Nenek tertawa.
Sementara Damian sangat sakit hati. Tetapi ia menahannya dan tersenyum.
"Damian." Panggil Siera.
Damian segera menoleh ke arah sumber suara. Ia beruntung karena Siera segera tiba. Jika tidak ia ingin sekali melahap habis nenek Aulia yang mempermainkannya.
"Nona Siera." Damian segera berdiri dan menghampiri Siera yang membawa dua koper lalu mengambil alih kedua koper itu dari tangan Siera.
Aulia dan Handayani melihat Siera yang membawa koper keluar.
"Nak, kamu mau kemana?" tanya Handayani dengan kening berkerut.
"Ah ibu, aku lupa memberitaumu. Hari ini Aku dan Gavin akan pindah ke rumah baru."
Handayani dan Aulia terkejut. "Jadi kalian membeli rumah baru?" tanya Aulia.
"Iya nek. Gavin tidak ingin merepotkan keluarga disini. Jadi dia memutuskan membeli rumah." kata Siera.
"Haha bagus, jika seperti itu nenek juga mendukung. Kalian memiliki rumah sendiri itu akan membuat kalian bersikap lebih dewasa dan mandiri. Tapi kalian jangan lupa sesekali kunjungi nenek." kata Aulia.
"Ya nek, nanti setiap akhir pekan aku akan mengunjungi nenek." kata Siera.
Kemudian ia berpamitan kepada Aulia dan Handayani sementara Anggoro akan di beritaukan melalui telepon nanti.
Damian memasukkan kedua koper di bagian bagasi, setelahnya ia masuk ke dalam kursi dan mengendalikan kemudi.
"Nek, ibu. Aku pergi dulu." kata Siera lalu memasuki mobil. Sementara Aulia dan Handayani mengantar kepergiannya di teras rumah. Setelah mobil Siera melaju mereka kembali masuk rumah.
"Ternyata Siera sudah besar sekarang." kata Aulia seraya menghela nafas.
"Iya bu. Dulu saat masih di gendongan ia terlihat sangat lucu dan menggemaskan."
"Hm, dulu saat pertama kau dan Anggoro pergi dia menangis setiap malam. Tetapi sekarang itu tak berlaku lagi." Baik Handayani maupun Aulia sama sama membayangkan saat dulu Siera masih kecil. Sangat lucu dan menggemaskan.
Sementara itu Siera sudah sampai di lake garden wood perumahan elit yang tidak semua orang bisa membelinya.
Ia tertegun untuk sesaat dengan kemewahan rumah dihadapannya ini. Ia berseru senang karena tidak semua orang bisa tinggal disini. Sangat megah dan menakjubkan.
"Nona ini kunci rumahnya, sebentar lagi perabotan yang tersisa akan datang." kata Damian.
Karena semalam telah banyak orang lembur kini tinggal barang barang yang tersisa belum di antar.
Siera menerima kunci rumah lalu memasuki rumah. Ia ternganga betapa rumah itu sudah rapi dan bersih. Ia melihat sudah ada sofa diruang tamu. Di ruangan tengah juga ada tivi yang besar seperti layar lebar. Juga dilengkapi sofa yang lebih unik.
Ia ingin sekali menangis, karena Gavin yang terlihat cuek dan dingin bisa mengerti dengan dirinya yang sudah lama ingin beli rumah di sana.
"Nona, barangnya sudah tiba." kata Damian membuyarkan lamunan Siera.
"Mau di taruh di mana barang barang ini?" tanya pengantar barang.
Siera tertegun sejenak. Itu adalah beberapa kardus yang ada tulisan beberapa merk terkenal.
"Apa itu?" tanya Siera mengerutkan kening.
"Itu beberapa gaun dan baju baju ganti untuk nona selama tinggal disini. Tuan sudah menyiapkannya." kata Damian.
Siera terperanjat mendengar gaun dan pakaian santai. Padahal dapat di lihat setiap baju yang memiliki merk terkenal itu memiliki harga yang fantastis.
"Nona, anda akan tinggal di kamar mana. Biar pengantar barang ini menata nya." kata Damian membuat kesadaran Siera kembali ke akal sehatnya.
"Di kamar lantai atas." kata Siera dengan cepat.
Pengantar barang itu satu persatu membawa kotak kardus dan membawanya ke lantai atas.
Siera menunjukkan kamar yang akan dipakainya.
"Dikamar ini." kata Siera. Karena di lantai atas ada empat kamar. Maka ia bebas memilih kamar yang mana saja.
Pengantar barang itu menata pakaian langsung ke dalam lemari sesuai dengan warna sehingga nanti Siera akan mudah untuk mengambilnya.
Saat menunggu pengantar itu selesai menata ia memilih menuju dapur. Tadi sebelum pergi ia belum sarapan sama sekali.
Di dapur semua barang sudah tertata rapi. Di dalam kulkas juga sudah tersedia beberapa stok sayuran dan daging dalam satu bulan ke depan. Teliti sekali.
Siera mengambil telur, wortel, kentang dan kol untuk ia masak menjadi telur orak arik. Tanpa menunggu lama ia sudah mulai mengotak atik sayuran itu menjadi irisan kecil kecil.
Dengan telaten ia mengolahnya menjadi telur orak arik sayuran. Dia menyajikannya di atas piring dan membawanya ke meja makan.
Ini sudah hampir jam sepuluh jadi ia sudah sangat lapar. Langsung dilahap tanpa sisa. Selesai sarapan ia membersihkannya ke tempat semula sehingga dapur itu tetap rapi seperti keadaan semula.
"Nona, apa anda mau jalan jalan. Biar saya tunjukkan beberapa di sekitar rumah ini." kata Damian.
"Hm boleh juga." kata Siera mengangguk.
Damian pun membawa Siera berjalan jalan di sekitar rumah itu. Ia menjelaskan satu persatu setiap ruangan yang ada juga disekitar luar rumah.
Siera merasa puas karena rumah ini selain nyaman juga dilengkapi fasilitas yang lengkap.
Kolam renang, ruang fitnes, ruang kerja, taman, kolam ikan dan ada banyak ruangan lainnya. Nanti jika ada keluarga besar yang datang juga sudah ada kamar lain. Jadi ia tidak perlu repot untuk menata kasur agar bisa tidur bersama.
"Sangat bagus Damian, kau memilih rumah di perumahan ini membuat aku merasa nyaman dan cita citaku juga telah tercapai."
"Ini yang dipilih tuan Gavin sendiri." kata Damian. "Nona nanti juga ada perekrutan pembantu di rumah ini nanti anda bisa memilih sendiri pelayan yang akan anda tempatkan."
"Baiklah, jam berapa mereka akan datang?" tanya Siera.
Damian melihat jam di tangannya. "Sekitar jam satu siang." kata Damian.
"Hm baiklah masih ada waktu untukku beristirahat."
"Nona sudah tidak ada kerjaan lagi disini. Kalau begitu saya akan kembali ke kantor."
"Hm, pergilah." kata Siera.
Damian pun pergi meninggalkan rumah megah itu dan kembali ke perusahaan.
Selain itu para pengantar barang pun selesai menata, mereka pun pamit pulang.
Kini hanya tinggal Siera seorang yang berada di rumah itu. Ia memilih pergi ke kamarnya untuk mencoba kasur barunya.
"Sudah selesai?" tanya Gavin begitu melihat kedatangan Damian ke kantor.
"Sudah tuan, kata nona Siera, ia merasa puas atas pemberian rumah itu kepadanya." kata Damian.
"Bagus. Akhir bulan akan dapat bonus karena kau sudah menyenangkan hatiku." kata Gavin. Damian pun berseru senang.
Tepat jam satu siang Siera harus terganggu dengan suara bel pintu depan. Siera melihat jam, ia pun teringat jika siang ini akan ada pelayan yang akan datang. Ia membasuh wajahnya dan menggati pakaiannya. Setelah itu ia membuka pintu.
Di sana ada sekitar sepuluh orang yang di rekomendasikan bekerja di sana.
"Nona, ini adalah wanita yang akan bekerja disini. Jika selama sebulan anda tidak puas dengan kinerja mereka anda bisa mengirimnya kembali." kata seorang wanita yang ia tebak adalah orang yang menyalurkan jasa pelayan.
"Hm." Siera mengangguk.
Ke sepuluh wanita itu berjajar rapi dengan tas besar di setiap tangannya.
Mereka masih terlihat muda dan cantik cantik.
"Mereka memiliki bakat sesuai yang anda inginkan." kata Sari menerangkan.
"Baiklah, selama seminggu masih masa pengetesan. Mereka bisa tinggal disini dan bekerja mulai hari ini." kata Siera.
Tampak wajah mereka berseri seri.
"Baiklah, kalau begitu saya pamit nona Siera." kata Sari.
"Hm." Siera mengangguk.
Setelah Sari pergi, Siera mengantar mereka hingga ke rumah yang berada di bagian belakang. Di sana pelayan akan di tempatkan. Di sana ada enam kamar. Satu dapur dan ada ruangan santai. Jadi mereka bisa bebas melakukan apapun di rumah itu.
"Kalian bisa tinggal disini mulai hari ini." kata Siera.
"Baik nyonya." kata mereka serempak.
"Kalian nanti harus membagi tugas. Jadi kalian tidak perlu mengerjakan tugas dua kali. Cukup satu orang punya tugas satu. Kalian harus bekerja sama." kata Siera.
"Baik nyonya." jawab mereka serempak.
"Mengenai gaji, kalian bisa mengajukan harga." kata Siera.
"Nyonya, kami bisa digaji sesuai UMR. Bonus di akhir tahun bisa mendapatkan cuti setiap hari raya." kata salah satu mewakili mereka.
"Oke. Aku setuju." Siera mengangguk.
"Baikah. Kalian bisa istirahat sekarang."
"Baik nyonya." Jawab mereka serempak. Setelah itu Siera kembali ke rumah utama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments