"Albert tidak tahu, ayah. Memang Albert meneliti layar monitor-layar itu. Tapi belum Albert apa apakan. Yang terakhir Albert ingat adalah Albert mengunjungi sebuah stand di Palembang fair."
"Disana Albert memasuki sebuah ruangan yang bertuliskan back to the future."
"Back to the future?. Apakah nak Albert memencet sesuatu tombol yang ada di dalam ruangan itu?".
"Ya, benar ayah. Bagaimana bisa ayah tau?"
"Ayah menduganya karena nak Albert mengatakan bahwa ada tulisan back to the future di ruangan itu." Bion menyampaikan sesuatu tentang cara untuk bisa kembali.
"Seandainya kita memiliki sebuah pintu kemana saja, tentu sedari dulu kita sudah kembali."
"Apa itu pintu kemana saja, ayah?"
"Teman ayah memiliki sebuah pintu yang berasal dari masa depan, tetapi sayangnya pintu itu telah ayah gunakan untuk membuat sebuah pabrik pupuk."
"Owh, pantesan Albert tidak menemukan batas pabrik kita, sedangkan pintu masuk pabrik berada dibelakang rumah nenek. Jadi bagaimana cara agar kita bisa kembali, ayah?"
"Sementara ini belum ada yang bisa ayah katakan, karena ayah juga dari dahulu sampai sekarang selalu memikirkannya."
"Ayah, Albert pernah berjanji akan menemukan ayah, dan ini sudah terbukti. Jika ada suatu mukjizat, Albert sangat ingin sekali membawa ayah kembali kerumah."
"Ayah sangat yakin, mukjizat itu pasti akan datang. Biarlah ayah menunggu disini, menunggu nak Albert menjemput ayah".
"Tentu, ayah. Albert yakin bahwa Albert pasti akan menjemput ayah".
KEMBALI KE SUASANA DI RUMAH SAKIT
Saskia menangis sambil memeluk anaknya. "Ibu, akankah Albert bangun?. Kenapa sudah berbulan-bulan Albert belum juga bangun."
"Ibu juga sangat sedih, sayang. Tetapi kamu harus tenang. Ibu telah mencari dokter terbaik untuk menyembuhkan cucu ibu."
"Ibu, lihatlah. Tangan Albert bergerak." Saskia sangat senang melihat tanda tanda Albert akan siuman.
"Iya, nak. Kamu tunggu Albert ya, ibu akan segera kembali. Ibu akan memanggil dokter spesialis yang telah ibu hubungi kemarin."
Tidak lama, Wenny masuk kembali bersama seorang dokter, ke kamar rawat Albert.
Dokter tersebut segera memeriksa denyut jantung Albert, dan melakukan akupuntur dengan menggunakan beberapa buah jarum emas. "Denyut jantung Albert sekarang sudah stabil. Dengan lima jarum emas ini, aku akan membuka urat syaraf Albert agar berfungsi dengan stabil."
Setelah kelima jarum emas itu ditusukkan ke beberapa bagian tubuh Albert, keluar keringat yang sangat banyak, dan akhirnya Albert siuman.
"Ibu, nenek, dimana Albert sekarang?". Mengapa semua berkumpul disini?".
"Alhamdulillah, sayang. Kamu sudah siuman sekarang. Kamu sudah tiga bulan tidak bangun, sayang. Selamat datang kembali sayang."
"Apa yang sudah terjadi dengan Albert, Bu. Kenapa bisa Albert tertidur sampai tiga bulan?".
"Kamu sudah mengalami sebuah kecelakaan, sayang. Beberapa temanmu yang mengantarkan kamu kerumah kita, lalu ibu membawamu ke Jepang."
"Memangnya apa yang sudah terjadi dengan Albert, ibu."
"Temanmu bilang bahwa kamu terkena sebuah ledakan yang terjadi di karnaval budaya Palembang fair."
"Iya, ibu. Albert ingat. Oh iya. Dimana ayah?"
"Kamu ngomong apa sayang, bukankah kamu tahu bahwa ayah belum juga kembali?"
"Tidak, Bu. Tadi Albert berjumpa dengan ayah."
"Mungkin kamu hanya bermimpi, sayang. Fokuslah pada kehidupan dirimu. Mengenai ayah, bukan hanya kamu, sayang, yang merasa kehilangan. Ibu dan nenek juga sangat merasa kehilangan ayahmu."
"Tidak, ibu. Kasihan ayah. Dia sekarang sedang terjebak didalam ruang dimensi tanpa terikat waktu. Ayah sendirian disana, tidak bisa berbuat apa-apa. Albert telah berjanji kepada ayah untuk menjemput ayah."
"Baiklah sayang, ibu sangat mendukung keinginanmu. Karakter dirimu benar benar mirip dengan ayah. Selalu penasaran jika belum terwujud keinginan. Maafkan ibu. Ibu hanya bisa membantu dengan doa."
"Terimakasih ibu, doa ibu adalah restu. Albert sangat menghargai restu dari ibu." Albert kembali kedalam bengkelnya. Yang pertama dilakukan Albert adalah mengumpulkan semua data dari internet yang dijelajahinya menggunakan komputer yang baru dibelinya.
Albert menghubungkan kamera dengan sebuah kotak kaca sebesar lemari, semua terhubung dengan komputer.
"Nah. Sudah selesai. Sekarang aku akan mencoba penemuan yang baru ini dengan mewakilkan seekor kucing". Albert meminjam kucing peliharaan nenek dan dikalungkan nya sebuah kamera pada leher kucing itu.
"Mungkin aku harus mencobanya dengan durasi pendek terlebih dahulu. Mungkin lima belas menit cukup lah ya, nah. Sekarang aku akan mengetik tahun tujuan. Aku akan mencoba tahun 1990. Ya, semua sudah siap."
Lalu dilayar monitor muncul angka dengan hitungan mundur.
Lima... Empat... Tiga... Dua... Satu... Objek siap diluncurkan...
Terlihat dilayar monitor hanya gambar garis-garis. Tidak lama kemudian muncul gambar seekor kucing yang telah Albert kirim melalui mesin waktu. Kucing tersebut berjalan disebuah ruangan kelas.
"Aha. Itu aku ketika mengikuti ujian sekolah waktu sekolah dasar."
Albert menonton kejadian yang terjadi di tahun 1990. Semua kejadian yang dilihat dan yang tidak dilihat Albert ditempat kejadian, kini terlihat semua dilayar monitor dihadapannya.
"Yuhu... Berhasil. Akhirnya aku berhasil menciptakan sebuah alat penembus lorong waktu." Albert melompat kegirangan, karena telah berhasil menguji alat yang dia ciptakan.
"Kalau saya uji di tahun yang telah terjadi, hasilnya nyata. Ini satu keberhasilan. Apakah bisa saya ketik tahun tujuan untuk tahun yang belum terjadi ya?"
Lima belas menit kemudian ada suara pemberitahuan dari komputer. "Durasi pengiriman telah berakhir. Saatnya mengembalikan objek"
Lalu Albert mengklik pengembalian objek.
Dari lemari kaca terlihat cahaya putih yang terang, tidak lama kemudian muncul seekor kucing yang tadi Albert kirim.
"Yes. Berhasil. Penelitianku berhasil. Nanti akan kucoba kembali dengan tahun tujuan yang berbeda. Tahun tujuan yang belum terjadi." Albert kembali mencoba mengirimkan sebuah objek, dengan tahun tujuan 1997.
Tuut... Tuut... Tuuut...
Ada tulisan error' pada layar monitor.
"Waduh... Apakah ada yang salah?. Mengapa objek tidak bisa dikirim ke tahun 1997?" Albert kembali memeriksa penyebab kegagalan. Di sudut layar ada tulisan pemberitahuan : misi tidak dapat dilanjutkan, daya yang anda butuhkan tidak memadai. Lalu ada gambar garis-garis berwarna merah yang berjalan.
"Aah. Wajar saja aku tidak bisa melakukannya, uranium yang ku sediakan di wadah sumber daya, tinggal sedikit. Aku harus segera menghubungi Jecko untuk memesan uranium. Kali ini aku harus memesan uranium dalam jumlah yang lebih banyak." Albert menyadari bahwa uranium yang dibutuhkannya harus lebih banyak untuk menjangkau letak lokasi yang lebih sulit, juga untuk bisa mendapatkan durasi yang lebih panjang, Uranium yang dibutuhkannya tentu lebih banyak juga.
"Ibu, nanti jika ibu mau pergi ke Jepang untuk menemui nenek, Albert ikut ibu, ya?. Albert harus menemui Jecko untuk memesan uranium dalam jumlah yang banyak."
Saskia kaget mendengar anaknya akan memesan uranium dalam jumlah yang banyak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments