Berbicara Dengan Tumbuhan

Setelah beberapa saat mereka berpisah, Bion dan Vota bermain sebentar di taman kota. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore.

Bion teringat dengan janjinya. "Vota. Bukankah engkau sudah berjanji untuk menelepon Saskia? Ini jam sudah menunjukkan pukul empat sore".

Lalu Vota mengeluarkan handphone. "Oh iya. Sekarang aku akan meneleponnya".

Dirumah Saskia, Saskia sedang mengerjakan PR. Tiba-tiba terdengar suara musik yang keluar dari dalam tas Saskia.

Saskia terkejut mendengar suara nyanyian. "Suara apa itu? Kok seperti ada yang menyalakan radio? Siapa yang menyalakan radio ya? Tapi suaranya berasal dari dalam tasku. Coba aku lihat".

Saskia takjub saat mengetahui bahwa suara itu bersumber dari handphone miliknya.

"Astaga! Handphone ini mengeluarkan suara. Lagu yang dinyanyikan juga sangat merdu. Apakah Vota mencoba meneleponku?".

Handphone itu dipegang oleh Saskia. Ada lampu hijau berkedip.

"Aha!! Mungkin ini tombol untuk mengangkat telepon". Lalu lampu hijau yang berkedip itu ditekannya.

Tiba-tiba musik berhenti, berganti dengan suara Vota. "Hai Saskia. Bagaimana sekarang?. Apakah kau sudah selesai mengerjakan PR?".

Saskia menjawabnya. "Eh Vota. Ya. Saya sudah menyelesaikannya. Hebat Vota. Handphone yang sekecil ini bisa digunakan untuk menelepon tanpa menggunakan kabel".

Vota memperingatkan Saskia. "Saskia. Saya beritahu kamu ya, jangan bilang siapa-siapa kalau kau pernah melihat handphone. Barang ini sangat dilarang digunakan di tahun 1978".

"Kenapa begitu Vota?" Saskia bingung.

Vota menjelaskan. "Saya belum bisa menjelaskannya sekarang. Yang pasti, jika ada satu orangpun yang tau, akibatnya bumi akan berputar sangat cepat. Kau tau kan akibatnya jika bumi berputar sangat cepat?. Semua yang ada di atas bumi akan terpental".

Saskia jadi takut. "Ih.. Ngeri aku mendengarnya. sudah ah.. Handphone ini akan segera ku kembalikan kepadamu".

Vota menenangkan Saskia. "Tidak begitu juga Saskia, hal ini tidak akan terjadi jika kamu merahasiakan hal ini. Cukup kita bertiga saja yang tau. Saya rasa tidak akan terjadi apa apa jika kamu menjaga rahasia ini".

Vota terpaksa menghadirkan sebuah alat canggih yang belum ada di tahun 1978.

Hal ini dilakukan Vota untuk mempermudah proses memperbaiki masa depan Bion.

Vota menyadari perbuatannya. "Semua ini kulakukan demi kebaikan masa depan tuan Vota. Mudah mudahan hal ini tidak melanggar perintah tuan Vota".

Baru beberapa bulan kebersamaan Vota dengan Bion. Tetapi sudah begitu banyak manuver-manuver yang dilakukan Vota.

Sejak kehadiran Vota di kehidupan Bion, banyak hal penting yang telah disadari Bion.

Sekarang fikiran Bion sudah lebih baik. Bion sudah menjadi anak yang cerdas, kreatif dan bersemangat.

Pagi hari. Waktu sudah menunjukan pukul empat pagi. Vota dan Bion sudah bangun tidur. Hal ini sudah menjadi kebiasaan Bion berkat usaha Vota menjalankan strategi untuk menjadikan Bion sebagai orang yang cerdas.

Bion menagih janji kepada Vota. "Vota. Kamu pernah berjanji kepadaku. Kamu akan membuktikan bahwa kamu bisa bicara dengan tumbuhan. Sekarang saatnya aku menagih janji. Tunjukkan kepadaku bahwa perkataanmu benar".

Setelah terdiam beberapa saat, Vota mulai merogoh kedalam tas dukungnya. Lalu Vota mengeluarkan sebuah benda seperti semprotan air. "Ini Bion, aku ada sebuah alat untuk membuat tumbuhan berbicara. Jika sebuah tumbuhan saya semprotkan air menggunakan semprotan ini, maka tumbuhan tersebut dapat berbicara kepada orang yang menyemprotnya".

Bion tersenyum . "Owh, begitu ya. Ayo kita buktikan. Aku benar-benar penasaran nih. Vota, bolehkah aku mengajak Saskia ikut menyaksikannya?".

"Boleh saja. Silahkan telepon Saskia." jawab Vota.

Bion segera mengambil handphone miliknya dan menelepon Saskia. Saskia yang sedari tadi sudah bangun, merasa heran melihat handphone miliknya mengeluarkan suara lagu. Saskia langsung memencet tombol lampu hijau pada handphone miliknya.

Terdengar suara Bion. "Halo Saskia. Saya mau menunjukkan sesuatu keajaiban kepadamu".

Lalu Saskia menjawabnya. "Iya Bion, apakah kau sudah bangun jam segini?"

"Iya, Saskia. Aku sudah terbiasa bangun pagi. Hari-hariku terasa bahagia sejak aku terbiasa bangun pagi."

Saskia penasaran. "Kau mau menunjukkan keajaiban apa Bion?"

Lalu Bion menjawab. "Bunga mawar yang bisa berbicara".

Saskia tidak percaya. "Apa iya tumbuhan bisa bicara?"

Bion mengajak Saskia menemuinya. "Nah. Itulah yang akan ku tunjukkan kepadamu. Mari kita buktikan. Datanglah ke taman kota sekarang".

Saskia menyanggupinya. "Baiklah Bion, aku segera kesana".

Setelah mereka bertiga bertemu di taman kota, Vota langsung mengeluarkan semprotan dari kantongnya. Vota menyemprot bunga mawar dengan semprotan itu.

Tiba-tiba bunga mawar itu bergerak, dan bersuara. "Selamat pagi anak-anak yang baik. Terimakasih telah menolongku. berkat kalian menyiramiku, aku sekarang tumbuh subur dan mekar".

Saskia kaget. "Wah Vota. Tumbuhan ini benar-benar bisa bicara. Apakah ini nyata?".

Vota menjelaskan. "Sesungguhnya ini memang benar apa-adanya. Hanya saja tidak semua orang bisa menyaksikan, hal ini karena kebanyakan hati manusia tertutup sehingga tidak bisa menyaksikan".

Saskia bertanya. "Hai Vota. Apa gerangan yang menutupi hati manusia dari kesaksian kebenaran?".

Kemudian Vota menjelaskan. "Salah satu yang menutupi hati manusia adalah kecintaan terhadap kenikmatan dunia".

Lalu Saskia bertanya lebih lanjut. "Apakah kita dilarang mencintai kenikmatan dunia?. Lalu jika memang demikian, untuk apa kita diciptakan di dunia?".

Vota menjawab mengikuti alur pemikiran Saskia. "Hai Saskia. Awalnya tadi kita membicarakan bahwa kebanyakan manusia tidak bisa menyaksikan kebenaran, dalam hal ini, kita membicarakan bahwa manusia tidak bisa bicara dengan tumbuhan. Bukanlah sesuatu keharusan kita mampu berbicara dengan tumbuhan. Berarti bukanlah sesuatu keharusan kita tidak mencintai kenikmatan dunia".

Saskia merasa khawatir. "Masalahnya bukan begitu Vota, saya khawatir jika hati kita tertutup, berarti ada sesuatu yang salah dalam diri kita".

Vota tersenyum. "Ya. Kamu benar, Saskia. Saya sangat bangga kepadamu. Ternyata kamu sudah bisa berfikir secara kritis. Saya ingin menyampaikan hal ini secara perlahan. Namun, berhubung waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi, lain waktu saja saya menyampaikannya. Sebaiknya kita pulang dulu, untuk bersiap siap pergi ke sekolah. Lihat tuh, penjaga masjid sudah mau bersih bersih. Hanya tinggal kita saja yang masih di masjid ini".

Saskia tidak menyangka. "Owh. Ya ampun! begitu cepat waktu berlalu. Baiklah, saya pulang ya? Sampai jumpa di sekolah."

Akhirnya mereka berpisah kerumah masing-masing.

Diruang kelas 4C.

Pak Warni mendekati Vota. "Vota, bapak ingin bertanya sesuatu kepadamu. Beberapa hari yang lalu engkau pernah mengatakan bahwa kau menjawab soal matematika dengan sistem jarimatika. Bisakah bapak mendengar penjelasan darimu?".

Lalu Vota menjelaskan. "Pak guru, sistem jarimatika adalah cara menyelesaikan soal matematika dengan menggunakan jari. Cara penggunaannya bukan menjadikan jari sebagai pengganti hitungan bilangan rasional, tetapi menggunakan setiap jari yang memiliki fungsi masing-masing.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!