Layla menatap air kolam yang kebiruan, pikiran nya menerawang jauh.
" Gue kan sudah bilang, Udin tidak bisa diterawang. Kecuali Lo udah pernah ketemu sama gadis itu" Layla menjelaskan alasannya kenapa tidak bisa menerawang siapa Prilly.
Naya melipat tangan di dada dengan kesal, padahal ia berharap banyak kepada Layla. Tiba-tiba Naya teringat sesuatu, bukan kah Ibunya Layla mengatakan jika semua waktu Layla adalah uang.
Bagaimana jika dia membayar Layla untuk semua waktunya, jadi Naya bisa bersama-sama Layla mencari tahu siapa PRILLY?.
" Em Lay,,, Berapa sih penghasilan Lo dalam menerawang orang?? "
Layla mengernyit heran, kenapa tiba-tiba Naya bertanya hal itu?
" Gue akan bayar tarif Lo dalam sebulan, tapi Lo harus bekerja sama gue " Sambung Naya.
Sontak Layla terkejut, tapi hal itu adalah hal kecil bagi Naya. Karena Layla dapat tahu dari penerawangannya bahwa Naya adalah keturunan berdarah biru. Jadi wajar jika Naya sanggup membayar jasanya.
" Serius? "
Tiba-tiba sebuah suara terdengar menyahut, Membuat Naya dan Layla menoleh hampir bersamaan.
Rupanya sedari tadi Susi menguping pembicaraan Layla dan Naya. Mendengar Naya sanggup membayar jasa anaknya dalam tarif bulanan, ia langsung bersemangat.
" Berapa kamu sanggup membayar jasa anakku?" Tanya Susi setelah ia berhadapan dengan Naya.
" Tante minta berapa? "
Merasa ini adalah kesempatan baginya, Susi tidak ingin jual mahal.
" Tiga puluh juta " Susi menyebut angka yang sangat fantastis menurut jangkauan otak nya.
" Ok Deal!!!"
Susi terpegun, Ia tidak percaya Naya akan menyanggupinya tanpa menawar.
" Nay, jangan... " Justru Layla yang menolak, anak itu segan jika harus menerima bayaran yang tidak sepantasnya.
" Bu, apa-apaan sih? Naya ini temanku loh, kok Ibu malah jual anak sama temen Layla sendiri"
" Dia yang mau " Bantah Susi tak mau kalah.
" Nggak apa-apa Lay, tapi ada syaratnya " Naya menjawab dengan yakin, Ibu dan anak itu saling berpandangan satu sama lain.
" Karena Layla udah kerja sama Naya , jadi dia harus tinggal sama Naya " sambung Naya lagi .
Ini bagai mendapatkan durian runtuh, Bukankah jika Layla tinggal di rumah Naya, dia akan sering bertemu dengan Udin. Jadi semakin mudah baginya untuk menunaikan janji nya kepada sang Nenek.
" Bagaimana Tante? " Naya menunggu jawaban dari Susi.
" Ok! Deal!" Jawab Susi cepat, Keduanya bersalaman tanda jadi.
Sejak saat itu juga, Layla ikut tinggal bersama Naya. Dan Susi langsung menutup akses mengenai iklan jasa ramalan putrinya. Ia juga segera pindah kontrakan, untuk menghilangkan jejak.
Karena Susi cukup sportif, Layla sudah dikontrak kerja oleh Naya. Jadi dia tidak boleh mengambil job lain.
" Ini kamar Udin " Naya menunjuk kan kamar Udin kepada Layla.
" Yuk kita masuk " Ajak Naya yang langsung mendapatkan penolakan dari Layla.
" Lo gila apa?? Nanti kalau ketahuan gimana?"
Naya tersenyum santai.
" Tenang aja, tadi gue udah ngintip si Udin. Dia udah pergi seperti biasanya, setiap malam Udin akan terbang jauh. Entah pergi kemana dia ? Hampir subuh dia baru balik "
Kini Layla mengerti kenapa Naya membangunkan nya saat ia mulai terlelap?
Naya mengajak Layla untuk masuk dengan senyap. Mereka ingin memeriksa kamar Udin, siapa tahu di dalam sana ada petunjuk mengenai Prilly.
Kujang yang kebetulan tengah bermain game menggunakan iPad milik Udin, tidak menyadari jika ada dua gadis diam-diam masuk ke dalam kamar Udin.
Ia terlihat sangat fokus bermain candy crush Saga, Naya juga tidak tahu jika di balik tempat tidur nya si Udin. Ada Kujang yang selonjoran di lantai.
" Astaghfirullah" Naya kaget sekali, Kujang pun terlonjak kaget.
" Ada apa Nay ?" Tanya Layla.
Naya tidak langsung menjawab, ia mengurut dadanya karena jantung nya hampir copot.
" Ngapain kamu disini? " Tanya Kujang.
" Huffff kebetulan ada kamu Jang... Boleh aku bicara sama kamu? " Naya tidak ingin disangka yang bukan-bukan, jadi dia memilih untuk menginterogasi Kujang saja.
Layla bingung, bicara dengan siapa Naya ?
" Mau bicara apa? " Tanya Kujang lagi.
" Aku ingin tahu mengenai Prilly, siapa dia ? Dan kenapa dia mutusin Udin?? "
Kujang melirik Layla , ia heran kenapa si peramal itu ada disini?? Apa ini sudah panggilan takdir??
" Aku juga nggak tahu alasan Prilly putus sama Udin. Tapi untuk menjelaskan tentang dia. Aku juga bingung harus mulai dari mana ?" Kujang menjawab diluar ekspektasi Naya .
" Tapi kamu tahu persis seperti apa dia ?" Pertanyaan kedua untuk Kujang dari Naya .
Kujang mengiyakan.
" Bagus!! Lay... Ini Kujang tahu tentang Prilly. Lo bisa kan nerawang Kujang?"
Sontak Kujang ketawa cekikikan, Membuat Naya heran.
" Ngeliat aku aja nggak bisa, gimana mau nerawang? "
Layla bingung sedari tadi, bicara dengan siapa Naya sebenarnya?
Sekali lagi Naya menghela nafas kecewa, Bagaimana caranya ia bisa tahu mengenai Prilly . Naya sangat penasaran sekali dengan gadis yang bisa menaklukkan hati Udin itu. Dengan cara apa dia bisa membuat Udin jatuh hati padanya?
Sedangkan di tempat lain, Udin mendatangi rumah Prilly. Ia ingin tahu apakah Prilly pulang ke rumah nya? Udin sangat ingin bertemu dengan Prilly.
Dia ingin meminta penjelasan yang masuk akal, kenapa tiba-tiba Prilly memutuskan hubungan secara sepihak?
Bagi Udin hubungan mereka belum putus sepenuhnya. Karena ia tidak ingin mengakhiri hubungan tanpa alasan yang jelas.
Ini hati dan perasaan, kenapa Prilly begitu kejam? Bukankah dia mengakui Udin adalah calon suaminya? Mengapa setelah hatinya benar-benar terpaut, Prilly begitu tega meninggalkannya.
Udin duduk memeluk lutut di dahan pohon besar. Ia mengamati rumah besar milik Prilly. Terbayang bagaimana ia pertama kali bertemu gadis itu? Prilly perempuan yang sangat tegas, itulah daya tariknya. Ia juga cantik dan cerdas.
Suara kokok ayam menyadarkan Udin dari lamunannya. Ia gegas bangkit lalu kembali melesat terbang untuk pulang.
Hari ini sama dengan hari-hari sebelumnya. Ia terpaksa menelan kekecewaan karena belum mendapatkan kabar apapun mengenai Prilly.
Tapi Udin yakin suatu hari nanti, ia pasti akan bisa bertemu dengan pujaan hatinya itu.
Keadaan tidak jauh berbeda dengan Prilly, sejak ia divonis buta secara permanen. Gadis itu hanya bisa termenung sendiri.
Sesekali ia akan mendengarkan percakapan Udin dan dirinya di telfon yang sengaja ia rekam. Hanya itulah pelipur laranya.
Latuluna hanya bisa menatap sedih keadaan putrinya itu. Ia berharap segera mendapatkan donor mata untuk Prilly. Agar sang anak tercinta bisa kembali ceria. Latuluna akan melakukan apapun untuk Prilly.
" Hay "
Tiba-tiba sebuah suara menyapa, membuat Prilly refleks mematikan rekaman suara Udin.
"Yoga"
Pria yang senantiasa datang untuk menghibur Prilly tersenyum tipis.
" Gue datang bawa kabar gembira buat Lo "
Prilly mengernyitkan keningnya.
" Kabar apa ?"
" Biar Lo nggak kesepian, gue bawa anjing. Anjing ini bisa bantu Lo jalan, dia akan jadi mata buat Lo. Dan lagi gue bawa buku braille, jadi Lo bisa belajar membaca tanpa harus melihat. Ohya... Lo kan sudah belajar banyak mengenai ilmu bela diri? Jadi gue akan ngajarin Lo bela diri tanpa melihat juga. Intinya gue akan ngajarin Lo untuk menajamkan Indra pendengaran "
Prilly tersenyum lebar.
" Makasih ya Yog " Prilly meraba mencari tangan Yoga, pria itu tahu jadi ia mengulurkan tangannya sendiri.
" Lo udah banyak bantu gue"
" Nggak apa-apa, hanya ini yang bisa gue lakuin buat Lo. Agar Lo bisa lebih percaya diri lagi. Dan Lo tidak insecure jika nanti Udin datang menemui Lo "
Mendengar nama pria itu, Prilly langsung tertunduk. Ia meremas kemejanya perlahan. Dadanya berdenyut sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
neng ade
Udin blm tau jika Prilly menjadi buta karena kecelakaan itu
2024-11-08
0
🟢⏤͟͟͞R🔰π¹¹™𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆❤
padahal meski Udin tau kalo Prilly buta sekalipun, Udin pasti akan tetap menerima Prilly🥺🥺
2024-08-25
0
V3
dulu aku jg main nya game Candy Crush Saga tp skrg aku lbh suka nya baca Novel 🤣🤣
2024-06-11
0