Bab 17: Rumah Tangga Hambar

Berbeda denganku, Om Rey justru bersikap sangat tenang. Kedua tangannya meraih pinggangku dan diangkatnya aku dari pangkuannya ke sisi tempat tidur lagi.

"Tunggu di sini." Ia mengelus pipiku sekilas dan berjalan menuju kamar mandi, lalu membawa kunci pintu ke arah pintu kamar dan membukanya.

Aku segera berlari menuju kamar mandi dan mengunci diriku disana. Tepat saat itu terdengar Tante Manda memasuki kamar.

"Ada siapa di kamar ini?!" Teriak Tante Manda, membuat seluruh tubuhku panas dingin saking tegangnya. Ku tempelkan telingaku di permukaan pintu agar bisa menguping lebih jelas.

"Maksudnya?" Tanya Om Rey datar.

"Kamu jangan pura-pura bego, Rey! Aku denger barusan ada yang masuk ke kamar mandi atau ke walk in closet!"

"Langsung aja ke intinya, ada apa kamu datang kesini? Tadi siang semua barang kamu di rumah ini udah aku kirim ke apartemen kamu. Dan aku yakin kamu udah terima surat itu."

Surat? Surat apa?

"Jadi akhirnya kamu milih buat cerai?!" Tanya Tante Manda tak terima.

"Iya, aku udah sangat yakin buat cerai sama kamu. Kita bukan lagi suami istri. Kamu udah gak berhak datang ke rumah ini lagi apalagi dengan seenaknya kayak gini."

Hampir saja aku memekik kaget, untungnya aku segera membekap mulutku. Jadi, Om Rey sudah menceraikan Tante Manda?

"Tunggu apa lagi?" Tanya Om Rey tanpa perasaan.

"Rumah ini rumah aku juga! Jadi aku berhak atas rumah ini kalau kita cerai!"

"Oh ya? Aku tanya, sejak kapan kamu nganggep rumah ini rumah kamu? Berapa kali kamu pulang kesini setelah kita pulang dari Jepang? Aku bahkan bisa hitung, gak sampai dua puluh kali. Itu juga kamu datang buat ambil barang kamu, terus kamu pergi lagi. Apartemen yang kamu tempati, aku gak pernah tahu seperti apa dalamnya. Bahkan kamu gak pernah ngebiarin aku tahu di unit berapa kamu tinggal. Dan aku tegasin, aku gak akan nuntut hak aku atas apartemen itu. Jadi kamu juga sama, gak ada hak atas rumah ini. Sekarang kita udah selesai, sekali lagi, rumah ini gak akan pernah aku kasih buat kamu."

"Gak bisa! Rumah ini adalah harta gono gini! Aku berhak atas rumah ini!"

"Sejak awal kita nikah, kita gak pernah mempersatukan apapun harta kita. Gaji kamu, gaji kamu. Gaji aku, gaji aku. Bahkan kita gak pernah punya properti bersama. Awalnya aku bikin rumah ini emang buat kamu, tapi kamu 'kan udah nolak. Kamu bilang rumah ini kecil. Kamu gak mau tinggal di rumah sekecil ini. Terus kamu sendiri yang balik nama rumah ini jadi nama aku lagi. Terus kenapa sekarang kamu tiba-tiba nuntut hak atas rumah ini?"

Saking kesalnya mendengar kenyataan ini aku menggerutu sendiri. "Tante Manda udah gila apa? Rumah seluas dan senyaman ini masih dibilang kecil?! Dia maunya dibikinin istana negara apa?! Gak bersyukur banget jadi orang." dumelku tanpa sadar.

Sebenarnya Rumah tangga macam apa yang dibangun oleh Om Rey dan Tante Manda? Apa jangan-jangan jika makan di luar mereka juga akan membayar masing-masing?

"Emang kecil. Kamu bandingin dengan rumah orang tua kamu dan rumah keempat kakak-kakak kamu! Mereka tinggal di mansion! Tapi kamu? Malah cuma bikin rumah kayak gini buat aku! Dan harusnya kamu seneng karena punya istri yang mandiri kayak aku! Bahkan selama di Jepang aku lebih banyak membiayai kamu karena selama disana kamu gak bisa nafkahin aku!" Ujarnya dengan arogannya.

"Aku nafkahin kamu! Kamu jangan memutar balikkan fakta ya, Man!"

Tante Manda terbahak mengejeknya. "Berapa Yen yang bisa kamu kasih buat aku?! Bahkan untuk biaya skincare aku aja gak akan cukup!"

"Aku masih harus magang, dapetin lisensi, dan juga ngejar sertifikat profesional aku, Man." Ujar Om Rey jengah. "Kamu tahu itu 'kan!! Aku rintis semuanya dari awal!"

"Harusnya kamu itu terima biaya yang dikasih ibu kamu buat kita! Harusnya kamu terima rumah yang dibeliin Ibu kamu buat kita di Jepang! Mobil! Semuanya! Kamu malah bawa aku hidup miskin! Suami macam apa kayak gitu! Malah ngebiarin istrinya banting tulang!" Nada bicara Tante Manda begitu merendahkan.

"Uang yang aku kasih buat kamu lebih dari cukup buat hidup kita sehari-hari kalau kamu gak hobi foya-foya!!" Teriak Om Rey dengan murkanya. "Juga kalau bukan hobi kamu yang itu, uang kita akan sangat cukup!"

Hobi yang itu? Hobi apa yang dimaksudkan oleh Om Rey?

"Ma-maksud kamu..." Tante Manda terdengar gelagapan. "Kamu jangan nuduh aku yang aneh-aneh ya! Udah jelas kamu yang gak bertanggung jawab! Aku kira nikahin kamu, aku bakal jadi nyonya Kusuma yang serba berkecukupan. Nyatanya kamu cuma bawa aku hidup sengsara!"

"STOP MANDA!!" Teriakan Om Rey keras sekali. "Cukup. Kita udah selesai, gak perlu kita bahas semua yang udah jadi masa lalu. Aku minta kamu pergi dari sini, segera kamu urusin berkas-berkas yang dibutuhkan dan kita ketemu di persidangan."

"Aku gak akan pergi! Sebenernya apa yang buat kamu berubah? Aku gak akan pergi sebelum dapat jawabannya. Bilang sama aku dengan jujur, sejak kapan kamu selingkuh?!"

"Kamu gak bisa bilang aku selingkuh. Karena sejak sebulan lalu, disaat aku tahu kamu pasang alat kontr^sepsi, kamu udah bukan istri aku lagi. Secara agama, kita udah cerai. Dan sejak hari ini, proses cerai kita secara hukum juga udah dimulai. Jadi aku gak pernah selingkuhin kamu! Jangan samakan aku sama kamu!"

Jangan samakan aku dengan kamu? Maksudnya Tante Manda... selingkuh?

"Aku gak peduli! Siapa perempuan itu?!" Dari suaranya terdengar ia seperti sedang menggeledah kamar Om Rey.

Hingga ia sampai di depan pintu kamar mandi. Gagang pintu bergerak-gerak. Segera aku menjauh dari pintu itu dan menutup mulutku dengan begitu gugupnya. "Siapa yang ada di dalam?! Siapa perempuan itu, Rey?! Buka pintunya perempuan sialan!! "

Tubuhku bahkan gemetar sekarang, takut sekali Tante Manda berhasil membuka pintu dan memergokiku disini. Bagaimana ini?

"Cukup, Manda! Kamu gak berhak untuk menghina dia! Dia justru yang bikin aku sadar, betapa bodohnya aku selama ini bertahan di sisi kamu yang gak pernah bisa menghargai aku sebagai suami!"

"Jangan bilang kamu udah jatuh cinta sama dia. Dia cuma pelampiasan kamu aja, iya 'kan?" Suara Tante Manda bergetar.

"Enggak, Manda. Aku serius sama dia. Aku sangat cinta sama dia. Dan cuma ada dia di hati aku sekarang, udah gak ada sedikitpun kamu di dalam hati aku."

"BOHONG!!" Teriak Tante manda histeris. "Jadi kamu bohong?! Katanya kamu cinta sama aku selamanya, Rey! Kamu pernah ngomong itu sama aku dulu!!"

"Harusnya kamu nanya sama diri kamu sendiri! Kenapa aku yang dulu secinta itu sama kamu, sekarang dengan sangat yakinnya milih buat cerai sama kamu! Aku juga punya batas kesabaran! Aku juga pengen punya kehidupan pernikahan yang normal kayak orang-orang! Aku pengen punya anak! Ibuku pengen punya cucu dari aku! Tapi apa yang kamu udah lakuin selama ini?! Justru harusnya aku cerai-in kamu sejak lama, Man!"

Tante Manda mulai menangis. "Kamu jahat, Rey! Kamu jahat!!"

"Aku atau kamu yang jahat? Tanya pada hati kamu sendiri kalau kamu memang masih punya hati. Berapa kali kesempatan yang udah aku kasih buat kamu tapi gak pernah kamu manfaatkan dengan baik. Kamu selalu ngecewain aku, Man. Udah cukup. Batas kesabaran aku hanya sampai di sini. Sekarang lebih baik kamu pulang, dan pikirkan semuanya. Bukannya ini yang kamu inginkan? Hidup bebas dari aku? Sekarang kamu bebas lakukan apapun yang kamu mau. Aku udah lepasin kamu."

"Enggak, Rey! Gara-gara perempuan itu kamu jadi kayak gini! Semua itu gara-gara perempuan itu!" Kembali terdengar pintu kamar mandi digedor dengan sangat keras. "KELUAR DASAR PELAKOR!!"

Hatiku berdenyut nyeri. Batinku mengasihani diriku sendiri. Mengapa tiba-tiba saja aku terjebak di antara Om Rey dan Tante Manda seperti ini? Bahkan tak pernah terbayangkan sama sekali aku akan dikatai pelakor di usiaku yang baru saja genap 18 tahun.

Terpopuler

Comments

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾

Manda.... kayak kebakaran jenggot 😜😜
Bilang gaji Rey kecil tapi bisa beli brondong tiap hari🤭🤭
Bisa buat foya foya gak jelas 🙈🙈
Sukurin diceraiin Rey
Go go go Dan.....pelakor semakin di depan😁😁

2023-09-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bertemu Om Rey
2 Bab 2: Makan Malam
3 Bab 3: Menuju Kampus
4 Bab 4: Berbelanja
5 Bab 5: Semakin Dekat
6 Bab 6: Amanda
7 Bab 7: Memeluk Om Rey
8 Bab 8: Benar-benar Dijemput
9 Bab 9: Kejadian Semalam
10 Bab 10: Parfum
11 Bab 11: Vito dan Tantenya
12 Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13 Bab 13: Malam Api Unggun
14 Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15 Bab 15: Menghindar
16 Bab 16: Sepanik-paniknya
17 Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18 Bab 18: Pernyataan Cinta
19 Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20 Bab 20: Curahan Hati
21 Bab 21: Dimabuk Cinta
22 Bab 22: Agar Satu Sama
23 Bab 23: Terlalu Malu
24 Bab 24: Firasat Ibu
25 Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26 Bab 26: Dibutakan Cinta
27 Bab 27: Tahap Selanjutnya
28 Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29 Bab 29: For The Last Time
30 Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31 Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32 Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33 Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34 Bab 34: Vito dan Rasanya
35 Bab 35: Menemui Calon Suami
36 Bab 36: Nasihat Bunda
37 Bab 37: Rencana
38 Bab 38: Mas Rey
39 Bab 39: Pengalaman Pertama
40 Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41 Bab 41: Menghilang
42 Bab 42: Dijebak
43 Bab 43: Tak Habis Pikir
44 Bab 44: Istri Kecil
45 Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46 Bab 46: Satu Bulan Menikah
47 Bab 47: Suamiku Selingkuh
48 Bab 48: Bingung
49 Bab 49: Rasa yang Aneh
50 Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51 Bab 51: Aku Memang Pelakor
52 Bab 52: Yang Terbaik
53 Bab 53: Mas Rey Pergi
54 Bab 54: Sangat Rindu
55 Bab 55: Vito itu Temanku
56 Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57 Bab 57: Kabar
58 Bab 58: Tanteku, Maduku
59 Bab 59: Cinta Segi Empat
60 Bab 60: Tak Sanggup
61 Bab 61: Solusi
62 Bab 62: Rencana Mas Rey
63 Bab 63: Terkuak
64 Bab 64: Tertangkap Basah
65 Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66 Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67 Bab 67: Menyerah
68 Bab 68: Kejutan
69 Bab 69: Dua Pria Bodoh
70 Bab 70: Bukan Teman Lagi
71 Bab 71: Menjebak Amanda
72 Bab 72: Permainan Selesai
73 Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74 Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75 Bab 75: Gender Reveal
76 Bab 76: Kata Terakhir
77 Bab 77: Baby Revi
78 Bab 78: Rasa Canggung
79 Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80 Bab 80: Melahirkan
81 Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82 Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83 Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84 Ekstra 2: Visual Novel
85 Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86 Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87 Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88 Ekstra 6: Marry Me, Dev
89 Ekstra 7: My Big Girl
90 Ekstra 8: Single Mom
91 Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92 Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93 Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94 Ekstra 12: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Bab 1: Bertemu Om Rey
2
Bab 2: Makan Malam
3
Bab 3: Menuju Kampus
4
Bab 4: Berbelanja
5
Bab 5: Semakin Dekat
6
Bab 6: Amanda
7
Bab 7: Memeluk Om Rey
8
Bab 8: Benar-benar Dijemput
9
Bab 9: Kejadian Semalam
10
Bab 10: Parfum
11
Bab 11: Vito dan Tantenya
12
Bab 12: Rey dan Gadis Kecil
13
Bab 13: Malam Api Unggun
14
Bab 14: Terjerat Pesona Om Rey
15
Bab 15: Menghindar
16
Bab 16: Sepanik-paniknya
17
Bab 17: Rumah Tangga Hambar
18
Bab 18: Pernyataan Cinta
19
Bab 19: Kembali ke Semula itu Mustahil
20
Bab 20: Curahan Hati
21
Bab 21: Dimabuk Cinta
22
Bab 22: Agar Satu Sama
23
Bab 23: Terlalu Malu
24
Bab 24: Firasat Ibu
25
Bab 25: Maukah Kamu jadi Pacar Om?
26
Bab 26: Dibutakan Cinta
27
Bab 27: Tahap Selanjutnya
28
Bab 28: Gosip Satu Angkatan
29
Bab 29: For The Last Time
30
Bab 30: Pelakor itu Keponakanku
31
Bab 31: Bertemu Keluarga Kusuma
32
Bab 32: Aku Tidak Merebutnya
33
Bab 33: Seminggu Sebelum Menikah
34
Bab 34: Vito dan Rasanya
35
Bab 35: Menemui Calon Suami
36
Bab 36: Nasihat Bunda
37
Bab 37: Rencana
38
Bab 38: Mas Rey
39
Bab 39: Pengalaman Pertama
40
Bab 40: Kamu Lebih Segala-galanya
41
Bab 41: Menghilang
42
Bab 42: Dijebak
43
Bab 43: Tak Habis Pikir
44
Bab 44: Istri Kecil
45
Bab 45: Berkunjung ke Dokter Kandungan
46
Bab 46: Satu Bulan Menikah
47
Bab 47: Suamiku Selingkuh
48
Bab 48: Bingung
49
Bab 49: Rasa yang Aneh
50
Bab 50: Akhirnya Bertemu Tante Manda
51
Bab 51: Aku Memang Pelakor
52
Bab 52: Yang Terbaik
53
Bab 53: Mas Rey Pergi
54
Bab 54: Sangat Rindu
55
Bab 55: Vito itu Temanku
56
Bab 56: Kemana Takdir akan Berpihak?
57
Bab 57: Kabar
58
Bab 58: Tanteku, Maduku
59
Bab 59: Cinta Segi Empat
60
Bab 60: Tak Sanggup
61
Bab 61: Solusi
62
Bab 62: Rencana Mas Rey
63
Bab 63: Terkuak
64
Bab 64: Tertangkap Basah
65
Bab 65: Ditemani Fina dan Vito
66
Bab 66: Membuat Vito Mengerti
67
Bab 67: Menyerah
68
Bab 68: Kejutan
69
Bab 69: Dua Pria Bodoh
70
Bab 70: Bukan Teman Lagi
71
Bab 71: Menjebak Amanda
72
Bab 72: Permainan Selesai
73
Bab 73: Kehidupan yang Berbeda
74
Bab 74: Manda Sudah Sembuh
75
Bab 75: Gender Reveal
76
Bab 76: Kata Terakhir
77
Bab 77: Baby Revi
78
Bab 78: Rasa Canggung
79
Bab 79: Ibu Susu Baby Revi
80
Bab 80: Melahirkan
81
Bab 81: Mama, Papa, Ayah
82
Bab 82: Om Rey Tersayang (end)
83
Ekstra 1: Promosi Novel Baru
84
Ekstra 2: Visual Novel
85
Ekstra 3: Wanita Rahasia Daddy Zach
86
Ekstra 4: Pengorbanan Nayara
87
Ekstra 5: The Bad Boy and His Nanny
88
Ekstra 6: Marry Me, Dev
89
Ekstra 7: My Big Girl
90
Ekstra 8: Single Mom
91
Ekstra 9: Miss Rania, I Love You
92
Ekstra 10: Selingkuh Itu Indah
93
Ekstra 11: Mengejar Cinta Nabila
94
Ekstra 12: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!