Pukul 21:00 WITA
Hari sudah mulai larut namun arelta masih berada dirumah sakit. dikursi tunggu kini arelta tertidur dengan posisi duduk.
"Arelta" Ucap gion seraya menepuk pundaknya
Arelta terbangun saat merasakan seseorang menepuk pundaknya
"Eughh" lenguhya yang langsung menguap karena masih merasa ngantuk
"Sudah jam segini kenapa kamu belum pulang" tanyanya
"Aku masih ingin menjaga ayah. Oh ya ada apa kemari"
"Tidak ada apa-apa tadi saya baru mengecek keadaan pasien lain dan tidak sengaja melihat kamu yang belum pulang"
"Aku kira terjadi sesuatu dengan Ayah," balasnya tersenyum tipis pada gion
"Dimana suami kamu, sepertinya saya tidak melihatnya dari tadi"
"Dia harus pergi berkerja jadi dia tidak ada disini. Ada apa mengapa kamu mencarinya?"
Tiba-tiba saja gion meraih tangan arelta, dan menatapnya begitu dalam.
"Arelta, jika saya mengatakan saya menyukai kamu apa kamu akan percaya?"Ucap gion dengan serius.
Mendengar ucapan gion seketika arelta merasa terkejut, dan dengan cepat gadis itu melepaskan tangannya.
"Apa yang kamu katakan, kamu tidak ingat dengan janjian kamu pada abian dulu. " Ucap arelta dengan nada sedikit tinggi.
"Tapi perasaan bisa berubah ta, saya memang berjanji pada abian akan selalu menjaga kamu dan tidak akan pernah menyukai kamu, tapi apa kamu tahu sebelum perjanjian itu dibuat saya sudah menyukai kamu tapi saya takut menyatakannya karena latarbelakang dan kondisi saya saat itu" Gion tiba-tiba menarik dan memeluk arelta.
"Saya mohon tinggalkan pria itu. Saya akan jauh lebih baik menjaga kamu"Ucapnya bersamaan dengan itu axsa datang dan menyaksikan gion yang memeluk arelta
Axsa langsung menarik gion lalu memukulnya hingga terjatuh kelantai.
"Apa yang kau katakan hah! Apa kau tidak malu menggoda wanita yang sudah menjadi memiliki orang lain" ucap axsa dengan geram
"Sudah axsa lepaskan" arelta menarik axaa agar menjauh dari gion
"Cik!! milik orang lain! Maksudmu, KAU!!" Gion kembali berdiri lalu menyeka bibirnya yang berdarah, "Sekarang aku tanya apa kalian menikah karena saling mencintai?? Atau mungkin tidak ada rasa cinta sedikitpun dihati kalian" Herdiknya. Membuat axsa dan arelta terdiam.
"Katakan arelta, katakan sekarang apa kamu mencintainya"
Gadis itu terdiam mengepal kedua tangannya. Meskipun ia berjanji pada dirinya untuk memulai kehidupan baru bersama axsa tapi gadis itu tidak bisa membohongi perasaannya jika saat ini tidak ada sedikit rasa apapun dihatinya untuk pria yang telah menjadi suaminya ini.
Begitupun dengan axsa. Meski ia berjanji akan melupakan tania tapi hatinya belum sepenuhnya bisa melupakannya bahkan axsa selalu bimbang antara jantungnya yang berdetak atau jantung abian, saat berada didekat arelta.
Tatapan axsa san arelta pun bertemu mereka saling menatap satu sama lain dengan perasaan tak karuannya
"Cepat kata kan!!" Tekanan gion sekali lagi
"Hentikan gion!! ada apa denganmu??" Arelta berusaha mengalihkan pembicaraannya
Sedangkan axsa, pria itu menatap arelta dengan tatapan penuh arti. Entahlah hatinya hanya merasa sakit saat gadis dihadapannya menolak untuk menjawab pertanyaan gion dan malah mengalihkan pembicaraan.
"Ternyata benar kamu tidak mencintainya kan?"
Plak!
Satu tamparan dari arelta tepat mengenai wajah gion.
Gadis itu terdiam sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
Arelta berlari hingga ke halaman belakang rumah sakit, ia menangis memagang dadanya kini air matanya menetes membasahi pipinya.
"Mengapa begitu melupakan kamu, Abian. bahkan bibir aku sendiri tidak sanggup mengatakan mencintai orang lain selain kamu!! " batinya
**
Waktu terus berputar hingga pagi haripun tiba. Saat ini arelta tengah duduk dipinggir ranjang menatap keuar jendela, sejak kejadian tadi semalam arelta dan axsa saling diam tak berkata apapun.
"Arelta" Panggil seorang dari balik pintu sambil mengetuk pintu kamarnya. Arelta tang mengenal suara itu adalah devin, membuka pintunya
"Ada apa?"
"Ini saya bawa makanan untuk kamu, kamu belum mengisi perut kamu dari semalamkan " Ucapnya lalu menaruh makannya dimeja dekat tempat tidur
"Terimakasi, vin" lirihnya dengan suara pelan
"Apa kau baik-baik saja, arelta?" tanyanya saat melihat wajah areltbyang begitu pucat.
"Tidak apa aku baik-baik saja"
Devin hanya mengangkuk lalu keluar dari kamar.sementara arelta langsung membaringkan tubuhnya lagi. Entahlah mengapa rasanya kepalanya sangat pusing
**
Xena terus saja menggangu axsa dikantornya meski sudah beberapa kali axsa mengusirmya tapi xena tetap saja kembali.
"Apa kamu yakin akan membuangku begitu saja?" Ucap xena seraya tangan mengelus lembut wajah tampan axsa.
Kali ini axsa hanya diam membiarkan xena melakukan apa yang dia inginkan.
"Apa kamu mau kita bermain sebentar" tangan xena mulai nakal ia memegang dada bidang axsa hingga membuat gairahnya bangun.tanpa basa-basi axaa mengangkat tubuh xena lalu menaruhhya pada meja kerjaannya. Axsa ******* bibir kecil dan seksi xena dengan begitu agresif, bahkan tangan itu tak tinggal diam.
"Ahkh.." desah xena saat pria itu meremas kencang kedua milikinya
"AXSA!!!" Teriak devin dengan raut wajah memerah saat melihat permainan panas itu dihadapanya.
Axsa langsung melepaskan ******* semnatara xena dengan cepat membenarkan pakaiannya.
Bughh
Satu pukulan dari devin tempat mengenai wajah axsa hingga membut pria tinggi berkulit putih itu terjatuh kelantai
"Aku tidak sangka kau masih melakukan hal MENJIJIKKAN ini dengan wanita murahan ini!!" Ucap devin
"Berhenti mengikuti campuri urusan vin, apapun yang aku lakukan itu bukan urusanmu" Balasnya yang kembali berdiri lalu menatap devin dengan tatapan tajamnya.
Sedangkan xena gadis itu hanya diam menatap geram pada devin. Rasanya ia ingin mencabik-cabik wajah pria itu saat mengatakan nya wanita murahan.
"Arelta sedang sakit tapi ini yang kamu lakukan, sadarlah axsa, jangan sampai kamu kehilangan arelta sama seperti kamu kehilangan adikku" herdiknya. membuat raut wajah axsa seketika berubah
"Arelta?? Siapa dia ?" tanya xena yang memeluk erat lengan axsa
"Bukan siapa-siapa" Jawab axsa
Devin berdecak kesal, lalu melangkah pergi meninggalkan axsa dan juga xena
**
Arelta tengah berada dihalte bis, ia akan pergi kerumah sakit. Tapi sepertinya gadis itu tidak baik-baik saja terlihat dari wajahnya begitu pucat.
Melihat bis yang datang gadis itu segera berdiri untuk masuk kedalam bis, tiba-tiba saja rasa pusing menyerang kepalanya, tak dapat menahan lagi arelta pun tak sadarkan diri, namun untungnya seseorang dengan sigap menangkap tubuhnya.
"Akhirnya" Pria bertopi itu tersenyum puas karena dirinya tak perlu menangkap mangsa dengan susah payah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments