TENTANG GADING

Pagi adalah waktu sarapan, tempat seluruh anggota keluarga berkumpul.

Pada saat itu lah Naya memperkenalkan Layla kepada seluruh anggota keluarga. Ia menjelaskan jika Layla orang baru di kota ini, dan tidak memiliki siapa-siapa. Jadi atas dasar kemanusiaan, Naya mengajak tinggal bersamanya.

Sebenarnya Fajar merasa aneh, putrinya itu termasuk orang yang pemilih dalam hal apapun. Tapi kenapa kali ini berbeda? Apa istimewanya Layla sehingga Naya langsung berinisiatif untuk tinggal bersama nya? Satu kamar lagi.

Tapi ia hanya bisa menyetujui permintaan Naya , karena Fajar takut akan melukai hati Naya. Jika memang ada yang tidak beres suatu hari nanti, maka ia akan tegas dalam bertindak.

" Tumben-tumbenan Lo kayak gitu Nay, ngajak teman belajar kelompok aja Lo kagak pernah" Gading komplen dengan sikap adiknya yang aneh sekali.

Naya tidak menanggapi, ia hanya mencebikkan bibirnya.

Pada saat itu Udin keluar, ia baru saja datang berkumpul untuk sarapan. Udin heran, kenapa sepagi ini Layla sudah ada di rumah nya? Tapi Udin tidak mengatakan apapun, ia bersikap acuh saja.

" Naya, kenapa tidak kamu perkenalkan temanmu sama Udin ?" Tegur Fajar.

" Kami satu kelas Pa " Jawab Naya .

Fajar mengangguk mengerti.

" Mas, PR yang dikasih Bu guru kemarin punya kamu udah ?" Naya berusaha agar ia dan Udin bisa terlihat dekat.

Udin menggeleng pelan, ia lupa jika ada pekerjaan rumah yang belum ia kerjakan. Karena terlalu sibuk untuk melupakan sakit hati nya diputusin oleh Prilly.

" He aku juga belum, nanti kita kerjakan sama-sama yuk "

Fajar tersenyum menyaksikan semua itu, Cahaya pun sama.

" Aku udah kok, nanti aku share ya " Celutuk Layla , Ia tidak mungkin membuang-buang kesempatan untuk dekat dengan Udin.

" Oh baiknya, Terimakasih Layla " Naya begitu girang sekali.

" Allllaaah , kalau ada PR tu kerjain sendiri. Bukannya malah nyontek, sekarang Mama tahu sendiri kan kelakuan putri kesayangan Mama itu gimana?" Gading menyindir sang adik.

" Apa-an sih sirik aja " Cetus Naya merengut kesal.

" Sudah sudah, ini udah jam berapa? Ayo cepat habiskan sarapan nya terus berangkat sekolah " Tania memotong perdebatan kedua anaknya.

" Ok Ma " Naya menjawab dengan riang, ia menghabiskan susunya lalu mengajak Layla untuk berangkat ke sekolah.

Seperti biasa, Naya akan berangkat bersama dengan Gading. Otomatis Layla pun semobil dengan mereka.

Sedangkan Udin masih setia menyendiri naik sepeda motor.

Di perempatan jalan, Supir terpaksa menginjak rem mendadak karena ada mobil yang melanggar lampu merah.

Naya dan Layla yang duduk di jok belakang terdorong ke depan. Dan tanpa sengaja Layla menyentuh Gading yang duduk di samping supir.

" Ah " Layla terkejut, ia serta merta melepaskan tangan nya dari tubuh Gading. Gambaran hidup si Gading membuat Layla panik.

Gading mengernyit heran.

" Lebay " Cetusnya.

Naya tidak mengerti kenapa Layla begitu shock saat menyentuh Kakak nya. Wajahnya pun memucat, Ada apa gerangan??

" Lain kali hati-hati Pak " Tegur Naya kepada supir nya.

" Maafkan saya Non " Jawab si supir dengan mimik wajah penuh rasa bersalah.

" Lo nggak apa-apa ?" Tanya Naya , ia cemas dengan keadaan Layla. Yang ditanya menggeleng pelan, pandangannya terlempar jauh keluar.

Naya yakin ada yang tidak beres sampai Layla bersikap seperti ini.

Pak supir menurunkan anak majikannya di depan pintu gerbang sekolah. Gading yang turun lebih dulu, pergi begitu saja tanpa menunggu adiknya.

Terlihat ia sudah ditunggu oleh teman-temannya di sebelah pintu masuk sekolah.

" Lay... " Naya menahan langkah Layla yang hendak masuk ke dalam area sekolah.

" Apa yang Lo liat saat tadi menyentuh Abang gue ? "

Layla bingung apa yang harus ia jawab, Layla tidak ingin Naya nanti ikut campur urusan Gading sehingga menyebabkan hubungan mereka memburuk.

" Jawab Lay! Lo sekarang kerja sama gue, jadi apapun yang Lo ketahui, Lo harus ngomong sama gue " Naya mendesak Layla untuk bicara, yang tidak bisa dibantah lagi oleh Layla .

" Tapi tidak disini, ini masalah serius Naya " Akhirnya Layla buka suara.

" Ok " Naya mengedarkan pandangannya, ia mencari tempat yang aman untuk bicara.

" Kita ke atap sekolah, disana jarang ada siswa naik ke atap "

Layla menggeleng cepat, wajah putih nya semakin pucat. Naya bingung melihat ekspresi wajah Layla .

Tiba-tiba Layla menarik Naya ke belakang kantin, disana tempatnya lumayan sepi. Tapi Naya tidak suka karena bau.

" Kok Lo bawa gue kesini sih ?" Naya menutup hidungnya, tapi bau sampah makanan masih terasa di kerongkongan.

" Gue akan mengatakan nya secepat mungkin, jadi Lo dengerin baik-baik" Layla memberikan instruksi yang disetujui oleh Naya .

" Gading adalah seorang playboy"

" Iya gue tahu " jawab Naya .

" Dia juga udah beberapa kali menghamili anak gadis orang, dan menggugurkan janin nya "

Kedua mata Naya melebar, hal itu sangat mengejutkan baginya.

" Dan parahnya lagi, dia juga menodai seorang siswi secara bergilir bersama teman-temannya di atap sekolah. Sampai sekarang siswi tersebut tidak pernah datang lagi ke sekolah"

Naya semakin shock, kepalanya menggeleng pelan. Itu tidak mungkin, sangat tidak mungkin.

" Nay ,," Layla menyentuh tangan Naya , refleks Naya tersentak kaget.

" Lebih baik Lo pura-pura nggak tahu, Gading emang nggak akan jahatin Lo. Tapi teman-temannya? Kita tidak tahu "

Naya menggeleng, tidak mungkin dia membiarkan sang Kakak terus tersesat.

" Hey !"

Naya dan Layla sama-sama kaget dan spontan menoleh. Rupanya Udin yang menggertak mereka.

" Katanya mau ngerjain tugas, kok malah disini? Ayo cepat!! "

Naya dan Layla saling berpandangan satu sama lain, Layla mengangguk memberi tanda. Naya pun mengikuti, mereka berjalan ke kelas tanpa mengatakan apapun lagi tentang masalah Gading.

Udin dan Naya mengerjakan tugas dengan cepat berkat bantuan Layla. Naya merasa lucu, dia pikir Udin orang nya pinter. Karena bisa masuk lima besar murid yang lulus dengan nilai terbaik.

Tapi sekarang kok malah nyontek, sungguh menggelikan.

" Nanti ada siswi yang ketempelan karena senyum-senyum sendiri sambil ngerjain PR " Sindir Udin sembari terus menyalin jawaban dari buku tugas milik Layla .

Naya semakin tersenyum lebar.

" Mas, setahu aku kemarin kamu dapat nilai lima terbaik loh saat ujian nasional. Kok sekarang malah nyontek sih? " Naya menutup mulutnya menahan tawa.

Layla pun ikut tertawa geli.

" Belum sempat belajar" Jawab Udin tanpa rasa bersalah.

" Ohya ?? "

" Bisa diam nggak? " Tegas Udin yang langsung menghentikan tawa si Naya dan Layla .

Ia bangkit lalu kembali ke tempat duduknya. Tak lama kemudian bel tanda masuk kelas berbunyi. Satu persatu siswa siswi mulai masuk ke kelas. Dan terakhir sang wali kelas muncul seraya mengucapkan salam.

Para siswa kompak menjawab salamnya secara serentak.

" Baiklah, tolong kumpulkan tugas yang Ibu kasih kemarin ya " Pinta Bu guru.

" Baik Bu "

Terpopuler

Comments

V3

V3

Udin kn bisa pintar Krn guru privat nya si cantik Prilly , skrg kn Udin dah gak punya guru privat LG 🤣🤣

2024-06-11

0

Lutfi Sukarna

Lutfi Sukarna

Maaf ya dua hari tidak update, Ada kesibukan yang padat. Insyaallah besok Senin sudah kembali normal

2023-08-20

1

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

Kelakuanmu bener" bikin malu ortumu Gading 😏😣

2023-08-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!