"Tetap saja otak yang berperan. Namun, setiap jari menyimpan data yang telah disimpulkan otak." Pak Warni menyimak penjelasan Vota dengan seksama.
Keesokan harinya metode Jarimatika tersebut dipelajarinya, hingga pak Warni berhasil menerapkan sistem jarimatika di sekolah ini, dan sekolah ini berhasil mendapatkan penghargaan sebagai sekolah terbaik di Sumatra Selatan.
Vota merasa sudah banyak perubahan pada diri Bion. "Sekarang tinggal beberapa tahapan lagi yang harus aku ubah dalam diri Bion. Aku harus membuat Bion melakukan sesuatu hal penting untuk menggores sejarah yang akan membuat Bion menjadi orang yang dikenang oleh masyarakat luas. Jika hal ini sudah dilakukan Bion, maka akan sangat mudah merubah masa depan tuan Vota".
Waktu menunjukkan pukul dua siang. Vota dan Bion baru selesai mengerjakan PR yang baru diberikan oleh pak Warni.
Vota berencana untuk menyampaikan sebuah rahasia. "Bion, aku mau menyampaikan sesuatu yang penting. Sebaiknya kau telepon Saskia, agar dia ikut mendengarkan sesuatu yang akan saya sampaikan. Suruh Saskia datang kerumah kita. Tapi ingatkan kepadanya agar merahasiakan pertemuan kita. Katakan kepadanya ini sesuatu yang sangat rahasia."
Setelah beberapa saat, Saskia sudah bersama Bion dan Vota dirumah mereka. Lalu Vota mengeluarkan sesuatu dari tas dukungnya. Vota mengeluarkan sebuah pintu.
Vota membawa sebuah pintu. "Bion, Saskia, ayo ikut saya pergi ke suatu tempat yang rahasia. Mari masuk melalui pintu ini."
Bion dan Saskia tidak banyak berfikir, karena mereka sudah begitu percaya terhadap Vota. Mereka segera membuka pintu itu dan masuk kedalamnya. Didalam pintu, mereka melihat sebuah taman yang sangat indah.
Bion keheranan. "Vota, apakah kamu bisa sihir?. Kenapa kita tiba-tiba berada ditempat yang lain?".
Vota memberi tahu. "Jangan heran Bion, Saskia, ini adalah pintu kemana saja. Di Negeri saya, pintu seperti ini biasa digunakan."
Bion meminta Vota menjelaskan jati dirinya. "Vota, maafkan saya sebelumnya, sebenarnya sejak awal saya berjumpa denganmu, saya sudah mengira bahwa engkau bukan orang biasa. Sekarang jelaskan kepada kami. Sesungguhnya siapa dirimu?".
Vota mengakui. "Kamu benar, Bion. Saya bukanlah manusia. Saya adalah robot yang telah diciptakan oleh seseorang yang memiliki silsilah keturunan darimu. Saya berasal dari tahun 2.123. Saya diperintahkan oleh pencipta saya untuk melindungi kamu dan membimbing mu untuk merubah takdir masa depanmu. Tidakkah engkau sadar, sebelum engkau bersamaku, bagaimana keadaanmu? Sekarang lihat perubahan yang ada pada dirimu. Bukankah sangat luar biasa keadaan dirimu sekarang?".
Bion dan Saskia tersentak karena begitu terkejutnya.
Bion berbicara dalam hati: "Apa benar yang diakui Vota? Kami selama ini mengira bahwa Vota adalah seorang anak laki-laki sama seperti anak laki laki lainnya. Tidak ada sesuatu yang menunjukkan bahwa Vota bukanlah manusia. Sekiranya memang benar Vota adalah sebuah robot, mengapa Vota ikut makan dan minum seperti kami makan dan minum?. Mengapa Vota mandi, berenang, dan tidur?. Bukankah sebuah robot tidak membutuhkan itu semua? Kalau kami manusia, tentu membutuhkan makan, minum, mandi, tidur. Itu semua untuk metabolisme tubuh manusia, untuk perkembangan sel-sel tubuh manusia. Lah, ini robot. Itu semua tidak dibutuhkan. Hanya saja sebuah robot membutuhkan power, sebagai sumber energi untuk bergerak. Lagi pula sebuah mesin atau robot, memiliki batas penggunaan, karena semakin sering digunakan maka akan semakin cepat mesin atau robot itu akan rusak. Uh... Aku memang hanya seorang manusia yang memiliki batas kecerdasan sesuai dengan zamanku. Sekarang ini kan tahun 1978. Tekhnologi masih sederhana. Wajar sajalah manusia yang hidup di seratus tahun mendatang memiliki kemampuan tekhnologi yang jauh lebih canggih. Sebaiknya aku tidak banyak berkomentar terhadap Vota, karena Vota juga hanya sebuah robot yang geraknya berdasarkan perintah yang telah ditetapkan oleh penciptanya."
Lalu Bion menjawab pertanyaan Vota. "Iya, Vota. Aku menyadarinya. Darimana asal orang yang telah menciptakanmu?"
"Orang yang menciptakan ku bernama tuan Vota. Beliau berasal dari suatu negeri di zaman masa depan, tepatnya di tahun 2.123. Beliau mendapat informasi dari seseorang yang merupakan anakmu nanti, bahwa kehidupan tuan Vota dimasa depan akan terancam kehancuran."
"Orang yang merupakan anakmu nanti itu telah melakukan penelitian. Ternyata jalan satu-satunya untuk merubah takdir buruk tuan Vota adalah menghadirkan sebuah robot pelindung yang membimbing dirimu."
"Baiklah Vota, aku sangat berterima kasih kepadamu yang sudah bersedia bersamaku. Ngomong-ngomong, tadi kau mengatakan bahwa dirimu adalah sebuah robot. Tapi kelihatannya kamu adalah seorang manusia. Tolong tunjukkan kepadaku bahwa engkau sebuah robot."
Vota mengulurkan tangannya, lalu tangannya memanjang dan dari telapak tangannya membelah dan keluar sesuatu seperti sebuah penjepit. Lalu Vota memetik sebuah bunga mawar yang berada di seberang sungai. Tangan Vota segera memendek dan normal kembali.
"Ini Bion, cepat berikan bunga mawar ini kepada Saskia". Vota memberikan sebuah bunga mawar kepada Bion, sambil tersenyum manis.
"Wah.. Luar biasa!!. Kau memang sebuah robot. Alangkah hebatnya tuan Vota yang telah membuat sebuah robot yang sempurna. Sampai-sampai saya tidak menyadari bahwa engkau adalah sebuah robot." Bion mengacungkan jempol.
Akhirnya Vota mengatakan tujuannya. "Sudahlah. Tujuan saya mengajak kalian kemari bukan untuk membuat kalian mengetahui identitas saya. Tujuan saya adalah untuk membuka mata hati kalian. Sekarang mari duduk disini. Saya akan membuka mata hati kalian."
Lalu mereka duduk bersama dibawah sebuah pohon yang rindang. Di sebelah kanan mereka ada sebuah sungai yang mengalir air yang sangat jernih.
"Bion, Saskia, sebenarnya kita sama saja keadaannya dengan benda-benda lain seperti batu, pohon, hewan-hewan. Semua tidak bisa bergerak. Jika kalian melihat mereka bergerak, sesungguhnya bukan kehendak mereka bergerak. Gerak mereka adalah karena digerakkan. Satu-satunya yang berkuasa menggerakkan hanyalah Sang Maha Hidup. Coba kalian fikir. Bisakah bergerak orang yang sudah mati?. Tentu saja tidak bisa bergerak kan? Nah.. Kita sekarang ini bisa bergerak penyebabnya adalah karena kita hidup." Vota berbicara menggunakan logika.
"Bukankah Sang Maha Hidup itu adalah Allah?". Bion mengklarifikasi pemikirannya.
"Ya. Benar, Bion. Hanya Allah yang pantas disebut sebagai Sang Maha Hidup. Selain Allah, tidak berhak mengakui dirinya hidup."
"Vota, begitu banyak makhluk hidup yang bergerak, bicara, melihat. Belum lagi yang berada di belahan bumi bagian lain. Apakah semua digerakkan oleh Sang Maha Hidup?."
"Tentu saja Bion".
"Berarti Allah berjumlah banyak dong."
"Tidak berarti begitu, Bion. Kamu sudah salah faham. Sang Pencipta hanya satu, yaitu Allah. Yang hidup hanya satu, hanya Allah. Selain Allah, semuanya mati. Hidupnya aku karena dihidupkan Allah. Hidupnya kamu juga karena dihidupkan Allah. Allah meliputi seluruh ciptaanNya. Apakah kalian sudah mengerti penjelasan ku?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments