" Berlutut!! " Udin memberikan perintah tegas yang sontak diikuti oleh tiga teman Gading itu.
" Aku rasa kalian tahu tempat ini, dan kalian pasti tahu kenapa aku mengajak kalian untuk datang? " Udin melangkah mengitari tiga siswa yang termasuk Kakak kelasnya.
" Sekarang! Cerita kan lah semua nya, siapa gadis itu sebenarnya?? "
Miko , Tio dan Faisal saling berpandangan satu sama lain. Mereka sama-sama takut untuk buka mulut atau pun bertindak tidak tahu apa-apa. Karena keadaan mereka sekarang berada di tengah-tengah tebing yang menjulang.
Maju kena mundur pun kena.
" Kalian tetap tidak mau cerita? " Udin menghentikan langkahnya tepat di depan Faisal , Pria itu merunduk dalam.
" Atau akan ku Paksa kalian untuk bercerita" Udin mengambil sebatang kayu yang tergeletak tak jauh dari nya. Lalu ia memainkan kayu itu untuk menakut-nakuti ketiga teman Gading.
Faisal dan kedua temannya mulai ketakutan, keraguan menghinggapi. Apa yang harus dilakukan?
" Ji jika kami bercerita, apa kamu tidak akan menghukum kami ?" Faisal ingin melakukan negosiasi agar ada kejelasan nasibnya gimana nanti.
" Tergantung... " jawab Udin Santai " Tapi kalau kalian cerita semuanya, kemungkinan besar aku akan membantu kalian dari gadis itu"
Ketiganya saling beradu pandang, akhirnya Miko menganggukkan kepalanya sebagai tanda.
" Namanya Fatma, gadis lugu nan manis satu kelas di bawah kami " Tio mulai bercerita mewakili teman-temannya.
Kejadian itu berawal saat Faisal ,Miko ,Tio dan Gading membuat taruhan. Barang siapa yang memiliki pacar yang masih virgin? Maka dia berhak memenangkan tiket piala dunia.
Ke empatnya pun sangat bersemangat untuk mencari siswi di sekolah itu agar bisa memenangkan sayembara yang mereka buat sendiri.
Singkat cerita, Gading memilih Fatma yang akan dijadikan pacar sayembaranya. Cukup sulit buat Gading untuk menaklukkan hati Fatma.
Gadis itu sangat introvert , dan patuh kepada sang Ayah. Katanya Fatma anak broken home, kedua orang tuanya bercerai saat Fatma masih kecil. Dan sekarang Fatma tinggal bersama dengan sang Ayah.
Setelah usaha yang lumayan lama, akhirnya Fatma menerima cinta semu si Gading. Untuk mengetahui Fatma masih gadis atau bukan, tentu harus dicoba terlebih dahulu dan disertai bukti.
Melalui serangkaian bukti dan usaha, akhirnya Gading berhasil memerawani si Fatma. Ia puas karena akhirnya ia menang taruhan.
Tapi Gading ketagihan menikmati seorang perawan, apalagi Fatma sudah bucin banget.
Ia kerap kali mengabaikan perintah Ayahnya hanya untuk mengikuti kemauan Gading.
Lama kelamaan karena sering melakukan hubungan badan, Fatma hamil. Sudah tentu Gading tidak mau bertanggung jawab dan dengan santainya ia meminta Fatma untuk menggugurkan kandungannya.
Fatma terhenyak tak percaya, ia menolak dan mengancam akan mengumbar semuanya ke khalayak ramai.
Sudah pasti Gading tidak mau itu terjadi, bisa-bisa dia dipancung oleh Ayahnya.
Akhirnya ia meminta bantuan teman-teman nya untuk mengatasi masalah itu.
" Ah cuma menghadapi Fatma aja Lo udah pucat gitu hahahahaha" Goda Faisal yang disertai tawa berjamaah bersama teman-temannya.
" Kami bisa bantu kok, itu masalah gampang. Tapi kami pengen merasakan juga kenikmatan gadis perawan itu " Seloroh Tio .
" Iya , meskipun sebenarnya sudah kebobolan hahahahahaha " Tambah Miko .
" Terserah deh " jawab Gading enteng.
Disusun pun sebuah rencana, Gading mengajak Fatma bertemu usai mengikuti kelas tambahan. Keduanya bertemu di tempat biasa, yaitu atap sekolah.
Gading berjanji akan bertanggung jawab dan berencana untuk menyusun masa depan dengan Fatma.
Awalnya Fatma sangat gembira sekali, tapi begitu melihat teman-teman Gading datang. Fatma mulai panik.
Mereka meringkus Fatma dan mencekoki nya dengan minuman keras hingga Fatma teler.
Di dalam keadaan antara sadar dan tidak, mereka mengeroyok Fatma hingga pendarahan. Dan hal itu mereka lakukan berkali-kali hingga akan menjelang pagi.
Lalu mereka membawa tubuh Fatma dan dibuang nya di selokan.
" Sejak saat itu kami tidak tahu dan tidak pernah tahu kabar Fatma, ia lenyap bagai ditelan bumi " Tio mengakhiri ceritanya.
" Kalian bi*d*b!! Anjin9!!! " Teriak Naya , ia menangis mendengar kisah Fatma.
Tio , Miko dan Faisal hanya tertunduk diam. Mereka sangat khawatir mengenai keadaan mereka sendiri.
Tadi Udin mendatangi mereka dan bertanya siapakah gadis yang mereka perk0 Sa bersama-sama di atap sekolah.
Tentu mereka kaget, kejadian itu sudah hampir dua tahun berlalu. Kenapa Udin bisa tahu?
Udin mengatakan jika gadis itu kini datang untuk menuntut keadilan. Udin sendiri mengetahui hal itu saat melihat seorang laki-laki mengendap-endap masuk ke dalam rumah nya.
Dan kejadian itu adalah di malam ditemukannya Gading dalam keadaan mulut berbusa.
Rumah besar milik keluarga Idris bukan rumah yang bisa sembarangan orang keluar masuk. Jadi Udin menyimpulkan jika ini pasti ada campur tangan orang dalam.
Udin tidak segera memergoki pria penyusup itu, ia mencari tahu lebih dulu siapa antek dari pria tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
neng ade
laki2 yang menyusup ke rumah Udin itu pasti ayah nya Fatma ..
2024-11-08
0
neng ade
sadis banget si Gading dan teman2 nya iblis berwajah manusia
2024-11-08
0
V3
biadab bgt mereka 🤬😡
2024-06-11
0