Beberapa hari kemudian
Arelta masih berada dirumah Gion tapi tidak dengan kondisi yang terikat.setelah mengetahui semuaya, arelta memilih untuk menenangkan dirinya disini.
Ditatapnya Langit penuh bintang itu. Arelta tersenyum namun buliran air mata perlahan keluar dari pelupuk matanya.
"Abian,terimakasih telah datang dalam kehidupanuu, sekarang aku akan mulai hidup baru tanpa ada bayang kamu lagi." Lirihnya
Gion mendengar semuanya. hatinya tiba-tiba merasa hancur. Gion masuk kedalam kamar arelta.
"Apa kamu yakin dengan keputusan kamu arleta, dan apa kamu juga yakin tidak ada axsa dihatimu. Kalau kamu memang mencintainya kamu bisa katakan sekarang aku tidak akan memaksakan keinginanku memiliki kamu lagi"
"Aku yakin gion" balas gadis berhidung bangir itu tanpa melepaskan tatapannya darinya langit malam yang penuh bintang.
**
Axsa terlihat sangat kacau.kamar yang berantakan dan botol wine yang berserakan dimana-mana.
Axsa meneguk minuman lagi lalu memegambil foto pernikahannya
"Aku mencintaimu arelta. aku yakin hati yang berdetak ini bukan miliknya" Lirihnya Axsa yang mulai tidak karuan.
Hari semakin larut namun arelta masih tetap terjaga. Hatinya merasa resah hingga membuatnya tak bisa tidur, arelta pun keluar untuk menemui bayu.
Melihat bayu yang tengah duduk memainkan ponselnya diruang tamu, arelta segera mendekati.
"Mas bayu" panggil arelta membuat pria berambut gonderong menatapnya.
"Ada apa?" Jawab bayu singkat.
"Apa aku boleh menemui axsa besok, aku janji akan segera pulang." Ucap arelta yang langsung mengubah sorot mata bayu.
"Untuk apa?? bukankah kau sudah tau bagaimana pria breng* k tu "
"Iya aku tahu itu tapi aku ingin mendengar langsung darinya aku ingin dia mengakui semuanya sendiri"
bayu tak menjawab ucapannya, ia malah kembali memainkan ponselnya dan mengabaikan arelta.
"Tidak apa arelta kamu bisa menemui axsa besok" sahut gion.
"Serius??"
"Iya ta, serius " Arelta tersenyum dan langsung memeluk gion.
"Makasih gion." Gion langsung mengembangkan senyumnya ia merasa senang bahkan hanya karena arelta memeluknya
**
Pagi hari kemudian
Sinar matahari yang cerah itu menembus masuk kedalam kamar axsa membuat pria itu perlahan membuka matanya karena sinar matahari yang mengenai wajahnya.
Axsa bangun mendudukkan dirinya lalu menatap sekeliling kamar ya yang terlihat sangat berantakan ditambah lagi kepalanya terasa sangat pusing saat ini.
"Axsa, ternyata kamu disini" ucap xena saat membuka pintu kamar axsa.
Xena langsung duduk disamping axsa dan memeluknya dengan manja. Tiba-tiba saja axsa menarik xena dan akan menciumnya namun xena segera mendorong tubuh axsa agar menjauh darinya.
"Axsa, kamu sangat bau alkohol aku tidak suka" ucap xena.
Axsa tersenyum nakal dan tidak mempedulikan ucap xena dan langsung mengangkat tubuh xena, menaruh agar berada diatas pangkuanya.
"Apa kamu menyukai aku, axsa?" Tanya xena disela-sela aktivitas panasnya
"iyaa saya menyukai kamu.. lebih tepatnya tubuh kamu" Jwab axsa yanf kembali mengendus lehernya
"Lalu apa kamu mencintai aku" tanya xana lagi.
"Tidak.. saya tidak pernah merasakan itu pada kamu jadi bisa disimpulkan jika saya tidak mencintai kamu" balasnya. Axsa tidak pernah mencintai xena ia hanya menikmati tubuh itu. bagi axsa xena hanyalah pelampiasan nya.
"Lalu siapa yang kamu cintai?" Ucap xena yang membuat axsa langsung menghentikan aktivitas panasnya
Pria itu langsung memberikan tatapan tajamnya lalu menyingkir xena dari atasnya. Axsa duduk disamping kasur sedang xena ia memeluk axsa dari belakang
"kenapa berhenti?? Aku salah tanya ya" ucap xena seraya mencium punggung axsa yang polos tak mengenakan sehelai benang pun itu.
Namun axsa menyingkirkan lilitan tangan xena dari pinggangnya, dan berkata, "cepat keluar dari kamar sekarang" Pintanya dengan pelan.
"Aku tidak mau"
Axsa menghembuskan nafas beratnya segera mungkin meraih tangan xena dan menyeret wanita itu keluar dari kamarnya namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat melihat arelta dan gion yang sudah berdiri diambang pintu
"Arelta!" Axsa langsung memeluk gadis yang ia rindukan itu,
"Kamu dari mana saja. Aku merindukanmu "Ucap axsa namun arelta langsung mendorongnya menjauh.
"Jadi ini yang kamu lakukan.sebenarnya berapa banyak kebohongan kamu axsa!!"
"Sayang dia siapa?" Ucap xena yang memeluk lengan axsa
"Aishh lepaskan!! Apa kau tuli aku bilang keluar" bentaknya pada xena
Sedangkan arelta menitihkan air matanya rasanya sangat sakit saat mendengar xena memanggil axsa dengan sebutan sayang.
Xena merasa kesal dan langsung beranjak keluar dan pergi.
"Arleta aku bisa menjelaskan semuanya. Kamu jangan salah paham"
"Aku tidak mau mendengar apapun dari kamu axsa" arlta berbalik hendak pergi meninggalkan axsa namun pria itu menahan tangannya.
"Aku mohon dengarkan dulu ta, aku dan xena tidak ada apa-apa dia memang pemuas tapi sekarang aku janji tidak akan melakukannya lagi "
Deg!
Ucapan itu entah mengapa membuat hati arelta terasa sesak, bagaimana mungkin ia masih bermain dengan wanita lain sedang dia sudah menikah. Apa selama ini ia terlalu bodoh karena tak menaruh rasa curiga sedikitpun pada axsa.
"Tolong jangan pergi ta, aku sudah mengatakan semuanya padamu tolong maafkan aku"
"Semuanya!!, bagaimana dengan Jantung abian yang ada pada kamu. Kamu belum mengatakannanya"Axsa terdiam.
"Kebohongan apa lagi yang kamu sembunyikan hah"
Seakan bibirnya membeku axsa tak bisa mengatur apapun. Ia hanya diam menatap arelta yang menangis meminta kebenaran padanya.
"Katakan!! kebohongan apa lagi yang kamu sembunyikan dariku?" teriak arelta
"Maafkan aku " Lirihnya tak bisa mengatakan apapun lagi.
"Aku ingin kita berpisah" Ucap nya tiba-tiba hingga membuat axsa terkejut begitu pun dengan gion.
"Aku tidak ingin berpisah ta, aku Janji akan memperbaiki semuanya" pintanya
"Tidak ada yang perlu diperbaiki lagi, Aku sangat Membenci kamu axsa"
"Sampai kapanpun aku tidak ingin berpisah dengan kamu, aku Mohon jangan tinggalkan aku " lirihnya dengan raut wajah yang melas
Gadis itu terdiam. sungguh ia juga tidak menginginkan nya, tapi ia juga tidak bisa hidup bersama pembohong seperti axsa
"Aku Mencintaimu. Aku mengatakan bukan karena hati abian ada padaku tapi karena aku sungguh mencintai kamu arelta, Aku tidak pernah Merasa sebahagia itu setelah tania meninggal, saat aku bersama kamu. Aku merasa bahagia" ucapnya yang membuat arelta lagi-lagi menitihkan air matanya
Arelta tak bisa menjawab apapun ia dibuat bungkam akan perkataan axsa
"Tapi aku tidak mencintai kamu, aku sadar cinta gion padaku jauh lebih besar dan aku juga akan belajar menerimanya" arelta menatap gion, lalu meraih tangan gion
"Aku mencintai kamu gion" ucap arelta
Axsa megepal kedua tanganya. ia marah dan tak suka saat melihat arelta mengatakan itu pada gion.
"Mulai sekarang aku akan berusaha mencintai gion seperti aku mencintai abian." Ucap arelta lalu melangkah pergi meninggalkan axsa yang disadari hanya diam membungkam mulutnya
**
Sesampainya dirumah gion arelta menangis memengang kedua lututnya. Arelta tak mengerti dengan apa yang ia rasakan sekarang. diirinya sangat marah dan kecewa tetapi disisi lain entah mengapa hatinya berkata berbeda. Apakah benih cintai untuk axsa telah tumbuh dihatinya.
Gion membuka pintunya Lalu masuk dan melihat arelta yang tengah menagis memengang kedua lututnya.
"Kenapa takdir begitu kejam padaku gion. aku bahkan tidak melakukan apapun" lirihya saat gion duduk disampingnya
Gion membawa gadis itu dalam dekapan lalu memeluknya dengan erat
"Jangan menangis ta, aku akan selalu disini bersama kamu" Ucap gion melepaskan pelukannya, lalu menyeka air mata arelta
Pukul 09:00 WITA
Arelta, gion, begitu pula dengan bayu. Mereka tengah menyatap sarapan paginya bersama dimeja makan.
"Oh ya Mas aku dan arelta akan menikah secepatnya" ucap gion dengan gembira
"Kau yakin!" Bayu langsung melihat kearah arelta dengan sedikit menaikkan alisnya saat melihat arelta yang santai menyatap makanan
"Aku pikir Gion pria yang tepat untukku jadi aku sudah memutuskan untuk belajar mencintai dan menerimanya" jawab arelta dengan raut wajah datar.
"Tapi sebelum itu aku ingin minta tolong padamu untuk mengurus surat perceraian arelta dan axsa. kau mau membantu aku kan mas "Seru gion
"Baiklah itu Masalah mudah untukku" jawab bayu dengan cepat tak lupa senyum tipisnya saat melihat adik tersayang yang terlihat bahagia
**
Gion membawa areltabkepantai.kalian berdua duduk dipinggir pantai merasa hembusan angin dan suara ombak yang menghantam kekarangan.
"Arelta, kamu berjanji bukan akan mencintai aku?"
"Ehhmm" sahut arleta dengan dehaman.
Jujur gadis berambut panjang itu tidak yakin dengan perasaanya apa ia bisa mencintai gion atau tidak.meski saat ini arelta telah berhasil mengikhlaskan kepergian abian tapi entah mengapa ia terus memikirkan axsa.
Tiba-tiba gion mengangkat tubuh mungil arleta hingga membuatnya berteriak.
"Gion!! turunkan aku.Apa yang kamu lakukan"
"Tidak!! Aku tidak akan menurunkan kamu "Gion tertawa seraya tangannya terus mengangkat tinggi diri gadis cantik berhidung bangir itu.
Arelta muncubit pipinya seketika gion pun langsung menurunkan tubuhnya.
"GION!! awas ya" Arelta bersiap untuk memberikan hukuman pada gion namun pria itu malah berlari hingga membuat kalian bermain kejar-kejaran. Sementara disisi lain tanpa disadari axsa memerhatikan kalian sejak tadi.
seketika pria dengan rahang tajam itu mengepal tangannya menatap gion dan arelta dengan tatapan tajamnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments