BAB 16

Semua berjalan seperti biasa, sesekali Noah menelpon yang tentu saja akan di abaikan oleh Naya. Naya tidak akan menaruh harapan apa pun kepada Noah.

Naya semakin sibuk dengan pekerjaannya melayani tamu. Tapi, entah kenapa, setelah Noah, ia tidak pernah disuruh untuk urusan ranjang lagi. Ia hanya diminta untuk bernyanyi, menuangkan minuman alkohol, dan sesekali mereka menciumnya atau meraba tubuhnya. Tapi, hanya seperti itu. Jika tamunya sudah berasa bergairah, mereka akan meminta Naya di tukar.

Semua terjawab, ketika Naya meminta Clara mencari tahu.

“Itu semua permintaan Tuan Noah.”

Naya membelalak. “Hah? Kenapa Madam Riya setuju?”

“Tidak ada yang bisa menolak permintaannya. Dia adalah pewaris perusahaan Elmer Company. Mereka sudah memiliki banyak anak perusahaan. Meskipun dia belum memegang perusahaan utama, tapi semua anak perusahaan yang ia pegang berhasil masuk ke dalam daftar perusahaan dengan tingkat laba tertinggi selama beberapa tahun.” Clara menjeda.

“Dengan uang sebanyak itu, ia bisa memerintah dan membeli apa pun. Kau sendiri tau, bagaimana Madam Riya sangat mencintai uang,” lanjutnya.

“Darimana kau tau info sebanyak itu.”

Clara memicing. “Aku suka membaca. Meskipun tidak punya ponsel, tapi majalah dan koran membuatku tidak ketinggalan informasi apa pun.”

Naya bertepuk tangan dengan kagum, sementara Clara menegakkan duduknya dengan bangga.

“Lalu apa rahasiamu dengan Vicky tentang Noah?”

“Rahasia?” Clara bingung.

“Iya, kau ingat waktu malam pertama Noah menjadi klienku. Vicky seperti ingin mengucapkan sesuatu, tapi kau melarangnya.”

Clara ingat, dan apa yang Vicky mau katakan waktu itu.

Clara berpindah duduk ke ranjang Naya, agar suaranya tidak perlu terlalu besar.

“Tuan Muda Noah—”

“Panggil saja dia Noah. Dia tidak ada di sini.” Naya protes.

“Ah, maaf. Kebiasaan.” Clara tertawa. “Sebelum kau datang, Noah hanya sesekali ke sini. Ia biasa memesan wanita, tapi tidak pernah sampai tidur dengan mereka. Karena itu, wanita-wanita yang menemaninya sangat frustasi. Mereka seperti di buat terlena tapi tidak disentuh.”

Naya tidak mengerti. “Lalu?”

“Suatu malam, Madam Riya meminta secara khusus seorang wanita bernama Freya untuk menemani Noah. Ia seperti pelacur tingkat atas. Hanya melayani mereka yang punya uang banyak. Keahliannya kau tidak perlu tanya, ia sangat ahli dengan semua hal.”

Naya bergidik. “Semua?”

Clara mengangguk tegas. “Dia adalah salah satu wanita yang berhasil membuat Noah tidur dengannya. Setelah malam itu, Freya selalu kembali, tapi Noah tidak muncul. Ia meminta kontak Noah dari Madam Riya, tapi tidak diberi. Freya yang frustasi akhirnya mengungkit kalau Noah sangat nikmat dan lembut sekaligus. Saat itulah kabar tentang Noah di atas ranjang tersebar.”

Wajah Naya bersemu, ia tau rasanya.

Clara mendorong kepala Naya pelan. “Kau jangan bernostalgia dulu. Aku masih belum selesai cerita.”

Naya terkekeh.

“Freya nekat mendatangi Noah ke kantornya. Di sana, ia berharap Noah akan senang bertemu dengannya. Tidak ada yang tau kenapa wanita sekelas Freya berpikir seperti itu. Yang aku tau selanjutnya adalah, Freya di tampar oleh Noah dan di seret keluar. Sejak saat itu, tidak ada yang tau dimana Freya dan apa yang terjadi.”

Naya membelalak. Ia tidak tau, Noah bisa sekasar itu. “Darimana kau tau semuanya? Tidak mungkin ada majalah atau koran yang memberikan informasi setidak penting itu, kan?”

“Dari Vicky,” bisik Clara.

“Lalu darimana Vicky tau?”

Bahu Clara naik turun. “Mungkin kau bisa tanya itu sama orangnya langsung.”

Tiba-tiba suara getaran dari ponsel yang Naya simpan di laci meja rias terdengar. Naya tidak bergerak untuk mengangkatnya.

“Kau serius mengabaikan dia?”

Naya hanya diam menunggu bunyi getaran itu berhenti sendiri.

“Baiklah, terserah padamu.” Clara beranjak dari tempat tidur Naya dan menuju ke ranjangnya.

Naya tidak bereming. Sebenarnya, ia penasaran dengan apa yang terjadi. Ada hal ganjil tentang Noah. Kenapa Noah mendatangi rumah pelacuran? Padahal ia bisa menyewa wanita high class seperti Freya dengan mudah lalu tidur di hotel. Lalu kenapa Noah yang sangat dingin bisa tiba-tiba lembut saat di ranjang? Dan kenapa Noah memilih tidur dengannya sejak pertama mereka bertemu?

“Kau tau? Noah membayarku satu miliar saat malam pertama aku bersamanya.” Naya bersuara.

Clara yang sudah berbaring, langsung duduk kembali setelah mendengar kalimat Naya. “Apa? Satu Miliar?”

“Apa dia membayar Freya semahal itu juga?”

“Naya. Freya hanya dibayar 50 juta untuk menemani Noah malam itu. Dan itu adalah angka yang sangat besar untuk wanita sekelas Freya.”

Sekarang, pertanyaan Naya bertambah satu lagi. Kenapa Noah mengeluarkan uang sebanyak itu untuk dirinya?

...****************...

Terpopuler

Comments

AR Althafunisa

AR Althafunisa

ya karena dia jatuh hati padamu 😪

2023-10-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!