Bab 13: Malam Api Unggun

Di belakang rumah Om Rey, ada sebuah area bundar berdiameter sekitar tiga meter. Di tengah-tengah area itu terdapat sebuah tempat yang diperuntukan untuk membuat sebuah api unggun. Di sanalah aku dan Om Rey sekarang. Di bawah cahaya bulan, duduk bersebelahan menghadap api unggun yang menyala sambil membakar marshmallow. Hujan memang baru saja berhenti turun saat itu, sehingga malam itu sedikit sejuk.

"Wah, Om Rey bikin rumah ini udah bener-bener mikirin semuanya ya. Bahkan bikin area buat api unggun gini." Pujiku.

"Om desain rumah ini buat keluarga kecil Om. Kalau mau camping gak perlu pergi ke tempat camping gitu, bisa di halaman belakang ini. Sambil barbeque di sana." Om Rey menunjuk sebuah area gazebo yang agak tinggi sekitar satu meter dari permukaan tanah di sebelah barat tempat api unggun ini. Di sana ada alat pembakaran dan juga meja beserta kursi taman yang tertata estetik dan nyaman sekali.

"Terus kalau mau berenang tinggal ke kolam renang. Mau main lari-larian atau bikin garden party buat ulang tahun atau acara keluarga, bisa di area sana." Om Rey menunjuk ke arah kolam renang yang terletak di sisi timur dan area luas sebelahnya yang ditutupi rumput hijau.

Semuanya benar-bener sangat family oriented.

"Tapi setelah lima tahun semua belum pernah ditempatin." Kembali aku mendengar nada sedih dari Om Rey.

"Karena Om sama Tante Manda pindah ke Jepang ya?" Tanyaku.

Om Rey mengangguk. "Manda dipindah tugaskan ke Jepang dari perusahaan tempat dia kerja waktu kami baru menikah dua bulan. Rumah ini baru banget selesai dibangun waktu itu. Tapi karena Om gak mau LDR, jadi ya akhirnya Om ikut Manda ke Jepang."

"Selama di Jepang Om kerja dimana?"

"Om waktu itu magang di salah satu perusahaan. Seudah magang Om nyari freelance sambil ngusahain lisensi Om sebagai arsitek. Terus Om juga ngejar sertifikasi sebagai arsitek spesialis bangunan urban."

"Buat jadi arsitek itu ternyata panjang banget perjuangannya ya, Om."

"Iya, Dan. Hampir samalah kayak dokter. Seudah dapet gelar sarjana masih banyak tahapan yang harus ditempuh untuk bisa jadi seorang arsitek."

Aku mengangguk paham.

"Om, aku boleh nanya gak?"

Sebenarnya hal ini sudah menggangguku sejak lama. Aku benar-benar penasaran dengan hubungan Om Rey dengan Tante Manda. Namun aku tak cukup berani menanyakan. Rasanya tidak sopan saja. Tapi kali ini aku merasa sudah cukup dekat dengan Om Rey. Aku harus tahu mengenai hubungannya dengan Tanteku itu.

"Boleh, dong. Mau nanya apa?"

"Sebenernya, Om sama Tante Manda itu gak tinggal bareng sejak kapan? Maaf ya, Om. Aku pengen tahu aja soalnya gimanapun harusnya 'kan aku tinggal sama Tante Manda. Bunda aku 'kan nitipin aku ke Tante Manda. Tapi aku malah disini sama Om. Sedangkan dia kemana? Semua biaya aku jadi Om yang tanggung. Jujur aku gak enak sama Om."

"Kenapa gak enak segala sih, Dan. Om udah pernah bilang, Om malah seneng ada kamu di rumah ini."

Om Rey menatapku lekat.

Aku mengalihkan pandanganku, entah mengapa rasanya tatapannya mengganggu sekali hingga jantungku berdebar aneh.

"Ya udah Om akan ceritain semuanya sama kamu. Awalnya Om sama Tante kamu ketemu pas kita wisuda. Kita satu angkatan, tapi beda jurusan. Om di teknik arsitektur, tante kamu di manajemen resort and leisure. Kita deket dan akhirnya pacaran. Karena udah ngerasa cocok, Om lamar dia. Awalnya Om ditolak beberapa kali tapi karena Om udah yakin sama Manda, Om gak nyerah. Sampai akhirnya Manda nerima Om dan kita nikah. Gak lama dari situ manda yang udah dapet kerja ditugasin buat ke Jepang. Dan yang kayak tadi Om bilang, Om ikut ke Jepang karena gak mau LDR padahal Om lagi magang waktu itu. Akhirnya Om nyari tempat magang yang baru di Jepang dan Om mengulang dari awal."

Aku mengangguk paham, menyimak cerita Om Rey.

"Awalnya kami baik-baik aja, semua berjalan normal. Walaupun kami sama-sama sibuk kami selalu nyempatin buat ngabisin waktu bareng-bareng. Tapi lama kelamaan, kita jadi jarang ketemu. Manda sering kali lembur sampai kadang gak pulang. Sampai kita ada di titik seperti gak menjalin hubungan pernikahan, malah lebih seperti temen sekost-an, saking jarangnya kita ngobrol dan berinteraksi. Kalaupun berinteraksi kami berantem. Om memutuskan untuk pulang ke Indonesia setelah 5 tahun bertahan di sana, dan tepat saat itu Manda juga ditempatkan kembali ke kantor di Jakarta. Dan pulanglah kami beberapa bulan lalu."

"Tapi keadaan tetap sama setelah kami berada di Indonesia lagi. Malah tambah parah. Dulu paling Manda gak pulang sehari dua hari tapi sekarang kamu sendiri tahu gimana." Ujarnya sedih.

Ya ampun, ternyata sudah selama itu hubungan Om dan Tante Manda tidak baik-baik saja. "Tante Manda itu workaholic banget ya, Om. Aku baru tahu. Sampai lebih milih pekerjaannya."

Om Rey malah tertawa getir. "Iya. Dia emang workaholic." Ada penekanan saat Om Rey mengatakan workaholic. Membuatku semakin penasaran, apalagi dengan kata-kata Om Marcel tadi yang mengatakan bahwa Tante Manda menggunakan alat untuk menunda kehamilan. Ingin rasanya aku tanyakan hal itu pada Om Rey.

Tapi aku telan rasa penasaranku. Tak sopan rasanya jika aku menanyakan hal sepribadi itu padanya.

"Kamu kenapa bengong gitu, Dan? Ada yang mau kamu tanyain lagi?"

Aku terperanjat kaget, mendapati Om Rey yang menebak apa yang aku pikirkan dengan sangat tepat.

"Enggak, Om." Dustaku. "Semoga Om sama Tante bisa kembali baik lagi ya."

Om Rey langsung saja menggeleng. "Enggak, Dan. Om akan menyerah dengan pernikahan ini."

Total aku tercengang.

"Om selama ini bertahan dalam pernikahan itu dengan berpikir bahwa Om akan jatuh cinta sekali dan menikah juga sekali, yaitu sama Tante kamu. Makanya Om bertahan di rumah tangga ini walaupun Om udah sangat lelah dan hambar." Om Rey menatapku lagi dengan begitu lekatnya. "Tapi ternyata Om salah."

"Salah gimana...Om?" Entah mengapa tatapan Om Rey membuatku tak bisa berkutik. Sampai aku tertegun tak lepas dari kedua manik hitamnya yang memantulkan cahaya api unggun yang menyala temaram.

"Om udah terlalu lelah mempertahankan hubungan Om dengan Manda. Di saat Om ada di titik terendah, seseorang datang dan ngasih Om rasa nyaman dan semua hal sederhana yang selama ini Om impikan."

Jantungku semakin berdebar kencang. Wajah Om Rey yang disinari api unggun terlihat lebih tampan dan suasana menjadi lebih... romantis.

Juga kata-kata Om Rey, dan tatapannya yang hangat menghipnotis itu, membuat aku tak bisa tidak salah paham.

"Hal sesederhana jogging di pagi hari, sarapan bersama, berangkat bersama, pulang bersama. Dibuatkan bekal makan siang, nonton film dan makan pizza, berjalan-jalan ke Mall, ke tempat wisata, ke toko buku. Mengobrol di waktu senggang. Ditemenin saat kerja dan ketemu klien. Semua itu hal yang selalu Om impikan bisa Om lakukan bersama Manda, tapi gak pernah terwujud."

Dan semua hal itu malah ia lakukan bersamaku?

"Semua itu malah Om lakukan dengan kamu."

Tanpa sadar aku tertegun. Apa selama ini aku salah mengartikan perhatian Om Rey? Aku kira selama ini kami hanyalah teman. Kasih sayangnya padaku hanyalah seperti seorang paman kepada keponakannya. Bahkan aku menganggap perhatiannya seperti Ayahku.

Tapi ternyata aku salah. Sejak kapan sebenarnya Om Rey memiliki perasaan terhadapku?

"Om sudah jatuh cinta untuk kedua kalinya tapi bukan pada istri Om, tapi kamu. Danisa, keponakan dari istri Om sendiri."

Seketika otakku seperti berhenti bekerja, tubuhku meremang, dan sekujur tubuhku hangat, kemudian dingin, hangat, dan dingin lagi. Nafasku bahkan mulai menderu.

Perlahan tangan besar dan hangatnya meraih pipiku. Aku terdiam mematung. Entahlah, aku kehilangan kendali akan diriku.

Om Rey mulai mendekat dan seketika bibirnya sudah menyentuh bibirku.

Om Rey... menciumku? Lagi?

Terpopuler

Comments

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

Ya...om Rey menciummu lagi dan kamu terbuai tanpa sadar kamu ikut membalas ciuman itu menjadi lumatan yg semakin menuntut ah..ahh..ahh....
Dan terjadilah belah duren 😁😁

2023-08-31

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bertemu Om Rey
2 Bab 2: Makan Malam
3 Bab 3: Menuju Kampus
4 Bab 4: Berbelanja
5 Bab 5: Semakin Dekat
6 Bab 6: Amanda
7 Bab 7: Memeluk Om Rey
8 Bab 8: Benar-benar Dijemput
9 Bab 9: Kejadian Semalam
10 Bab 10: Parfum
11 Bab 11: Vito dan Tantenya
12 Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13 Bab 13: Malam Api Unggun
14 Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15 Bab 15: Menghindar
16 Bab 16: Sepanik-paniknya
17 Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18 Bab 18: Pernyataan Cinta
19 Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20 Bab 20: Curahan Hati
21 Bab 21: Dimabuk Cinta
22 Bab 22: Agar Satu Sama
23 Bab 23: Terlalu Malu
24 Bab 24: Firasat Ibu
25 Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26 Bab 26: Dibutakan Cinta
27 Bab 27: Tahap Selanjutnya
28 Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29 Bab 29: For The Last Time
30 Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31 Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32 Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33 Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34 Bab 34: Vito dan Rasanya
35 Bab 35: Menemui Calon Suami
36 Bab 36: Nasihat Bunda
37 Bab 37: Rencana
38 Bab 38: Mas Rey
39 Bab 39: Pengalaman Pertama
40 Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41 Bab 41: Menghilang
42 Bab 42: Dijebak
43 Bab 43: Tak Habis Pikir
44 Bab 44: Istri Kecil
45 Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46 Bab 46: Satu Bulan Menikah
47 Bab 47: Suamiku Selingkuh
48 Bab 48: Bingung
49 Bab 49: Rasa yang Aneh
50 Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51 Bab 51: Aku Memang Pelakor
52 Bab 52: Yang Terbaik
53 Bab 53: Mas Rey Pergi
54 Bab 54: Sangat Rindu
55 Bab 55: Vito itu Temanku
56 Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57 Bab 57: Kabar
58 Bab 58: Tanteku, Maduku
59 Bab 59: Cinta Segi Empat
60 Bab 60: Tak Sanggup
61 Bab 61: Solusi
62 Bab 62: Rencana Mas Rey
63 Bab 63: Terkuak
64 Bab 64: Tertangkap Basah
65 Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66 Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67 Bab 67: Menyerah
68 Bab 68: Kejutan
69 Bab 69: Dua Pria Bodoh
70 Bab 70: Bukan Teman Lagi
71 Bab 71: Menjebak Amanda
72 Bab 72: Permainan Selesai
73 Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74 Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75 Bab 75: Gender Reveal
76 Bab 76: Kata Terakhir
77 Bab 77: Baby Revi
78 Bab 78: Rasa Canggung
79 Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80 Bab 80: Melahirkan
81 Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82 Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83 Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84 Ekstra 2: Visual Novel
85 Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86 Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87 Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88 Ekstra 6: Marry Me, Dev
89 Ekstra 7: My Big Girl
90 Ekstra 8: Single Mom
91 Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92 Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93 Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94 Ekstra 12: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1: Bertemu Om Rey
2
Bab 2: Makan Malam
3
Bab 3: Menuju Kampus
4
Bab 4: Berbelanja
5
Bab 5: Semakin Dekat
6
Bab 6: Amanda
7
Bab 7: Memeluk Om Rey
8
Bab 8: Benar-benar Dijemput
9
Bab 9: Kejadian Semalam
10
Bab 10: Parfum
11
Bab 11: Vito dan Tantenya
12
Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13
Bab 13: Malam Api Unggun
14
Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15
Bab 15: Menghindar
16
Bab 16: Sepanik-paniknya
17
Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18
Bab 18: Pernyataan Cinta
19
Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20
Bab 20: Curahan Hati
21
Bab 21: Dimabuk Cinta
22
Bab 22: Agar Satu Sama
23
Bab 23: Terlalu Malu
24
Bab 24: Firasat Ibu
25
Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26
Bab 26: Dibutakan Cinta
27
Bab 27: Tahap Selanjutnya
28
Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29
Bab 29: For The Last Time
30
Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31
Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32
Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33
Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34
Bab 34: Vito dan Rasanya
35
Bab 35: Menemui Calon Suami
36
Bab 36: Nasihat Bunda
37
Bab 37: Rencana
38
Bab 38: Mas Rey
39
Bab 39: Pengalaman Pertama
40
Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41
Bab 41: Menghilang
42
Bab 42: Dijebak
43
Bab 43: Tak Habis Pikir
44
Bab 44: Istri Kecil
45
Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46
Bab 46: Satu Bulan Menikah
47
Bab 47: Suamiku Selingkuh
48
Bab 48: Bingung
49
Bab 49: Rasa yang Aneh
50
Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51
Bab 51: Aku Memang Pelakor
52
Bab 52: Yang Terbaik
53
Bab 53: Mas Rey Pergi
54
Bab 54: Sangat Rindu
55
Bab 55: Vito itu Temanku
56
Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57
Bab 57: Kabar
58
Bab 58: Tanteku, Maduku
59
Bab 59: Cinta Segi Empat
60
Bab 60: Tak Sanggup
61
Bab 61: Solusi
62
Bab 62: Rencana Mas Rey
63
Bab 63: Terkuak
64
Bab 64: Tertangkap Basah
65
Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66
Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67
Bab 67: Menyerah
68
Bab 68: Kejutan
69
Bab 69: Dua Pria Bodoh
70
Bab 70: Bukan Teman Lagi
71
Bab 71: Menjebak Amanda
72
Bab 72: Permainan Selesai
73
Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74
Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75
Bab 75: Gender Reveal
76
Bab 76: Kata Terakhir
77
Bab 77: Baby Revi
78
Bab 78: Rasa Canggung
79
Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80
Bab 80: Melahirkan
81
Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82
Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83
Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84
Ekstra 2: Visual Novel
85
Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86
Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87
Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88
Ekstra 6: Marry Me, Dev
89
Ekstra 7: My Big Girl
90
Ekstra 8: Single Mom
91
Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92
Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93
Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94
Ekstra 12: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!