BAB 14

“Cari tau kenapa Mike bisa mengenal Naya. Dan apa hubungan mereka,” perintah Noah tegas.

“Baik, Tuan,” jawab Rio, sekretaris pribadi Noah lalu berjalan keluar dari ruangan besar itu.

Noah mengusap wajahnya yang lelah lalu menyandarkan punggungnya di atas kursi kerjanya. Benar kata Riya, untuk membebaskan Naya, akan sedikit sulit. Dalam dunia bisnis, tidak ada yang tidak mengenal Mike. Bukan hanya karena ayahnya adalah salah satu pengusaha besar. Tapi Mike adalah salah satu pesaing bisnis yang selalu mencari cara kotor untuk menjatuhkan salah satu perusahaan yang ia pegang.

Noah berpikir sangat keras, hingga kepalanya terasa seperti ingin meledak. Jika Mike mengetahui kalau sekarang Noah ingin membebaskan Naya, Mike pasti tidak akan tinggal diam. Ia tidak akan segan-segan menggunakan Naya sebagai kelemahannya.

Di tengah semua kekalutannya, sekretarisnnya itu mengetuk pintu lalu masuk dengan wajah yang sedikit tegang.

“Tuan. Anda harus ke Paris malam ini.”

Noah mendongak, meminta penjelasan lebih.

“Anda sekarang bertanggung jawab di kantor pusat. Ayah anda, Tuan Elmer sudah menandatangani surat penunjukkannya”

Noah memejam sambil menghela napas. “Di mana tua bangka itu?”

“Sedang dalam perjalanan pulang.”

Noah berdiri, mengambil jasnya yang tergantung lalu melangkah keluar, Rio mengikutinya dari belakang.

Noah membanting pintu rumah yang berdaun lebar dan tinggi, lalu masuk dengan langkah marah mencari ayahnya yang sedang santai menikmati teh hangat di ruang keluarga mereka.

“Apa maksud Ayah?” bentaknya.

“Sekretarismu sudah menjelaskan, bukan?”

“Persetann dengan kantor pusat. Aku tau, di sana tidak ada masalah. Kenapa tiba-tiba aku harus ke sana?”

“Tutup mulutmu, Noah. Kau satu-satunya pewaris. Sudah sepantasnya kau bekerja dengan benar. Bukan mengurusi pelacur.”

“Kenapa kau peduli?” Noah melupakan tata kramanya. Hatinya selalu memanas setiap ada yang menyinggung pekerjaan Naya. Noah selalu tau bagaimana tatapan penuh luka yang selalu ada di manik mata cokelat wanitanya.

“Jaga sopan santunmu!” Ayahnya tidak kalah mengerikan. Meskipun ia berada di kursi roda, tapi auranya masih terasa berat.

“Aku tidak akan ke mana-mana.” Noah berbalik.

“Ibumu sudah ada di sana sejak kemarin. Dia akan menerima perawatan di sana. Aku tau, kau tidak bisa jauh dari ibumu.”

Ucapan Elmer berhasil membuat Noah menghentikan langkahnya. Hati Noah meringis. “Kenapa baru sekarang? … Kenapa baru sekarang ayah peduli?” Noah berbalik kembali meminta penjelasan.

Elmer hanya diam, lalu menyesap teh hangatnya kembali. Noah tertawa melihat ayahnya yang tak acuh.

“Jangan bilang kalau Ayah lakukan itu bukan karena Ibu. Tapi karena ingin memaksaku ke sana.”

Masih tidak ada jawaban. Noah membuang wajahnya. Sebelum keluar, ia dengan sengaja menyenggol sebuah guci tinggi berharga puluhan juta hingga bunyi pecahan menggema dirumah besar itu.

Elmer tidak bergeming, tapi ia menghembuskan napasnya dengan berat. “Maaf, Nak. Ini demi kebaikanmu,” gumamnya yang tidak di dengar siapa pun.

“Anda mau kemana, Tuan?” Rio membukakan pintu belakang untuk Noah. Tapi, Noah malah membuka pintu di tempat kemudi lalu menyalakan mesin dan meninggalkan Rio di sana.

Noah harus bertemu Naya malam ini. Ia mengambil ponselnya menghubungi Riya.

“Suruh Naya menunggu di ruanganku.”

“Baik, Tuan. Seperti biasa, VVIP 1.”

Noah langsung memutuskan sambungan telepon itu. Ia menekan pedas gasnya semakin dalam. Ia membutuhkan Naya. Kalau tidak, mungkin ia harus menembakkan pistol ke kepalanya sendiri yang sudah sangat sakit.

...----------------...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!