Bab 5

Semua hanya mimpi tapi begitu nyata untuk Arelta. andai kecelakaan itu tidak pernah terjadi mungkin saat ini Arelta sudah hidup bahagia bersama Abian

kenyataan memang selalu pahit untuk diterima tapi kita juga tidak bisa menolak nya

___

Pagi-pagi sekali Axsa sudah rapih dengan setelan baju olahraga

"Kau tidak kekantor lagi" Tanya Devin saat melihat Axsa yang sudah rapi tapi tidak dengan setelan jas nya

"Hari ini aku belum bisa kekantor, aku serahkan semua urusan kantor padamu ya" Ucap Axsa yang buru-buru berlari keluar

Devin hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Axsa meski demikian itu membuat Devin sedikit merasa tenang karena Axsa sedikit melupakan Tania.

Dan seperti biasa Arelta menatap jalanan dengan tatapan kosong. Lagi-lagi Arelta berfikir jika Abian masih hidup dan akan datang menemuinnya jika ia sedikit menunggu lagi

Namun Tiba-tiba seorang datang dan membuyarkan lamunannya. Siapa lagi jika bukan Axsa

"Ini Minumlah" Axsa memberikan botol berisi air putih pada Arelta" aku tidak tau kamu suka minum apa jadi aku belikan air putih saja" Ucapnya tersenyum

" Makasih" singkat nya lalu mengambil botol air itu

"Masih menunggu nya??"tanya axsa yang membuat gadis itu langsung melihat kearahnya.

"Apa Ayah lagi yang menyuruh kamu kesini" tanyanya yang mengalihkan pembicaraan

"Tidak, tadi aku habis lari pagi, dan tak sengaja melihat kamu" Arelta melihat pakaian olahraga Axsa, dan percaya. padahal sebenarnya itu hanya alasan Axsa yang ingin bertemu Arelta dan tak ingin dicurigai

"Lalu kenapa berhenti??"

Belum sempat Axsa menjawab tiba-tiba ponsel Arelta bergetar. Membuat gadis berambut panjang itu segera mengangkatnya

"Halo, ada apa yah?"

"Maaf nona ini bibi Sum Tuan baru saja dibawa kerumah sakit. Sepertinya penyakit jantung nya Kabuh" Serkas seseorang wanita paruh yang panik

"Apa! Baiklah bi, aku segera kesana "

Arelta langsung mematikan panggilannya, dan segera mungkin berlari menuju halte bis yang tak jauh darinya.

"Ada apa" Tanya Axsa saayang juga ikut berlari hingga halte

"Ayah, masuk rumah sakit aku harus segera kesana"

Mendegar ucapan Arelta. Axsa segera berlari menuju mobilnya yang terparkir didepan toko bunga yang ada seberang jalan.

"Cepat naik aku akan mengantar kamu"Teriak Axsa dari dalam mobil

Tanpa berfikir lagi Arelta masuk kedalam mobil. Axsa segera menancapkan gas melaju kencang menuju rumah sakit

Arelta turun dari mobil segera mungkin ia berlari masuk menuju kamar rawat ayahnya yang sebelumnya bibi Sum sudah beritahu

"Bagaimana keadaannya?? Ayah saya baik-baik saja kan?" Tanyanya pada dokter muda yang baru saja keluar dari ruangan

"Untuk saat ini kondisinya sudah membaik hanya saja ada yang harus saya bicara dengan kamu, Arelta " Ucap dokter muda itu. seperti dokter tampak sudah mengenal Arelta

Arelta mengangguk lalu mengikuti dokter muda itu hingga keruangannnya.

"Dari hasil pemeriksaan umur pak aden tidak lama lagi Penyakit jantung nya sudah sangat parah"

"Apa Ayah aku tidak bisa sembuh??. Tolong selamatkan ayahku, aku akan membayar berapa pun itu"

"Saya dan para dokter disini sudah melakukan yang terbaik Arelta tapi kerusakan jantungnya sudah sangat parah, jika pun nanti ada pendonor kemungkinan besar untuk selamat sangat kecil" Jelas dokter muda bernama lengkap Gion Ashley itu.

Gion terdiam menatap wajah sedih Arelta, hatinya tiba-tiba merasa kasihan. Sebenarnya Gion sudah lama mengenal Arelta dulu gadis cantik berhidung bangir itu sangat periang dan ceria, senyum manis selalu terlihat diwajahnya namun sejak kematian calon suaminya, senyuman manis tak pernah terlihat lagi.

Pintunya terbuka, memperlihatkan Arelta yang perlahan-lahan memasuki ruangan.

"Apa kata dokternya?" Tanya Axsa yang disadari tengah duduk disamping bangkar pak aden

Buliran air mata kian jatuh membasahi pipinya, Tiba-tiba saja Arelta menangis memeluk Axsa. Jujur Gadis itu tak sanggup lagi menahan gejolak rasa dihatinya.

"Mengapa tuhan sekejam ini dengan aku apa ia tidak puas mengambil Abian dari hidupku, dan sekarang ia ingin mengambilmu ayahku.sebenarnya apa salah aku" Arelta menangis sesegukan ia tak bisa membiarkan ayahnya juga pergi meninggalkannya

Axsa terdiam, dia juga pernah diposisi arelta sudah pasti Axaa mengerti perasaannya tapi ia juga tak tahu harus berbuat apa.

"Arelta.." Lirihnya pak aden yang tersadar. Arelta langsung melepaskan pelukannya dari Axsa

"Ayah.. " Arelta langsung memeluk sang ayahnya, "Maafkan arelta yah pasti karena arelta ayah jadi banyak pikiran" Lirihnya

"Tidak sayang. Ini bukan salah kamu memang ayah saja yang sudah semakin tua dan sakit-sakitan" balasnya

Arelta menyeka airmatanya menatap sang ayah yang terbaring.

"Baguslah kalian berdua ada disni" lirih pak aden sedikit tersenyum itu "tentang pernikahan kamu dengan Axsa. ayah ingin secepatnya dilaksanakan."pintanya menatap sayu pada putrinya

"Tapi ayah aku tidak mau menikah"

"Hanya kali ini arelta kabulkan permintaan ayah. " Ucapnya, "ayah hanya ingin ada orang yang bisa menjaga kamu sebelum ayah pergi." Ucapnya lagi hingga membuat gadis itu menitihkan air matanya

Rasanya arelta tidak tega untuk menolak keinginannya.

"Baiklah aku akan menikah dengannya!. Asalkan itu membuat ayah bahagia." Ucap Arelta dengan berat hati

Sementara diluar ruangan seseorang pria mengepal tangannya, saat mendengar apa yang baru saja didengar nya dari dalam ruangan itu. Dengan perasaan marah pria itu pergi begitu saja.

Didalam Axsa tak bergeming sedikitpun hatinya juga sangat bimbang untuk menikah dengan Arelta atau tidak. Jujur semua yang ia lakukan saat ini karena rasa ingin berterima kasih pada Abian bukan karena ia sungguh menyukai atau bahkan mencintainya.

**

Seorang wanita memakai mini dres hitam bertali satu itu masuk kedalam rumah Axsa bahkan tanpa mengetuk pintunya

"Axsa sayang aku datang" Teriak wanita itu.

"Berisik sekali tidak bisakah kau tidak berteriak" Kesal Devin yang baru saja keluar dari kamar

"Dimana Axsa " Tanya wanita yang tampak jauh lebih muda itu. Wanita itu duduk disofa lalu menuangkan wine yang ada dimeja dan meminumnya

"Pergilah Axsa tidak ada. Aku tahu kau kemari hanya karena membutuhkan uang kan?" Devin tampak tidak suka dengan kehadiran wanita itu.

"Kalau sudah tau kenapa bertanya. Tumben sekali Axsa belum pulang." Wanita itu kembali meminum winenya sambil mengangkat kedua kakinya disofa layaknya ratu

"Xena! Apa kau tidak punya sopan santun, turunkan kakimu itu"

"Shitt!! Berisik sekali, Kenapa semakin tua kau semakin berisik sih."

"Kau!!" Devin ingin melayang pukulan padanya Xena namun tiba-tiba tangan ditahan oleh Axsa yang baru saja datang.

"Sudahlah Vin, Dengarkan saja ocehan nya" Ucap Axsa

Xena langsung memeluk Axsa saat pria itu berdiri disampingnya.

"Sayang kamu baru pulang? aku cape tahu sudah menunggu kamu dari tadi "Ucap manjanya

"Baru Lima menit saja kau bilang dari tadi cikhh" Sahut Devin dengan tatapan tidak suka nya pada Xena lalu pergi meninggalkan dua instan itu

Axsa melepaskan tangan Xena yang memeluknya

Xena adalah wanita pemuas untuk Axsa. Saat itu tiga tahun lalu Xena hampir saja bunuh diri, namun utungnya Axsa datang menyelamatkan nya. sejak saat itu Xena selalu ingin membalas kebaikan Axsa tapi tentunya ia juga ingin menjadi nyonya dirumah ini tapi Axsa tidak pernah menyukai Xena meski ia sering berhubungan intim dengan nya. Axsa hanya menganggap Xena sebagai pemuas itu saja tidak lebih.

Xena memulai aksinya ia menarik pakaian Axsa lalu membelai dada bidangnya

" kamu mau bermain denganku" Ucapnya dengan suara seksi nya lalu menarik Axsa lebih dekat lagi hingga nafas keduanya saling terasa

Xena sedikit menggesekkan milik nya pada Axsa hingga membuat pria itu cukup terangsang

Sebagai pria biasa tentu Axsa merasa terangsang akan sentuh lembut yang penuh sensasi itu. tangannya dengan cepat menarik tengkuk Xena dan mencium nya

Xena tersenyum puas, ia sangat senang karena berhasil membuat milik Axsa bangun.

Axsa semakin mempercepat tempo hingga membuat tubuh Xena bergetar hebat, saat dirasakan cairan itu akan keluar dengan Axsa mencabut miliknya, dan mengeluarkan nya diluar

"Kenapa tidak dikeluarkan didalam?"

"Saya tidak mau jika kamu sampai hamil!. Kamu ingat perjanjian kita kan " Axsa melepaskan tangan xena yang memeluknya

Axsa mengambil dompetnya mengeluarkan blackcard dari dalam, dan memberikan pada Xena. " Kamu pakai saja sepuasnya, sekarang kamu keluar dari kamar saya"

Xena mengambil blackcardnya dengan wajah kesal. Uang, nemang itu yang ia inginkan tetapi xena juga kesal karena lagi-lagi axsa hanya menganggapnya j*lang

Xena memunguti pakaian lalu keluar dari kamar Axsa.

Sedangkan pria itu langsung masuk ke kamar mandi lalu menatap pantulan dirinya dicermin

Sungguh menjadi orang yang berbeda. Axsa yang bersama Arelta dan Axsa yang sekarang

Terpopuler

Comments

Nuraeni Nur

Nuraeni Nur

ajir kenapa jadi ada si teahyung kenapa gak sekalian kimseokjin aja

2023-10-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!