"Berarti engkau belum satu jam berada disini?" tanya Bion.
"Ya iyalah ayah, sayangnya Albert tidak mengetahui kalau nanti tiba-tiba Albert menghilang." Albert memasang muka sedih.
"Kalau begitu, ayo cepat kemari, ayah akan meneliti pakaian dan helm mu. Siapa tahu ada petunjuk untuk kemajuan penelitian yang sedang ayah lakukan." Bion menarik Albert menuju tempat kerjanya.
Saat Bion sedang meneliti piranti pada helm yang sedang dipakai Albert, Bion telah mencatat rangkaiannya. Tapi sayangnya tiba-tiba Albert menghilang.
Tiba-tiba Albert telah berdiri didepan pintu mesin waktu saat Albert tersadar. Peristiwa yang barusan terjadi, tidaklah seperti sebuah mimpi. Semua terasa nyata terjadi, bahkan Albert sempat mengambil sebuah benda seperti sebuah obeng milik ayahnya.
Seorang penjaga memergoki Albert yang melakukan pelanggaran. "Hei bro. Engkau lagi-lagi membuat sebuah masalah. Apa itu yang sedang engkau pegang?. Ketahuilah, pengunjung dilarang membawa apapun dari ekspedisinya. Sekarang engkau harus menghadapi owner kami. Bersiap-siaplah mempertanggungjawabkan perbuatanmu. Apa itu yang sedang engkau pegang?. Ketahuilah, pengunjung dilarang membawa apapun dari ekspedisinya. Sekarang engkau harus menghadapi owner kami. Bersiap-siaplah mempertanggungjawabkan perbuatanmu."
Albert tidak menyadari kalau dia sedang memegang obeng milik ayahnya. "Baiklah, teman. Aku bertanggungjawab atas kesalahanku. Tolong antar saya menghadap pemilik tempat ini."
Penjaga itu mengira bahwa Albert sengaja melakukan hal ini. "Saya punya firasat, semua ini adalah muslihatmu untuk bertemu dengan tuan Vota. Sangat sulit untuk menemui tuan Vota, kecuali atas kehendak tuan Vota sendiri. Akupun tidak tahu bagaimana cara mengantarmu menemui tuan Vota. Dasar pemuda merepotkan"
Albert yang mendengar nama tuan Vota, segera teringat bahwa ibunya pernah menyebut nama Vota adalah seorang teman ayahnya Bion. "Tuan Vota?. Apakah yang dimaksud penjaga ini beliau adalah Vota temannya ayah?"
Albert menjadi penasaran, dan segera mendesak penjaga agar mengantarnya menemui tuan Vota. "Teman, ayo segera menemui Vota"
"Hei bung. Perhatikan ucapanmu. Betapa beraninya engkau meremehkan tuan Vota. Aku juga bingung, bagaimana cara menemuinya." kata penjaga itu.
"Begitu saja kok repot?. Tinggal telepon saja." jawab Albert.
"Dengkulmu. Boro-boro menelepon. Nomor telepon tuan Vota sangat dirahasiakan."
"Baiklah, kalau begitu aku yang menelepon" lalu Albert mengeluarkan handphone miliknya.
Penjaga tersebut menganga mulutnya, berfikir bahwa pemuda yang dihadapinya bukan orang biasa. Tidak mudah memiliki nomor telepon tuan Vota.
Albert segera mengeluarkan handphone yang telah diberikan oleh ibunya, lalu Albert menelepon Vota.
"Halo, Bion. Bagaimana bisa engkau meneleponku?. Sekarang engkau sedang dimana?" Vota menjawab telepon dari Albert, mengira bahwa Bion ayahnya Albert yang menelepon.
"Paman Vota, aku Albert, anaknya Bion ayahku. Bolehkah saya menemui paman?" jawab Albert.
"Aha. Ternyata perkembangannya sangat cepat. Kamu Albert nak?. Anaknya Bion?."
"Iya, paman. Apakah paman mengenalku?"
"Tentu saja nak Albert, paman adalah pelindung ayahmu Bion."
"Silahkan tunggu sebentar, jangan kemana-mana. Sebentar lagi pengawal paman akan menjemputmu. Jangan matikan handphone hingga pengawal paman sampai" pesan Vota.
"Baiklah paman"
Pengawal yang berada didepan Albert menunduk, dan menaruh penghormatan kepada Albert.
"Maafkan saya, tuan Albert, saya tidak mengenali anda. Tolong ampuni saya yang bodoh ini." penjaga itu seketika tersadar setelah benar Albert menelepon Vota.
"Tidak apa-apa, saya tidak mempermasalahkannya. Teman jangan sungkan, teruskan pekerjaanmu. Saya sangat menghargai kinerjamu dalam menjalankan tugas." jawab Albert.
"Terimakasih tuan Albert, izinkan saya kembali menjaga." penjaga itu menunduk.
"Iya, saya juga terimakasih."
Tidak lama kemudian, datang dua orang pengawal berjubah putih dan kepalanya diikat pita merah yang menandakan bahwa mereka adalah pengawal khusus. Kedua orang itu segera mendekati Albert dengan sikap yang sangat sopan. "Maaf telah menunggu begitu lama. Izinkan kami mengantar tuan Albert menemuimu tuan Vota."
"Baiklah, mari kita berangkat sekarang." Albert mematikan handphonenya dan disimpannya kedalam saku.
Albert dipersilahkan menaiki skateboard khusus, lalu Albert dan kedua pengawal tersebut langsung terbang menuju kediaman Vota.
"Selamat siang tuan Vota, suatu kebanggaan terbesar saya bisa bertemu dengan tuan Vota. Adakah yang bisa saya lakukan, tuan?"
"Hai Albert, telah sampai ya. Ayo kemari nak, duduk disebelah pamanmu."
Vota yang melihat Albert telah datang, segera memerintahkan pengawalnya meninggalkannya dan mempersilahkan Albert duduk disebelahnya. "Albert, wajahmu sangat mirip dengan wajah ayahmu. Paman merasa ayahmu Bion berada disisi paman."
"Salam kenal paman, selama ini Albert hanya mengetahui paman dari cerita ibu dan nenek Albert saja. Akhirnya Albert bisa bertemu langsung dengan paman, ini adalah sebuah mukjizat." jawab Albert.
"Hahahaha. Kamu Albert, perilakumu tidak jauh berbeda dengan perilaku ayahmu. Paman sangat menyukainya. Membuat paman semakin kangen dengan ayahmu Bion. Bagaimana kabar ayahmu sekarang?"tanya Vota.
"Paman, Albert tidak bersama ayah sebelum Albert lahir. Ayah terjebak didalam dimensi ciptaannya."
"Waduh, paman ketinggalan informasi nih, apakah keadaan ayahmu baik-baik saja ya?"
"Paman jangan khawatir, Albert sudah beberapa kali bertemu dengan ayah, walaupun bukan di dunia yang nyata" kata Albert.
"Maksud nak Albert bagaimana?"
"Albert pernah menjumpai ayah di lorong waktu."
"Apakah ayahmu menggunakan layar monitor-layar pemberian paman?"
"Iya, paman. Kata ibu, layar monitor-layar itu adalah kado pernikahan pemberian paman."
"Waduh, layar monitor-layar itu hanya sebuah pintu, tidak bisa begitu saja digunakan, harus dihubungkan dengan piranti-piranti lainnya."
"Jadi bagaimana paman? Bisakah kita membawa ayah kembali?"
"Sulit mengatakannya, Albert. Ayahmu telah terjebak didalam dimensi tanpa waktu. Hanya ayahmu sendirilah yang bisa keluar dari dimensi tanpa waktu tersebut, karena dari luar dimensi tersebut tidak bisa mendeteksi keberadaannya." Vota menjelaskan.
"Tapi paman, barusan saya menemuinya melalui pintu mesin waktu milik paman yang mana saya dijemput oleh kedua pengawal paman" kata Albert.
"Bukankah engkau memasukinya menggunakan perlengkapan standar keamanan?" tanya Vota.
"Iya paman, aku memakainya."
"Nah. Itulah yang akan paman jelaskan. Mesin waktu tersebut berdurasi singkat, dan tidak bisa membawa apapun dari lokasi ekspedisi."
"Tapi Albert tidak sengaja membawa sesuatu dari tempat itu paman" kata Albert.
"Ya, paman sudah mendengarnya. Untuk itu paman harus mereset ulang mesin tersebut, untuk menghindari fluktuasi yang membahayakan. Itu tidak menjadi permasalahan. Paman bisa melakukannya dengan cepat. Namun..." Vota terdiam sejenak.
"Namun apa paman?. Apakah paman akan mengatakan bahwa ayah dalam bahaya?" Albert menjadi khawatir.
"Sebenarnya paman tidak sanggup mengatakannya, tapi ternyata engkau sendiri yang telah mengatakannya dan sayangnya hal itu memang benar."
Albert merasa bersalah atas kecerobohannya, kini Albert hanya bisa terdiam seribu bahasa.
Vota yang melihat Albert terdiam, mencoba menghiburnya. "Nak Albert jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, sebenarnya semua ini adalah tanggung jawab paman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments