Bab 9: Kejadian Semalam

Bel rumah berbunyi. Segera aku berlari ke depan rumah dan benar saja, pengantar pizza itu sudah datang membawakan pesananku. Segera aku membawa pizza itu masuk dan menyajikannya di meja ruang tengah. Aku berlari kecil menuju dapur dan membawa dua buah gelas untuk cola yang memang ku pesan untuk menemani menyantap pizza.

Cola dan pizza memang kombinasi yang sangat sempurna.

Kemudian kembali aku duduk di karpet yang menghadap ke sebuah TV layar datar. Sebuah film dari Netflix sudah aku siapkan untuk menemani kami memakan pizza.

"Udah dateng pizzanya?" Om Rey keluar dari kamarnya dan menghampiriku.

"Udah, Om. Baru aja. Ayo dimakan, Om. " Aku mempersilahkan. "Eh maksudnya, makasih ya, Om. Dimakan, Om pizzanya." Ralatku.

Kenapa malah aku yang menawarinya pizza, semua ini 'kan dibayar oleh Om Rey.

Om Rey tersenyum gemas seraya mengusak rambutku. "Kamu gak usah sungkan sama Om. Makan yang banyak ya." Om Rey pun mengambil sepotong pizza dan duduk di sebelahku.

Kami mulai melahap pizza itu. "Kita sambil nonton ya, Om." Ku tekan tombol play.

"Ini nonton film apa?" Tanya Om Rey.

"Ini film action, Om. Katanya sih seru. Ratingnya juga bagus. Gak apa-apa 'kan aku nyalain TVnya, Om?"

Om Rey mencubit gemas pipiku. "Auw, sakit Om!"

"Dibilangin sama Om gak usah sungkan gitu. Anggap ini rumah kamu sendiri."

Aku terkekeh. "Okay deh kalau gitu. Makasih Om Rey ganteng dan baik hati." Kembali ku lahap pizzaku.

Saat akan mencelupkan pizza pada saus garlic butter di meja, tak sengaja aku menangkap basah Om Rey sedang menatapku. "Kenapa, Om?" Tanyaku heran.

Om Rey berdeham. "Gak apa-apa, kok."

Lagi-lagi Om Rey bersikap aneh.

Kemudian kami sama-sama terlarut dalam film itu. Sesekali kami berdiskusi mengenai jalannya film tersebut. Namun lama-lama rasanya jalan ceritanya sedikit membosankan. Hingga mataku terasa berat.

Dan sepertinya aku tertidur karena ketika aku terbangun aku sudah berada di tempat tidur. Tapi aku terheran-heran karena aku tidak terbangun di kamarku, tapi di kamar Om Rey!

Sontak aku bangkit dari posisi berbaringku. Melihat ke sekeliling kamar itu dan mendapati Om Rey tidak ada di kamar. Syukurlah. Aku kira kami tidur bersama.

Apa yang aku pikirkan, sih?

Aku pun beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar, dan melihat Om Rey tertidur di sofa. Ku lirik jam di dinding, ini masih tengah malam. Ku bangunkan saja Om Rey.

Ku tepuk pelan lengannya.

"Om, pindah tidurnya ya. Om kayak gak nyaman gitu tidurnya." Perlahan Om Rey membuka matanya dan melihat ke arahku. Sepertinya nyawanya belum benar-benar terkumpul, karena matanya terlihat sendu dan tanpa ekspresi.

"Om? Kenapa aku ada di kamar Om ya? Apa aku ketiduran tadi? Terus Om mindahin aku?"

Lagi-lagi Om Rey hanya terdiam. Kedua manik hitamnya masih menatapku.

"Om...?" Aku sedikit khawatir karena ia tak menggubrisku.

Namun tiba-tiba saja Om Rey menarik tanganku sekuat tenaga hingga aku berlutut di depannya. Tangannya meraih tengkukku dan seketika aku bisa melihat kedua matanya yang tertutup dari jarak kurang dari satu senti saja.

Kurasakan sesuatu yang lembut dan basah di bibirku.

Apa ini? Apa yang ada di bibirku adalah...bibir Om Rey?

Seketika aku mengingat beberapa adegan film yang pernah aku lihat. Apa seperti ini rasanya sedang berciuman?

Dan... apa Om Rey sedang menciumku?!

Setelah cukup sadar aku mendorong jauh tubuhnya dan menutup bibirku yang lembab. Tanpa pamit aku berlari menuju kamarku di lantai dua dan mengunci pintu.

Jantungku berdetak tak karuan. Kejadian yang baru saja terjadi terus berputar di dalam benakku. Jelas sekali.

Bibir Om Rey, menyentuh bibirku. Bahkan tak hanya menyentuh, bermain dengan liarnya di bibirku.

Seketika aku tak mengerti. Kenapa Om Rey melakukan itu?

Sisa malam itu aku tak bisa tidur. Bagaimanapun aku mencoba menutup mataku, tapi aku tetap terjaga. Hingga subuh pun tiba. Aku segera membersihkan diri dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Namun walaupun tanganku sibuk mengolah berbagai bahan, pikiranku terus tertuju pada kejadian itu.

Hingga aku terperanjat saat tiba-tiba saja Om Rey sudah duduk di salah satu kursi meja makan itu. Hampir saja aku melemparkan spatula yang sedang aku pegang.

"Kamu kenapa, Dan? Kok kayak yang kaget ngelihat Om. Emangnya Om hantu?" Candanya.

Jujur aku tertegun dengan sikapnya yang biasa seakan tidak terjadi apapun.

"Muka kamu kenapa?" Om Rey menelisik, dahinya mengerut menatapku. "Kamu demam? Kok mukanya merah?"

"Hah? Eng-enggak, kok." Tanganku menyentuh pipiku, dan memang terasa hangat. Segera aku mengalihkan perhatianku dengan menyelesaikan masakanku.

Saat akan menata meja, aku melihat Om Rey kembali ke kamarnya.

Beberapa saat kemudian kami sudah berada di meja makan, menyantap sarapan bersama-sama. Om Rey sudah siap dengan setelan kantornya. Kemeja dan celana jeans, dipadukan dengan blazer semi formal. Sepertinya kantor Om Rey memang tidak terlalu formal dalam menggunakan pakaian, buktinya Om Rey selalu berpakaian seperti itu. Maksudku, aku kira orang yang berkerja di kantor pasti menggunakan dasi, tapi Om Rey tak pernah mengenakannya.

"Nanti udah kuliah kamu kerja lagi?" Suara Om Rey memecah keheningan.

"Iya, Om." Ujarku singkat. Jujur rasanya menjadi sangat canggung mengingat kejadian semalam.

"Pulang jam lima 'kan? Nanti Om jemput ya." Om Rey terlihat biasa saja, seperti tak ada apa-apa.

"Gak usah, Om." Ujarku tak enak.

"Gak apa-apa. Lagian Om khawatir kalau kamu pulang sendiri. Jadi biar Om jemput aja kamu nanti."

Aku terdiam tak menggubrisnya.

"Kamu kenapa, Dan? Kok jadi pendiem gitu sejak tadi? Bener ya kamu sakit?"

"Hah? Eng-enggak, Kok. Aku gak apa-apa."

"Semalem kamu pindah dari kamar Om, ya? Jam berapa? Kok Om Gak tahu?"

Seketika aku menatapnya bingung.

"Maksud Om gimana?"

"Kemarin kamu ketiduran. Karena Om udah lumayan ngantuk, terus angkat kamu ke kamar atas lumayan menguras tenaga, jadi Om pindahin kamu ke kamar Om aja.  Tapi pas Om kebangun di sofa, Om ngecek kamu di kamar, eh kamu udah gak ada."

Jadi kejadian semalam itu aku mimpi atau bagaimana? Kenapa Om Rey tidak mengingatnya?

Terpopuler

Comments

miranda Arsyra

miranda Arsyra

si om pinter bener ngibul nya

2023-10-15

3

Dwi Aryani

Dwi Aryani

pura pura amnesia om..

2023-10-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bertemu Om Rey
2 Bab 2: Makan Malam
3 Bab 3: Menuju Kampus
4 Bab 4: Berbelanja
5 Bab 5: Semakin Dekat
6 Bab 6: Amanda
7 Bab 7: Memeluk Om Rey
8 Bab 8: Benar-benar Dijemput
9 Bab 9: Kejadian Semalam
10 Bab 10: Parfum
11 Bab 11: Vito dan Tantenya
12 Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13 Bab 13: Malam Api Unggun
14 Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15 Bab 15: Menghindar
16 Bab 16: Sepanik-paniknya
17 Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18 Bab 18: Pernyataan Cinta
19 Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20 Bab 20: Curahan Hati
21 Bab 21: Dimabuk Cinta
22 Bab 22: Agar Satu Sama
23 Bab 23: Terlalu Malu
24 Bab 24: Firasat Ibu
25 Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26 Bab 26: Dibutakan Cinta
27 Bab 27: Tahap Selanjutnya
28 Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29 Bab 29: For The Last Time
30 Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31 Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32 Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33 Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34 Bab 34: Vito dan Rasanya
35 Bab 35: Menemui Calon Suami
36 Bab 36: Nasihat Bunda
37 Bab 37: Rencana
38 Bab 38: Mas Rey
39 Bab 39: Pengalaman Pertama
40 Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41 Bab 41: Menghilang
42 Bab 42: Dijebak
43 Bab 43: Tak Habis Pikir
44 Bab 44: Istri Kecil
45 Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46 Bab 46: Satu Bulan Menikah
47 Bab 47: Suamiku Selingkuh
48 Bab 48: Bingung
49 Bab 49: Rasa yang Aneh
50 Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51 Bab 51: Aku Memang Pelakor
52 Bab 52: Yang Terbaik
53 Bab 53: Mas Rey Pergi
54 Bab 54: Sangat Rindu
55 Bab 55: Vito itu Temanku
56 Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57 Bab 57: Kabar
58 Bab 58: Tanteku, Maduku
59 Bab 59: Cinta Segi Empat
60 Bab 60: Tak Sanggup
61 Bab 61: Solusi
62 Bab 62: Rencana Mas Rey
63 Bab 63: Terkuak
64 Bab 64: Tertangkap Basah
65 Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66 Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67 Bab 67: Menyerah
68 Bab 68: Kejutan
69 Bab 69: Dua Pria Bodoh
70 Bab 70: Bukan Teman Lagi
71 Bab 71: Menjebak Amanda
72 Bab 72: Permainan Selesai
73 Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74 Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75 Bab 75: Gender Reveal
76 Bab 76: Kata Terakhir
77 Bab 77: Baby Revi
78 Bab 78: Rasa Canggung
79 Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80 Bab 80: Melahirkan
81 Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82 Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83 Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84 Ekstra 2: Visual Novel
85 Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86 Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87 Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88 Ekstra 6: Marry Me, Dev
89 Ekstra 7: My Big Girl
90 Ekstra 8: Single Mom
91 Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92 Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93 Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94 Ekstra 12: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1: Bertemu Om Rey
2
Bab 2: Makan Malam
3
Bab 3: Menuju Kampus
4
Bab 4: Berbelanja
5
Bab 5: Semakin Dekat
6
Bab 6: Amanda
7
Bab 7: Memeluk Om Rey
8
Bab 8: Benar-benar Dijemput
9
Bab 9: Kejadian Semalam
10
Bab 10: Parfum
11
Bab 11: Vito dan Tantenya
12
Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13
Bab 13: Malam Api Unggun
14
Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15
Bab 15: Menghindar
16
Bab 16: Sepanik-paniknya
17
Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18
Bab 18: Pernyataan Cinta
19
Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20
Bab 20: Curahan Hati
21
Bab 21: Dimabuk Cinta
22
Bab 22: Agar Satu Sama
23
Bab 23: Terlalu Malu
24
Bab 24: Firasat Ibu
25
Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26
Bab 26: Dibutakan Cinta
27
Bab 27: Tahap Selanjutnya
28
Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29
Bab 29: For The Last Time
30
Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31
Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32
Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33
Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34
Bab 34: Vito dan Rasanya
35
Bab 35: Menemui Calon Suami
36
Bab 36: Nasihat Bunda
37
Bab 37: Rencana
38
Bab 38: Mas Rey
39
Bab 39: Pengalaman Pertama
40
Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41
Bab 41: Menghilang
42
Bab 42: Dijebak
43
Bab 43: Tak Habis Pikir
44
Bab 44: Istri Kecil
45
Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46
Bab 46: Satu Bulan Menikah
47
Bab 47: Suamiku Selingkuh
48
Bab 48: Bingung
49
Bab 49: Rasa yang Aneh
50
Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51
Bab 51: Aku Memang Pelakor
52
Bab 52: Yang Terbaik
53
Bab 53: Mas Rey Pergi
54
Bab 54: Sangat Rindu
55
Bab 55: Vito itu Temanku
56
Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57
Bab 57: Kabar
58
Bab 58: Tanteku, Maduku
59
Bab 59: Cinta Segi Empat
60
Bab 60: Tak Sanggup
61
Bab 61: Solusi
62
Bab 62: Rencana Mas Rey
63
Bab 63: Terkuak
64
Bab 64: Tertangkap Basah
65
Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66
Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67
Bab 67: Menyerah
68
Bab 68: Kejutan
69
Bab 69: Dua Pria Bodoh
70
Bab 70: Bukan Teman Lagi
71
Bab 71: Menjebak Amanda
72
Bab 72: Permainan Selesai
73
Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74
Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75
Bab 75: Gender Reveal
76
Bab 76: Kata Terakhir
77
Bab 77: Baby Revi
78
Bab 78: Rasa Canggung
79
Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80
Bab 80: Melahirkan
81
Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82
Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83
Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84
Ekstra 2: Visual Novel
85
Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86
Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87
Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88
Ekstra 6: Marry Me, Dev
89
Ekstra 7: My Big Girl
90
Ekstra 8: Single Mom
91
Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92
Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93
Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94
Ekstra 12: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!