Bab 6: Amanda

Amanda's Point of View

Diteguknya sebuah gelas kecil berisi cairan berwarna keemasan. Dahinya mengerut merasakan kuatnya rasa dari minuman tersebut. Sesekali tubuhnya bergerak mengikuti alunan musik. Tatapannya menatap ke sekitar mencari seseorang yang menarik perhatiannya.

'Ngebosenin. Gak ada cowok yang okay gitu malam ini?' Keluhnya.

"Wah Man, gila lo beneran bakal happy-happy lagi nih malam ini?" Vania terperangah. Perempuan dengan rambut pendek sebahu itu menghampiri Amanda. Tatapannya menyapu penampilan Amanda yang menggunakan backless crop top yang menampilkan punggung indahnya.

Amanda tak menggubris rekan sekantornya itu. Ia masih sibuk mencari teman untuk menemaninya bersenang-senang malam ini.

"Eh, lo gak bareng Gerald? Bukannya tadi lo bilang bareng dia?" Tanya Vania.

"Gak, kita cuma bareng kesininya doang. Kemarin 'kan udah. Masa sama dia lagi sih. Bosen gue." Ujar Amanda malas.

"Terus lo nyari yang gimana malam ini?" Tanya Vania penasaran. Gerald yang merupakan pria berkebangsaan Australia yang ditemui Amanda kemarin saja langsung membuatnya bosan. Padahal Gerald begitu tampan, berwajah kaukasoid dengan mata kebiruan, dan sepertinya sudah berpengalaman.

"Gue gak suka. Dia ceramahin gue gara-gara gue bilang kalau gue udah punya suami."

"Serius lo?"

"Iya beneran. Dia bule tapi kolot banget. Katanya kalau gue udah nikah harusnya gue setia, bla bla bla..." Gerutu Amanda dengan kesal, kembali meneguk minuman itu.

"Ya itu bule bener berarti. Otaknya waras." Vania setuju.

Amanda yang sejak tadi melihat ke sekeliling, kini menatap heran pada satu-satunya teman dekat di kantornya itu. "Jadi menurut lo gue gak waras gitu?"

"Emang. Lo udah punya suami sebaik, seganteng, sekaya Rey, masih lo sia-siain. Malah bohong aja kerjaannya. Tiap hari lo nyari cowok lain. Gak ngerti gue sama pola pikir lo, Man."

"Ya udah ambil sana si Rey buat lo." Ujarnya tanpa perasaan.

"Gini-gini gue gak suka ya temen makan temen. Apa yang kurang coba dari si Rey sampai lo selalu kacangin dia?" Vania masih saja penasaran. Sejak mengenal Amanda beberapa bulan lalu, saat Amanda pulang dari Jepang, Vania selalu berpikir Amanda adalah seorang perempuan yang belum menikah. Tapi ternyata ia sudah menikah, bahkan dengan seorang laki-laki sesempurna Rey.

"Lo beneran pengen tahu?" Akhirnya Amanda memfokuskan perhatiannya pada Vania.

"Iya dong! Spill!" Vania begitu bersemangat.

"Rey itu ngebosenin parah. Waktu itu gue pacaran dari waktu gue selesai kuliah. Dia romantis, perhatian, ganteng, dan kaya. Banyak yang suka sama dia, tapi ternyata dia sukanya sama gue. Dia nembak dan akhirnya kita pacaran. Awal-awal sih gue happy banget, tapi lama-lama gue bosen. Gue mulai nyuekin dia, tapi dia malah nambah lengket sama gue. Bahkan dia ngelamar gue. Beberapa kali."

"Beberapa kali? Dan lo tolak dia terus-terusan?"

Amanda mengangguk mengiyakan. "Sampai akhirnya gue kepaksa nerima juga gara-gara bokap gue maksa nerima dia."

"Lo gila, Man?! Kalau gue jadi lo gue udah gak akan mikir dua kali buat nerima Rey. Dia pasti bakal jadi suami idaman banget." Vania tak habis pikir.

"Ya tapi gue gak gitu! Gue tuh sebenernya belum pengen nikah. Lo udah kenal gue 'kan? Gue gak bisa cuma satu cowok doang. Terus gue gak suka karena dia terlalu bucin sama gue. Walaupun dia gak pernah ngekang gue, ngebiarin gue kerja, ngertiin banget gue, tapi gue gak bisa cuma sama dia doang. Gue butuh cowok lain buat nyenengin gue."

Vania menggeleng-gelengkan kepalanya. "Hati-hati lo, dia nyuekin lo baru tahu rasa lo."

"Dengan senang hati gue mau pisah sama dia kalau dia minta cerai."

"Jangan sompral, Man. Kualat baru tahu rasa lo." Vania memperingatkannya lagi.

"Gue pengen bebas, Van. Gue sukanya kayak gini. Keluar rumah sesuka hati gue, gak perlu mikirin dia. Sebenernya gue sama dia udah sama-sama cuek, udah gak ngurusin urusan masing-masing, gak tahu deh dari kapan. Gue gak inget. Tapi walaupun kita udah sama-sama cuek, kalau gue sama dia belum cerai gue rasanya kayak gak bebas aja."

"Terus kenapa gak lo yang minta cerai kalau gitu?"

"Gak tega gue. Gue pengennya dia yang minta cerai duluan. Gini-gini gue masih punya hati nurani, kasihan aja kalau dia gue yang cerai-in. Udah selama ini dia bucin sama gue, gue selingkuhin dia, terus gue cerai-in. Kasihan banget 'kan? Makanya gue pengen sampai dia bener-bener udah cape dan akhirnya minta cerai sama gue." Angkuhnya.

"Kalau Rey gak minta cerai terus gimana?"

"Dia pasti minta cerai. Lo lihat aja beberapa bulan terakhir berapa kali sih gue pulang ke rumah? Gue dateng ke rumah kecil yang dia bikin itu cuma buat ambil barang-barang gue dikit-dikit."

"Rumah kecil? Rumah yang dibikin Rey buat lo, lo bilang kecil?!" Vania tak percaya.

"Lo harus lihat rumah mertua gue, atau kakak-kakaknya. Rumah yang dia bikin itu cuma satu per tiganya. Masa satu-satunya menantu perempuan keluarga Kusuma cuma tinggal di rumah kayak gitu?!"

"Aneh juga ya." Gumam Vania.

"Juga gue udah gak pernah ngelakuin itu sama Rey sejak kita balik ke Indonesia."

"What?! Gila! Lo bener-bener gila, Man! Padahal hampir tiap minggu lo ngamar sama banyak cowok! Terus dia gak nyari pelampiasan gitu?"

"Enggak deh kayaknya. Dia kan se-lempeng itu orangnya, juga setia banget. Gak akan berani dia ngelakuin itu di belakang gue." Ujar Amanda yakin.

"Dia cowok normal kali, Man. Kalau ternyata selama ini dia punya selingkuhan juga gimana?"

Amanda terdiam beberapa saat.

"Enggak. Gue yakin Rey gak mungkin kayak gitu. Dia bucin banget sama gue."

Vania menghela nafasnya. "Gue gak ikutan, deh." Tiba-tiba matanya menangkap sosok seseorang. "Beb!" Namun sosok itu tak melihat ke arahnya karena suasana yang sangat berisik di tempat itu. "Gue nyamperin cowok gue dulu ya. Cepet pulang lo, kasihan Rey. Jangan sampai entar lo nyesel kalau dia udah gak ngelirik lo lagi." Ujar Vania seraya mendekatkan pipinya pada pipi Amanda.

"Bawel banget sih, lo? Udah sana." Dumel Amanda.

Setelah Vania pergi ia sendiri memutuskan untuk pulang. Kali ini tak ada laki-laki yang menarik perhatiannya. Ia pun meneguk segelas minumannya lagi lalu berjalan menuju pintu keluar.

Tepat saat ia akan keluar, tak sengaja ia bertabrakan dengan seorang laki-laki. "Sorry." Ujarnya.

Reflek Amanda mendongak dan melihat ke arah laki-laki itu. Seketika dalam hati ia bersorak, 'ini dia yang gue tunggu-tunggu.'

Amanda mengamati laki-laki itu sesaat. Dia tinggi dan kurus, wajahnya manis dan sepertinya ia masih sangat muda. Dalam sekali lihat Amanda tertarik pada laki-laki itu.

"It's okay." Ujar Amanda dengan senyum tipis. Mendengar Amanda sudah tidak mempermasalahkan ia yang tak sengaja menabraknya, laki-laki itu berniat menyusul temannya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam klub.

"Eh bentar." Sontak Amanda menahan lengan laki-laki itu. "Boleh kenalan?"

Laki-laki itu terdiam beberapa saat. Ia melihat Amanda dari ujung kaki ke ujung kepala dan tersenyum penuh arti. "Boleh." Sahutnya.

Amanda tersenyum. "Namanya siapa? Aku Amanda." Ucapnya seraya mengulurkan tangan.

Laki-laki itu menyambutnya. "Aku Vito."

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

m

2023-09-29

1

elf

elf

dapat suami bucin n setia kok bosen... wanita aneh... ntar klw dtinggalin baru nangis darah .. Manda...Manda... somplak..

2023-09-10

1

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

ok lanjut Kaka Lala ❤️❤️❤️👍👍👍

2023-08-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bertemu Om Rey
2 Bab 2: Makan Malam
3 Bab 3: Menuju Kampus
4 Bab 4: Berbelanja
5 Bab 5: Semakin Dekat
6 Bab 6: Amanda
7 Bab 7: Memeluk Om Rey
8 Bab 8: Benar-benar Dijemput
9 Bab 9: Kejadian Semalam
10 Bab 10: Parfum
11 Bab 11: Vito dan Tantenya
12 Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13 Bab 13: Malam Api Unggun
14 Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15 Bab 15: Menghindar
16 Bab 16: Sepanik-paniknya
17 Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18 Bab 18: Pernyataan Cinta
19 Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20 Bab 20: Curahan Hati
21 Bab 21: Dimabuk Cinta
22 Bab 22: Agar Satu Sama
23 Bab 23: Terlalu Malu
24 Bab 24: Firasat Ibu
25 Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26 Bab 26: Dibutakan Cinta
27 Bab 27: Tahap Selanjutnya
28 Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29 Bab 29: For The Last Time
30 Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31 Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32 Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33 Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34 Bab 34: Vito dan Rasanya
35 Bab 35: Menemui Calon Suami
36 Bab 36: Nasihat Bunda
37 Bab 37: Rencana
38 Bab 38: Mas Rey
39 Bab 39: Pengalaman Pertama
40 Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41 Bab 41: Menghilang
42 Bab 42: Dijebak
43 Bab 43: Tak Habis Pikir
44 Bab 44: Istri Kecil
45 Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46 Bab 46: Satu Bulan Menikah
47 Bab 47: Suamiku Selingkuh
48 Bab 48: Bingung
49 Bab 49: Rasa yang Aneh
50 Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51 Bab 51: Aku Memang Pelakor
52 Bab 52: Yang Terbaik
53 Bab 53: Mas Rey Pergi
54 Bab 54: Sangat Rindu
55 Bab 55: Vito itu Temanku
56 Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57 Bab 57: Kabar
58 Bab 58: Tanteku, Maduku
59 Bab 59: Cinta Segi Empat
60 Bab 60: Tak Sanggup
61 Bab 61: Solusi
62 Bab 62: Rencana Mas Rey
63 Bab 63: Terkuak
64 Bab 64: Tertangkap Basah
65 Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66 Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67 Bab 67: Menyerah
68 Bab 68: Kejutan
69 Bab 69: Dua Pria Bodoh
70 Bab 70: Bukan Teman Lagi
71 Bab 71: Menjebak Amanda
72 Bab 72: Permainan Selesai
73 Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74 Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75 Bab 75: Gender Reveal
76 Bab 76: Kata Terakhir
77 Bab 77: Baby Revi
78 Bab 78: Rasa Canggung
79 Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80 Bab 80: Melahirkan
81 Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82 Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83 Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84 Ekstra 2: Visual Novel
85 Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86 Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87 Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88 Ekstra 6: Marry Me, Dev
89 Ekstra 7: My Big Girl
90 Ekstra 8: Single Mom
91 Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92 Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93 Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94 Ekstra 12: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1: Bertemu Om Rey
2
Bab 2: Makan Malam
3
Bab 3: Menuju Kampus
4
Bab 4: Berbelanja
5
Bab 5: Semakin Dekat
6
Bab 6: Amanda
7
Bab 7: Memeluk Om Rey
8
Bab 8: Benar-benar Dijemput
9
Bab 9: Kejadian Semalam
10
Bab 10: Parfum
11
Bab 11: Vito dan Tantenya
12
Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13
Bab 13: Malam Api Unggun
14
Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15
Bab 15: Menghindar
16
Bab 16: Sepanik-paniknya
17
Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18
Bab 18: Pernyataan Cinta
19
Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20
Bab 20: Curahan Hati
21
Bab 21: Dimabuk Cinta
22
Bab 22: Agar Satu Sama
23
Bab 23: Terlalu Malu
24
Bab 24: Firasat Ibu
25
Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26
Bab 26: Dibutakan Cinta
27
Bab 27: Tahap Selanjutnya
28
Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29
Bab 29: For The Last Time
30
Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31
Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32
Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33
Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34
Bab 34: Vito dan Rasanya
35
Bab 35: Menemui Calon Suami
36
Bab 36: Nasihat Bunda
37
Bab 37: Rencana
38
Bab 38: Mas Rey
39
Bab 39: Pengalaman Pertama
40
Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41
Bab 41: Menghilang
42
Bab 42: Dijebak
43
Bab 43: Tak Habis Pikir
44
Bab 44: Istri Kecil
45
Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46
Bab 46: Satu Bulan Menikah
47
Bab 47: Suamiku Selingkuh
48
Bab 48: Bingung
49
Bab 49: Rasa yang Aneh
50
Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51
Bab 51: Aku Memang Pelakor
52
Bab 52: Yang Terbaik
53
Bab 53: Mas Rey Pergi
54
Bab 54: Sangat Rindu
55
Bab 55: Vito itu Temanku
56
Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57
Bab 57: Kabar
58
Bab 58: Tanteku, Maduku
59
Bab 59: Cinta Segi Empat
60
Bab 60: Tak Sanggup
61
Bab 61: Solusi
62
Bab 62: Rencana Mas Rey
63
Bab 63: Terkuak
64
Bab 64: Tertangkap Basah
65
Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66
Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67
Bab 67: Menyerah
68
Bab 68: Kejutan
69
Bab 69: Dua Pria Bodoh
70
Bab 70: Bukan Teman Lagi
71
Bab 71: Menjebak Amanda
72
Bab 72: Permainan Selesai
73
Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74
Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75
Bab 75: Gender Reveal
76
Bab 76: Kata Terakhir
77
Bab 77: Baby Revi
78
Bab 78: Rasa Canggung
79
Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80
Bab 80: Melahirkan
81
Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82
Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83
Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84
Ekstra 2: Visual Novel
85
Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86
Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87
Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88
Ekstra 6: Marry Me, Dev
89
Ekstra 7: My Big Girl
90
Ekstra 8: Single Mom
91
Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92
Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93
Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94
Ekstra 12: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!