"Kau tau kan bagaimana sulitnya mencari dokter spesialis pengganti di negara ini?Hanya ibu satu-satunya dokter spesialis jantung di negara ini yang menjadi tempat berkonsultasi bagi dokter-dokter muda. Ngomong-ngomong, tumben kamu mau datang kesini? Sudah berapa kali ibu memintamu untuk menemui ibu, tapi ada saja alasanmu." Wenny ngomong panjang lebar.
"Iya Bu, maafkan Saskia. Sebenarnya Saskia kemari ingin memperkenalkan orang yang telah mencuri hati Saskia" Saskia mengatakan tujuan kedatangannya.
"Nah loh. Ibu sampai tidak sadar bahwa anak ibu sudah beranjak dewasa. Tentunya sebentar lagi ibu bakalan menjadi seorang nenek. Dimana kekasihmu itu sayang?." Wenny tidak menyangka ternyata sekarang Saskia sudah dewasa.
Saskia menggaruk kepalanya. "Saskia belum berjumpa dengannya, ibu. Saskia melihat di surat kabar bahwa Bion sedang mengadakan seminar di Jepang".
"Wah wah. Luar biasa kekasihmu itu sayang. Pasti dia adalah seorang pengusaha yang sukses. Tidak banyak loh pemuda seusiamu yang begitu luar biasanya mencapai kesuksesan. Bergerak di bidang apa kekasihmu itu sayang?." Wenny antusias mendengarkan cerita Saskia.
Saskia kembali menceritakan. "Bion memiliki pabrik pupuk di Indonesia. Usahanya sudah booming hingga ke mancanegara. Tapi seminar yang diselenggarakan Bion di negara ini tidak ada kaitannya dengan bisnisnya. Bion menggelar seminar mengenai tekhnologi sains yang meneliti ruang waktu."
"Oh ya?. Belakangan ini ibu juga sering mendengar mengenai hal itu. Kabar yang ibu dengar, ada seseorang yang telah menciptakan sebuah alat yang mampu menembus ruang waktu. Ibu juga mendengar, orang tersebut berkewarganegaraan Indonesia. Apakah Bion orangnya?." Wenny menebak.
"Iya. Benar, Bu. Orang tersebut adalah Bion kekasihku" jawab Saskia.
"Wah. Luar biasa! Pemuda yang sangat luar biasa. Tidak hanya sukses di bidang bisnis, juga sukses di bidang teknologi. Kapan kamu akan menjumpainya?. Apakah kamu sudah diberitahu lokasi tempat seminar tersebut diselenggarakan?." Wenny bertanya.
"Belum, ibu. Nanti Saskia akan meneleponnya untuk menanyakannya." jawab Saskia.
Wenny terkejut mendengar Saskia mengatakan akan menelepon. "Menelepon? Tidakkah engkau tau sayang, di negara ini hanya kalangan pemerintahan saja yang diperbolehkan menggunakan telepon."
"Tidak begitu ibu, Bion telah memberikan kepadaku sebuah handphone. Dengan handphone ini, hanya Saskia dan Bion yang bisa menggunakannya." jelas Saskia.
"Apa lagi itu handphone?" tanya Wenny.
Saskia menjelaskan. "Handphone itu telepon genggam yang diciptakan oleh temannya Bion. Temannya itu berasal dari negeri yang tidak bisa dijangkau oleh manusia."
"Wah. Benar-benar luar biasa! Apakah ibu sudah ketinggalan zaman ya?." Wenny merasa terlihat bodoh.
"Tidak, ibu. Hanya Bion orang yang beruntung, yang dihubungi oleh keturunannya dimasa depan." jawab Saskia.
"Ibu semakin tidak mengerti, sayang. Apakah kamu yang membesar-besarkan informasi ataukah memang dunia ini sudah begitu cepat berputar?" Wenny bingung.
"Ah sudahlah Bu, tidak usah pusing memikirkan hal yang tidak sanggup kita mencernanya. Saskia pamit dulu ya ibunda sayang, Saskia segera kembali bersama Bion. Sekarang Saskia akan menelepon Bion dulu." Saskia keluar dari ruang pribadi Wenny.
Wenny mengantar sampai keluar. "Iya sayang, hati hati dijalan. Apakah perlu ibu carikan seorang pemandu untuk menemanimu sayang?"
Saskia keluar sambil berlari kecil. "Tidak perlu, ibu. Saskia bisa sendiri. By ibu..."
"By sayang..." Wenny melambaikan tangannya.
Sambil berjalan meninggalkan rumah sakit, Saskia menelepon Bion. "Halo Bion, apakah boleh aku mengganggu waktumu sebentar?".
Bion langsung menjawabnya. "Hai Saskia. Ada apa sayang?. Aku sedang tidak sibuk kok. Lagi pula aku tidak pernah terganggu dengan kamu meneleponku. Bahkan aku sangat senang."
"Bolehkah aku menemuimu sekarang Bion?" tanya Saskia.
Bion mengira Saskia berada di Indonesia. "Sekarang?. Tunggu sebentar. Aku akan mempersiapkan penerbangan untuk ke Indonesia. Biarkan aku saja yang menemuimu."
"Memangnya kamu sedang dimana sekarang Bion?." Saskia yakin bahwa Bion tidak mengetahui bahwa dia sekarang sedang berada di Jepang.
"Sekarang aku sedang berada di Jepang. Tidak masalah, aku akan segera menemuimu. Kamu sekarang ada di Kalimantan bukan?" tanya Bion.
Saskia terburu-buru menjelaskan. "Tidak, Bion. Aku sekarang berada di Jepang".
Bion terkejut. "Haah?. Di Jepang?. Mengapa engkau di Jepang?".
Saskia menjelaskan. "Aku membaca surat kabar bahwa engkau sedang mengadakan seminar di Jepang. Kebetulan ibuku tinggal di Jepang".
"Wah. Kebetulan sekali. Biarkan aku menemuimu. Carilah tempat duduk, tunggulah disana. Aku akan segera menemuimu. Tapi tunggu! Jangan matikan handphone ini. Aku akan melacak keberadaan mu." Bion segera bersiap-siap.
Tidak lama Saskia duduk menunggu di bangku taman, Bion menutup kedua mata Saskia dari belakang. "Bion, apakah ini kamu?"
Bion tertawa dan melepaskan tangannya dari mata Saskia. "Hahaha... Saskia. Tentunya tebakanmu benar, karena kau sedang menantikan ku".
Saskia kebingungan. "Bagaimana bisa secepat ini kau datang?. Tolong beritahu aku caranya".
lalu Bion menjelaskan. "Aku telah memodifikasi handphone yang ada padaku. Jangankan melacak keberadaan mu, gerak-gerik mu pun bisa kulihat".
Saskia mengacungkan jempol. "Wah canggih tuh! Kamu patut diberi gelar profesor!".
Bion tersenyum. "Ketahuilah Saskia, Vota telah memberitahuku bahwa keturunanku semuanya memiliki jiwa profesor".
Saskia penasaran. "Bagaimana dengan keturunanku?".
Bion menjawab. "Saskia, Saskia. Keturunanku ya keturunanmu juga. Vota juga pernah memberitahukan kepadaku hal ini"
Wajah Saskia mendadak memerah karena malu. Sedangkan Bion hanya senyum-senyum sendiri.
Bion mengajak Saskia menemui ibu Saskia. "Saskia, tadi kau mengatakan bahwa ibumu tinggal di negara ini. Ayo kita menemuinya"
Saskia berpura-pura tidak mengerti maksud dan tujuan Bion. "Untuk apa kau ikut aku menemui ibuku?".
Bion menjawab. "Aku mau melamar mu sayang".
Saskia tersenyum dengan muka yang memerah. "Apakah nanti kau tidak akan menyesal, Bion?"
"Justru aku sangat bersyukur jika engkau menjadi istriku" jawab Bion.
"Baiklah, kalau kau sudah bertekad bulat, mari kita menemui ibu. Ibu berada tidak jauh dari sini kok". Saskia menarik tangan Bion pergi menuju ke rumah sakit milik ibunya.
Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah bertemu ibunya Saskia.
Saskia memperkenalkan Bion kepada ibunya. "Ibu, perkenalkan. Ini Bion, yang tadi Saskia ceritakan".
"Salam kenal Tante" jawab Bion.
Wenny menjawab. "Iya nak Bion. Salam kenal kembali. Saskia, cepat sekali kau mencari Bion sayang".
Saskia menggoda ibunya. "Ibu, kan saya sudah pernah bilang bahwa Bion adalah seorang profesor. Tidak ada yang mustahil bagi seorang profesor, ibu."
Wenny mengerutkan keningnya. "Maksud kamu sayang?"
Saskia menceritakannya. "Bion yang menemui Saskia dengan melacak keberadaan Saskia, setelah Saskia meneleponnya. Oh iya ibu, ada sesuatu yang ingin Bion katakan kepada ibu".
Wenny bertanya. "Ada apa nak Bion?. Sampaikan saja apa yang mau nak Bion sampaikan."
"Tante, Bion ingin melamar Saskia anak Tante." Bion mengatakan dengan tegas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments