Hadiah Dari Vota

"Jika om Anton tidak keberatan, hari Minggu ini Bion akan mengajak ibu Bion menemui om Anton dan Tante Wenny." Bion meminta izin kepada Anton.

"Silahkan nak Bion, om siap kapan saja untuk menyambut kedatangan kalian. Semakin cepat semakin bagus." Anton menyetujuinya.

Singkat cerita, hari Minggu telah tiba. Bion bersama ibunya datang kerumah Saskia.

Mereka merencanakan acara resepsi pernikahan Minggu depan di gedung serbaguna di wilayah kecamatan.

Selama seminggu sebelum acara dimulai, Bion dan Saskia mengantarkan undangan pernikahan kepada seluruh teman, relasi kerja, seluruh karyawan pabrik pupuk, dan seluruh tetangga terdekat.

Di acara resepsi pernikahan Bion dan Saskia, Vota mengirimkan robot Vota untuk menghadiri acara pernikahan tersebut.

Alangkah senangnya hati Bion dan Saskia ketika melihat kehadiran Vota.

Vota memberikan sebuah kado yang ukurannya tidak begitu besar, seperti sebuah kotak televisi 21 inch.

Seluruh orang yang diundang pasti tidak mau melewatkan acara yang mewah ini. Semua meminta Bion dan Saskia berfoto bersama mereka. Sepertinya kebanyakan tamu undangan mengambil kesempatan ini untuk menunjukkan kedekatan mereka dengan Bion, dengan demikian dikemudian hari dapat menjalin hubungan relasi kerja.

Setelah acara resepsi pernikahan selesai, Bion tidak sabar untuk mengetahui kado apakah yang telah diberikan Vota. "Kira kira barang apa yang diberikan Vota?. Pasti sebuah benda yang hebat, karena Vota membawanya dari masa depan."

Ketika dibukanya kado itu, ternyata isinya beberapa layar komputer yang bentuknya sangat tipis. "Ada lima buah monitor lcd... Ini pasti alat yang aku cari cari seperti yang pernah aku ceritakan kepada Vota."

Bion sangat gembira melihat kado dari Vota. "Sebelum ada yang melihat, sebaiknya aku simpan semua ini di bengkel rahasiaku."

Beberapa hari Bion dan Saskia tinggal dirumah Saskia. Para tetangga bergantian datang kerumah mereka untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Ini sebuah kesempatan bagi para ilmuwan untuk melakukan pendekatan dengan Bion, agar Bion menerima mereka untuk membantu penelitian yang sedang dilakukan oleh Bion.

Perkembangan penelitian Bion semakin membuahkan hasil. Akhirnya Bion berhasil membuktikan bahwa masa depan dan masa sekarang berada pada satu garis.

Dengan mendapatkan kado dari Vota, penelitian Bion semakin meningkat. Kini Bion telah menciptakan pintu pintu menuju tahun yang telah ditentukan. Pintu pintu itu terbuat dari layar monitor-layar monitor yang didapatkan Bion dari Vota.

Setiap hari Bion menyendiri didalam bengkelnya untuk menyelesaikan penelitiannya. Tapi khusus hari Minggu Bion keluar dari kesibukannya, ditutupnya bengkel itu untuk satu hari. Hari Minggu digunakannya untuk bersenang-senang dengan istrinya.

Tidak terasa, sudah satu tahun usia pernikahan Bion dan Saskia. Kini Saskia mengandung dan hasil USG menyatakan bahwa anaknya laki-laki. Betapa senangnya hati Bion dan Saskia, angan-angan mereka sudah jauh, harapan mereka kelak anak mereka menjadi seorang yang luar biasa.

Suatu hari, Bion mencoba penemuannya dengan memasuki salah satu pintu waktu. Didalam bengkelnya tidak ada satu orangpun yang melihat, karena Bion telah berpesan kepada istrinya agar merahasiakan bengkel itu. Ketika Bion membuka pintu salah satu pintu waktu, terjadi peristiwa diluar pengetahuan Bion. Cahaya yang begitu terang, dan angin sangat kencang yang menyedot segala sesuatu yang ada disekitarnya.

Bion tidak bisa mengendalikan situasi ini, walaupun sudah berusaha untuk tidak terseret kedalam pintu itu. Akhirnya Bion beserta seluruh benda-benda sekitar pintu itu tersedot, dan kemudian pintu itu segera tertutup. Berhari-hari bengkel itu sunyi, tidak ada aktivitas terdengar seperti hari-hari biasanya.

Hingga hari Minggunya tiba. Saskia sudah bersiap siap untuk menyambut suaminya keluar dari bengkel. "Tumben, bang Bion belum menemuiku. Biasanya setiap hari Minggu, pagi-pagi sekali bang Bion sudah nongol. Apakah dia kelelahan hingga ketiduran?. Ah. Sebaiknya aku menunggu saja sampai bang Bion datang."

Saskia menunggu Bion menemuinya hingga sore hari, tapi Bion belum juga datang. "Ada apa dengan bang Bion?. Apakah dia baik-baik saja?. Kok firasatku menjadi tidak nyaman?. Oh. Sebaiknya aku melihat bengkel bang Bion. Mudah mudahan tidak terjadi apa-apa."

Saskia mendatangi bengkel Bion, dipanggilnya beberapa kali, tidak ada yang menjawab. Hati Saskia menjadi gelisah, lalu dibukanya pintu bengkel dengan kunci duplikat yang pernah Bion berikan. Ketika pintu bengkel itu dibuka, Saskia terkejut. Tidak ada barang-barang didalam bengkelnya. Hanya ada satu yang tersisa, sebuah layar monitor-layar yang masih menyala. Dilayar monitor itu hanya terlihat sinar putih, tidak ada gambar apapun.

Saskia kebingungan, mencari tahu apa yang sedang terjadi. "Ada apa ini?. Apakah bang Bion sudah memindahkan seluruh barang barang?. Kenapa bang Bion tidak mengatakannya kepadaku. Atau apakah bengkel ini sudah dirampok orang dan bang Bion dibawanya?"

Dengan kebingungan, segala apa yang terfikirkan dikeluarkan oleh Saskia. Saskia sudah melaporkan hal ini kepada ayahnya, dan ayahnya telah meminta tolong kepada fihak kepolisian untuk menyelidikinya. Namun, sudah berminggu-minggu belum ada hasilnya, hingga Saskia melahirkan seorang bayi.

Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, bulan berganti bulan, Saskia tidak kunjung menjumpai Bion. Untung ibunya Bion bersedia menemani Saskia setiap hari. Sejak kejadian itu, Saskia hanya tinggal bersama ibunya Bion, anak laki-laki mereka, dan sesekali ayahnya Saskia pulang. Anak mereka diberi nama oleh ibunya Bion dengan nama Albert.

Albert memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Selama duduk di bangku sekolah dasar, Albert selalu memperoleh juara umum. Begitu pula pendidikan SMP dan SMA, Albert selalu memperoleh juara umum.

Setiap kali Albert bertanya kepada ibunya mengenai ayahnya, ibunya menjelaskan sambil menangis. Dikatakannya bahwa ayahnya pergi ke suatu tempat, belum bisa kembali. Suatu hari, Albert diajak ibunya ke bengkel milik ayahnya Albert. "Nak, inilah bengkel ayahmu. Setiap hari beliau bekerja didalam bengkel ini, tidak keluar dari sini sebelum hari Minggu. Suatu hari, ayahmu tidak pernah keluar dari bengkel ini, hingga hari ini. Ibu tidak tahu apa yang sedang terjadi. Bisakah Albert mencari tahu dimana keberadaan ayahmu, sayang?"

"Baiklah ibu, Albert berjanji. Albert pasti akan menemukan ayah. Ibu jangan bersedih lagi. Percayalah. Albert pasti akan menemukan ayah" Albert memperhatikan layar monitor-layar yang masih menyala. "Alat apa ini?. Apakah ayah terjebak didalam alat ini?"

Albert berfikir, jika ini adalah sebuah komputer, mengapa tidak ada sumber daya yang terhubung? "Aku harus mengetahui latar belakang ayah, agar aku bisa memecahkan misteri ini."

Lalu Albert meninggalkan bengkel itu, dan bergegas mencari neneknya. "Nenek, Albert ingin mendengar cerita tentang ayah Albert. Apa yang dilakukan ayah semasa bersama nenek?".

Tania mulai menceritakannya. "Baiklah. Nenek akan menceritakan tentang ayahmu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!