NAYA MENJELASKAN

" Ayo maju ! " Fatma tersenyum miring, ia suka sekali melihat ekspresi wajah Miko .

" Kok takut? katanya berani? " Fatma mendekat dan Miko berundur.

" Sekarang saatnya kamu menyusul teman-teman mu Mik "

Miko menggelengkan kepalanya, kebetulan posisi pintu ada di belakang punggung nya. Miko langsung berbalik dan berlari secepat mungkin untuk kabur.

Tapi sayang, pintu nya justru tidak bisa dibuka.

DOR DOR DOR

" Woy buka pintunya! " Teriak Miko sekencang-kencangnya sambil menggedor-gedor pintu, Namun sayang semua nya nihil.

Pak Zainal melakukan sihir nya dengan jarak jauh, menutup jalan untuk Miko lari.

Fatma tersenyum, entah kenapa dia jadi menyukai suasana seperti ini? Jiwanya seolah berteriak kegirangan dapat menakuti seseorang.

Ia terus mendekati Miko , Pria itu segera menjauh. Tapi Miko bisa lari kemana? Atap sekolah yang tanpa genteng hanya seluas enam kali lima meter saja. Tidak ada jalan lain kecuali melompat ke bawah.

Posisi Miko kini tersudut, ia tidak mungkin melompat. Karena jarak nya terlampau tinggi. Bisa-bisa dia mati atau patah kaki.

Fatma terus mendekat, langkah nya santai namun mengerikan bagi Miko .

" Ayo sini sayang, jangan kamu jauh-jauh dari ku " rengek Fatma yang disertai tawa bahagia.

Miko menggelengkan kepalanya, ia terus berusaha mencari cara untuk bisa kabur dari Fatma.

Tapi perempuan itu terus mengekori, kemana Miko pergi? ke sanalah Fatma mengejar.

Hingga akhirnya Miko terpojok, ia terpaksa menaiki dinding pembatas.

Fatma pun turut naik, ia mengibaskan pisau di tangan ke kanan dan ke kiri. Miko sebisa mungkin menghindari sabetan pisau yang diarahkan padanya.

Hampir saja Miko terpeleset, karena gerakannya menghindari serangan Fatma. Tapi untung dia masih bisa mengimbangi.

HUFFFF

CRASH

Baru saja Miko menghela nafas lega, lengan kirinya sudah tergores oleh sabetan pisau. Awww!

Miko meringis kesakitan, darah mengalir deras. Melihat darah yang mengucur dari lengan Miko , Fatma semakin bersemangat.

Ia melangkah lebih dekat, Membuat Miko gelagapan hingga kakinya keserimpet.

Miko terpeleset, untung ia masih sempat berpegangan ke dinding pembatas atap. Namun tangan nya yang terluka tak mampu bertahan lebih lama.

Fatma tersenyum iblis, ia berjongkok di atas Miko . Tanpa belas kasih, Fatma menusuk tangan Miko yang tengah berpegangan sekuat tenaga.

AKH

Miko meringis kesakitan, tangan yang lain berusaha mencari pegangan. Tapi Lagi-lagi Fatma menusuknya.

Miko terus bertahan, ia tidak ingin mati konyol di tempat itu.

" Hahahahahaha ayo bertahan lah Miko " Fatma terus menusuk tangan secara bergantian.

Hingga akhirnya Miko tak tahan lagi, pegangan nya terlepas dan ia terjun bebas.

Tubuhnya menancap ke batang pohon yang patah beberapa hari yang lalu. Sehingga ia meregang nyawa disana.

Saat terakhir ia menghembuskan nafas, Matanya Terus memperhatikan Fatma yang berdiri penuh kepuasan menyaksikan kematiannya.

Udin sedari tadi yang hanya menjadi penonton tanpa disadari oleh keduanya. Ia kemudian pergi setelah tahu akhir dari kehidupan Miko .

Sementara Gading, sungguh sangat tersiksa dengan luka di ***********. Di tambah lagi luka tersebut dikerubungi oleh belatung. Entah dari mana asalnya, Dokter sudah berupaya untuk membuang belatung- belatung itu.

Tapi tak lama kemudian akan datang lagi belatung dengan jumlah yang lebih banyak.

Begitu pula dengan Tio , keadaannya tidak jauh berbeda dengan Gading. Sementara Faisal mungkin lebih parah lagi, matanya yang terluka pun dipenuhi oleh hewan kecil seperti maggot.

Dokter dan suster sangat geli sekali saat mengecek keadaan Faisal . Segala usaha dan upaya mereka lakukan untuk menolong, tapi percuma. Semakin dibuang, semakin banyak maggot yang bermutasi.

Faisal mengerang kesakitan, anehnya para maggot itu hanya menyantap mata Faisal . Tidak mengorek ke organ lain.

Begitu juga dengan Tio dan Gading. Tania hanya bisa terus menerus menangis. Ia memohon kepada Dokter untuk menolong putranya sesegera mungkin.

Dokter kebingungan harus berbuat apa, Hingga hasil akhirnya mereka mengusulkan untuk memanggil ustadz atau orang pintar saja.

Akhirnya Fajar pun memanggil seorang Ustadz, kedua orang tua Tio dan Faisal pun melakukan hal yang serupa.

Serta jawaban yang didapat dari Ustadz itu tidak jauh berbeda. Bahwa ini teluh dari seorang gadis yang mereka aniaya.

Tania dan Fajar serta kedua orang tua Tio dan Faisal kaget mendengar penjelasan Ustadz. Meskipun ke-tiga nya di rawat di kamar yang berbeda, tapi kejadian nya hampir bersamaan.

Tania tidak langsung percaya dengan ucapan Ustadz yang diundang nya untuk mengobati Gading.

Karena sangat tidak mungkin Gading melakukan hal yang keji seperti itu.

" Pasti Ustadz berbohong bukan? Tidak mungkin anak saya melakukan hal itu Ustadz!" Sangkal Tania.

" Tanyakan saja kepada putra anda Nyonya, jika dia jujur maka dengan kuasa Allah penyakitnya akan sembuh. Tapi jika dia berbohong? Maka siksaan ini akan semakin menjadi " Ustadz menjawab fleksibel saja.

Tania mengangkat wajahnya kepada sang suami, Fajar hanya mampu menghela nafas berat. Ia menghampiri Gading yang masih kaku.

" Gading, jika apa yang dikatakan oleh Ustadz adalah benar? Maka pergi lah kamu sejauh mungkin dan jangan pernah kembali sebelum mendapatkan maaf dari perempuan itu"

Suara Fajar begitu mencekam bagi Tania, ia tidak rela Gading diusir dalam keadaan seperti ini.

" Pa, apa yang kamu katakan? Apa kamu tega mengusir anakmu dalam keadaan seperti ini? " Tania membela Gading, sementara Gading sendiri hanya mampu meneteskan air mata.

" Aku jauh lebih tidak tega melihatnya menderita" Balas Fajar.

Tania menggeleng cepat.

" Tidak Pa! Kita sebagai orang tua yang harus turun tangan, mari kita cari perempuan itu dan meminta maaf dari nya untuk putra kita " Tania tetap tidak setuju dengan keputusan Fajar, meskipun dengan alasan untuk kesembuhannya.

" Tidak perlu repot-repot mencari Ma "

Tania dan Fajar menoleh begitu mendengar suara Naya , rupanya sejak tadi Naya sudah berada di luar menguping pembicaraan kedua orang tuanya.

" Apa maksud mu Nay ? " Tanya Fajar.

" Iya Pa, kita tidak perlu repot-repot mencari perempuan itu. Karena anak itu adalah anak dari Bik Sum "

Fajar terkejut, begitu pula dengan Tania. Keduanya saling berpandangan satu sama lain dengan pikiran yang sama.

" Dari mana kamu tahu Nay?" Fajar penasaran kenapa Naya bisa tahu.

" Tunggu tunggu!! Apa jangan-jangan Bik Sum sengaja menyodorkan putrinya untuk Gading? Atau bisa saja Gading dijebak Pa, sehingga Gading kesal dan menganiaya anak Bik Sum "

Fajar terdiam, menelaah ucapan istrinya yang mungkin saja itu benar. Tapi tidak dengan Naya , gadis itu hanya geleng-geleng kepala dengan ungkapan sang Ibu yang tak manusiawi.

" Ma, jangan menuduh sembarangan tanpa bukti. Bibik sama sekali tidak tahu hal ini, Kak Gading pun tidak tahu itu anak Bik Sum" Naya tegas sekali dalam membantah Ibunya.

" Jangan sok tahu kamu Nay!!" Hardik Tania keras.

" Kalau tidak percaya? silahkan tanya sama Kak Gading, atau tanya sama Tio dan Faisal . Mereka berdua sekarang bernasib sama dengan Kak Gading, sedangkan Miko sudah tewas secara mengenaskan di Sekolah "

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

si Tania memang busuk kelakuan nya .. tapi kenapa Fajar bisa ga tau itu .. aneh

2024-11-09

0

V3

V3

si Tania kn mmg dr awal dasar nya orang jahat yaaa jd nya sllu ja pikiran nya jahat.
anak salah jg ttp di bela nya 🤬😡🤦🤦

2024-06-11

0

Suharnani

Suharnani

Biang keroknya miko kayaknya

2024-05-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!