Bab 12: Rey dan Gadis Kecil

Tak sampai lima menit aku menunggu di gerbang kampus, mobil Om Rey sudah datang. Mobil itu menepi dan kemudian aku naik ke kursi penumpang. Langsung saja mobil itu kembali melaju ke arah Mall.

"Lama-lama kita jadi anak Mall, Om." Celotehku ketika kami memasuki sebuah Mall.

"Kenapa? Saking seringnya kita ke Mall?" Ujar Om Rey terkekeh.

"Iya, baru juga kita ke Mall beberapa hari lalu. Sekarang udah ke Mall lagi."

"Gak apa-apa dong."

"Om ngapain hari ini ngajak aku ke Mall lagi? Sampai suruh aku izin kerja. Untung Fina bisa gantiin aku." Tanyaku. Jujur aku merasa tak enak pada Om Tanoe.

"Om pengen jalan-jalan aja. Kalau jalan-jalan sendiri, sedih kayaknya jadi kayak orang ilang. Jadi Om ngajakin kamu."

Ada nada sedih dalam kata-kata Om Rey yang berbalut candaan itu. Sepertinya sebetulnya ia berharap bisa pergi bersama Tante Manda.

"Ya udah sekarang kita mau kemana, Om?" Tanyaku.

"Sebenernya Om ada kerjaan dikit sih datang kesini. Om mau ketemu klien Om yang mau buat resto, dia minta Om ngedesain untuk interiornya. Walaupun ini bukan spesialis Om, tapi karena klien Om itu istri dari sahabat Om, jadi Om bantuin deh. Soalnya dia suka sama desain-desain yang Om buat."

"Tapi aku jadi gak enak dong nanti ganggu Om kerja." Ujarku khawatir.

"Gak apa-apa, Dan. Malah Om seneng kalau kamu temenin." Tangan Om Rey merangkul pundakku.

Om Rey tidak biasanya seperti ini. Rasanya beberapa hari terakhir ia semakin sering berkata tentang sesuatu yang membuatku merasa aneh. Bagaimana tidak, kata-kata Om Rey sering terdengar seperti...

Tidak, Danisa. Aku menggelengkan kepala. Apa sih yang kamu pikirkan?

Tak lama kami sampai di sebuah area yang sedang dalam tahap pembangunan di lantai 3 Mall itu.

"Rey, udah dateng lo." Sapa seorang pria tinggi yang sepertinya seumuran dengan Om Rey. Mereka melakukan tos dan saling memeluk sekilas.

Seorang perempuan cantik dengan pakaian yang elegan menghampiri kami. Sontak aku langsung merasa insecure, karena aku yang hanya memakai blouse dan skinny jeans. "Rey, udah lama kita gak ketemu." Perempuan itu memeluk Om Rey sekilas. Dari interaksinya aku tahu mereka sudah sangat dekat dengan Om Rey.

"Cel, Sar, kenalin. Ini Danisa." Om Rey memperkenalkanku.

Aku mengangguk sopan seraya mengulurkan tanganku. "Danisa, Om, Tante." Ujarku.

"Jadi ini..." Ujar pria itu. "Okay. Okay, gue diem." Sontak aku melihat ke arah Om Rey, karena bingung dengan sikap sahabatnya itu.

Tak ada yang salah dengan ekspresinya.

"Dan, ini sahabat Om, Marcel dan istrinya, Sarah." Om Rey memperkenalkan sahabat-sahabatnya padaku.

"Kamu cantik banget, Danisa." Puji Tante Sarah dengan ramah.

"Danis aja, Tante. Makasih, Tante. Tante juga cantik banget." Jujur aku merasa sangat canggung.

"Kamu beneran masih kuliah semester 1, Danis?" Tanya Om Marcel.

"Iya, Om." Sahutku bingung.

Marcel terkekeh seraya menatap ke arah Om Rey. "Parah lo, Rey."

Sontak aku melihat ke arah Om Rey yang sepertinya, jika aku tak salah melihat, ekspresinya seperti orang yang tertangkap basah. "Gak usah dipikirin, Dan. Dia emang kadang suka aneh."

Aku mengangguk saja walaupun sebenarnya tak paham dengan situasinya.

"Ya udah, Sar, jadi gimana konsep yang lo pengen?"

Kemudian Om Rey dan juga Tante Sarah mulai membicarakan konsep desain restoran yang diinginkan oleh Tante Sarah. Mereka larut dalam obrolan. Tapi aku merasa tak bosan sama sekali karena jujur aku jadi bisa melihat Om Rey jika sedang bertemu klien itu seperti apa.

Dan kini aku tahu ide-ide Om Rey benar-benar brilian. Ia memiliki imajinasi yang tinggi. Caranya menjelaskan pada Tante Sarah juga begitu detail hingga aku saja yang adalah orang awam, bisa ikut membayangkan seperti apa desain yang dipikirkannya.

Semakin kagum saja aku pada Om Rey ini.

"Okay jadi nanti gue bikinin dulu desainnya di ArchiCAD, entar lo bisa revisi kalau masih ada yang kurang." Pungkas Om Rey.

"Thanks banget ya, Rey. Gue percaya resto gue bakal keren banget di tangan lo." Puji Tante Sarah.

Setelah itu kami keluar dari area pembangunan. "Yakin lo gak akan traktir gue makan?" Canda Om Rey.

"Gak ah, takut ganggu. Lagian gue mau main dulu sama Clara."

Clara? Siapa itu?

"Lo gak bilang Clara dibawa. Pengen dong ketemu." Om Rey seketika sumringah.

"Makanya punya dong." Timpal Om Marcel. Seketika dada Om Marcel menjadi tempat mendarat pukulan dari Tante Sarah.

"Yah, masa ngomong gitu." Tegur Tante Sarah.

"Bun, Rey ini harus sering dikasih tahu biar sadar. Udah lepasin yang itu, jadiin cepet sama yang ini."

Lagi-lagi aku merasa kata-kata Om Marcel seperti ada hubungannya denganku.

Aneh. Aku semakin merasa Om Rey ini aneh. Kata-kata dari Om Marcel juga entah mengapa terasa penuh arti dan amb!gu. Selama ini aku selalu menganggap Om Rey memperlakukanku hanya sebagai seorang keponakan. Tapi kini aku semakin menyadari bahwa sejak awal sikap Om Rey memang aneh.

Aku baru menyadarinya sekarang. Terutama setelah bertemu dengan Om Marcel ini.

Kami kini berada di sebuah tempat bermain anak-anak. Ternyata Clara adalah putri dari Om Marcel dan Tante Sarah yang berusia dua tahun. Selama kami berada di area pembangunan, Clara bersama pengasuhnya menunggu di tempat bermain ini. Karena Clara masih sangat betah dan tak ingin pulang, kami semua masuk ke dalam tempat bermain itu.

Aku melihat Om Rey yang paling semangat untuk bertemu Clara. Ia berlari ke arah Clara dan langsung saja menggendong tubuh mungil itu ke udara. Om Rey terlihat begitu menyukai Clara. Ia mengikuti Clara kesana kemari. Berbeda dengan Om Marcel yang malah duduk bersamaku dan Tante Sarah.

"Clara kayaknya seneng banget ya sama Om Rey, Tante." Ujarku sambil gemas melihat interaksi Om Rey dengan gadis kecil itu.

"Waktu Clara lahir, Rey itu lebih heboh daripada Marcel. Aneh 'kan? Kalau Marcel itu emang lebih ke cuek 'kan, tapi kalau Rey itu kayak emang udah pengen dapet momongan, tapi sayangnya Manda masih belum hamil juga."

"Ya gimana mau hamil." Om Marcel tiba-tiba bergabung ke obrolan kami. "Orang dia pasang alat k^ntrasepsi."

"Hah?" Sahutku dan Tante Sarah berbarengan.

"Serius, Yah?" Tanya Tante Sarah ingin jawaban agar lebih yakin.

"Baru sebulan yang lalu kalau gak salah Rey tahu itu. Terus dia cerita ke Ayah." Sahut Om Marcel.

Syok. Aku benar-benar syok. Kenapa Tante Manda menggunakan alat itu di saat Om Rey sangat ingin memiliki anak? Sontak aku menatap Om Rey yang masih saja tertawa gembira bersama Clara. Entah mengapa hatiku berdenyut sakit, merasa empati padanya.

"Makanya, Nis. Ada kamu di sisi Rey, tolong bahagiain dia. Kasihan itu anak, korban bucin istrinya sendiri."

"Maksud Om Marcel gimana?" Aku berharap apa yang aku pikirkan sejak tadi tidak benar.

"Rey itu..." Tante Sarah segera membekap mulut Om Marcel.

"Yah, jangan suka ikut campur." Tegur sang istri.

Terpopuler

Comments

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

Next Kaka ❤️❤️❤️❤️

2023-08-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bertemu Om Rey
2 Bab 2: Makan Malam
3 Bab 3: Menuju Kampus
4 Bab 4: Berbelanja
5 Bab 5: Semakin Dekat
6 Bab 6: Amanda
7 Bab 7: Memeluk Om Rey
8 Bab 8: Benar-benar Dijemput
9 Bab 9: Kejadian Semalam
10 Bab 10: Parfum
11 Bab 11: Vito dan Tantenya
12 Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13 Bab 13: Malam Api Unggun
14 Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15 Bab 15: Menghindar
16 Bab 16: Sepanik-paniknya
17 Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18 Bab 18: Pernyataan Cinta
19 Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20 Bab 20: Curahan Hati
21 Bab 21: Dimabuk Cinta
22 Bab 22: Agar Satu Sama
23 Bab 23: Terlalu Malu
24 Bab 24: Firasat Ibu
25 Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26 Bab 26: Dibutakan Cinta
27 Bab 27: Tahap Selanjutnya
28 Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29 Bab 29: For The Last Time
30 Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31 Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32 Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33 Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34 Bab 34: Vito dan Rasanya
35 Bab 35: Menemui Calon Suami
36 Bab 36: Nasihat Bunda
37 Bab 37: Rencana
38 Bab 38: Mas Rey
39 Bab 39: Pengalaman Pertama
40 Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41 Bab 41: Menghilang
42 Bab 42: Dijebak
43 Bab 43: Tak Habis Pikir
44 Bab 44: Istri Kecil
45 Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46 Bab 46: Satu Bulan Menikah
47 Bab 47: Suamiku Selingkuh
48 Bab 48: Bingung
49 Bab 49: Rasa yang Aneh
50 Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51 Bab 51: Aku Memang Pelakor
52 Bab 52: Yang Terbaik
53 Bab 53: Mas Rey Pergi
54 Bab 54: Sangat Rindu
55 Bab 55: Vito itu Temanku
56 Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57 Bab 57: Kabar
58 Bab 58: Tanteku, Maduku
59 Bab 59: Cinta Segi Empat
60 Bab 60: Tak Sanggup
61 Bab 61: Solusi
62 Bab 62: Rencana Mas Rey
63 Bab 63: Terkuak
64 Bab 64: Tertangkap Basah
65 Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66 Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67 Bab 67: Menyerah
68 Bab 68: Kejutan
69 Bab 69: Dua Pria Bodoh
70 Bab 70: Bukan Teman Lagi
71 Bab 71: Menjebak Amanda
72 Bab 72: Permainan Selesai
73 Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74 Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75 Bab 75: Gender Reveal
76 Bab 76: Kata Terakhir
77 Bab 77: Baby Revi
78 Bab 78: Rasa Canggung
79 Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80 Bab 80: Melahirkan
81 Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82 Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83 Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84 Ekstra 2: Visual Novel
85 Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86 Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87 Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88 Ekstra 6: Marry Me, Dev
89 Ekstra 7: My Big Girl
90 Ekstra 8: Single Mom
91 Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92 Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93 Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94 Ekstra 12: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1: Bertemu Om Rey
2
Bab 2: Makan Malam
3
Bab 3: Menuju Kampus
4
Bab 4: Berbelanja
5
Bab 5: Semakin Dekat
6
Bab 6: Amanda
7
Bab 7: Memeluk Om Rey
8
Bab 8: Benar-benar Dijemput
9
Bab 9: Kejadian Semalam
10
Bab 10: Parfum
11
Bab 11: Vito dan Tantenya
12
Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13
Bab 13: Malam Api Unggun
14
Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15
Bab 15: Menghindar
16
Bab 16: Sepanik-paniknya
17
Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18
Bab 18: Pernyataan Cinta
19
Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20
Bab 20: Curahan Hati
21
Bab 21: Dimabuk Cinta
22
Bab 22: Agar Satu Sama
23
Bab 23: Terlalu Malu
24
Bab 24: Firasat Ibu
25
Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26
Bab 26: Dibutakan Cinta
27
Bab 27: Tahap Selanjutnya
28
Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29
Bab 29: For The Last Time
30
Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31
Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32
Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33
Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34
Bab 34: Vito dan Rasanya
35
Bab 35: Menemui Calon Suami
36
Bab 36: Nasihat Bunda
37
Bab 37: Rencana
38
Bab 38: Mas Rey
39
Bab 39: Pengalaman Pertama
40
Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41
Bab 41: Menghilang
42
Bab 42: Dijebak
43
Bab 43: Tak Habis Pikir
44
Bab 44: Istri Kecil
45
Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46
Bab 46: Satu Bulan Menikah
47
Bab 47: Suamiku Selingkuh
48
Bab 48: Bingung
49
Bab 49: Rasa yang Aneh
50
Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51
Bab 51: Aku Memang Pelakor
52
Bab 52: Yang Terbaik
53
Bab 53: Mas Rey Pergi
54
Bab 54: Sangat Rindu
55
Bab 55: Vito itu Temanku
56
Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57
Bab 57: Kabar
58
Bab 58: Tanteku, Maduku
59
Bab 59: Cinta Segi Empat
60
Bab 60: Tak Sanggup
61
Bab 61: Solusi
62
Bab 62: Rencana Mas Rey
63
Bab 63: Terkuak
64
Bab 64: Tertangkap Basah
65
Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66
Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67
Bab 67: Menyerah
68
Bab 68: Kejutan
69
Bab 69: Dua Pria Bodoh
70
Bab 70: Bukan Teman Lagi
71
Bab 71: Menjebak Amanda
72
Bab 72: Permainan Selesai
73
Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74
Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75
Bab 75: Gender Reveal
76
Bab 76: Kata Terakhir
77
Bab 77: Baby Revi
78
Bab 78: Rasa Canggung
79
Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80
Bab 80: Melahirkan
81
Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82
Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83
Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84
Ekstra 2: Visual Novel
85
Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86
Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87
Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88
Ekstra 6: Marry Me, Dev
89
Ekstra 7: My Big Girl
90
Ekstra 8: Single Mom
91
Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92
Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93
Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94
Ekstra 12: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!