Geng Lion

"Apa urusan geng Bandwidth mau mencari-cari masalah dengan kita? Jangan-jangan ini karena mereka ingin membalas dendam denganmu, Zara. benarkah demikian?" tatapan mata Saskia tertuju kepada Zara.

Sambil menunjukkan muka sedih, Zara menjelaskan. "Tidak begitu, Saskia. Memang kami masih menyimpan dendam. Tapi permasalahannya dipicu oleh permasalahan pribadi si Winda ini nih."

"Kenapa dengan Winda?" Saskia bingung.

"Winda telah menolak ketua geng Bandwidth saat ketua geng Bandwidth itu mengajak Winda untuk berkencan" Zara menjelaskan.

Saskia cemberut. "Idiih. Gak gentleman banget tuh si Tono. Nama ketua geng Bandwidth Tono kan?"

"Iya Saskia" jawab Zara.

"Ya udah, kita tunggu aja mereka datang. Kok repot?" kata Saskia.

"Nggak segampang itu, Saskia. Geng Bandwidth telah bergabung dengan geng Rajawali. Loe tau kan kalau geng Rajawali itu paling demen bertarung? kabarnya geng Rajawali sudah mengerahkan tiga ratus orang untuk membantu geng Bandwidth." Zara mengingatkan.

Lalu Saskia menyusun rencana. "Gue sih gak masalah. Tapi kita harus mengamankan para dosen dan mahasiswa yang parno ke satu ruangan rahasia. Sebaiknya kita gunakan ruang perpustakaan untuk mengumpulkan mereka. Zara, elo sekarang hubungi pihak kepolisian, untuk mengurangi jumlah korban yang mungkin nanti akan terjadi. Biar sekalian agar pihak kepolisian menerima laporan bahwa sumber permasalahan bukan dari pihak kita."

Setelah mendapat instruksi dari ketua geng Lion, semua bergerak tanpa perlu dikomando lagi. Seluruh anggota geng Bandwidth berbondong-bondong menghancurkan gerbang utama universitas dengan membabi-buta. Tak ayal, kedua security kampus kewalahan, yang akhirnya tewas bersimbah darah.

Dihadapan Zara, berdiri seorang pemuda berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup muka juga berwarna hitam. Pemuda ini adalah pewaris ketua geng Bandwidth yang tewas beberapa bulan yang lalu, dibunuh oleh Zara si ketua geng Lion.

"Woi Zara! Masih berani menampakkan wajahmu dihadapan gue, elo ya? Mau cari mati rupanya bocah ini." tiba-tiba Tono berteriak.

"Eh elo Tono. Elo kan provokator tawuran ini?. Lo tuh ye gak jauh beda sama kakak elo. Sama sama hidung belang." jawab Zara.

"Jangan banyak bacot loe Zara! Kali ini aku pasti membalaskan dendam kakakku. Dia mati begitu mengenaskan. Betapa sadis perbuatanmu." Tono merasa di provokasi.

"Lo tuh ye yang tidak rela kakakmu menghuni neraka lebih dulu darimu. Loe bilang gue sadis?. Tidakkah kau tau perbuatan kakakmu? Berapa banyak teman-temanku yang sudah menjadi korban pencabulannya. Apakah aku dendam?. Tidak!! Kubiarkan dia merajalela, dengan harapan suatu saat nanti dia akan berubah. Tapi apa yang terjadi?. Dia malah mencari mati dengan berusaha menjadikan diriku korban pencabulan berikutnya." Zara mengutarakan isi hatinya.

"Bacot Luh Zara! Sekarang samurai ini yang bicara." Tono mengibaskan samurai yang sedari tadi dipegangnya.

Zara mundur beberapa langkah, lalu maju merunduk seraya melakukan jurus sledging.

"Aah...." Tiba-tiba tubuh Tono jatuh kebelakang, dan samurai yang dipegangnya terlepas.

Anak buah Tono yang melihat kejadian itu, segera maju serentak menyerang Zara. Zara meladeni setiap gerakan dari musuhnya, tapi kelihatannya Zara sudah tidak sanggup meladeni penyerang yang begitu banyak.

Saskia yang melihat kejadian itu dari kejauhan, segera berlari mendekati Zara. "Zara... Tolong saya selamatkan teman teman kita yang di dalam aula! Mereka semua pada ketakutan. Bawa mereka ke markas yang kita persiapkan tadi pagi".

Saskia Tau bahwa Zara sangat menjaga gengsi. Secara, Zara berjiwa ksatria, pernah memimpin geng Lion yang kini telah diambil alih oleh Saskia. Saskia meminta tolong kepada Zara untuk menyelamatkan teman temannya adalah agar Saskia menggantikan posisi Zara yang sedang terjepit.

Zara segera melesat meninggalkan para penyerangnya. Semua tidak mempedulikan, karena Saskia membuat mereka sibuk dengan serangan yang dilancarkan oleh Saskia. Akhirnya seluruh senjata lawan telah direbut oleh Saskia. Semua tidak berdaya, hanya bisa menyerang dengan tangan kosong.

Saskia segera menyelesaikan pertarungan ini dengan memusatkan fikirannya pada tengah tengah dada yang merupakan sumber tenaga spiritualnya.

Tiba-tiba tubuhnya bergetar, seluruh aura disekitarnya tersedot dengan deras kedalam tubuhnya. Seketika, semua orang di sekitar Saskia terkapar tidak berdaya.

Lalu Saskia mendekati Toni yang sudah tidak berdaya. "Toni! inilah akibatnya jika kalian berurusan dengan geng Lion. Kali ini engkau kulepaskan. Jangan coba-coba mengulangi perbuatan konyol seperti ini lagi!"

Toni tidak bisa berkata apa-apa, pernafasannya tidak bisa dikendalikannya. Hanya dengan menggunakan isyarat, Toni memerintahkan kepada seluruh anggota geng Bandwidth untuk mundur. Semua pergi dengan saling memapah satu sama lain.

Tidak lama setelah para penyerangnya tidak kelihatan lagi, datanglah dua kompi petugas dari kepolisian. "Ada apa ini?. Apakah disini sudah terjadi keributan?".

Saskia segera mendekati polisi itu. "Tidak mengapa pak, semua sudah kami atasi. Terimakasih sudah menyempatkan untuk datang."

Polisi itu menjelaskan tujuan kedatangannya. "Kami datang kemari karena ada laporan bahwa geng Bandwidth menyerang universitas Tanjungpura. Sekarang dimana mereka?"

"Mereka sudah kabur pak. Mohon diproses provokatornya pak" jawab Saskia.

"Kami segera memprosesnya. Sebaiknya segera bawa kerumah sakit para korban insiden ini" pak polisi meninggalkan lokasi.

"Baik pak, kami akan segera melakukannya." Saskia menuju aula universitas.

Sejak kejadian itu, tidak pernah terdengar lagi keberadaan geng Bandwidth. Sebagian besar anggota geng Bandwidth berdatangan menemui ketua geng Lion untuk meminta maaf dan memohon agar diizinkan bergabung dengan geng Lion.

Dua hari setelah kejadian insiden tersebut, Saskia tidak terlihat di universitas Tanjungpura. Saskia berangkat ke Jepang untuk menemui ibunya di sebuah rumah sakit terbesar di Jepang. Ibunya adalah pemilik rumah sakit tersebut.

Di bandara Soekarno-Hatta

Penjaga bandara mendekati Saskia. "Selamat siang nona, saya sudah mempersiapkan jet pribadi milik nona. Sekarang nona dapat menggunakannya dengan aman. Kami sudah memeriksa kondisi pesawat jet milik nona, kami nyatakan bahwa kondisinya sangat baik. Silahkan nona."

Dengan menggunakan pesawat jet pribadi, jarak antara Indonesia dan Jepang hanya membutuhkan waktu beberapa jam.

Di depan rumah sakit terbesar di Jepang.

Security rumah sakit menyambut Saskia. "Selamat siang nona. Ibu nona sudah menunggu nona diruang pribadinya. Silahkan nona."

Wenny segera menyambut Saskia. "Hai Saskia anakku sayang. Apa kabarmu nak?. Sudah lama sekali ibu tidak bertemu denganmu. Bagaimana kabar ayahmu?. Apakah benar kalian pindah kota lagi?. Sekarang kalian tinggal di kota mana?."

Saskia memeluk ibunya. "Ibu... Saskia kangen sama ibu. Mengapa ibu tidak pernah kembali ke Indonesia?."

Wenny menarik kursi dan duduk di sebelah Saskia."Iya sayang, sudah sangat lama ibu tidak pulang ke Indonesia. Sejak ibu ikut ayahmu ke Jepang, banyak pelajaran yang ibu terima hingga ibu menjadi orang yang sukses disini. Namun justru kesuksesan ibu membuat ibu terikat disini."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!