Enam tahun lalu, disaat itu bayu memandang kagum pada tania yang terlihat sangat cantik.senyum manis terukir dari wajahnya hingga membuat pria bernama bayu itu juga ikut tersenyum saat melihatnya .
Dengan membawa bunga mawar bayu berniat untuk menyatakan perasaannya pada tania.
"Untuk kamu tania" bayu memberikan mawar merah yang dibawa pada tania. Tania tersenyum, dan menerima bunganya
"Apa ini. Kamu sedang berlatih menyatakan perasaan ya? Siapa gadis yang kamu suka" Tanya tania
Tania dan bayu, mereka memang sudah saling mengenal cukup lama itu mengapa tania tidak merasa canggung sedikitpun saat bersamaan bayu. Bagi tania bayu seperti seseorang kaka untuknya.
"Aku tidak menyukai siapapun tania. bunga itu untuk kamu karena aku men-"
"Sayang!!"
Seorang pria tiba-tiba datang menyela ucapan bayu. Pria langsung memeluk dan mencium kening tania.
"Kok kamu kesini bukankah aku sudah bilang tidak usah menjemputku"
"Aku sekalian lewat aja" balas pria itu melepaskan pelukannya dari tania.
"Oh ya bayu. kenalkan ini axsa dia pacar aku" Ucap tania
Axsa mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan bayu namun pria itu hanya diam tak bergerak.
"Bayu!!" Panggil tania namun, entah mengapa bayu tiba-tiba pergi begitu saja.
Sejak saat itu bayu sangat membenci axsa tanpa alasan yang jelas, dan selalu ingin menghancurkan hubungan axsa dengan tanian. Saking terobsesinya pada tania bayu selalu melakukan hal kotor agar membuat tania dan axsa berpisah, termasuk mejebak axsa dengan seorang jal*ng malam itu.
Sialnyaa malam itu axsa mabuk dan wanita ****** itu berhasil menggodanya, disaat bersamaan tania datang menyaksikan axsa yang bercumbu mesra, tania pergi dengan rasa kecewa ia tak habis pikir dengan apa yang axsa lalu, akibat terlalu memikirkannya tania kehilangan konsentrasi saat menyetir hingga membuat hampir saja menabarak pembatas jalan, untungnya dengan cepat tania membanting setir namun, hal tak terduga terjadi tiba-tiba saja sebuah truk melaju dengan kecepatan kencang hingga menabrak mobil tania yang terhenti didekat jalan, sehingga kecelakaanpun terjadi membuat tania kehilangan nyawanya.
**
Keributan itu terdengar membuat arelta membuka matanya dan langsung melihat keluar jendela.
"Axsa!!"
Arelta segera turun saat melihat axsa dan para bodyguardnya.
" Lepaskan, Aku hanya ingin menemui istriku apa kau tidak mengerti bahasa manusia!!"
"Maaf tuan tapi tuan kami tidak mengizinkan siapapun untuk masuk kedalam " Ujarnya menahan tubuh axsa agar tidak menerobos masuk.
Bruk!!
Tiba-tiba saja axsa memukul penjaga itu hingga terjatuh.
"Urus mereka" Perintahnya pada bodyguardnya.
"Axsa!!" Panggil arleta saat melihat pria tinggi berkulit putih iti sudah berada didalam rumahmu
Dengan cepat axsa meraih tangan arelta dan menariknya keluar, " Ikut aku" Ucapnya.
"Lepaskan axsa? Kamu mau bawa aku kemana? " Teriak arelta saat axsa menarik dan memasukkannya kedalam mobil dengan kasar.
Axsa tak menjawab dan melajukan mobilnya begitu kencang, sehingga membuat arelta menangis dan menjerit ketakutan.
"Axsa Hentikan!! Aku mohon, aku takut" lirihnya
Mendengar ucapan arelta perlahan-lahan axsa memperlambat mobilnya, lalu mengehentikan mobilnya dipinggir jalan yang cukup sepi
"Berhentilah menangis, aku tidak suka melihat kami menangis " Ucap axsa dengan raut wajah datar.
Tiba-tiba saja gadis berhidung bangir itu memukul dada axsa, dan semakin menangis kencang. Jika boleh jujur sebenarnya tubuh arelta masih bergemetar takut.
"Aku benci padamu. Aku benci, axsa!!
Axsa memilih diam membiarkan arelta menangis, lalu tak lama kemudian axsa mengambil sebuah tali lalu mengingat pergelangan tangan arelta.
"Apa yang kamu lakukan??" tanyanya saat melihat axsa perlahan mengingat tali itu dengan kencang ditangannya
"Lepaskan axsa? Apa yang kamu lakukan haha?"
"DIAM!!!" Tegasnya hingga membuat gadis itu sekitar terdiam.
Axsa kembali melajukan mobilnya. sekitar satu jam perjalanan axsa memberhentikan mobilnya.
Axsa mengendong gadis itu keluar dari mobil dan membawa masuk kedalam sebuah rumah yang jika dari luar hanya terlihat pohon-pohon besar saja.
"Turunkan aku!" Teriak arelta.
Axsa segera menurunkan arelta lalu melepaskan tali yang mengikat tangannya,"Mandilah dan ganti pakaian kamu, aku sudah menyiapkan pakaian kamu dilamari" "Ucap axsa tiba-tiba.
"Aku tidak mau"
"Jangan membuat aku marah ta, cepat mandi dan ganti pakaian kamu. Aku akan keluar sebentar" Ucap Axsa dengan lembut
"Okey, tapi setelah itu biarkan aku pergi" Balas arelta
"Aku tidak akan mebiarkan kamu pergi. Aku tidak perduli mau kamu marah atau tidak intinya aku tak akan membiarkan kamu pergi" Setelah mengatakannya axsa memilih keluar dari kamar.
Arelta hanya menatap pintu kamar yang mulai terkunci itu Sekarang ia benar-benar merasa aneh pada axsa. dimana senyum simpul dan perlakuan baik dan manisnya, mengapa axsa terlihat sangat berbeda.
Arelta masuk kedalam kamar mandi, lalu segera membasuhi tubuhnya dan mengganti pakaian. setelah beberapa menit arelta keluar dengan piyama pendek berwarna merah yang seperti sudah axsa siapkan untuk arelta.
Saat keluar dari kamar mandi matanya langsung menatap sosok axsa yang berada disofa sambil memainkan ponselnya.
"Duduklah disini" Ucap axsa pada akhirnya.
"Aku tidak mau" tolak arelta dengan cepat.
"Duduklah, Jangan membuatku marah" Jawabnya menatap tajam arelta
Melihat arelta hanya diam tak bergerak dengan cepat axsa beranjak dari tempat duduknya dan menarik tangan arelta hingga membuat gadis itu terjatuh pada dada bidangnya.
Kedua insan itupun saling beradu pandang namun, dengan cepat arelta memalingkan wajahnya.
"Cepat duduk dan makan. Aku tahu kamu belum mengisi perutmu" Ucap axsa dengan lembut.
"Aku bilang tidak mau. Lepaskan!!" Balas arelta berusaha melepaskan tangannya dari genggaman erat axsa
Namun dengan cepat Axsa menarik tengkuk arelta, lalu mencium bibirnya, dan dengan kasar axsa menghempaskan tubuhnya keatas kasur. Axsa langsung menindihi arelta dan mengunci pergerakan.
"Apa yang kamu lakukan. Lepaskan!!" Teriak arelta
Namun seakan tuli axsa tak mendengarkan, ia semakin menggila dengan merobek baju arelta.
"Tidak!! aku mohon jangan lakukan itu axsa" lirihnya
Arelta menangis memejamkan matanya, saat axsa melakukan hal itu padanya
**
"Ada apa ini? " Ucap Bayu yang barusan aja datang dan mendapatkan rumahnya yang sudah berantakan.
"Axsa kemari mas, dia kemari dan membawa arekta" Jawab gion yang sudah lebih dulu datang dan mengetahui apa yang terjadi dari penjaga.
"Aku pikir ada apa. Jika begitu biarkan saja gadis itu bersama axsa, bukankah kau juga ingin mengembalikannya " balas bayu dengan santai lalu melangkah kakinya kembali untuk memasuki kamar.
"Tolong bantu aku mas, aku khawatir jika axsa menyakiti arelta." Ucap gion panik. Bayu berbalik menatap tajam sang adik.
"Biarkan saja aku tidak perduli" Ucap bayu lalu masuk kedalam kamarnya
Mendengar penolakan dari bayu, gion segera beranjak pergi keruangan bawah tanah milik bayu.
Clek
Gion membuka pintunya, melihat devin yang terbaring lemah dan tak berdaya dengan banyak rantai yang mengikat tubuhny.
Gion tampak terkejut ia sungguh tidak menyangka jika sang kaka tega melakukan hal seperti ini. Gion meraih rantai itu dan membukanya,setelah rantai itu lepas devin ingin berlari pergi namun, gion menahannya.
"Percuma! terlalu banyak bodyguard mas bayu diluar" Ucapnya
"Lantas aku harus tetap disini? Membiarkan kau mengikat aku lagi"
"Kau bisa percaya padaku aku tidak akan mengikatmu lagi, Tapi aku punya sesuatu untuk ditanyakan padamu" jawab gion menyakinkan devin.
"Apa ingin kau tahu?"
"Apa benar axsa selalu menyakiti arelta bahkan sejak pertama kali dia menikah dengan ??" Ucap gion yang langsung mendapatkan bantahan dari devin
"Itu tidak benar, Aku tahu pernikahan itu axsa lakukan karena rasa terimakasihnya pada abian. Akan tetapi axsa selalu berusaha membuat gadis itu tersenyum, Justru sebaliknya arelta yang tak pernah menganggap pernikahan itu dan bersikap dingin pada axsa"
Gion menarik nafas berat nya akhirnya kini paham mengapa arelta tidak bisa mencintainya dan tidak bisa membuka hatinya lagi, itu karena axsa mencintainya dengan tulus, hingga ketulusan itu membuat hati arelta luluh padanya, dan melupakan abian. entah karena jantung itu atau bukan. tapi kini gion mengerti bahwa dia tidak perlu khawatir lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments