Bab 18: Pernyataan Cinta

Tok...tok..tok...

"Dan, buka pintunya. Manda udah pergi."

Aku masih terduduk di sisi bathtub. Menghela nafas entah yang sudah keberapa kali.

Satu hal yang aku tahu sekarang, penilaianku terhadap Om Rey ternyata tidak salah. Karena ciuman-ciuman itu, aku sempat berpikir bahwa Om Rey adalah laki-laki yang tidak setia dan tidak bisa menjaga hatinya yang seharusnya hanya ia berikan untuk istrinya yaitu Tante Manda. Aku bahkan menganggap Om Rey hanya menjadikanku pelampiasannya karena Tante Manda yang sibuk bekerja.

Tapi ternyata kenyataannya tidak seperti itu. Tante Manda justru yang tidak bisa menjaga hati. Bahkan ia merendahkan, berkhianat, dan tidak bersyukur sama sekali sudah memiliki suami sesempurna Om Rey. Om Rey adalah suami yang baik, bahkan terlalu baik.

Juga satu hal yang aku tahu dengan sangat pasti sekarang, Om Rey benar-benar menaruh rasa padaku. Dengan lantang dan yakinnya ia mengatakan pada Tante Manda bahwa Om Rey mencintai perempuan lain, tidak ada lagi Tante Manda di hatinya. Dan perempuan lain itu adalah aku, keponakannya sendiri.

Sekarang aku hanya tinggal menunggu waktu hingga Tante Manda mengetahui semuanya.

"Danisa..." Panggil Om Rey lagi.

Tak ingin membuatnya khawatir ku bawa diriku dengan lunglai menuju pintu dan membukanya. Ku tatap wajah Om Rey yang sudah kembali hangat dan ramah, tak lagi menatapku tajam seperti tadi.

"Maafin Om, Dan..." Ujarnya penuh sesal.

Aku masih terdiam tak tahu harus mengatakan apa.

"Maafin juga karena kamu jadi mendengar perdebatan Om dan Manda barusan. Om udah ganti kode akses pintunya. Manda gak akan bisa masuk seenaknya lagi kayak tadi."

Ia tidak perlu menjelaskan itu. Ini rumahnya, terserah dia akan melakukan apa. Juga dibandingkan aku, Tante Manda tentu lebih berhak datang ke rumah ini. Kenapa Om Rey malah membuat seakan aku terganggu dengan kedatangan Tante Manda barusan?

"Om mau susu coklat. Bisa tolong buatkan?" Pintanya. Tanpa mendengar jawabanku ia melangkah keluar kamarnya. Ia berhenti sejenak dan menoleh padaku yang masih berdiri mematung di ambang pintu kamar mandi. "Buat dua ya. Untuk kamu satu."

Ku ambil dua buah gelas dan mulai menyeduh dua gelas susu coklat panas. Ku letakkan satu gelas di meja di hadapan Om Rey yang kini duduk di karpet ruang tengah. Sambil memegang segelas susu coklat panas itu, aku bergabung dengannya, duduk bersila di karpet itu.

Ku minum susu coklat itu perlahan, lumayan sedikit menenangkanku yang baru saja terjebak di situasi penuh emosi seperti tadi.

Om Rey masih terdiam, melamun. Ia tidak menyentuh susu coklatnya sama sekali.

"Om, diminum susunya." Lirihku setelah cukup lama.

Om Rey menoleh ke arahku, wajahnya terlihat lelah. Tak tega rasanya melihatnya seperti itu.

Ia tersenyum tipis, dan meraih susu coklat di hadapannya dan menyeruputnya. Kemudian ia kembali terdiam.

Setelah cukup lama aku berpikir untuk kembali ke kamarku. "Aku mau ke kamar ya, Om." Aku pun beranjak dari posisi dudukku, namun Om Rey menahanku.

Tangannya menggenggam tanganku dan menatapku sendu. "Tolong jangan pergi, Dan. Om mau ngomong, sebentar aja."  Ia kembali ke Om Rey yang hangat. Om Rey yang ramah.

Aku kembali duduk di sampingnya dan terdiam, menunggunya mengatakan sesuatu. Tapi bukannya berbicara ia malah kembali termenung.

"Om mau ngomong apa?" Tanyaku akhirnya.

Om Rey menoleh ke arahku. "Soal tadi, kamu... mendengar semuanya?"

Ku anggukan kepalaku, dan pandanganku tertuju pada susu coklat yang masih aku pegang.

Kami kembali terdiam. Hanya denting jam dinding yang terdengar.

Sebetulnya aku juga ingin mengatakan sesuatu padanya. Aku ingin mengatakan bahwa setelah apa yang aku ketahui barusan, bahwa Om Rey dan Tante Manda akan bercerai, maka sudah tidak ada alasan lagi bagiku berada disini. Selain itu hubungan kami yang semakin mengarah ke pada hal yang tidak seharusnya, lebih memperkuat alasanku untuk segera pergi dari rumah ini.

Namun entah mengapa aku malah tidak rela jika harus pergi meninggalkannya. Setelah mengetahui bagaimana sikap tanteku itu, aku bisa membayangkan setiap kali mereka bertengkar, wajah Om Rey akan sesedih ini. Dan aku tak mampu melihatnya seperti ini terlebih sendirian menanggung semuanya.

"Om, kalau mau nangis, Om boleh nangis kok." Malah itu yang aku katakan pada Om Rey.

Senyum getir merekah di bibirnya. "Om gak mau nangis, kok." Ia menatapku hangat. "Tapi kalau boleh, Om pengen peluk kamu boleh, gak?"

Sebetulnya aku ragu tapi akhirnya kuanggukan juga kepalaku.

Kedua tangannya melingkar di tubuhku yang duduk di sebelahnya. Ku tepuk pelan punggungnya seakan mengatakan 'semangat ya, Om. Om pasti bisa melewati semua ini.'

"Om sangat bersyukur ada kamu di samping Om, Dan." Lirihnya. "Maafin Om karena Om merasakan rasa yang gak sepantasnya Om rasakan sama kamu. Om juga gak bisa cegah itu. Tiba-tiba aja rasa itu muncul sejak Om pertama lihat kamu hari itu."

Sejak pertama melihat aku, Om Rey sudah jatuh cinta padaku?

Ia melepas pelukannya dan menatapku hangat. "Waktu pertama kamu dateng ke rumah ini, sebetulnya Om baru aja berantem sama Manda. Kayak yang terjadi barusan. Saat itu pertama kalinya Om berpikir untuk melepaskan Manda. Lalu tiba-tiba kamu datang. Om sudah dikabari oleh Mbak Diana kalau dia ingin menitipkan anaknya selama menempuh pendidikan S1. Awalnya Om ingin menolak, karena yang diketahui seluruh keluarga Om ataupun keluarga Manda, hubungan kami baik-baik aja. Mereka gak tahu seperti apa kehidupan rumah tangga Om selama ini. Akhirnya Om mengiyakan karena gak enak sama Mbak Diana." Tangan hangat Om Rey meraih pipiku. "Dan kemudian kamu pun datang."

"Jadi, bunda minta izin aku tinggal di sini itu ke Om? Bukan ke Tante Manda?"

"Katanya bunda kamu udah nyoba buat ngehubungin Manda tapi gak diangkat. Chat juga hanya dibaca. Akhirnya bunda kamu chat ke Om."

Ternyata seperti itu. Sejak awal Om Rey sendiri yang mengizinkanku tinggal di sini.

"Terus sekarang gimana, Om? Aku gak mungkin tinggal di sini lagi. Kalau Om cerai sama Tante Manda, aku harus pergi dari sini." Entah mengapa aku mengatakannya seakan aku tidak rela untuk pergi.

"Om gak mau kamu pergi, Dan." Kembali ia merengkuh tubuhku. "Om udah terlanjur nyaman dengan adanya kamu di sini. Kamu baru beberapa minggu di sini, tapi semua yang Om butuhkan yang Om harap bisa Om dapatkan dari Manda, justru Om dapetin dari kamu. Pertemuan Om dengan kamu yang membuat Om yakin buat melepaskan Manda akhirnya. Om benar-benar bersyukur karena udah mengiyakan kamu untuk tinggal di sini sama Om."

Ia kembali menatapku, "Om cinta sama kamu, Dan. Om jatuh cinta sama kamu."

Deg!

Gemuruh jantungku kembali bertalu. Ada rasa bahagia yang menelusup masuk ke dalam hatiku, tapi sekali lagi aku harus berada di dalam kewarasanku. Hubungan kami tak mungkin terjalin. "Tapi Om..."

Om Rey memotong ucapanku. "Tolong kamu jawab pertanyaan Om. Apa kamu juga merasakan hal yang sama pada Om?"

Ditodong pertanyaan seperti itu secara tiba-tiba, benar-benar membuatku bimbang.

"Kenapa gak jawab, Dan?" Tanyanya penuh harap.

Aku tak tahu apa yang aku rasakan. Aku sungguh tak bisa menjawabnya. Belum lagi logika dan hatiku yang terus berdebat. Dia adalah suami tanteku, bagaimana aku bisa merasakan perasaan yang tak seharusnya itu pada suami adik dari ibuku sendiri?

"Kalau kamu gak mau jawab dengan kata-kata, kamu bisa menjawabnya dengan cara lain."

Seketika jantungku berdegup lebih riuh lagi. Aku bisa menebaknya, cara apa yang Om Rey maksudkan.

Dan benar saja, kedua tangannya kembali meraup pipiku. "Kalau kamu gak suka, kalau kamu gak punya perasaan yang sama seperti yang Om rasakan pada kamu, kamu boleh menghindar."

Om Rey kembali mendekat padaku dengan perlahan. Seharusnya aku menghindar, seharusnya aku tak membiarkannya, Om Rey bahkan sudah memberikan peringatan.

'Danis, jangan lakukan ini!' Logikaku bahkan menegur dengan kerasnya.

Tapi bukannya menurut, kedua mataku malah menutup seakan menyetujuinya. Dan tepat saat itu bibir Om Rey sudah berada di bibirku lagi.

Terpopuler

Comments

sarinah najwa

sarinah najwa

up yg banyak thor🙏🙏 sd tambah vote loh💪💪💪💪🤗

2023-09-04

2

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

Saling melumat dan bertukar Saliva🤭🤭
Tangan Om Rey tak tinggal diam
mulai masuk kedalam baju dan ...ahh...ahh
😜😜😜😜

2023-09-04

2

Rodiah Rodiah

Rodiah Rodiah

kok lemooot banget ceritanya

2023-09-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bertemu Om Rey
2 Bab 2: Makan Malam
3 Bab 3: Menuju Kampus
4 Bab 4: Berbelanja
5 Bab 5: Semakin Dekat
6 Bab 6: Amanda
7 Bab 7: Memeluk Om Rey
8 Bab 8: Benar-benar Dijemput
9 Bab 9: Kejadian Semalam
10 Bab 10: Parfum
11 Bab 11: Vito dan Tantenya
12 Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13 Bab 13: Malam Api Unggun
14 Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15 Bab 15: Menghindar
16 Bab 16: Sepanik-paniknya
17 Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18 Bab 18: Pernyataan Cinta
19 Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20 Bab 20: Curahan Hati
21 Bab 21: Dimabuk Cinta
22 Bab 22: Agar Satu Sama
23 Bab 23: Terlalu Malu
24 Bab 24: Firasat Ibu
25 Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26 Bab 26: Dibutakan Cinta
27 Bab 27: Tahap Selanjutnya
28 Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29 Bab 29: For The Last Time
30 Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31 Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32 Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33 Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34 Bab 34: Vito dan Rasanya
35 Bab 35: Menemui Calon Suami
36 Bab 36: Nasihat Bunda
37 Bab 37: Rencana
38 Bab 38: Mas Rey
39 Bab 39: Pengalaman Pertama
40 Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41 Bab 41: Menghilang
42 Bab 42: Dijebak
43 Bab 43: Tak Habis Pikir
44 Bab 44: Istri Kecil
45 Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46 Bab 46: Satu Bulan Menikah
47 Bab 47: Suamiku Selingkuh
48 Bab 48: Bingung
49 Bab 49: Rasa yang Aneh
50 Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51 Bab 51: Aku Memang Pelakor
52 Bab 52: Yang Terbaik
53 Bab 53: Mas Rey Pergi
54 Bab 54: Sangat Rindu
55 Bab 55: Vito itu Temanku
56 Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57 Bab 57: Kabar
58 Bab 58: Tanteku, Maduku
59 Bab 59: Cinta Segi Empat
60 Bab 60: Tak Sanggup
61 Bab 61: Solusi
62 Bab 62: Rencana Mas Rey
63 Bab 63: Terkuak
64 Bab 64: Tertangkap Basah
65 Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66 Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67 Bab 67: Menyerah
68 Bab 68: Kejutan
69 Bab 69: Dua Pria Bodoh
70 Bab 70: Bukan Teman Lagi
71 Bab 71: Menjebak Amanda
72 Bab 72: Permainan Selesai
73 Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74 Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75 Bab 75: Gender Reveal
76 Bab 76: Kata Terakhir
77 Bab 77: Baby Revi
78 Bab 78: Rasa Canggung
79 Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80 Bab 80: Melahirkan
81 Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82 Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83 Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84 Ekstra 2: Visual Novel
85 Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86 Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87 Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88 Ekstra 6: Marry Me, Dev
89 Ekstra 7: My Big Girl
90 Ekstra 8: Single Mom
91 Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92 Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93 Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94 Ekstra 12: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1: Bertemu Om Rey
2
Bab 2: Makan Malam
3
Bab 3: Menuju Kampus
4
Bab 4: Berbelanja
5
Bab 5: Semakin Dekat
6
Bab 6: Amanda
7
Bab 7: Memeluk Om Rey
8
Bab 8: Benar-benar Dijemput
9
Bab 9: Kejadian Semalam
10
Bab 10: Parfum
11
Bab 11: Vito dan Tantenya
12
Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13
Bab 13: Malam Api Unggun
14
Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15
Bab 15: Menghindar
16
Bab 16: Sepanik-paniknya
17
Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18
Bab 18: Pernyataan Cinta
19
Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20
Bab 20: Curahan Hati
21
Bab 21: Dimabuk Cinta
22
Bab 22: Agar Satu Sama
23
Bab 23: Terlalu Malu
24
Bab 24: Firasat Ibu
25
Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26
Bab 26: Dibutakan Cinta
27
Bab 27: Tahap Selanjutnya
28
Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29
Bab 29: For The Last Time
30
Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31
Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32
Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33
Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34
Bab 34: Vito dan Rasanya
35
Bab 35: Menemui Calon Suami
36
Bab 36: Nasihat Bunda
37
Bab 37: Rencana
38
Bab 38: Mas Rey
39
Bab 39: Pengalaman Pertama
40
Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41
Bab 41: Menghilang
42
Bab 42: Dijebak
43
Bab 43: Tak Habis Pikir
44
Bab 44: Istri Kecil
45
Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46
Bab 46: Satu Bulan Menikah
47
Bab 47: Suamiku Selingkuh
48
Bab 48: Bingung
49
Bab 49: Rasa yang Aneh
50
Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51
Bab 51: Aku Memang Pelakor
52
Bab 52: Yang Terbaik
53
Bab 53: Mas Rey Pergi
54
Bab 54: Sangat Rindu
55
Bab 55: Vito itu Temanku
56
Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57
Bab 57: Kabar
58
Bab 58: Tanteku, Maduku
59
Bab 59: Cinta Segi Empat
60
Bab 60: Tak Sanggup
61
Bab 61: Solusi
62
Bab 62: Rencana Mas Rey
63
Bab 63: Terkuak
64
Bab 64: Tertangkap Basah
65
Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66
Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67
Bab 67: Menyerah
68
Bab 68: Kejutan
69
Bab 69: Dua Pria Bodoh
70
Bab 70: Bukan Teman Lagi
71
Bab 71: Menjebak Amanda
72
Bab 72: Permainan Selesai
73
Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74
Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75
Bab 75: Gender Reveal
76
Bab 76: Kata Terakhir
77
Bab 77: Baby Revi
78
Bab 78: Rasa Canggung
79
Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80
Bab 80: Melahirkan
81
Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82
Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83
Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84
Ekstra 2: Visual Novel
85
Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86
Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87
Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88
Ekstra 6: Marry Me, Dev
89
Ekstra 7: My Big Girl
90
Ekstra 8: Single Mom
91
Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92
Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93
Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94
Ekstra 12: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!