Paman akan berusaha melakukan yang terbaik agar tidak terjadi sesuatu terhadap ayahmu."
"Sebentar paman, seandainya paman gagal melakukan seperti yang paman katakan, apa yang akan terjadi terhadap ayah, paman?" tanya Albert
"Maka ruang dimensi tanpa waktu tersebut akan menghilang" jawab Vota.
Albert semakin terpukul atas jawaban paman Vota. Maka Albert menawarkan diri untuk membantu Vota melakukan penyelamatan ayahnya. "Paman, ini semua karena kecerobohanku. Aku bertanggungjawab atas kejadian ini. Izinkan aku melakukan sesuatu untuk menyelamatkan ayah."
"Apa yang bisa kau lakukan, Albert?" tanya Vota.
"Aku akan kembali ke mesin waktu tersebut."
"Tidak bisa, Albert. Resikonya sangat besar. Paman harus mereset ulang mesin waktu tersebut."
"Tidak ada jalan lain, paman. Albert hanya minta izin dari paman, selebihnya adalah tanggung jawab Albert, jika terjadi sesuatu terhadap Albert, itu adalah kehendak Albert sendiri." kata Albert.
"Paman tidak bisa membiarkan dirimu sendiri melakukannya. Baiklah, paman akan ikut serta bersamamu memasuki mesin waktu tersebut." Lalu Vota mengajak Albert memasuki pintu kemana saja, dan langsung berada didepan mesin waktu.
Seorang penjaga mesin waktu segera mendekati Vota, lalu Vota berkata. "Selamat siang. Kalian berjaga-jagalah di sini, saya akan memasuki mesin waktu ini bersama Albert keponakan saya."
"Baik tuan, kami segera melaksanakannya." Beberapa penjaga berbaris menjaga mesin waktu.
"Mari Albert, ikuti saya. Ingatlah, jangan jauh dari pengawasanku. Ekspedisi kali ini sangat berbahaya." Vota menjelaskan.
"Baiklah paman, Albert akan mengikuti perintah paman." Albert mengikutiku Vota.
"Tuan, apakah perlu saya persiapkan peralatan perlengkapan standar keamanan untuk tuan Vota dan tuan Albert?" Penjaga yang melihat Vota dan Albert tidak menggunakan perlengkapan standar keamanan, segera menanyakan kepada Vota.
"Tidak perlu. Saya adalah pengecualian bagi mesin ciptaan saya." Kalian cukup berjaga-jaga saja disini." kata Vota.
"Baiklah tuan Vota, silahkan." beberapa penjaga meninggalkan tempat itu.
Vota dan Albert segera memasuki mesin waktu tanpa perlengkapan standar keamanan. Ketika pintu mesin waktu terbuka, tiba-tiba angin kencang menyedot mereka, termasuk seluruh penjaga. Vota memegangi tangan Albert, dan memasuki mesin waktu tersebut dengan berhati-hati. Sementara para penjaga berpegangan pada tiang yang terdapat didekatnya, agar tidak tersedot oleh angin yang menyedot sangat kencang.
Beberapa saat Vota dan Albert kehilangan kesadaran, tidak lama kemudian mereka sadar dan telah berada didalam ruang dimensi tanpa waktu, yaitu ditengah hutan yang gelap gulita.
"Paman, disinilah aku pernah bertemu dengan ayah. Tapi sekarang dimana keberadaan ayah?" Albert masih mengingat bahwa dia pernah ke sini.
Vota melihat ke kanan dan ke kiri. "Ayahmu pasti masih berada disekitar sini. Ayo kita susuri jalan setapak ini, mungkin diujung jalan ini kita akan bertemu ayahmu."
Tidak salah lagi, dari kejauhan mereka melihat ada seberkas cahaya seperti ada sebuah tempat tinggal. Mereka mendekatinya dengan segera, dan telah terlihat oleh mereka sebuah pondok kayu.
"Itu paman, tempat saya berjumpa dengan ayah. Ayo paman, kita segera kesana. Mudah mudahan ayah masih berada disana." Albert menunjuk ke sebuah pondok.
"Ayo Albert, saya juga yakin bahwa disana ada seseorang. Tidak mungkin sebuah pondok memiliki lampu yang terang jika disana tidak ada siapa-siapa." Vota yakin, ada seseorang yang tinggal di sana.
Ketika mereka telah sampai didepan pintu pondok kayu, mereka segera memanggil. "Ayah, apakah engkau berada didalam?. Ini saya Albert anakmu bersama dengan paman Vota"
"Bion, apakah engkau berada didalam?." Vota ikut memanggil.
Mereka berdua memanggil dari luar, tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa didalam pondok kayu itu ada seseorang. Lalu Vota dan Albert memasuki pondok tersebut. Dilihatnya kesana kemari, tidak ada seseorang didalam.
Vota bersama Albert mencari Bion ke seluruh tempat, tidak ditemukannya jejak keberadaan Bion.
Lalu mereka keluar pondok kayu itu untuk mencari Bion diluar. Di seluruh tempat telah dijelajahinya, namun tidak juga menemukan Bion.
"Paman, mungkinkah ayah tenggelam di sungai ini?" Albert menunjuk sungai yang sangat lebar di hadapannya.
"Tidak mungkin, Albert. Untuk apa ayahmu melakukan sesuatu yang tidak berguna." Jawab Vota.
Albert mengangguk, tanda mengerti penjelasan Vota. Akhirnya mereka kembali ke pondok kayu tadi.
Vota memperhatikan sebuah layar monitor-layar yang terletak diatas sebuah meja. "Albert. Coba kau lihat layar monitor-layar itu. Apakah engkau melihat sesuatu kejanggalan?"
"Iya, paman. Aku melihat layar monitor-layar ini seperti layar monitor-layar yang berada didalam bengkelku!" Jawab Albert.
"Engkau punya bengkel, Albert?"
"Iya, paman. Disanalah tempat aku pergi yang akhirnya aku berada di wahana milik paman."
"Dan, mungkin dari sanalah ayahmu menghilang?"
"Iya, paman. Aku juga berfikir demikian, tapi aku belum bisa membuktikannya."
Vota mendapatkan sebuah petunjuk. "Sudah terpecahkan permasalahannya... Berarti ayahmu sudah melalui layar monitor-layar ini dan berpindah dimensi!"
"Baiklah, sekarang kita sudah mengetahui keberadaan ayah. Mari paman, kita mencarinya."
"Tidak sesederhana itu, Albert. Layar monitor-layar ini belum terhubung dengan piranti tambahan. Bagaimana mungkin ayahmu pergi tanpa tujuan?" Vota menjelaskan.
"Iya juga sih, lalu apakah ayah tidak sengaja memasukinya?"
"Ya. Sudah pasti bukan kehendak ayahmu. Tugas kita semakin rumit untuk menemukan ayahmu"
"Lantas, sekarang apa yang harus kita lakukan, paman?" tanya Albert.
"Nanti paman akan memikirkannya. Sebaiknya kita kembali ke wahana, sebentar lagi durasi akan berakhir. Lagipula, engkau Albert, harus segera pulang ke rumahmu, kasihan keluargamu yang menunggumu."
Mereka berdua berpegangan tangan sambil menunggu detik-detik terakhir kepulangan, dan akhirnya mereka kembali ke wahana.
Sesampainya di wahana, Vota memberitahu Albert bahwa Vota yang didepan Albert bukanlah Vota yang sesungguhnya, melainkan hanya sebuah robot. "Albert, ada satu hal yang perlu engkau ketahui. Sesungguhnya paman bukanlah manusia, melainkan robot. Ayahmu sudah mengetahui hal ini, ibumu juga sudah mengetahuinya. Vota yang sesungguhnya berada di suatu tempat, yang mana jika engkau ingin menemuinya harus memiliki kemampuan tekhnologi tinggi dan juga spiritual."
"Aku tidak memahami perkataan paman. Bisakah paman menjelaskan secara spesifik?" tanya Albert.
"Paman tidak diizinkan oleh tuan Vota untuk menjelaskan secara spesifik. Mungkin engkau bisa mengetahui hal ini dari ibumu." Vota takut melakukan kesalahan.
Tapi Albert malah bertanya soal manusia robot. "Sebentar paman, tadi paman mengatakan bahwa paman adalah manusia robot. Tolong jelaskan kepadaku maksud paman apa?. Apakah hanya perumpamaan saja?"
"Tidak, Albert. Paman memang manusia robot yang sesungguhnya. Paman akan membuktikan perkataan paman." jawab Vota.
Lalu Vota memutar kepalanya 360°. Albert yang melihatnya terdiam dan mulutnya ternganga. "Mustahil... Penampilan paman tidak menunjukkan bahwa paman seorang manusia robot. Benar-benar aku tidak menyangka!. Siapakah yang telah menciptakan paman?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments