Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil

Om Rey menjauh dan menatapku dengan senyum tipis di wajahnya. "Jadi itu jawaban kamu, Dan?"

"Aku..." Ku palingkan wajahku. "Aku gak tahu, Om..."

Ku rasakan pucuk kepalaku di kecupnya. "Om, paham. Om gak akan maksa. Kamu telaah perasaan kamu dulu aja. Kamu tanya pelan-pelan hati kamu, apakah kamu bener suka sama Om juga atau enggak."

Aku masih memalingkan wajahku.

"Dan mengenai kamu tinggal disini atau enggak..." Seketika aku memusatkan perhatianku. Cukup penasaran dengan apa yang akan Om Rey ucapkan. "Om setuju seharusnya kita gak tinggal bersama. Akan bahaya untuk kita. Om takut gak bisa nahan kayak tadi. Kalau Manda gak dateng, mungkin aja Om udah..."

Seketika tubuhku meremang aneh, seraya perasaan tidak rela tiba-tiba saja hinggap. Memang benar harusnya kami tak tinggal bersama, tapi rasanya aku tak ingin pergi dari sini.

"Jangan sedih gitu dong mukanya." Om Rey menangkap ketidakrelaanku yang bahkan tak aku sadari.

"Hah? Enggak kok, Om." Elakku.

"Om akan nyari apartemen buat kamu tinggal. Kamu tinggal di sana biar bunda kamu gak khawatir."

"Tapi sewa apartemen itu mahal, Om." Darimana aku bisa membayar uang sewanya, Om Rey ini bagaimana?

Om Rey malah tersenyum gemas. "Om yang akan bayar uang sewanya, Dan. Kamu tinggal di sana dan fokus sama kuliah kamu. Gak usah pikirin yang lain."

"Tapi Om, aku gak mungkin terima itu. Kalau Om mau bantu aku, bantu aku cari kost aja..."

"Enggak, Dan. Kamu harus tinggal di apartemen yang Om carikan untuk kamu. Om ingin kamu ada di tempat yang nyaman. Kalau kamu gak mau berarti kamu tinggal di sini aja."

Penawaran Om Rey semakin menguatkan keinginanku untuk tetap tinggal. Sungguh membingungkan.

"Tapi aku gak mungkin tinggal di sini lagi." Gumamku, namun sesungguhnya hati kecilku ingin terus berada disini, menyiapkan makanan untuknya, dan melakukan hal-hal lainnya seperti waktu itu.

"Makanya, kamu tinggal di apartemen. Atau... kamu lebih suka tinggal di sini?" Entah mengapa aku merasa pertanyaan Om Rey lebih seperti memancingku.

"Iya, aku lebih suka tinggal disini..." Tanpa sadar aku mengatakannya. Segera kututup mulutku.

Kembali ia tersenyum gemas, memunculkan lesung pipi manisnya. "Kamu lebih milih tinggal di sini?" Tanya Om Rey memastikan.

Mendengar Om Rey bertanya seperti itu, membuat aku merasa memang itulah yang aku inginkan.

Segera ku putar otakku mencari alasan selogis mungkin. "Ma-maksud aku kalau Om sewain aku apartemen, itu akan makan biaya. Sedangkan kalau aku tinggal di sini, aku 'kan bisa sambil masak buat makan Om Rey setiap hari. Jadi aku bisa sekalian balas budi sama Om. Inget 'kan kita ini simbiosis mutualisme, Om."

Apakah alasanku terdengar seperti pembenaran ya? Karena aku merasanya seperti itu.

"Dan..."

"Aku janji aku akan jaga sikap. Kita akan buat jarak di antara kita. Kita jangan sampai melewati batas."

Kemudian aku melanjutkannya dalam hati dengan raut wajah penuh harap. 'Tapi jangan sampai aku pindah dari sini. Please Om, aku ingin tinggal di sini dan...lihat Om setiap hari.'

Mata kami bersih tatap beberapa saat. Om Rey kemudian tersenyum. "Ya udah. Kita akan seperti dulu. Kamu akan tinggal di sini seperti sebelumnya."

Seketika hatiku lega sekali. "Makasih, Om. Apa yang udah terjadi diantara aku dan Om..." Seharusnya aku mengatakan kami harus melupakan semuanya tapi semua kata-kata itu tertahan di tenggorokanku.

"Apa yang terjadi antara Om dan kamu, kita lupakan untuk saat ini. Om akan menyelesaikan dulu proses cerai Om dengan Manda. Setelah itu... kita pikirkan lagi nanti. Gimana?"

Bahagia menyeruak dalam hatiku. Rasanya itu adalah keputusan terbaik yang bisa diambil untuk saat ini.

Aku mengangguk semangat. Kata-kata dari Om Rey sungguh membuatku semakin lega. Itu memang yang seharusnya kami lakukan. Aku akan menelaah hatiku lebih dalam lagi. Apakah aku benar-benar mencintai Om Rey? Bersamaan dengan itu kami juga harus menunggu sampai proses cerai Om Rey dan Tante Manda selesai.

Setelah itu apa yang akan terjadi, biarlah ku pikirkan lagi nanti. Yang terpenting setidaknya untuk sekarang, hubunganku dan Om Rey akan kembali nyaman seperti sebelumnya.

Semoga saja.

Pagi harinya aku memasak untuk sarapan dan bekal makan siang. Setelah selesai aku membersihkan diriku dan turun kembali ke meja makan untuk sarapan bersama dengan Om Rey.

Saat aku turun ia sudah berada di meja makan, ketika melihatku ia tersenyum. "Selamat pagi, Dan." Om Rey yang ramah itu sudah kembali lagi.

Namun kini, jantungku bergetar hanya dengan melihat wajahnya dan juga senyumnya yang menampilkan lesung pipi itu.

Aku duduk di hadapannya. "Selamat pagi, Om." Ujarku antara tersipu dan sumringah.

Kemudian kami mulai menyantap sarapan sambil mengobrol hal-hal biasa, seperti dulu. Om Rey juga mengatakan akan menjemputku nanti saat aku pulang bekerja seperti biasa yang ia lakukan.

Sejauh ini semua berjalan seperti semula. Aku senang sekali karena kejadian sejak Om Rey menyatakan perasaannya pertama kali saat api unggun itu, seperti tak pernah terjadi. Kami kembali bersenda gurau seperti biasa.

Tapi semua hanya berlangsung hanya beberapa menit saja.

Saat kami akan berangkat, di depan pintu keluar tiba-tiba saja aku ingat ada sebuah buku yang belum aku masukan ke dalam tas. Sontak aku berbalik dan berniat untuk segera mengambilnya. Namun Om Rey yang berjalan di belakangku, tak sengaja aku tabrak membuat tubuhku hilang keseimbangan. Tangan Om Rey dengan sigap menangkap tubuhku yang nyaris saja membentur tembok.

Akhirnya kami berakhir dengan posisi Om Rey yang memelukku. Aku bisa mendengar degup jantung Om Rey begitu kencang saat tak sengaja telingaku menempel di dada kirinya.

"Maaf, Om. Aku ada yang ketinggalan." Ujarku dengan salah tingkah seraya mendorong tubuhnya menjauh dariku.

Saat akan melangkah kembali menuju tangga, Om Rey menarik tanganku. Tangan lainnya menarik tengkukku mendekat ke arah wajahnya dan kemudian ia menciumku.

Kepalaku langsung saja terasa sangat pusing. Aku tak bisa berpikir hingga hanya bisa membiarkan Om Rey kembali melakukannya lagi.

Ciuman yang lagi-lagi membuatku seperti kehilangan akal sehatku.

Akhirnya aku mendapatkan kesempatanku untuk berbicara saat bibir Om Rey tak lagi membungkam mulutku. "Om... Kita gak boleh..." Kini ia menjelajah di leherku, membuat kata-kataku berganti dengan des^ahan lirih.

Seperti tak mendengarku ia mendorongku ke sofa ruang tamu dan membimbingku untuk duduk di pangkuannya lagi. Kembali bibir lembabnya mencium leherku. Tangannya mulai menelusuri tubuh bagian belakangku, atas hingga ke bawah.

"Om..." Akhirnya kewarasanku kembali padaku sepenuhnya. Ku tahan Om Rey dengan cara melingkarkan tanganku di sekeliling lehernya dan memeluknya erat.

"Om, tolong berhenti!" Pekikku dengan nafas tersengal.

Terpopuler

Comments

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

Mulut berkata tidak🤭
tapi bahasa tubuh tak menolak sentuhan om Rey😜

2023-09-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bertemu Om Rey
2 Bab 2: Makan Malam
3 Bab 3: Menuju Kampus
4 Bab 4: Berbelanja
5 Bab 5: Semakin Dekat
6 Bab 6: Amanda
7 Bab 7: Memeluk Om Rey
8 Bab 8: Benar-benar Dijemput
9 Bab 9: Kejadian Semalam
10 Bab 10: Parfum
11 Bab 11: Vito dan Tantenya
12 Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13 Bab 13: Malam Api Unggun
14 Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15 Bab 15: Menghindar
16 Bab 16: Sepanik-paniknya
17 Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18 Bab 18: Pernyataan Cinta
19 Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20 Bab 20: Curahan Hati
21 Bab 21: Dimabuk Cinta
22 Bab 22: Agar Satu Sama
23 Bab 23: Terlalu Malu
24 Bab 24: Firasat Ibu
25 Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26 Bab 26: Dibutakan Cinta
27 Bab 27: Tahap Selanjutnya
28 Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29 Bab 29: For The Last Time
30 Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31 Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32 Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33 Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34 Bab 34: Vito dan Rasanya
35 Bab 35: Menemui Calon Suami
36 Bab 36: Nasihat Bunda
37 Bab 37: Rencana
38 Bab 38: Mas Rey
39 Bab 39: Pengalaman Pertama
40 Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41 Bab 41: Menghilang
42 Bab 42: Dijebak
43 Bab 43: Tak Habis Pikir
44 Bab 44: Istri Kecil
45 Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46 Bab 46: Satu Bulan Menikah
47 Bab 47: Suamiku Selingkuh
48 Bab 48: Bingung
49 Bab 49: Rasa yang Aneh
50 Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51 Bab 51: Aku Memang Pelakor
52 Bab 52: Yang Terbaik
53 Bab 53: Mas Rey Pergi
54 Bab 54: Sangat Rindu
55 Bab 55: Vito itu Temanku
56 Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57 Bab 57: Kabar
58 Bab 58: Tanteku, Maduku
59 Bab 59: Cinta Segi Empat
60 Bab 60: Tak Sanggup
61 Bab 61: Solusi
62 Bab 62: Rencana Mas Rey
63 Bab 63: Terkuak
64 Bab 64: Tertangkap Basah
65 Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66 Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67 Bab 67: Menyerah
68 Bab 68: Kejutan
69 Bab 69: Dua Pria Bodoh
70 Bab 70: Bukan Teman Lagi
71 Bab 71: Menjebak Amanda
72 Bab 72: Permainan Selesai
73 Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74 Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75 Bab 75: Gender Reveal
76 Bab 76: Kata Terakhir
77 Bab 77: Baby Revi
78 Bab 78: Rasa Canggung
79 Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80 Bab 80: Melahirkan
81 Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82 Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83 Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84 Ekstra 2: Visual Novel
85 Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86 Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87 Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88 Ekstra 6: Marry Me, Dev
89 Ekstra 7: My Big Girl
90 Ekstra 8: Single Mom
91 Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92 Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93 Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94 Ekstra 12: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1: Bertemu Om Rey
2
Bab 2: Makan Malam
3
Bab 3: Menuju Kampus
4
Bab 4: Berbelanja
5
Bab 5: Semakin Dekat
6
Bab 6: Amanda
7
Bab 7: Memeluk Om Rey
8
Bab 8: Benar-benar Dijemput
9
Bab 9: Kejadian Semalam
10
Bab 10: Parfum
11
Bab 11: Vito dan Tantenya
12
Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13
Bab 13: Malam Api Unggun
14
Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15
Bab 15: Menghindar
16
Bab 16: Sepanik-paniknya
17
Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18
Bab 18: Pernyataan Cinta
19
Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20
Bab 20: Curahan Hati
21
Bab 21: Dimabuk Cinta
22
Bab 22: Agar Satu Sama
23
Bab 23: Terlalu Malu
24
Bab 24: Firasat Ibu
25
Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26
Bab 26: Dibutakan Cinta
27
Bab 27: Tahap Selanjutnya
28
Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29
Bab 29: For The Last Time
30
Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31
Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32
Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33
Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34
Bab 34: Vito dan Rasanya
35
Bab 35: Menemui Calon Suami
36
Bab 36: Nasihat Bunda
37
Bab 37: Rencana
38
Bab 38: Mas Rey
39
Bab 39: Pengalaman Pertama
40
Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41
Bab 41: Menghilang
42
Bab 42: Dijebak
43
Bab 43: Tak Habis Pikir
44
Bab 44: Istri Kecil
45
Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46
Bab 46: Satu Bulan Menikah
47
Bab 47: Suamiku Selingkuh
48
Bab 48: Bingung
49
Bab 49: Rasa yang Aneh
50
Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51
Bab 51: Aku Memang Pelakor
52
Bab 52: Yang Terbaik
53
Bab 53: Mas Rey Pergi
54
Bab 54: Sangat Rindu
55
Bab 55: Vito itu Temanku
56
Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57
Bab 57: Kabar
58
Bab 58: Tanteku, Maduku
59
Bab 59: Cinta Segi Empat
60
Bab 60: Tak Sanggup
61
Bab 61: Solusi
62
Bab 62: Rencana Mas Rey
63
Bab 63: Terkuak
64
Bab 64: Tertangkap Basah
65
Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66
Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67
Bab 67: Menyerah
68
Bab 68: Kejutan
69
Bab 69: Dua Pria Bodoh
70
Bab 70: Bukan Teman Lagi
71
Bab 71: Menjebak Amanda
72
Bab 72: Permainan Selesai
73
Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74
Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75
Bab 75: Gender Reveal
76
Bab 76: Kata Terakhir
77
Bab 77: Baby Revi
78
Bab 78: Rasa Canggung
79
Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80
Bab 80: Melahirkan
81
Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82
Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83
Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84
Ekstra 2: Visual Novel
85
Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86
Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87
Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88
Ekstra 6: Marry Me, Dev
89
Ekstra 7: My Big Girl
90
Ekstra 8: Single Mom
91
Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92
Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93
Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94
Ekstra 12: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!