Bab 2: Makan Malam

"Ini kamar kamu." Om Rey membukakan sebuah pintu kamar di lantai dua. Aku masuk perlahan dan menatap ke sekitar.

Kamar yang sangat indah, kesan estetik tetap terasa di kamar ini. Ada tempat tidur dengan dua nakas di kedua sisinya, lemari dengan tiga pintu, juga meja belajar. Di sudut kamar ada sebuah pintu menuju balkon, sedangkan kamar mandi ada di luar kamar ini, berseberangan dengan ruang kerja Om Rey. Ia sempat memberitahukannya tadi saat akan memasuki kamar ini.

"Kamu santai aja dulu. Nanti kalau udah jam makan malam, Om akan panggil kamu." Ujarnya dengan sebuah senyuman yang memunculkan lesung pipi.

"Makasih, Om." Ujarku dengan agak canggung.

Kemudian Om Rey keluar dan menutup pintu. Terlintas kejadian beberapa menit lalu. Ia menatapku lekat, mengatakanku cantik, dan nyaris menyentuh pipiku.

Om Rey kenapa ya?

Aku sedikit, hanya sedikit, tersipu saat tadi Om Rey mengatakan bahwa aku cantik. Walaupun ia adalah suami dari tanteku, tetap saja ia seorang laki-laki dewasa, ditambah ia juga sangat tampan. Dikatakan cantik oleh laki-laki setampan dia, tentu membuat aku sedikit berbangga hati.

Tapi, jangan salah paham. Aku tidak geer atau bagaimana, aku hanya merasa tersanjung saja dipuji olehnya. Tidak lebih. Bagaimanapun ia adalah suami dari tanteku. Aku sangat menghormatinya. Apalagi melihat latar belakang keluarganya, juga pekerjaannya, membuatku begitu segan terhadapnya.

Aku mulai membuka koperku dan memindahkan semua barang-barang yang ada di dalamnya ke lemari dan juga meja belajar. Aku menatanya dengan riang. Lega dan bersyukur sekali bisa kuliah dengan tenang. Biaya kuliahku ditanggung beasiswa, tempat tinggal juga aku dapatkan secara gratis. Hanya tinggal biaya sehari-hari yang harus aku cari. Ibuku yang hanya berjualan kue-kue basah tentu tidak akan cukup untuk menopang hidupku di ibukota ini.

Lagipula hal ini sudah aku pikirkan. Aku harus mendapatkan pekerjaan saat memutuskan untuk menerima beasiswa ini. Aku sudah berjanji pada ibuku, tak perlu mengkhawatirkan biayaku sehari-hari karena aku akan mencari nafkah untuk kehidupanku sendiri. Besok aku sudah akan melaksanakan masa orientasi. Pulang dari kampus rencananya aku akan segera mencari pekerjaan.

Setelah semua barangku selesai aku tata, aku memutuskan untuk mandi. Ku bawa handuk dan baju ganti juga alat mandi ke kamar mandi di seberang ruang kerja Om Rey. Tubuhku sudah sangat lengket, jadi aku ingin segera membersihkan diri.

Saat aku akan memasuki kamar mandi, tak sengaja aku melihat Om Rey di ruang kerjanya. Kebetulan pintunya terbuka. Ia membelakangiku sedang menelepon seseorang.

"Kamu udah keterlaluan! Aku tutup mata pada semua hal kotor yang kamu lakuin di belakang aku, tapi kali ini, aku udah gak bisa terima. Aku muak, Manda! Aku akan lakukan apa yang selama ini kamu mau!" Teriaknya, kemudian menutup teleponnya, melempar ponselnya ke sofa di ruangan itu, membuat ponsel itu terpental dan untungnya jatuh ke sofa lainnya.

Aku kira ponsel itu selamat dari korban kemarahan pemiliknya. Tak ingin menguping lebih lama akupun masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membersihkan diri.

Saat membasuh tubuhku, satu hal terlintas di benakku. Ucapan Om Rey membuatku kepikiran, ternyata Tante Manda dan Om Rey sedang bertengkar. Jujur aku tidak nyaman jika situasi mereka seperti ini.

Tapi resiko tinggal bersama saudara ya seperti ini. Kadang aku harus mengetahui sesuatu yang tidak ingin aku ketahui.

Setelah selesai menggunakan piyamaku, aku membuka pintu kamar mandi. Tepat saat itu Om Rey juga keluar dari ruang kerjanya. Kami sempat bertemu tatap beberapa saat.

Ku palingkan wajahku dan mengangguk pelan, lalu berjalan ke arah kamarku.

"Danisa..." Panggilnya.

Sontak aku menoleh ke arahnya. "Iya, Om?" Sahutku.

Ia terdiam beberapa saat menatap ke arahku. Tatapan yang sama seperti saat ia pertama melihatku tadi.

Lalu ia seperti tersadar. "Makan malam udah siap. Kamu turun ya."

"Iya, Om. Aku simpen dulu handuk, nanti aku ke bawah." Ujarku. Ia tersenyum tipis lalu mulai berjalan menuruni tangga.

Wajah Om Rey terlihat kacau sekali. Ia pasti sedih karena baru saja bertengkar dengan Tante Manda. Jujur aku jadi malas untuk bertemu dengannya karena suasananya pasti akan sangat canggung. Tapi aku tak bisa menolak karena Om Rey sudah memintaku untuk turun.

Akhirnya aku mulai menuruni tangga. Aku melihat Om Rey sedang menyiapkan makan malam yang sepertinya ia beli melalui aplikasi online. Akupun mendekat ke arah meja makan dengan perlahan.

"Duduk, Dan." Ujar Om Rey ketika sudut matanya menangkap keberadaanku. Ia tersenyum, membuat lesung pipinya kembali muncul.

Ya Tuhan, Om Rey ini tampan sekali. Tante Manda pasti bahagia memiliki suami setampan dirinya. Setiap hari ia bisa melihat pemandangan seindah ini.

Tanpa sadar aku mengamati Om Rey yang sedang sibuk menyiapkan piring dan juga peralatan lainnya. Om Rey mungkin memiliki tinggi sekitar 180 cm. Kulitnya sawo matang. Hidungnya mancung dan matanya sangat ramah. Rambutnya hitam lurus. Tubuhnya terlihat ideal, tegap dan bidang, kentara sekali ia sering berolahraga.

"Kamu suka capcay dan ayam teriyaki?" Tanya Om Rey membuyarkan lamunanku.

'Ngapain sih kamu, Nis? Om Rey sadar gak ya aku mengamatinya barusan? Semoga enggak.' Batinku menegur.

"Aku suka apapun kok, Om. Gak ada makanan yang gak aku suka kayaknya." Ujarku diiringi dengan tawa.

"Wah, masa? Bagus deh kalau gitu. Yuk kita mulai makannya." Om Rey mulai bergabung denganku di meja makan.

"Makasih. Dimakan ya, Om." Ujarku.

Kemudian kami mulai melahap makanan itu sambil mengobrol santai. Dari obrolan itu aku jadi tahu bahwa ia sering kali makan dengan cara memesan secara online seperti ini jika sedang berada di rumah. Karena dirinya dan juga Tante Manda sama-sama sibuk, maka mereka tidak ada waktu untuk memasak.

"Kalau boleh, Om. Aku bisa kok masak. Kalau Om Rey dan Tante Manda ngizinin, aku bisa masak setiap hari buat Om dan Tante selama aku tinggal di sini. Itung-itung aku bayar kost gitu, Om." Ku tawarkan jasaku. Setidaknya ini bisa menjadi cara aku berterimakasih kepada mereka.

"Om gak pengen kamu merasa sungkan gitu. Kamu boleh masak, Om sangat berterimakasih malah. Tapi jangan bilang untuk bayar uang kost, Dan. Kesannya kamu jadi dipekerjakan sama Om kalau gitu."

"Iya deh, Om. Aku gak akan bilang gitu. Ya udah kalau gitu mulai besok pagi, aku akan masak buat Om dan Tante ya. Masakan aku enak loh, Om boleh tanya Bundaku." Ujarku percaya diri.

Interaksiku dengan Om Rey memang sedikit mencair sekarang. Setelah mengobrol beberapa saat, aku merasa ternyata ia orang yang cukup asyik.

"Okay, Om jadi gak sabar nyobain masakan kamu, Dan." Ujarnya.

Aku mengangguk sumringah.

Setelah itu aku kembali ke kamarku. Aku menyiapkan tas dan pakaian untuk besok, dan membereskan beberapa barang yang tadi belum sempat aku tata. Setelah itu aku pun bersiap untuk tidur.

Aku berjalan menuju saklar, berniat untuk mematikan lampu. Namun tiba-tiba saja seekor kecoa terbang dan hinggap di lenganku.

Seketika aku berteriak kencang sekali. "KYAAAAAAAAA~!!"

Aku terus mengibas-ngibaskan lenganku mencoba membuat si kecoa itu pergi. Aku berlari menuju pintu dan membukanya. Tepat saat itu Om Rey datang dan saking paniknya aku menabrak tubuhnya, tubuhnya oleng dan kami terjatuh dengan posisi Om Rey terlentang di lantai, dan aku berada di atasnya.

"Om ada kecoa terbang!! Aku gak suka sama kecoa!! Geli banget, Om!!" Pikiranku masih terfokus pada kecoa itu.

Namun beberapa detik kemudian aku tersadar. Aku sedang membenamkan wajahku di pundak Om Rey yang terbaring di lantai. Sebelah lututku bahkan berada di antara kakinya, sedikit menekan ke sel^ngkangannya. Dan seluruh tubuhku menempel di tubuhnya. Aku mengangkat kepalaku dan menatap Om Rey yang wajahnya dekat sekali denganku.

Terpopuler

Comments

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

Ok 👍👍❤️❤️

2023-08-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bertemu Om Rey
2 Bab 2: Makan Malam
3 Bab 3: Menuju Kampus
4 Bab 4: Berbelanja
5 Bab 5: Semakin Dekat
6 Bab 6: Amanda
7 Bab 7: Memeluk Om Rey
8 Bab 8: Benar-benar Dijemput
9 Bab 9: Kejadian Semalam
10 Bab 10: Parfum
11 Bab 11: Vito dan Tantenya
12 Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13 Bab 13: Malam Api Unggun
14 Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15 Bab 15: Menghindar
16 Bab 16: Sepanik-paniknya
17 Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18 Bab 18: Pernyataan Cinta
19 Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20 Bab 20: Curahan Hati
21 Bab 21: Dimabuk Cinta
22 Bab 22: Agar Satu Sama
23 Bab 23: Terlalu Malu
24 Bab 24: Firasat Ibu
25 Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26 Bab 26: Dibutakan Cinta
27 Bab 27: Tahap Selanjutnya
28 Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29 Bab 29: For The Last Time
30 Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31 Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32 Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33 Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34 Bab 34: Vito dan Rasanya
35 Bab 35: Menemui Calon Suami
36 Bab 36: Nasihat Bunda
37 Bab 37: Rencana
38 Bab 38: Mas Rey
39 Bab 39: Pengalaman Pertama
40 Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41 Bab 41: Menghilang
42 Bab 42: Dijebak
43 Bab 43: Tak Habis Pikir
44 Bab 44: Istri Kecil
45 Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46 Bab 46: Satu Bulan Menikah
47 Bab 47: Suamiku Selingkuh
48 Bab 48: Bingung
49 Bab 49: Rasa yang Aneh
50 Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51 Bab 51: Aku Memang Pelakor
52 Bab 52: Yang Terbaik
53 Bab 53: Mas Rey Pergi
54 Bab 54: Sangat Rindu
55 Bab 55: Vito itu Temanku
56 Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57 Bab 57: Kabar
58 Bab 58: Tanteku, Maduku
59 Bab 59: Cinta Segi Empat
60 Bab 60: Tak Sanggup
61 Bab 61: Solusi
62 Bab 62: Rencana Mas Rey
63 Bab 63: Terkuak
64 Bab 64: Tertangkap Basah
65 Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66 Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67 Bab 67: Menyerah
68 Bab 68: Kejutan
69 Bab 69: Dua Pria Bodoh
70 Bab 70: Bukan Teman Lagi
71 Bab 71: Menjebak Amanda
72 Bab 72: Permainan Selesai
73 Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74 Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75 Bab 75: Gender Reveal
76 Bab 76: Kata Terakhir
77 Bab 77: Baby Revi
78 Bab 78: Rasa Canggung
79 Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80 Bab 80: Melahirkan
81 Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82 Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83 Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84 Ekstra 2: Visual Novel
85 Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86 Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87 Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88 Ekstra 6: Marry Me, Dev
89 Ekstra 7: My Big Girl
90 Ekstra 8: Single Mom
91 Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92 Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93 Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94 Ekstra 12: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1: Bertemu Om Rey
2
Bab 2: Makan Malam
3
Bab 3: Menuju Kampus
4
Bab 4: Berbelanja
5
Bab 5: Semakin Dekat
6
Bab 6: Amanda
7
Bab 7: Memeluk Om Rey
8
Bab 8: Benar-benar Dijemput
9
Bab 9: Kejadian Semalam
10
Bab 10: Parfum
11
Bab 11: Vito dan Tantenya
12
Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13
Bab 13: Malam Api Unggun
14
Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15
Bab 15: Menghindar
16
Bab 16: Sepanik-paniknya
17
Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18
Bab 18: Pernyataan Cinta
19
Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20
Bab 20: Curahan Hati
21
Bab 21: Dimabuk Cinta
22
Bab 22: Agar Satu Sama
23
Bab 23: Terlalu Malu
24
Bab 24: Firasat Ibu
25
Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26
Bab 26: Dibutakan Cinta
27
Bab 27: Tahap Selanjutnya
28
Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29
Bab 29: For The Last Time
30
Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31
Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32
Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33
Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34
Bab 34: Vito dan Rasanya
35
Bab 35: Menemui Calon Suami
36
Bab 36: Nasihat Bunda
37
Bab 37: Rencana
38
Bab 38: Mas Rey
39
Bab 39: Pengalaman Pertama
40
Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41
Bab 41: Menghilang
42
Bab 42: Dijebak
43
Bab 43: Tak Habis Pikir
44
Bab 44: Istri Kecil
45
Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46
Bab 46: Satu Bulan Menikah
47
Bab 47: Suamiku Selingkuh
48
Bab 48: Bingung
49
Bab 49: Rasa yang Aneh
50
Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51
Bab 51: Aku Memang Pelakor
52
Bab 52: Yang Terbaik
53
Bab 53: Mas Rey Pergi
54
Bab 54: Sangat Rindu
55
Bab 55: Vito itu Temanku
56
Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57
Bab 57: Kabar
58
Bab 58: Tanteku, Maduku
59
Bab 59: Cinta Segi Empat
60
Bab 60: Tak Sanggup
61
Bab 61: Solusi
62
Bab 62: Rencana Mas Rey
63
Bab 63: Terkuak
64
Bab 64: Tertangkap Basah
65
Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66
Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67
Bab 67: Menyerah
68
Bab 68: Kejutan
69
Bab 69: Dua Pria Bodoh
70
Bab 70: Bukan Teman Lagi
71
Bab 71: Menjebak Amanda
72
Bab 72: Permainan Selesai
73
Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74
Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75
Bab 75: Gender Reveal
76
Bab 76: Kata Terakhir
77
Bab 77: Baby Revi
78
Bab 78: Rasa Canggung
79
Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80
Bab 80: Melahirkan
81
Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82
Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83
Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84
Ekstra 2: Visual Novel
85
Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86
Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87
Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88
Ekstra 6: Marry Me, Dev
89
Ekstra 7: My Big Girl
90
Ekstra 8: Single Mom
91
Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92
Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93
Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94
Ekstra 12: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!