Sudah menjadi kebiasaan arelta pagi-pagi sekali ia akan bangun dan menyiapkan sarapan untuk sang ayah. Jadi saat dirumah axsa ia sudah bangun lebih dulu, dan berada didapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
"Kamu sedang apa? " tanya axsa.
"Aku lagi masak buat sarapan. Kamu mau kemana? " Tanyanya saat melihat axsa yang sudah rapi
"Aku mau kekantor"
"Apa gak kepagian? Ini kan masih 6 pagi " arleta melihat jam yang masih menunjukkan pukul 6 pagi
"Aku sengaja, banyak kerjaan yang harus aku lakukan jadi aku harus berangkat pagi-pagi "
"Tapi kamu belum sarapan? Ayo duduk dulu kita sarapan, sebentar lagi masakan aku selesai "
"Nanti aja ta, aku buru-buru" Axsa melangkah pergi namun dengan cepat arelta menghentikan langkahnya
"Kalau kamu berani pergi sebelum makan aku bakal akan pergi dari sini! " Ancamnya. Axsa menarik nafas,dari pada semakin pajang nantinya axsa pun memilih diam dan menurutinya.
"Tunggu sebentar disini, aku siapkan makanannya" arleta sengera mungkin menyiapkan makanan yang hampir semua selesai dimasak.
"Aku gak tahu kalian suka makan apa jadi aku masakin beberapa menu favorit yang aku suka. Kalau kamu gak suka gapapa gak suka dimakan" Ucap arelta menaruh beberapa piring berisi lauk diatas meja
Udang balado, bihun kauh,telur geprek dan tak lupa ayam betutu khas bali yang paling jadi food favorit
"Ini kamu semua yang masak?" Tanya axsa melihat menu makanan yang lumayan banyak diatas maja
Arelta mengangguk, lalu mengambil piring dan menaruhinya nasi dan memberikannya pada axsa.
"Ayo dimakan" Ucap arleta
Axsa tersenyum, tanpa berkomentar lagi ia langsung menyantap masakan arelta. Cita rasa yang tak dapat diartikan sungguh masakan arelta sangat enak, bahkan tanpa sadar membuat axsa makan begitu lahap.
Selesai makan axsa segera pergi kekantor, sementara arelta membersihkan meja makan dan menaruh piring kotornya kedapur.
"Kamu juga ingin berangkat kekantor ya?" Ucap arelta saat melihat devin yang yang keluar dari kamarnya
"Tidak, saya akan dirumah menjaga kamu"
"Menjaga aku? Memangnya aku kenapa"
"Axsa yang menyuruh saya dia bilang akan khawatir jika kamu berada dirumah sendirian"
"Apaan sih dia pikir aku ini anak kecil apa!" Gumamnya, "Gak perlu devin, kamu kekantor aja aku bisa jaga diriku aku sendiri "
**
Gion mengecek keadaan pak aden lalu memberikannya suntikan dan beberapa obat untuk diminum.
"Beristirahat pak, sebentar lagi pasti arelta akan datang " Ucapnya
Pintupun terbuka, dengan wajah panik arelta menghampiri
Sang ayah yang sudah terbaring dengan selang infus ditanganya. setelah mendapatkan kabar dari gion jika penyakit ayahnya kambuh gadis berambut paniang itu segera mungkin kerumah sakit bersama dengan devin yang mengantarnya.
"Sudah arelta tidak apa-apa pak aden hanya kelelahan kamu tidak perlu khawatir " Ucap gion berusaha agar arelta merasa tenang.
Seperti mencari kesempatan dalam kesimpitan gion pun membawa arelta dalam dekapannya." Sudah jangan menangis"
Tak lama kemudian Axsa pun datang. Melihat axsa yang tiba-tiba masuk dengan cepat arelta melepaskan pelukannya. Bagaimanapun ia telah menikah tidak seharusnya ia berpelukan dengan lelaki lain didepan suaminya.
"Bagaimana keadaannya, ayah tidak apa-apakan?" Tanya axsa pada arelta yang masih menangis itu.
"Aku gak mau kehilangan ayah. Aku gak mau axsa!" tangisannya, menatap sang ayah yang terbaring lemah. sungguh membuat hati gadis itu terluka.
"Sudahlah semuanya akan baik-baik saja. Kamu tidak perlu berfikir buruk seperti itu" Ucap axsa dengan cepat meraih tubuh arelta untuk didekapnya.
Gion yang melihat axsa memeluk arelta, langsung melemparkan tatapan tak suka ia menegapal kedua tanganya dan pergi keluar begitu saja.
Gion kembali kerungan, ia memukul meja didepanya dan mengacak-acak rambutnya seperti orang frustasi.
"Tidak ada yang boleh memiliki arelta, bahkan lelaki itu sekalipun hanya aku yang panatas untuknya" Gion mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Akhirnya kau menghubugi aku" Ucap seorang pria dari saat panggil itu tersambung.
"Aku butuh bantuanmu. Hancurkan hubungan arelta kali dengan pria bernama axsa itu" ucapnya dengan raut wajah yang serius
"Akhirnya kau menghubugi aku.baiklah,semuanya akan beres ditanganku "
Gion langsung memutuskan panggilannya, lalu duduk dikursi.
Lima tahu gion memendam perasaannya karena selalu merasa tak pantas bagi arelta hingga pada saat gion sudah memiliki segalanya ia akan menyatakan perasaannya namun abian justru datang hingga membuat gion lagi-lagi memilih mundur. melihat gadis yang dicintainya bahagia itu membuat gion juga merasa bahagia meskipun itu hanya kebohongan kata, karena sungguh hatinya merasa hancur apalagi saat mendengar arelta akan menikah dengan abian. Gion pun memilih untuk menghindar tak datang dalam pernikahan arelta dan abian. hingga gion yang berada dijakarta mendapatkan kabar jika abian mengalami kecelakaan dan meninggal. pada saat itu gion pun langsung kembali terbang kebali.
Dirasakan waktu tepat untuk mengatakan perasaannya pada arelta justru gion mendengar pak aden yang meminta arelta menikah dengan axsa. rasa sakit tentu saja dirasakan gion. kali ini gion tak akan mengalah lagi, dia yang lebih dulu mengenal arelta dan dia harus memilikinya.
"Kamu hanya milik saya, selamanya hanya milik saya arelta!" Ucap Gion menatap foto arelta
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments