Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey

Bibirnya menjauh sehingga aku bisa melihat wajah tampannya terpantul cahaya api unggun. Kedua maniknya menatapku hangat.

"Om..." Sontak punggung tanganku ku letakkan di bibirku yang masih bisa merasakan hangat dan lembutnya bibir Om Rey.

Tangan Om Rey menarik tanganku dan seketika bibirnya kembali menciumku. Entah mengapa aku seperti terhipnotis. Hingga bibir Om Rey yang bermain di bibirku kusambut begitu saja.

Aku menyukainya. Aku menikmatinya. Ada rasa manis dari marshmallow yang baru saja kami makan, membuat ciuman itu semakin terasa 'manis'.

Katakan saja aku sudah gila. Tapi aku sangat menyukai saat Om Rey menciumku, hingga ciuman itu berlangsung cukup lama. Dalam dan intens. Bahkan aku membiarkan benda lembut di dalam mulutnya masuk ke dalam mulutku dan bermain disana.

Namun akal sehatku menegurku, menyelamatkanku dari jeratan yang tak seharusnya ini. 'Danisa, dia adalah suami dari Tante Manda! Tantemu sendiri!'

Mendapat peringatan keras itu, aku mendorong tubuh Om Rey, menyisakan deru nafas. Pundak Om Rey naik turun, kedua matanya seperti masih menginginkan lebih.

Tak bisa. Aku harus menyadarkannya. Hingga aku mengayunkan tanganku ke pipinya lumayan keras.

PLAK!

Seketika wajahnya tertoleh ke arah kanan.

Setelah itu kutinggalkan Om Rey dan berlari ke lantai dua, dan mengunci diriku di kamarku. Tak henti-hentinya aku melabrak diriku sendiri.

"Kamu udah gila, Danis! Kamu udah gila!" Labrakku. "Dia suami tante Manda!"

Sambil terus menjambak rambutku sendiri saking kesalnya, aku terus mencoba menghilangkan kilasan apa yang baru saja terjadi dari dalam kepalaku. Tapi bukannya hilang, semuanya malah terlintas dengan begitu jelasnya

Ku sentuh bibirku dan rasanya lembab sekali. Hati kecilku bahkan berbisik, aku menginginkannya lagi.

"Gila! Dasar mes^m!" Teriakku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.

Apa yang terjadi sebenarnya? Mengapa tiba-tiba saja Om Rey yang aku anggap seperti ayahku melakukan itu? Terlebih lagi, mengapa aku menyambutnya?!

Ku rasakan jantungku tak berhenti berdebar.

Malam terus larut. Hingga akhirnya subuh pun menjelang tanpa mataku terpejam sedikitpun. Bagaimana tidak, ini adalah kali kedua Om Rey menciumku.

Mengenai ciuman pertama waktu itu, aku tak menanyakannya dan juga tak mau membahasnya karena Om Rey juga seperti tak mengingatnya. Ia bersikap biasa saja, tak ada yang aneh. Hingga aku pun tak ingin memikirkannya lagi apalagi menanyakan maksudnya melakukan itu. Aku tak ingin membuat hubungan kami menjadi canggung.

Ku anggap saja saat itu Om Rey sedang mengingat dan merindukan Tante Manda hingga tanpa sadar ia menciumku di tengah tidurnya. Ia menganggapku sebagai Tante Manda saat itu hingga ia menciumku.

Tapi untuk kali ini, aku tak bisa seperti itu. Sudah jelas dan dengan sangat sadar aku mendengarnya mengatakan bahwa ia jatuh cinta padaku. Ia jatuh cinta pada keponakan istrinya sendiri!

Bagaimana aku bisa tidur setelah mengetahui kenyataan yang bak petir di siang hari bolong itu?

Ku lirik jam masih menunjukkan pukul 3.30 pagi. Namun ku bawa tubuhku ke arah dapur dan segera menyiapkan sarapan dan bekal makan siang untuk Om Rey. 30 menit kemudian semua selesai. Ku bawa diriku ke kamar mandi dan membersihkan diri. Pukul 5.00 ojek online yang aku pesan sudah berada di depan. Dengan segera aku menuruni tangga dan keluar dari rumah.

Saat selesai memakai helm, sebuah suara memanggilku.

"Dan, mau kemana?"

Aku menoleh dan melihat Om Rey dengan rambut yang berantakan dan masih menggunakan pakaian tidur berdiri di ambang pintu rumah. Segera aku menaiki ojek online. "Pak, ayo cepetan berangkat."

Om Rey berlari secepat yang ia bisa ke arahku. Namun kalah cepat, ojek online yang ku naiki segera meluncur pergi dari sana.

Aku pun bernafas lega.

Beberapa saat kemudian ojek online itu berhenti di depan sebuah tempat kost. Aku turun dan mengabarkan kepada sahabatku Fina bahwa aku sudah berada di bawah. Fina membukakan gerbang untukku dan mempersilahkanku masuk.

"Lo apa banget sih jam segini udah nongkrong di kost-an gue." Gerutu Fina. Ia menyimpan sekotak susu di depanku yang duduk lesehan di karpet kamar kostnya.

"Kamu kalau mau tidur lagi gak apa-apa kok. Aku ikut diem disini sampai nanti kita masuk kuliah."

"Jam segini gue emang suka udah bangun kali. Lo nyantei aja, Nis. Jadi ada apa? Ada masalah sama Om lo itu?"

Aku berdeham tanpa sadar, menghalau rasa gugup yang tiba-tiba menjalar.

"Bener 'kan apa kata gue."

"Bener apanya?" Aku pura-pura tidak mengerti.

"Belaga bego. Ada sesuatu 'kan sama Om lo itu? Kalau gak dia nembak lo, dia nyium lo."

Mataku terbelalak. Hampir saja aku memuntahkan susu yang sedang ku minum.

"Danis, Danis." Fina menggelengkan kepalanya. "Lo udah terjerat pesona om lo sendiri."

"Apaan sih kamu, Fin." Elakku.

"Ya aneh juga sih kalau lo sampai gak suka sama Om lo itu. Secara Om lo tajir, ganteng, macho banget lagi." Fina menggambarkan Om Rey dengan gaya yang berlebihan membuatku mengerutkan dahi. "Terus perhatian, tiap hari anter jemput lo. Sampai si Vito aja yang bucin gak punya celah buat deketin lo."

Baiklah aku sudah tertangkap basah. Teman baruku ini memang sangat peka dan pandai membaca situasi.

"Selama ini aku itu gak ada rasa kayak gitu sama Om Rey, Fin. Aku malah nganggep dia kayak almarhum ayah aku. Walaupun sempet ngerasa aneh sama sikapnya, aku gak mau overthinking. Tapi kemarin..."

Fina menatapku penuh arti dengan senyum curiga di bibirnya.

"Kemarin malem Om Rey beneran ngomong kalau dia...suka sama aku." Cicitku.

Langsung saja Fina tertawa puas mendengar penuturanku. Fina memang seperti itu. Dia orang yang cenderung spontan, cuek, dan ceplas-ceplos. Hingga pribadinya yang sedikit tomboy itu menjadi cocok denganku.

"Terus perasaan lo gimana?" Tanyanya setelah puas menertawakanku. Ia tertawa sampai air mata keluar dari matanya.

"Aku gak tahu. Apa aku pindah gitu ya dari rumah Om Rey. Kayaknya aku udah gak bisa tinggal lagi bareng dia kalau gini caranya."

"Bebas sih itu terserah lo. Gue gak mau ngasih saran."

Aku kembali meminum susu kotak itu sambil terus berpikir.

"Masalah Si Vito belum selesai, sekarang lo udah berurusan sama Om lo. Susah jadi orang cantik emang." Celetuk Fina.

"Apaan sih, Fin. Masalah sama Vito gimana emangnya? Aku 'kan gak ada hubungannya sama dia."

"Gak ada hubungan lo bilang? Hey bangun, Vito itu sekarang bertransformasi biar lo bisa ngelirik dia."

"Bertransformasi? Jadi apa? Avenger?" Tanyaku sekenanya. Aku sedang pusing memikirkan Om Rey, Fina malah menyinggung Vito.

"Lo itu beneran bego kali ya, Nis? Apa mata lo itu bolor? Lo gak lihat si Vito sekarang jadi fashionable? Baju-baju dia branded semua. Kalau dia ngelamar jadi model udah langsung keterima kali. Kalau dia jalan-jalan di Mall pakai style kayak dia sekarang, terus ada produser lewat, udah bakal ditawarin main sinetron kali dia. Belum lagi dia 'kan baru ganti motor. Motornya ninja, udah gak pake matic butut lagi dia."

Jujur aku baru mendengar soal itu. Aku memang tidak terlalu memperhatikannya.

"Terus hubungannya sama aku apa?" Tanyaku kesal.

"Dia berubah supaya lo merhatiin dia! Lo masih gak ngerti juga. Gemes banget gue." Ujar Fina tak sabar.

"Emang kamu denger sendiri dia bilang gitu?"

Fina berpikir sejenak. "Enggak sih. Cuma perkiraan gue aja." Fina malah cengengesan.

"Tuh 'kan! Kamu itu suka aneh-aneh aja. Siapa tahu dia emang pengen berubah. Dia 'kan anak kedokteran jadi mungkin pengen keliatan 'woah' gitu. Ya udahlah biarin. Hidup dia ini. Ngapain juga kita ngurusin." Dumelku.

"Masalahnya bukan itu, Danisa Citra Seruni."

"Terus apa masalahnya?"

"Dia itu anak beasiswa. Gue satu SMA sama dia, gue pernah sekelas sama dia. Dia itu warga kelas bawah. Tiba-tiba dia bisa berubah kayak gitu darimana uangnya? Cantik itu mahal. Ganteng juga sama mahalnya."

Benar juga. Darimana Vito mendapatkan uang untuk membeli motornya yang mahal? Setahuku Vito sama sepertiku sudah tak memiliki ayah, dia hanya memiliki ibu yang bekerja di sebuah tempat laundry, tapi mengapa ia bisa berubah dalam waktu sesingkat itu?

Terpopuler

Comments

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

Vito ngepet jadi babi....mangkanya cepet kaya🤭🤭😁😁

2023-08-31

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bertemu Om Rey
2 Bab 2: Makan Malam
3 Bab 3: Menuju Kampus
4 Bab 4: Berbelanja
5 Bab 5: Semakin Dekat
6 Bab 6: Amanda
7 Bab 7: Memeluk Om Rey
8 Bab 8: Benar-benar Dijemput
9 Bab 9: Kejadian Semalam
10 Bab 10: Parfum
11 Bab 11: Vito dan Tantenya
12 Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13 Bab 13: Malam Api Unggun
14 Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15 Bab 15: Menghindar
16 Bab 16: Sepanik-paniknya
17 Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18 Bab 18: Pernyataan Cinta
19 Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20 Bab 20: Curahan Hati
21 Bab 21: Dimabuk Cinta
22 Bab 22: Agar Satu Sama
23 Bab 23: Terlalu Malu
24 Bab 24: Firasat Ibu
25 Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26 Bab 26: Dibutakan Cinta
27 Bab 27: Tahap Selanjutnya
28 Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29 Bab 29: For The Last Time
30 Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31 Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32 Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33 Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34 Bab 34: Vito dan Rasanya
35 Bab 35: Menemui Calon Suami
36 Bab 36: Nasihat Bunda
37 Bab 37: Rencana
38 Bab 38: Mas Rey
39 Bab 39: Pengalaman Pertama
40 Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41 Bab 41: Menghilang
42 Bab 42: Dijebak
43 Bab 43: Tak Habis Pikir
44 Bab 44: Istri Kecil
45 Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46 Bab 46: Satu Bulan Menikah
47 Bab 47: Suamiku Selingkuh
48 Bab 48: Bingung
49 Bab 49: Rasa yang Aneh
50 Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51 Bab 51: Aku Memang Pelakor
52 Bab 52: Yang Terbaik
53 Bab 53: Mas Rey Pergi
54 Bab 54: Sangat Rindu
55 Bab 55: Vito itu Temanku
56 Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57 Bab 57: Kabar
58 Bab 58: Tanteku, Maduku
59 Bab 59: Cinta Segi Empat
60 Bab 60: Tak Sanggup
61 Bab 61: Solusi
62 Bab 62: Rencana Mas Rey
63 Bab 63: Terkuak
64 Bab 64: Tertangkap Basah
65 Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66 Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67 Bab 67: Menyerah
68 Bab 68: Kejutan
69 Bab 69: Dua Pria Bodoh
70 Bab 70: Bukan Teman Lagi
71 Bab 71: Menjebak Amanda
72 Bab 72: Permainan Selesai
73 Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74 Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75 Bab 75: Gender Reveal
76 Bab 76: Kata Terakhir
77 Bab 77: Baby Revi
78 Bab 78: Rasa Canggung
79 Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80 Bab 80: Melahirkan
81 Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82 Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83 Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84 Ekstra 2: Visual Novel
85 Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86 Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87 Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88 Ekstra 6: Marry Me, Dev
89 Ekstra 7: My Big Girl
90 Ekstra 8: Single Mom
91 Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92 Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93 Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94 Ekstra 12: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1: Bertemu Om Rey
2
Bab 2: Makan Malam
3
Bab 3: Menuju Kampus
4
Bab 4: Berbelanja
5
Bab 5: Semakin Dekat
6
Bab 6: Amanda
7
Bab 7: Memeluk Om Rey
8
Bab 8: Benar-benar Dijemput
9
Bab 9: Kejadian Semalam
10
Bab 10: Parfum
11
Bab 11: Vito dan Tantenya
12
Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13
Bab 13: Malam Api Unggun
14
Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15
Bab 15: Menghindar
16
Bab 16: Sepanik-paniknya
17
Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18
Bab 18: Pernyataan Cinta
19
Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20
Bab 20: Curahan Hati
21
Bab 21: Dimabuk Cinta
22
Bab 22: Agar Satu Sama
23
Bab 23: Terlalu Malu
24
Bab 24: Firasat Ibu
25
Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26
Bab 26: Dibutakan Cinta
27
Bab 27: Tahap Selanjutnya
28
Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29
Bab 29: For The Last Time
30
Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31
Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32
Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33
Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34
Bab 34: Vito dan Rasanya
35
Bab 35: Menemui Calon Suami
36
Bab 36: Nasihat Bunda
37
Bab 37: Rencana
38
Bab 38: Mas Rey
39
Bab 39: Pengalaman Pertama
40
Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41
Bab 41: Menghilang
42
Bab 42: Dijebak
43
Bab 43: Tak Habis Pikir
44
Bab 44: Istri Kecil
45
Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46
Bab 46: Satu Bulan Menikah
47
Bab 47: Suamiku Selingkuh
48
Bab 48: Bingung
49
Bab 49: Rasa yang Aneh
50
Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51
Bab 51: Aku Memang Pelakor
52
Bab 52: Yang Terbaik
53
Bab 53: Mas Rey Pergi
54
Bab 54: Sangat Rindu
55
Bab 55: Vito itu Temanku
56
Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57
Bab 57: Kabar
58
Bab 58: Tanteku, Maduku
59
Bab 59: Cinta Segi Empat
60
Bab 60: Tak Sanggup
61
Bab 61: Solusi
62
Bab 62: Rencana Mas Rey
63
Bab 63: Terkuak
64
Bab 64: Tertangkap Basah
65
Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66
Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67
Bab 67: Menyerah
68
Bab 68: Kejutan
69
Bab 69: Dua Pria Bodoh
70
Bab 70: Bukan Teman Lagi
71
Bab 71: Menjebak Amanda
72
Bab 72: Permainan Selesai
73
Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74
Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75
Bab 75: Gender Reveal
76
Bab 76: Kata Terakhir
77
Bab 77: Baby Revi
78
Bab 78: Rasa Canggung
79
Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80
Bab 80: Melahirkan
81
Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82
Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83
Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84
Ekstra 2: Visual Novel
85
Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86
Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87
Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88
Ekstra 6: Marry Me, Dev
89
Ekstra 7: My Big Girl
90
Ekstra 8: Single Mom
91
Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92
Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93
Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94
Ekstra 12: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!