Bab 16

"Hidupmu terlalu beruntung Axsa!! Tapi kau tenang saja keberuntunganmu itu hanya sementara, aku akan membuatmu menderita lagi." Batin Bayu yang tersenyum menyeringai menatap kedua instan yang masih terlihat tertawa itu.

Bayu melajukan mobilnya kembali. Selama perjalan ingatan pria berambut goderong itu kembali pada usia sepuluh tahun di mana Kala itu dirinya masih sekolah dasar Bayu sangat pintar ia mendapat beasisawa penuh untuk sekoalahnya, akan tetapi kepintaran dan prestasinya tak ada apa-apanya dengan mereka yang sudah terlahir kaya. Tak ada yang mau berteman atau main denganya saat disekolah, karena semuanya menjauhi dan mengejek bayu yang terlihat kucel dan kotor. Semua temanya lebih memilih bermain dengan Axsa, anak dari keluarga konglomerat yang selalu menyita perhatian dengan tas baru setiap hari. Bohong, jika bayu tak meinginkan kala itu.

Suara dering ponsel menyadarkan Bayu, pria itu kembali kehidupan nyata, Bayu segerah meraih alat komunikasi jarak jauh itu dari dalam saku celana yang ia kenakan. Melihat nama panggilan itu dari Gion, pria itu bergegas menjawabnya.

"Ada apa?" Ucap bayu saat panggilanya tersambung.

"Aku dirumah? Mas bayu dimana?"

"Aku diluar, ada apa kau mencariku?"

"Aku akan kembali ke jakarta minggu depan, bisakah kita bicara sebelum aku pergi?"

"Baiklah, aku akan segera kembali kerumah" Bayu mematikan pamggilanya

Tak lama kemudian terlihat mobil hitam milik Bayu memasuki halaman rumah besar bernuansa putih itu, mobil itu pun terparkir tepat digarasi.

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Ucap Bayu yang kini sudah duduk disofa berhadapan dengan Gion

"Ini tentang Arelta dan Axsa.Bolehkah aku minta agar kau berhenti menganggu mereka, biarkan mereka hidup bahagia, dan kita juga memulai awal yang baru lagi" ucap gion, berharap sang kaka mau mengakhiri semuanya, namun yang ia dapat hanya tatapan tajam bayu.

"Apakah kau tahu apa yang sudah aku alami selama ini? Mengapa kau selalu memintaku berhenti?" Tegas Bayu.

"Bukankah kita selalu bersama, Mas. Tentu saja aku mengetahuinya"

"Jika kau memgetahuinya harusnya kau paham mengapa aku melakukan semua ini, Gion. Harusnya kau mendukungku, bukan malah menyuruhku untuk berhenti"

"Justru karena aku tahu ini salah, aku menyuruhmu berhenti Mas" Lirih Giom, menatap manik mata sang kaka yang hampir saja meneteskam buliran air mata itu.

"Jika kau tidak ingin memihakku, lebih baik kau pergi dari sini, anggap saja mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun lagi " Balas Bayu, yang kini beranjak dari tempat duduknya.

"apa yang kau katakan mas?" Gion yang ingin mengejar sang kaka, namun ia ditahan oleh anak buah bayu.

**

"Bagaimana kalau kita pergi ketaman besok? Aku sudah lama tidak merasakan udara segar. " Ucap arelta tiba-tiba.

"Boleh saja, tapi malam ini kamu harus membuatku puas. Bagaimana, Nona?" Axsa tersenyum dengan tatapan nakalnya mendekati sang istri, tepat saat ia akan mencium bibir manis sang istri, gadis itu sudah lebih dulu mendorongnya.

"Dasar mesum!!. Lebih baik kamu mandi dulu sana bau tahu" Ucap arelta, sektika Axsa mengedus tubhuhnya, benar saja ia sangat bau keringat.

"Oke, aku mandi dulu, kamu tunggu sini, aku tidak akan melepaskan kamu malam ini" Axsa tersenyum jahil sebelum akhirnya berlari menuju kamar mandi.

Tak butuh waktu lama, Axsa keluar dari kamar mandi dengan tersenyum dibibrinya, namun senyuman itu seketika memudar kala melihat sang istri yang sudah terlelap tidur.

"Sayang, kok malah tidur. Aku sudah siap ini " ketusnya, untuk apa ia buru-buru mandi seperti ini jika arelta sudah tidur. "Sayang, ayo bangun" Axsa duduk disamping tempat tdiur.

Harapanya pupus, baru saja membayangkan malam panjang bersama sang istri, justru sudah ditinggal tidur seperti ini. Axsa akhirnya menyerah, Pria itu teralih mengambil kaos dan celana pendek dilemari, setelah memakainya ia membaringkan tubuhnya disamping sang istri lalu memeluknya, arelta yang sebenarnya berpura-pura tidur sejak tadi itu, tersenyum membayangkan raut wajah kesal sang suami saat ini.

***

Keesokan harinya. Sesuai janjinya Axsa membawa arelta ketaman untuk menikmati udara pagi yang masih segar. Arelta duduk dibangku taman sementara Axsa, pria itu sejak pergi membeli air minum.

Namun, tiba-tiba saja Bayu datang. Pria berambut gonderong dengan setelan jas hitam itu kini duduk disamping arelta.

"Mengapa kau menajauh? Apa kau merasa takut padaku" Ucap bayu kala melihat arelta yang menjaga jarak darinya.

"Apa yang mas Bayu inginkan" Tanya seoalah tahu, Maksud dan tujuan Bayu yang menemuinya lagi.

"Tenanglah aku tak akan menculikmu lagi, aku kemari hanya ingin menemui saja tidak ada maksud lain" Ucap bayu. "Tapi, bagaimana jika aku memberitahumu, bahwa ayahmu yang telah membunuh keluarga, Axsa." Lanjut.

"Makasud mas Bayu apa?"

"Apakah kau sungguh tidak mengetahuinya, arelta? Kau pikir mengapa ayahmu yang pilih itu menginginkanmu menikah dengan Axsa? Tentu saja, dia ingin menebus kesalahanya bukan?" Ucap bayu.

"Tidak mungkin, ayah tidak mungkin melakukanya. Mas Bayu hanya ingin menghancurkan hubungan aku dengan axsa bukan?"

"Jika kau tidak percaya, maka kau bisa menanyakanya pada ayahmu langsung, Agar kau tahu apa ucapanku ini benar atau tidak." Bayu beranjak dari duduknya, pria itu pergi begitu saja, meninggalkan arelta yang terenung mencerna semua ucapannya.

"Sayang ini minumnya" Ucap Axsa yang baru saja datang. Namun, gadis itu hanya diam, tak menyadari jika Axsa sudah berada didepanya

"Sayang!" Panggilnya lagi, arelta tersadar dari lamunannya.

"Maaf, aku tidak dengar" Jawab dengan cepat mengambil botol air yang dari tadi sudah disodorkan untuknya.

"Ada apa? Apakah kamu sedang mimikirkan sesuatu, sampai tak menyadari aku yang sudah berdiri dihadapanmu?"

"Tidak apa-apa, aku hanya sedang memikirkan ayah, bagaimana keadaanya sekarang." gadis berhidung mancung itu memilih berbohong.

"Mengapa tidak kamu telepon saja, kamu tanyakan keadaanya. Mungkin saja sekarang kondisinya jauh lebih baik" balas axsa, pria itu jyga terlihat biasa saja, ia tak menaruh curiga apapun pada arelta.

"kamu benar, baiklah aku akan menelponya saat tiba dirumah nanti" gadis itu senyuman tipis.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!