Bab 11: Vito dan Tantenya

Amanda's Point of View

Amanda menjatuhkan tubuh polosnya yang penuh peluh ke tempat tidur. Nafasnya tersengal, tubuhnya lemas luar biasa.

"Kok udah lagi sih, Tan?" Tanya seorang pria kurus di sampingnya yang adalah...

"Tante abis lembur, Vito. Belum lagi Tante baru pulang dari Lombok. Terus Tante emang udah on dari tadi, jadi cepet deh keluarnya." Ujar Manda dengan nafas yang sudah mulai teratur.

"Kasihan banget Tanteku ini kerja terus buat beliin aku motor baru." Ujar Vito seraya mengecup bibir ranum Amanda yang terbaring di sampingnya beberapa kali.

"Geer banget sih kamu. Siapa juga yang kerja buat kamu?!" Dumel Amanda.

"Tante kenapa kok emosi gitu sih? Gak asyik." Vito beranjak dari tempat tidur. Ia berjalan meraih pakaiannya yang berserakan di lantai kamar hotel itu dan mulai menggunakannya.

"Kamu mau kemana?" Amanda bangkit dari posisi berbaringnya.

"Pulang." Ujarnya singkat seraya memakai celananya.

"Ih kamu kok marah sih, gitu doang. Tante cuma lagi kesel. Tapi bukan kesel sama kamu. Tante lagi kesel sama suami tante. Selama sebulan ini dia gak ada chat sama sekali. Pas Tante pulang juga dia gak ngajak Tante berantem atau nahan Tante buat gak pergi kayak biasanya. Ngeselin banget. Dia kok berubah sih." Amanda tak bisa berhenti menggerutu.

"Bukannya Tante udah pengen cerai sama suami Tante? Ya bagus 'kan kalau gitu." Timpal Vito dengan cueknya.

"Iya, sih tapi gak suka aja. Aneh aja dia secuek itu. Hubungan Tante sama dia emang udah hambar banget, tapi dia masih suka kadang nanyain kabar tante kalau lagi gak ketemu. Apa jangan-jangan dia ada cewek lain ya?" Gumamnya.

"Kalau Tante cuma mau ngedumel kayak gini ngapain manggil aku? Curhat aja sama temen Tante. Jangan sama aku."

"Kamu kok bete gitu, sih." Amanda meraih kemeja flanel milik Vito yang baru saja akan dipakai Vito dan memakainya untuk menutupi tubuh polosnya.

"Balikin, Tan. Aku mau pulang." Ujar Vito kesal.

Amanda mengalungkan tangannya di sekeliling leher Vito. "Kamu kenapa sih, Sayang. Tante gak suka kamu ketus gitu sama Tante. Apa beli motornya gak usah jadi aja?"

Vito seketika luluh dengan nada bicara Amanda yang dibuat manja, dan juga kata-kata Amanda yang menyinggung mengenai motor yang memang sudah dijanjikan oleh Amanda.

Disentuhnya pinggang ramping Amanda dan mengelusnya pelan. "Aku pengennya kalau kita lagi bareng ya udah gak usah ngomongin yang lain. Gak usah curhat-curhat. Ngomongin tentang kita aja, Tan." Goda Vito.

"Emang kenapa sih kalau Tante cerita tentang suami Tante? Apa jangan-jangan kamu cemburu ya Tante ngomongin suami Tante terus?"

Vito berdecak kesal. Dilepaskannya tangan Amanda yg melingkar di lehernya.

"Tante, jangan lupa hubungan apa yang kita punya. Aku gak pernah ngelibatin perasaan saat berhubungan sama Tante. Tante sendiri tahu aku punya cewek yang aku suka."

Mendengar penuturan Vito, Amanda terbahak.

"Kamu suka sama cewek, tapi kamu kayak gini di belakang dia. Tante jadi penasaran kalau dia tahu bakal kayak gimana."

"Udah deh, tadi 'kan aku udah bilang. Kalau kita lagi bareng gak usah ngomongin yang lain. Sekarang balikin baju aku! Mending aku pulang aja." Ujar Vito kesal dan meraih kemeja flanelnya yang masih membungkus tubuh polos Amanda.

Kedua tangan Amanda menahan tangan Vito yang akan melepas kemejanya. "Kamu itu berani banget ya sama Tante. Baru kali ini Tante dapet berondong yang beranian kayak kamu." Amanda menatap Vito dengan nakalnya. Tatapannya menyapu wajah manis Vito yang memiliki mata sipit dan wajah yang tirus, ia sudah dikuasai rasa itu lagi. "Untung kamu ganteng."

Amanda kembali mencium Vito dengan beringasnya, disambutnya bibir Amanda dengan imbang oleh Vito hingga kegiatan panas itu berlanjut. Merekapun melakukannya lagi hingga keduanya kelelahan dan tertidur.

***

Sebuah motor sport berwarna putih memasuki area parkir. Segerombol mahasiswa menatapnya terkaget-kaget, pasalnya mereka seperti mengenal orang yang mengendarai motor besar itu. Namun mereka tak terlalu yakin.

Hingga laki-laki yang mengendarai motor itu membuka helm fullfacenya. Gerombolan mahasiswa itu tak henti-hentinya berkomentar tak percaya, ternyata orang yang mereka sangka ternyata betul adalah salah satu dari teman mereka.

"Wah parah, Vit. Sebulan aja lo udah dapet motor. Mantap!" Ujar seorang dari mahasiswa itu saat Vito sudah menghampiri mereka.

"Jangan terlalu hebohlah. Gak enak entar ada yang denger." Ucap seorang lainnya dengan rambut coklat yang bernama Stefan, memperingatkan teman-temannya.

"Bilang aja lo sirik. Si Vito baru dapet satu tante langsung royal gitu sama dia."

"Kalah pamor nih si Stefan."

"Mana tantenya si Vito cantik dan masih muda lagi. Hoki banget emang lo, Vit!"

Vito hanya menanggapinya dengan senyum bangga. Obrolan mereka semakin tak karuan. Obrolan 'kotor' dimana mereka saling menceritakan pengalaman mereka bersama dengan 'tante' mereka masing-masing.

Setelah beberapa saat mereka kembali ke fakultasnya masing-masing. Vito dan Stefan yang berada di jurusan yang sama, berjalan menuju gedung fakultas kedokteran.

"Gimana seru 'kan part-time yang gue rekomendasiin sama lo. Jangan lupa persenannya, Bro." Ujar Stefan.

"Gak tahu gue. Emang sih gue dapetin motor, uang jajan yang lumayan tiap gue nemenin dia, tapi gak tahu kenapa gue malah ngerasa bersalah, Bang."

"Wajar. Itu karena lo belum kebiasa. Tapi lo bawa have fun aja. Lama-lama juga lo malah bakal enjoy dan ketagihan."

Vito terdiam. Selalu ada rasa sesal tatkala mengingat hubungan yang sudah ia lakukan dengan Amanda.

"Udah lo gak usah baper gitu. Yang penting sekarang lo dapetin motor yang lo pengenin itu. Lo 'kan pengen si Danis ngelirik lo. Lihat aja penampilan lo sekarang. Udah gak kucel lagi. Kaos lo branded, motor lo moge. Dijamin si Danis bakal mulai tertarik sama lo."

Lagi-lagi Vito terbuai dengan tipu daya Stefan yang telah membawanya mengenal dunia itu. Demi mendapat perhatian Danisa, ia ingin terus membuat dirinya lebih dari laki-laki lain. Terlihat keren, mempesona, dan menarik perhatian.

Terbukti, sejak kedatangannya dengan motor besarnya, perhatian kaum hawa langsung tertuju padanya. Label Cowok most wanted fakultas kedokteran semakin melekat pada diri Vito.

Namun bagi seorang Vito hanya satu perempuan yang ia inginkan untuk melihat transformasi dari dirinya itu, yaitu Danisa.

Tapi sepertinya Vito masih harus kecewa karena Danisa masih saja mengabaikannya. Setelah makan malam waktu itu untuk sekedar makan siang di kampusnya saja Danisa kerap kali menolak. Chat Vito juga tak pernah dibalasnya. Maka dari itu ia bertekad untuk membuat Danisa meliriknya.

Siang itu ia kembali menghampiri fakultas keperawatan, di depan gedung ia melihat Danisa berjalan terburu menuju gerbang kampus. Segera Vito mengejarnya. "NIS!" Teriaknya. Tapi karena jarak yang lumayan jauh Danisa terus berlari kecil.

Vito berniat untuk mengejarnya. Namun langkahnya terhenti karena tas di punggungnya ditarik oleh seseorang.

"Mau kemana lo?"

Vito menoleh dan melihat Fina, teman satu SMAnya yang sekarang menjadi teman sejurusannya Danisa.

"Apaan sih lo, gue mau ngejar si Danis!"

"Gue pengen nanya sama lo. Kenapa lo sekarang jadi sering gaul sama gengnya Stefan?"

Vito menatap Fina tak suka. "Lo gak usah kepo."

Kemudian ia berlari menuju gerbang. Dilihatnya Danisa berdiri tepat di gerbang kampus. Namun kemudian datang sebuah mobil menghampirinya, dan Danisa masuk ke dalam mobil itu. Tak lama mobil itu pergi.

"Sial! Ngapain sih si Danis sama Omnya terus?!"

Terpopuler

Comments

R_3DHE 💪('ω'💪)

R_3DHE 💪('ω'💪)

whattttttt😳😳😳

2023-10-15

1

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

Aduh....Vito .....gigolo🤭🤭🙈🙈

2023-08-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bertemu Om Rey
2 Bab 2: Makan Malam
3 Bab 3: Menuju Kampus
4 Bab 4: Berbelanja
5 Bab 5: Semakin Dekat
6 Bab 6: Amanda
7 Bab 7: Memeluk Om Rey
8 Bab 8: Benar-benar Dijemput
9 Bab 9: Kejadian Semalam
10 Bab 10: Parfum
11 Bab 11: Vito dan Tantenya
12 Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13 Bab 13: Malam Api Unggun
14 Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15 Bab 15: Menghindar
16 Bab 16: Sepanik-paniknya
17 Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18 Bab 18: Pernyataan Cinta
19 Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20 Bab 20: Curahan Hati
21 Bab 21: Dimabuk Cinta
22 Bab 22: Agar Satu Sama
23 Bab 23: Terlalu Malu
24 Bab 24: Firasat Ibu
25 Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26 Bab 26: Dibutakan Cinta
27 Bab 27: Tahap Selanjutnya
28 Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29 Bab 29: For The Last Time
30 Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31 Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32 Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33 Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34 Bab 34: Vito dan Rasanya
35 Bab 35: Menemui Calon Suami
36 Bab 36: Nasihat Bunda
37 Bab 37: Rencana
38 Bab 38: Mas Rey
39 Bab 39: Pengalaman Pertama
40 Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41 Bab 41: Menghilang
42 Bab 42: Dijebak
43 Bab 43: Tak Habis Pikir
44 Bab 44: Istri Kecil
45 Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46 Bab 46: Satu Bulan Menikah
47 Bab 47: Suamiku Selingkuh
48 Bab 48: Bingung
49 Bab 49: Rasa yang Aneh
50 Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51 Bab 51: Aku Memang Pelakor
52 Bab 52: Yang Terbaik
53 Bab 53: Mas Rey Pergi
54 Bab 54: Sangat Rindu
55 Bab 55: Vito itu Temanku
56 Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57 Bab 57: Kabar
58 Bab 58: Tanteku, Maduku
59 Bab 59: Cinta Segi Empat
60 Bab 60: Tak Sanggup
61 Bab 61: Solusi
62 Bab 62: Rencana Mas Rey
63 Bab 63: Terkuak
64 Bab 64: Tertangkap Basah
65 Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66 Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67 Bab 67: Menyerah
68 Bab 68: Kejutan
69 Bab 69: Dua Pria Bodoh
70 Bab 70: Bukan Teman Lagi
71 Bab 71: Menjebak Amanda
72 Bab 72: Permainan Selesai
73 Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74 Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75 Bab 75: Gender Reveal
76 Bab 76: Kata Terakhir
77 Bab 77: Baby Revi
78 Bab 78: Rasa Canggung
79 Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80 Bab 80: Melahirkan
81 Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82 Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83 Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84 Ekstra 2: Visual Novel
85 Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86 Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87 Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88 Ekstra 6: Marry Me, Dev
89 Ekstra 7: My Big Girl
90 Ekstra 8: Single Mom
91 Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92 Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93 Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94 Ekstra 12: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1: Bertemu Om Rey
2
Bab 2: Makan Malam
3
Bab 3: Menuju Kampus
4
Bab 4: Berbelanja
5
Bab 5: Semakin Dekat
6
Bab 6: Amanda
7
Bab 7: Memeluk Om Rey
8
Bab 8: Benar-benar Dijemput
9
Bab 9: Kejadian Semalam
10
Bab 10: Parfum
11
Bab 11: Vito dan Tantenya
12
Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13
Bab 13: Malam Api Unggun
14
Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15
Bab 15: Menghindar
16
Bab 16: Sepanik-paniknya
17
Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18
Bab 18: Pernyataan Cinta
19
Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20
Bab 20: Curahan Hati
21
Bab 21: Dimabuk Cinta
22
Bab 22: Agar Satu Sama
23
Bab 23: Terlalu Malu
24
Bab 24: Firasat Ibu
25
Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26
Bab 26: Dibutakan Cinta
27
Bab 27: Tahap Selanjutnya
28
Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29
Bab 29: For The Last Time
30
Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31
Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32
Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33
Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34
Bab 34: Vito dan Rasanya
35
Bab 35: Menemui Calon Suami
36
Bab 36: Nasihat Bunda
37
Bab 37: Rencana
38
Bab 38: Mas Rey
39
Bab 39: Pengalaman Pertama
40
Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41
Bab 41: Menghilang
42
Bab 42: Dijebak
43
Bab 43: Tak Habis Pikir
44
Bab 44: Istri Kecil
45
Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46
Bab 46: Satu Bulan Menikah
47
Bab 47: Suamiku Selingkuh
48
Bab 48: Bingung
49
Bab 49: Rasa yang Aneh
50
Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51
Bab 51: Aku Memang Pelakor
52
Bab 52: Yang Terbaik
53
Bab 53: Mas Rey Pergi
54
Bab 54: Sangat Rindu
55
Bab 55: Vito itu Temanku
56
Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57
Bab 57: Kabar
58
Bab 58: Tanteku, Maduku
59
Bab 59: Cinta Segi Empat
60
Bab 60: Tak Sanggup
61
Bab 61: Solusi
62
Bab 62: Rencana Mas Rey
63
Bab 63: Terkuak
64
Bab 64: Tertangkap Basah
65
Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66
Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67
Bab 67: Menyerah
68
Bab 68: Kejutan
69
Bab 69: Dua Pria Bodoh
70
Bab 70: Bukan Teman Lagi
71
Bab 71: Menjebak Amanda
72
Bab 72: Permainan Selesai
73
Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74
Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75
Bab 75: Gender Reveal
76
Bab 76: Kata Terakhir
77
Bab 77: Baby Revi
78
Bab 78: Rasa Canggung
79
Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80
Bab 80: Melahirkan
81
Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82
Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83
Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84
Ekstra 2: Visual Novel
85
Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86
Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87
Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88
Ekstra 6: Marry Me, Dev
89
Ekstra 7: My Big Girl
90
Ekstra 8: Single Mom
91
Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92
Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93
Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94
Ekstra 12: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!