Bertemu Ayah

Setelah kembali kerumah, Albert langsung masuk kembali ke bengkelnya. Albert mencoba kembali mesin waktu ciptaannya. Kini Albert membuat timing untuk keberangkatan dan kepulangan. Albert tidak mempedulikan jika terjadi sesuatu yang salah, kini waktu tujuan yang di ketiknya tahun 2.123 Masehi, dan waktu pengembalian di ketiknya 1.997 Masehi. Sedangkan tempat tujuan dan tempat kembali diabaikannya.

Albert memasuki ruang kaca tersebut, dan komputer memulai hitungan mundur.

"Objek siap untuk diluncurkan dalam hitungan

Lima... Empat... Tiga... Dua... Satu..."

Seluruh tubuh Albert berubah menjadi sinar putih yang terang, lalu Albert menghilang.

Albert terjaga kembali setelah kehilangan kesadaran beberapa menit, ketika Albert terjaga, dilihatnya di sekeliling banyak orang berterbangan, dengan sebuah papan yang mirip skateboard namun tidak menggunakan roda.

Ruangan tempat Albert berada seperti ruangan mall yang sangat besar. Ada banyak stand disana yang masing-masing stand dijaga oleh seorang robot. Seorang robot adalah robot yang mirip dengan manusia.

Beberapa pemuda mendatangi salah satu stand dan seorang robot memberikan sebuah helm kaca kepada setiap pemuda tersebut.

Setelah pemuda itu menerima helm, mereka memasuki sebuah ruangan yang berpintu kaca. Tatkala pintu itu terbuka, terlihat sinar putih yang sangat terang, sehingga tidak terlihat ada apa dibalik pintu tersebut.

"Sepertinya aku pernah melihat ruangan yang seperti ini. Hanya terlihat cahaya putih, jika seseorang memasukinya maka akan menghilang." Albert teringat sesuatu yang terjadi didalam bengkelnya. Ada pintu yang bercahaya putih, dugaan Albert disanalah ayahnya terjebak.

Albert segera menuju pintu itu dan berniat untuk memasukinya. Ketika Albert hendak masuk, ada seseorang yang menegurnya. "Hai bro. Mau ngapain elo?. Jangan cari mati disini ya?."

"Memangnya kenapa?. Apakah ada sesuatu kesalahan yang ku perbuat?" Jawab Albert.

"Elo pura-pura nggak tau atau engkau sedang melakukan penelitian?. Kalau elo berniat untuk mengakhiri hidup loe, jangan disini. Seluruh fasilitas disini tanggung jawab saya. Jangan coba-coba merusak kredibilitas saya ya?" petugas itu mulai bernada marah.

"Maaf teman, aku benar-benar tidak mengerti. Mengapa semua orang bisa memasuki pintu itu, sedangkan aku tidak boleh?." Albert menggaruk kepalanya.

"Wah, benar-benar nih anak. Saya beritahu ya, selangkah saja loe memasuki pintu itu, maka elo akan kehilangan jejak. Yang dicari siapa?. Ya akulah. Semua yang berada disini ada datanya. Kalau elo tidak kembali dalam waktu yang sudah ditentukan, aku yang akan ditanya pemilik tempat ini. Kamu mengerti?" petugas itu kelihatan jengkel.

"Baiklah, sekarang aku mengerti. Lalu bagaimana caranya agar aku bisa memasuki pintu itu seperti orang yang telah memasukinya?" Albert bertanya.

"Sepertinya kau bukan warga sini ya, masak engkau tidak mengerti kalau hendak memasuki pintu itu harus menggunakan pakaian khusus dan helm khusus. Baiklah, sekarang ikut denganku. Aku akan memberikan perlengkapan standar pengunjung ruang waktu." Jawab petugas itu.

Albert merasa bingung, akhirnya mengikuti saja apa yang dikatakan penjaga stand yang satu ini.

"Saat ini aku menganggap engkau adalah seorang tamu. Aku akan membimbing kamu untuk memperoleh perlengkapan standar pengunjung. Sekarang isilah formulir ini." Penjaga memberikan sebuah kertas yang berisi pernyataan yang harus disetujui.

Albert mengikuti petunjuknya, dan menyelesaikan pengisian formulir.

"Nah, sekarang pakailah pakaian ini dan helm ini. Jangan melepas alat perlindungan ini selama engkau berada di lorong waktu." penjaga memberikan

Albert menerima pakaian dan helm pemberian penjaga. Lalu Albert pergi menuju pintu tersebut.

Tatkala Albert memasuki ruang tersebut, tiba-tiba Albert kehilangan kesadaran beberapa saat, ketika sadar kembali Albert telah berada ditengah hutan, tempat dia pernah berjumpa dengan ayahnya, Bion.

"Bukankah saya pernah kemari?. Kapan ya saya pernah disini?. Oh iya. Saya ingat. Saya pernah kemari saat saya bermimpi. Kok bisa ya saya kembali kesini?. Apakah pintu yang aku masuki tadi adalah sebuah mesin waktu, dan yang memasuki mesin waktu tersebut akan pergi ketempat yang diinginkan oleh orang yang bersangkutan?." Albert tersadar.

Albert melihat sekeliling, keadaannya persis seperti saat dia pernah kesini sebelumnya. "Kalau begitu, pasti ayah berada disini. Aku harus mencarinya."

Lalu Albert menyusuri jalan setapak yang agak disinari cahaya remang-remang. Hingga dilihatnya dari kejauhan ada sebuah pondok yang terbuat dari kayu. Pondok tersebut terlihat dari kejauhan begitu terang, seperti dinyalakan sebuah lampu ratusan Watt.

"Luar biasa!!.. didalam hutan yang begitu gelap ini ada seseorang yang bisa bertahan hidup, bahkan melakukan banyak perubahan. Pasti ayah yang melakukannya. Pasti ayah berada didalam pondok itu." Albert mempercepat langkahnya, ingin segera menjumpai Bion.

"Ayah. Apakah ayah ada didalam?" Albert memanggil ayahnya, walaupun Albert belum membuktikan bahwa apakah memang ayahnya yang berada didalam.

Albert membuka begitu saja pintu pondok itu. Dilihatnya ada seseorang yang menggunakan sebuah helm setengah tertutup sedang menghadapi sebuah mesin yang berada diatas sebuah meja. "Hei, siapa kamu?. Mengapa engkau masuk begitu saja tanpa izin dariku?"

"Owh, maaf. Saya kira anda ayah saya. Apakah anda mengetahui keberadaan ayah saya?" Jawab Albert.

Bion yang sedang memakai helm setengah tertutup tidak mengenal Albert, anaknya. Karena Albert menggunakan pakaian tertutup dan helm bulat yang tertutup. Lalu Bion melepaskan helmnya. "Ayahmu siapa?. Disini hanya ada saya seorang diri. Dan engkau bisa kemari bagaimana caranya?"

Melihat Bion telah melepaskan helmnya, Albert segera mendekati Bion. "Ayah... Aku Albert, anakmu. Akhirnya kita bertemu lagi, ayah."

"Albert anakku!. Bagaimana bisa engkau kemari. Dan mengapa engkau tidak melepaskan helm?" tanya Bion.

"Apakah engkau akan selamanya menggunakan helm itu, anakku?" tanya Bion.

"Ayah, aku tidak boleh melepaskan helmku ini. Aku tidak tahu kenapa tidak boleh, aku kemari melalui mesin waktu. Penjaga mesin waktu melarang aku melepaskan pakaian dan helmku ini." Albert memeluk Bion dengan sangat erat, Bion juga memeluknya dengan perasaan bahagia.

"Ayah, Albert sangat merindukan ayah. Sudah berapa lama kah peristiwa saat kita bertemu disini sebelumnya?" tanya Albert.

"Albert, seperti yang kau lihat, disini tidak ada siang ataupun malam. Ayah tidak mengetahui berapa lama ayah disini. Tapi ayah sudah menciptakan sebuah alat penghitung waktu. Sejak ayah menciptakannya, waktu sudah menunjukkan dua bulan enam hari empat jam lima puluh menit." Bion menjelaskan.

"Wah ayah hebat. Sangat detail sekali mesin penghitung waktu yang ayah ciptakan." Albert memuji.

"Apakah engkau akan selamanya menggunakan helm itu, anakku?" Bion keheranan melihat Albert yang tetap mengenakan helm.

"Iya ayah. Selama Albert berada di dalam mesin waktu ini, Albert harus mengenakannya. Dan juga Albert hanya disediakan waktu yang berdurasi satu jam. Albert akan segera menghilang dari sini setelah waktunya habis" Albert menjelaskan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!