Bertemu ayahnya Saskia

"Terimakasih Tante, Bion berjanji akan selalu menyayangi Saskia selamanya." Bion mencium tangan Wenny.

"Oh iya nak Bion, tadi Saskia bercerita bahwa nak Bion sedang menyelenggarakan seminar. Apakah sudah selesai?" tanya Wenny.

Lalu Bion menjawab. "Belum dimulai, Tante. Mereka tentunya masih menunggu Bion".

"Lha. Kenapa malah kau tinggalkan mereka?" Wenny merasa heran.

Bion menggaruk kepalanya. "Tidak mengapa, Tante. Saskia lebih penting bagi Bion daripada pekerjaan apapun".

Wenny tidak menyangka, di tengah kesibukan Bion, masih lebih mengutamakan Saskia. "Apakah segitunya kau mencintai Saskia, nak Bion?"

"Iyalah Tante, bahkan Bion rela mempertaruhkan nyawa demi jantung hati Bion, yaitu Saskia satu satunya" Bion meyakinkan calon mertuanya.

"Ya sudahlah, jangan segitunya lah. Sebaiknya nak Bion segera menemui para peserta seminar. Jika diperbolehkan, ibu sangat ingin sekali menghadiri seminar tersebut" Wenny sangat ingin menghadiri seminar itu.

Memang sejak awal Bion berencana untuk membawa Wenny dan Saskia ke seminar itu, karena Bion ingin memperkenalkan mereka kepada relasi kerjanya. "Tentu saja boleh, Tante. Memang Bion berencana mengajak Tante dan Saskia menghadiri seminar, jika Tante dan Saskia tidak berkeberatan".

Wenny, Ibunya Saskia tidak menyangka bisa bertemu dengan para ahli di gedung seminar. Ada beberapa dokter dan profesor yang ia kenal.

Ketua serikat dokter hadir disana, dilihatnya ada Wenny juga hadir di seminar ini, didalam hatinya bertanya tanya, kenapa dokter yang hanya berfokus pada satu bidang saja bisa hadir di seminar ini.

Semua yang hadir di sini, paling tidak seorang ilmuwan yang telah berhasil menciptakan sesuatu.

Bion berjalan menuju podium dan menyampaikan kata sambutan. Didalam kata sambutan, Bion juga mengumumkan bahwa Bion akan melamar Saskia. Saskia dan ibunya diajak naik ke panggung untuk diperkenalkan kepada seluruh peserta yang hadir.

Banyak orang yang memuji kecantikan Saskia dan juga memuji betapa beruntungnya nyonya Wenny yang memiliki seorang calon menantu yang sangat jenius.

Pada saat acara inti, Bion memperkenalkan sebuah barang ciptaannya, yaitu sebuah kotak besar yang mirip seperti lemari.

Di Bagian belakang lemari tersebut dilengkapi dengan banyak kabel kabel yang berukuran besar, yang terhubung dengan generator listrik berdaya ribuan volt.

Lalu Bion menyampaikan kata sambutan. "Hadirin sekalian, saya perkenalkan sebuah alat ciptaan saya yang berfungsi untuk menghubungkan waktu dan tempat yang berbeda. Saya telah menguji kemampuan alat ini dan hasilnya sangat akurat. Tapi sayang sekali penggunaannya harus melalui izin departemen sains dan teknologi. Untuk itu saya mengumpulkan kalian disini agar kalian bersedia menandatangani permohonan izin. Silahkan saudara sekalian meneliti terlebih dahulu alat ini, sebelum memberikan suara."

Para peserta seminar bergantian naik keatas panggung untuk meneliti seluruh bagian lemari ini. Saat pintu lemari itu dibuka, hanya terlihat sinar yang sangat terang. Tidak ada satupun yang berani memasuki pintu lemari tersebut.

Ada beberapa orang yang bertanya. "Tuan Bion, apakah dengan melintasi pintu itu kita bisa kembali lagi?"

Bion menjelaskan. "Tentu saja bisa kembali lagi jika tetap memegang pintu itu. Untuk penelitian dibalik pintu itu, saya akui belum bisa ditentukan perbedaan waktu dan tempatnya. Makanya saya mengajukan alat ini agar mendapatkan dana untuk penelitian lebih lanjut."

Semua yang hadir sangat antusias untuk menyaksikan kesempurnaan alat ini. Hingga terkumpullah sudah seluruh tandatangan semua orang untuk mendapatkan izin dari pihak departemen sains dan teknologi.

Akhirnya acara seminar diakhiri dengan sukses, kedepannya Bion bisa melanjutkan penelitiannya dengan izin dan subsidi dana dari departemen sains dan teknologi.

Sementara pengunjung sedang sibuk meneliti penemuan Bion, Bion mendekati Wenny. "Tante, kapan tante pulang ke Indonesia?. Saya ingin menjumpai om untuk melamar Saskia."

Lalu Wenny menjawab. "Tiga hari lagi, nak Bion. Tante harus mempersiapkan pengganti Tante di rumah sakit ini. Kalian bersenang senanglah dulu di sini. Nanti kita bertiga berangkat bersama ke Indonesia."

Bion ingin mengajak Saskia jalan-jalan.. "Baiklah Tante, saya izin untuk mengajak Saskia berkeliling menikmati suasana di negara ini."

Tiga hari kemudian, mereka berangkat ke Indonesia. Mereka masih menunggu ayahnya Saskia yang belum pulang dari asrama militer tempat ayahnya Saskia mendidik prajurit baru.

Wenny mengirimkan telegram ke asrama militer tersebut untuk meminta suaminya pulang beberapa hari.

Tidak lama, ayahnya Saskia pulang dan disambut oleh Saskia dan ibunya dengan perasaan yang rindu. "Apa kabarmu Wenny sayang?. Sudah sangat lama kita tidak bertemu."

"Alhamdulillah, Wenny baik baik saja Abang. Wenny sangat rindu sama Abang." Wenny memeluk suaminya.

"Iya Wenny, Abang juga rindu sama Wenny. Kamu juga sayang, kenapa ayah tidak pernah menjumpai kamu setiap ayah pulang kerumah?" Anton bertanya kepada Saskia.

"Banyak yang harus Saskia kerjakan, ayah. Seperti yang pernah ayah katakan, Saskia harus menjadi orang yang kuat. Iya kan?." Saskia menjelaskan.

Anton mengusap kepala Saskia. "Iya sayang, ayah percaya kepadamu. Ngomong ngomong siapa pemuda ini, sayang?"

"Oh iya, ayah. Perkenalkan ini Bion. Dia adalah kekasih Saskia. Kami sudah berteman sejak kecil." Saskia memperkenalkan Bion kepada Anton.

"Siang om, saya Bion." Bion mencium tangan Anton.

Anton teringat teman seperjuangannya yang wajahnya sangat mirip dengan Bion. "Siang. Bukankah kamu Bion anaknya kapten Thomas?"

"Iya om, almarhum Thomas adalah ayahku." Bion menjawab.

"Wah nak Bion, wajahmu sangat mirip dengan wajah kapten Thomas. Om jadi ingat saat ayahmu mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan om. Sudahlah, om nggak mau cerita ini, terlalu menyedihkan." Anton mengusap mukanya.

Bion berkata. "Iya om, ibu Bion juga pernah menceritakannya padaku. Berarti om Anton teman seperjuangan ayah Bion ya om?"

"Iya, benar. Itu waktu kami bersama sama bergabung di pasukan Garuda yang dikirimkan ke Kuwait. Setelah pulang ke Indonesia, beberapa tahun kemudian om pensiun dan direkrut mabes untuk melatih prajurit prajurit baru." Anton bercerita.

Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Tante Mona mengajak kami minum teh di beranda belakang rumah.

Bion menyampaikan maksud kedatangannya. "Om, sebenarnya maksud kedatangan Bion menemui om Anton adalah ingin melamar anak om untuk menjadi istri Bion. Saya dan Saskia sudah berteman sejak kami kecil."

"Ya, om tau. Dulu, waktu Saskia masih SD, om pernah melihatmu bermain bersama Saskia. Oh iya. Apa kabar ibumu?. Apakah ibumu masih tinggal di Palembang?" Anton tersenyum.

"Alhamdulillah, ibu Bion sehat. Iya, om ibu Bion sekarang masih tinggal di Palembang. Bagaimana om?. Apakah lamaran Bion diterima?." Bion menunggu jawaban dari Anton.

Anton tertawa. "Tentu saja nak Bion, selain om sudah sangat mengenal nak Bion dan keluarga nak Bion, om juga sangat percaya terhadap pilihan Saskia. Om menerima lamaran nak Bion. Kapan nak Bion bersedia menikah dengan Saskia?"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!